Pengawalku Gelandangan Tampan

Pengawalku Gelandangan Tampan
Bonus Part [Family is Home]


__ADS_3

Bunga-bunga musim semi bermekaran, udara hangat yang menyejukan pun menyelimuti kota ZR. Pagi hari di sebuah mansion besar yang terlihat begitu megah, di ruang makan tampak Vander dan kedua putranya Rey dan Khai tengah menikmati sarapan bersama.


Dan seperti biasa diawal-awal ketiga pria itu nampak baik baik saja. Namun tak sampai sepuluh menit, keributan pun pasti akan terdengar. Dan hari ini dipicu oleh Khai yang tiba-tiba saja malah memindahkan sayuran yang ia tidak suka ke piring milik kakaknya. Karena Rey juga tidak suka sayuran itu ia pun kesal dengan sang adik dan memarahinya. Akhirnya terjadilah percek cokan kakak beradik itu yang sebenarnya sudah tidak asing lagi dilihatnya di kediaman itu.


"Khai, tidak bisakah kau berhenti menaruh makanan yang tak kau suka di piringku!"


"Aku hanya menaruh sedikit makanan kenapa kau marah kak!"


"Kau sudah terlalu sering melakukannya aku tak suka!"


Melihat kedua putranya ribut, Vander pun langsung menegur keduanya dengan keras.


"Papa, tapi kakak..."


"Khai, hormati kakakmu! Bagaimanapun dia lebih tua darimu!"


"Papa, kenapa selalu membela kakak, papa kejam!" Khai yang ngambek pun melarikan diri. Sayangnya saat ia berlari pergi ia malah menabrak mamanya yang baru saja turun dari kamar setelah merasa cukup istirahat. Maklum saja sejak melahirkan putrinya Leanna beberapa bulan lalu, Lara banyak menyisakan pekerjaan yang mana harus segera ia selesaikan.


"Khai kau kenapa nak?"


"Huhu, papa dan kakak mereka semua tidak sayang padaku..."


"Dasar tukang ngadu," ujar Rey.


"Banyak drama," timpal Vander.


Lara pun langsung menarik Khai dan membawa pria berusia empat tahun itu kembali ke meja makan menemui papa dan kakaknya. Disana Lara langsung meminta suami dan kedua putranya berbaikan.


Sayangnya usaha Lara sepertinya tak berjalan mulus, ketiganya sama-sama keras kepala dan merasa paling benar. Mereka pun malah jadi adu mulut satu sama lain..


"Kakak, itu menyebalkan!"


"Kau yang menyebalkan!"


"Kalian berdua berhentilah bertengkar! Atau kalian mau aku marah dan mengurung kalian berdua di gudang!"


Rey dan Khai seketika takut melihat Vander marah, kali ini keduanya pun serentak mengadu kepada mamanya.


"Mama lihatlah... papa galak sekali...!"


"Kami mau dikurung! Mama harus membela aku dan Khai."


Lara benar-benar pusing dibuatnya karena hampir setiap hari selalu saja seperti ini. "Rey, Khai, papa melakukan semua itu karena tidak ingin lihat kalian terus-terusan bertengkar. Sekarang kalian minta maaflah pada papa kalian."


"Tapi..."


"Tidak ada tapi Khai, cepat minta maaf!"


Keduanya pun akhirnya minta maaf kepada Vander dan menyesal karena tidak mau dengar ucapannya.


"Maafkan kami Papa," sesal kedua anak itu. Vander pun menerima maaf mereka dengan lapang dan terbuka. Karena meskipun Vander seringkali menghukum Ray ataupun Khai, ia juga seringkali memanjakan keduanya.

__ADS_1


Lara yang melihatnya pun ikut senang, ya meskipun pasti besok mereka akan bertengkar lagi. Tapi sejatinya hal itulah yang membuat Lara merasa keluarganya lebih hidup. Karena sudah berbaikan Lara pun langsung meminta kedua putranya untuk bersiap berangkat ke sekolah. Dan lagi-lagi kehebohan terjadi perkara ingin naik mobil yang mana. Bahkan Tori yang bertugas mengantar keduanya pun sampai pusing sendiri dibuatnya. Alhasil Lara lagi-lagi harus turun tangan karena kedua anaknya susah diatur. "kalau kalian masih ribut lebih baik tak usah berangkat sekolah!"


