Pengawalku Gelandangan Tampan

Pengawalku Gelandangan Tampan
Pasar Malam


__ADS_3

Keluar dari lift Van segera menaruh topeng pesta itu di dalam saku dalam jasnya. Ia berjalan ke ruangan Lara dan langsung masuk. Entah kenapa sejak berpacaran dengan Lara Van memang sudah jarang mengetuk ataupun membunyikan bel ia langsung masuk ke ruangan kekasihnya itu.


Lara yang tengah sibuk, melihat sosok Vander datang langsung meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri sang pria lalu memeluknya. Vander tesenyum memeluk Lara yang saat ini agak terlihat manja sekali. "Ada apa? Kenapa tiba-tiba memelukku?"


"Kenapa? Kau tidak suka ya aku peluk?"


"Jangan ngambek aku hanya tanya," ucap Van lalu kembali mendekap Lara.


"Em... Vander, sebenarnya... ada yang ingin aku katakan padamu," ucap Lara dengan nada manja sambil menekan-nekan dada Van yang keras dengen jemarinya.


Pria itu mengakat wajah Lara dengan kedua tangannya. "Ada apa?" Tanya vander lembut.


Lara sebenarnya tidak berani bilang tapi bagaimana pun Van harus tau.


Van masih menunggu Lara bicara.


"Aku akan pergi ke pesta ulang tahunnya Karina bersama Jeden," ungkap Lara pada akhirnya.


Namun Van malah tidak bereaksi apa-apa, ia hanya memandangi Lara dengan tatapan mendalam.


"Van, kenapa kau diam saja!?" Ucap Lara kesal.


"Aku harus berkata apa? Apa aku punya hak untuk melarang Nona?" Ucap Vander.


Lara yang kesal mendorong Van dan memalingkan wajah.


"Nona kenapa kau marah padaku?"


"Kenapa?" Lara pun mulai mengomel. "Aku akan pergi dengan pria lain dan kau biasa saja dan masih tanya kenapa. Astaga Vander apa kau ini naif atau apa sih!"


Van menyeringai ia mendekati Lara sambil tersenyum kecil tapi matanya seperti ingin menerkam.


"Van...?"


Lara ingin mundur tapi langsung ditarik pinggangnya oleh sang pria. Tangannya yang melingkar penuh di pinggang Lara menarik wanita itu kepeluknya dan menunduk menempelkan keningnya di kening Lara. "Kau ingin aku cemburu?"


Wajah Lara memerah. "Sudah tau kenapa pakai tanya!" Ungkap Lara tak berani menatap mata Vander yang tajam saat ini.


"Dengar Nona Lara, lebih baik kau tidak perlu melihatku cemburu karena itu akan membuatmu takut. Jujur aku memang bukan pencemburu, tapi aku ini pria yang sangat posesif jadi jangan memancingku."


"Aku tidak akan selingkuh darimu kok jadi tidak perlu posesif," Ucap Lara.


"Aku tau, tapi tetap saja diluar sana banyak pria brengsek yang menginginkanmu."


"Ya kalau mereka mau merebutku darimu kau mau apa?" Lara mencoba memprovokasi.


"Aku akan buat kepala mereka jadi pajangan di ruanganmu ini!"


Lara dibuat bergidik ngeri mendengarnya, tapi disisi lain ia juga merasa senang karena Van sampai seperti itu mencintanya.


"Kau jangan terlalu kejam begitu, orang lain bisa takut padamu nanti."


"Aku tidak peduli," ucapnya lalu mengecup bibir Lara. Keduanya pun berakhir dengan berciuman mesra.


Setelah mereka puas bermesraan Vander pun pamit pergi dari ruangan Lara. Seperti biasa Lara selalu merapikan kerah baju Vander sebelum meninggalkan ruangannya.


"Nona selalu menjambak rambut dan kerah bajuku kalau kita berciuman," Goda Vander.


"A- aku reflek melakukannya jadi tidak sadar, maaf ya," pungkas Lara merasa malu.


Van mencubit hidup Lara yang mancung.

__ADS_1


"Nona Lara sangat imut deh kalau malu-malu."


"Hezz kau ini menggodaku terus!"


"Habisnya Nona memang sangat imut," goda Van lagi hingga membuat wajah Lara memerah.


"Sudah jangan menggodaku terus!" Pungkas Lara


"Aku pergi dulu ya," Van mencium kening Lara lalu pergi.


"Dasar!" Gumam Lara lalu tersenyum.


**


Dari ruanga Lara Van pergi ke rooftop, disana ia membakar sebatang rokok dan menghisapnya. Setelah itu ia tampak mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang.


Van : Nona Karina.


Karina : Hai, jadi apa kau telepon karena bersedia menjadi partnerku di pesta?


Van : Iya, aku bersedia. Dengan catatan kau harus pastikan tidak ada satupun yang akan mengenaliku disana.


Karina : Tenang saja soal itu.


Van : Baiklah kalau begitu sampai jumpa.


Karina : Sampai jumpa tuan Van yang tampan.