"Maaf ma, baiklah aku terserah Khai saja."


"Oke kita naik Porsche milik papa!" Seru Khai. Namun kali ini gantian malah Vander yang protes karena mobil yang ia biasa pakai malah dipakai oleh Khai. Keduanya pun berdebat lagi.


Kalau begini Lara merasa seperti dirinya sedang mengasuh tiga anak laki-laki yang selalu ribut.


"Hentikan! Sudah jangan ada yang bertengkar lagi! Rey, Khai, kalian naik mobil kalian sendiri saja atau terserah yang kalian mau, asal jangan mobil papa. Bagaimanapun kalian harus menghormati aturan papa."


"Baik mama..."


"Yasudah sekarang kalian segeralah pergi ke sekolah," perintah Lara.


Kedua anaknya itu pun akhirnya pamit kepada Lara dan Vander.


"Bye mama papa, kami sekolah dulu. Tolong sampaikan salam kami untuk Lea kalau sudah bangun."


"Bye bye..."


Akhirnya Rey dan Khai berangkat sekolah dengan diantar Tori seperti biasanya.


Tiba-tiba Vander pun memeluk istrinya dari belakang sambil menunjukan wajah gembira karena istrinya tadi membelanya dari dua anak mereka.


"Vander...'


"Ya sayangku."


"Sebagai ayah berhentilah terlalu iri pada anakmu sendiri. Kenapa kau selalu saja tidak mau kalah dari anak-anakmu."


"Padahal kau ini sudah punya tiga anak tapi masih saja suka bertingkah manja begini."


"Karena aku ingin selalu dapat perhatianmu, apa salah?"


Lara tersenyum dan mencium pipi suaminya. Karena belum puas dicium Vander pun balik mencium bibir istrinya, dan mereka pun malah semakin terbawa suasana. Di ruang makan pasangan itu malah saling bepagutan mesra sampai-sampai Vander pun tak peduli kalau dirinya sudah harus berangkat ke kantor.


"Vander, kau harus ke kantor," ucap Lara mengingatkan.


"Aku bisa ke kantor kapan saja. Istriku lebih penting daripada pekerjaanku. Lagipula semalam kita tidak melakukan rutinitas malam kita, bagaimana kalau kita melakukannya sekarang?" Vander memprovokasi istrinya dengan tatapan nakalnya.


"Tapi, ini di ruang makan tidak enak kalau sampai ada yang lihat."


"Kau bicara apa, ini rumahku dan kau adalah ratu dirumah ini. Jadi kita bebas lakukan apapun sayang..."


Vander yang paling pandai melelehkan hati istrinya pun, membuat Lara pada akhirnya masuk keperangkap suaminya. Disana Vander duduk sambil memangku Lara, keduanya pun bermesraan dengan saling mencium dan menjamah. Hingga pada akhirnya kemesraan pagi itu akhirnya harus terhenti seketika Frida memberitahu Lara kalau Lea, putri kecil Vander dan Lara sudah bangun. Alhasil Lara yang sadar kalau sudah waktunya Lea menyusu pun bergegas untuk menemui putrinya meski pakaiannya berantakan karena ulah tangan suaminya.


Lara dengan cepat langsung menemui Lea yang menangis dan mengambilnya dari gendongan bibi Frida.


"Putri cantikku apa kau sudah lapar sayang?" Tandas Lara yang kemudian duduk untuk menyusui putri kecilnya itu. Dan tak lama Vander pun menyusul masuk menghampiri sang istri yang tengah menyusui putri mereka.


Vander tersenyum memperhatikan dua perempuan cantik yakni Lara dan Lea yang ada disebelahnya. Bagi Vander Lara dan Lea adalah ratu dan putri yang sangat berharga dihidupnya. Dan setelah beberapa saat menyusu akhirnya Lea pun kenyang, gadis kecil yang baru berusia beberapa bulan itu pun bertingkah lucu menggerakkan tangan dan kakinya yang mungil sambil tertawa menggemaskan. Membuat Lara dan Vander tersenyum sumringah melihatnya.

__ADS_1


"Lihat Vander, senyum Lea manis sekali mirip dirimu."


"Iya, matanya juga cantik seperti milikmu Lara."


"Leanna putri kecil kita memang sangat menawan."