--


Karina tersenyum penuh kemenangan setelah menerima telepon dari Vander. "Langkah pertama berhasil, tingga menunggu eksekusinya di hari ulangtahunku nanti. Di hari itu semuanya akan selesai Vander dan Lara akan saling menjauh pastinya!"


*


Jeden : Halo Lara!


Lara : Jed aku meneleponmu ingin memberitahu kalau,


Jeden : Kalau apa?


Lara : Aku setuju kita jadi partner di pestanya Karina lusa.


Jeden : (Tertawa garing) Aku kira kau akan menolakku lagi.


Lara : Kau jangan senang dulu, kita datang atas nama partner kerja tidak lebih.


Jeden : Aku tau, tapi bukan tidak mungkin kita akan jadi partner hidup kan?


Lara  : Berhenti bicara omong kosong, sudah kalau begitu lusa jemput aku di kediamanku jam tujuh malam, jangan terlambat!


Jeden : Siap Nona Lara Hazel.


Lara : Oke sudah ya, bye!


(Lara langsung menutup teleponnya)


Jeden tertesenyum penuh kepuasan, sorot matanya menggambarkan betapa pria ini punya maksud terselubung.


Dari layar ponselnya Jeden memandangi foto Lara yang tersenyum dan masih terlihat sangat muda mengenakan seragam sekolahnya.


"Sebentar lagi kau akan segera jadi milikku sayang," ucapnya penuh keyakinan.

__ADS_1


*


Diparkiran basement Lara terlihat duduk di dalam mobilnya sendirian.


"Nona Lara maaf jadi membuatmu menunggu disini," ungkap Van yang baru saja kembali dari toilet.


"Tidak masalah," pungkas Lara santai.


Setelah mengenakan sabuk pengaman Vander pun menyalakan mesin mobilnya.


"Um Van, bisakah kita tidak langsung pulang?" Ucap Lara.


"Memang Nona mau mampir kemana?"


"Kita pergi ke pasar malam yang ada dipinggiran kota dulu ya?" Ajak Lara dengan tampang polos.


"Baik kalau kau maunya begitu."


"Yess asyik!" Ungkap Lara terlihat bahagia seperti anak kecil yang baru dapat hadiah.


**


Setelah hampir 1 jam berkendara akhirnya Van dan Lara tiba disebuah pasar malam yang dimaksud. Meski bukan seperti karnaval tahunan yang diadakan di pusat kota yang terlihat elit dan mahal, tapi pasar malam itu tetap terlihat meriah dan cantik. Dengan lampu warna warni yang menghiasi di tiap sudut wahana, ditambah kedai-kedai makanan sederhana yang berdiri di sepanjang area pasar, membuat tempat itu ramai pengunjung, apalagi harga tiket masuknya terjangkau.


Setelah membeli tiket masuk keduanya langsung memasuki area pasar malam. Lara mendekap dadanya karena merasa kedinginan, mengingat ia hanya pakai rok selutut dan blouse tanpa lengan. Untungnya sang kekasih yang peka langsung dengan sigap melepas jasnya dan memberikannya pada Lara.


"Pakai ini biar tidak kediginan," ucap Vander.


Lara langsung tersenyum manis dan langsung memakai jas Vander yang kebesaran buatnya itu.


Van sebenarnya masih penasaran kenapa Lara mengajak ke pasar malam murahan seperti ini. Untuk orang kaya raya seperti Lara, pergi ke karnaval megah yang ada di pusat kota bukankah lebih baik?


Lara tiba-tiba menggandeng lengan Vander.


"Kenapa diam ayo jalan!" Pungkas Lara melihat Van yang malah terdiam menatap ia memeluk lengannya erat dengan kedua tangan.


"Kenapa, kau tidak suka ya kalau aku memeluk lenganmu begini?"


"Bukan begitu hanya saja kita kan..."


"Sutt..." Lara mengacungkan telunjuknya ke bibir Van. "Sudah jangan banyak bicara aku mengajakmu kesini supaya kita bisa menikmati waktu berdua selayaknya pasangan lain tau!" ungkap Lara.


"Maksudnya?" Van masih belum paham.


"Hih kau ini, maksudku artinya kita akan berkencan! Karena tempat ini jauh dari pusat kota, dengan begitu kau dan aku bisa bebas berduaan melakukan apapun tanpa khawatir ketahuan."


"Oh begitu, baik mengerti maksud Non—"


"Berhenti!" Ujar Lara memotong perkataan Van. "Panggil aku Lara saja, disini tidak ada bos atau bawahan yang ada hanya Vander dan Lara, jadi perlakukan aku layaknya pasanganmu bukan bosmu ya," pinta Lara.


"Baik Lara," ucap Van dengan nada lembut.


Lara jadi tersipu malu mendengar Van memanggil namanya selembut itu.


"Ayo Lara," Van tersenyum mengulurkan tangannya untuk digandeng.


Dengan tersenyum manis Lara pun mengaitkan jemarinya ke sela jari-jari Van yang panjang dan berurat, mereka pun berjalan bergandengan tangan.


Bersambung...


TEMAN-TEMAN PLIS JANGAN LUPA BUAT DIVOTE, COMMENT DAN LIKENYA BUAT SEMANGATIN AUTHOR MAKASIH 💜

__ADS_1


__ADS_2