"Terima kasih sayang, sudah mau melahirkan anak-anak yang luar biasa untukku," ucap Vander kemudian mencium kening Lara.


"Sama-sama, Rey, Khai, Lea, mereka bertiga adalah harta paling berharga kita yang harus kita rawat bersama."


"Kau benar, kau memang ibu yang sangat baik Lara."


"Kau juga seorang ayah yang luar biasa. Aku bangga padamu," ucap Lara sambil mengusap kepala Vander.


Pria itu pun tersenyum.


"Oh iya sore ini kita ada pemotretan untuk foto keluarga bukan?" Sejak Lea lahir beberapa bulan lalu, memang Vander dan Lara belum melakukan foto keluarga baru lagi. Oleh karena itu, karena dirasa Lea sudah cukup besar untuk difoto mereka pun akhirnya memutuskan untuk berfoto keluarga.


Sore harinya semuanya pun sudah bersiap untuk berfoto keluarga. Tim fotografer terbaik pun sudah datang dan bersiap untuk mengambil foto keluarga konglomerat itu.


Dengan konsep pakaian semi formal, Lara, Vander dan anak-anaknya pun sepakat mengenakan pakaian berwarna putih. Di kamarnya Lara tampak sedang berkaca memastikan dress fit bodynya sudah sempurna dikenakan. Vander pun tiba-tiba saja menghampiri Lara dan langsung memakaikannya kalung berlian langka yang baru saja ia dapatkan di pelelangan barang antik.


"Vander ini?"


"Benar dugaanku, kau pasti sangat cantik memakainya."


Lara melingkarkan tangannya di leher suaminya dan menatapnya sambil berkata, "Kau selalu saja memberiku kejutan manis setiap hari, tapi tiba-tiba aku jadi takut..."


"Takut apa? Aku bersamamu apa yang harus kau takutkan?"


"Aku takut kalau kau tidak akan mencintaiku lagi kalau aku sudah semakin tua dan keriput. Kau tahu kan bulan depan usiaku sudah tiga puluh tahun. Sementara kau semakin tambah usia malah semakin tampan," Lara sepertinya agak insecure kali ini.


Vander tertawa dan mencubit hidung mancung istrinya itu. "Bagaimana kau bisa bicara begitu, istriku. Sampai kapanpun akan jadi yang paling cantik di dunia. Lagipula dengan pesonamu saat ini siapa yang mengira kau adalah wanita dengan tiga anak."


"Janji ya, kau hanya akan mencintaiku satu-satunya wanita di dunia apapun keadaannku."


"Aku janji, cintaku, sayangku, hidupku semua untukmu Lara... Kau pemilikku."


Mereka pun berpelukan, sampai pada akhirnya Lea yang tidur akhirnya bangun. Vander pun langsung menggendong putri kecilnya itu, dan tak lama Rey dan Khai yang sudah selesai bersiap-siap pun datang ke kamar orang tuanya menghampiri papa mama dan adik perempuan mereka. Rey dan Khai yang sangat menyukai Lea pun bermain-main menghibur Lea yang ada digendongan Vander...


Lara benar-benar bahagia sekali sekali melihat suaminya bersama ketiga buah hati mereka tampak bahagia dan tersenyum lepas.


Aran pun gantian menggendong Lea yang tampak ceria sekali hari ini


"Ayo sekarang kita peluk mama!" ajak Khai yang kemudian langsung menemplok memeluk sang mama diikuti Rey yang tak mau kalah. Lara pun tertawa bahagia, dan terakhir Vander pun memeluk istri dan anak-anaknya sambil berkata. "Kalianlah duniaku..."


Dari jauh, Robert yang ternyata memperhatikan momen kehangatan keluarga Vander yang tengah berbahagia itu dan tersenyum memandanginya.


Akhirnya Vander serta Lara dan ketiga anaknya pun berfoto keluarga bersama. Foto keluarga mereka pun saking populernya sampai dijadikan sampul majalah ternama.


Lara Vander serta ketiga anaknya pun menlajutkan hidup mereka sampai seterusnya...

__ADS_1


..."Family is Home, karena keluarga adalah tempat yang sebenarnya untuk pulang."...


NB : Jangan lupa baca "REMEMBER ME HUSBAND" di Aplikasi yang sama ya... thank you...


__ADS_2