Pengawalku Gelandangan Tampan

Pengawalku Gelandangan Tampan
Couple of the year


__ADS_3

Hampir tiga tahun berlalu sejak Lara dan Vander mempublikasikan hubungan mereka. Selama itu mereka benar-benar merasakan bagaimana hidup layaknya suami istri yang tanpa perlu lagi khawatir menunjukan kemesraan di depan publik. Dan sejak itu, Lara juga terkadang menemani suaminya ke pertemuan bisnis penting. Benar-benar selama dua tahun lebih Lara merasa bahagia sekali, suami yang hebat, dan kedua putranya yang luar biasa selalu menemaninya dalam mejalani hari-harinya sebagai wanita karir sekaligus istri dan ibu dari dua orang anak.


Saat ini Lara menjabat sebagai pimpinan creative di Lavioletta menggantikan Yuna yang resmi pensiun tahun lalu, karena tiba-tiba saja ia memutuskan menikah di usianya yang hampir 40 dengan seorang pengrajin seni, dan memutuskan tinggal di luar negeri.


Sementara Vander, tentu saja hot daddy yang satu ini semakin sibuk, meningat Laizen Group kini berhasil masuk menjadi top 5 perusahaan terkaya di dunia. Dan Vander sendiri baru-baru ini berhasil menyabet gelar sebagai pengusaha muda tersukses tahun ini.


Untuk Gavin dan Miranda, mereka kini sudah semakin sukses dengan bisnis kedai kopi dan bengkel mereka yang semakin banyak memilik cabang. Dan yang paling penting, keduanya kini sudah menjadi ayah dan ibu. Ya, tepat dua tahun lalu Miranda melahirkan seorang putri bernama Vanesa. Vanesa hanya lebih muda beberapa bulan dari Khai putra kedua Lara dan Vander yang tahun ini genap berusia tiga tahun.


Selain Gavin dan Mira, ada kabar baik juga dari dokter Dominic yang pada akhirnya berhasil mendapatkan kembali hati dokter Rena. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan penelitian obat ke sebuah pulau. Kabarnya setelah penelitian mereka berhasil, mereka akan segera menikah lagi. Ya,ari kita tunggu saja undangannya.


Bicara soal pernikahan, ada kabar baik juga dari pasangan Tori dan Naomi. Dimana setelah mereka dua tahun berpacaran akhirnya tahun ini mereka siap untuk menikah.


Jika semua menikah, lalu Robert?


Robert sudah bersumpah tidak akan menikah karena ia sudah berjanji hanya akan mencintai mendiang istrinya sampai mati. Kini ia masih saja sibuk menjalankan tugas dan membatu Vander dalam berbagai pekerjaan.


Hari ini kebetulan Vander dan juga Lara akan menghadiri acara bincang-bincang eksklusif disalah satu stasiun TV nasional. Keduanya diundang kesana sebagai tamu spesial yang kebetulan juga banyak diminta oleh pemirsa. Mengingat reputasi mereka sebagai salah satu pasangan yang banyak dicintai sekaligus menginspirasi publik.


Di ruang tunggu, Lara yang sudah mengenakan gaun berwarna gelap tampak cantik dan elegan dengan riasan sederhana namun tetap trendi. Saat itu ia masih menunggu dengan cemas suaminya yang belum tiba padahal acara sudah mau dimulai sepuluh menit lagi.


Disana Lara ditemani Naomi yang tengah mencoba menenangkannya.


"Nyonya tidak usah panik, tuan pasti akan segera datang."


"Bagaimana tidak panik Naomi, suamiku itu kau tahu kan orangnya suka tidak tertebak. Kerjanya selalu saja suka buat orang lain panik!"


"Iya sih..."


Lara mondar mandir dan terus mencoba menghubungi sang suami, namun tak juga diangkat panggilannya. "Astaga Vander, kau itu sedang apa sih! Bisa-bisanya kau membuat istrimu kelimpungan begini!"


Tak lama tim kreatif masuk dan mengatakan kalau acara akan akan segera dimulai, serta memberitahunya kalau Lara dan sang suami akan in frame sekitar lima menit lagi.


"Naomi bagaimana ini, lima menit lagi! Dan acara ini ditayangkan live!" Lara semakin panik saja.


"Nyonya kau sabar ya..." Naomi sejatinya juga bingung harus berbuat apa saat ini. Masalahnya Robert yang juga saat ini bersama Vander tak bisa dihubungi.


Lima menit berlalu, akhirnya kreatif TV menanggil Lara untuk segera inframe. Lara bilang suaminya belum datang, tapi pihak TV mengatakan tidak masalah jika Lara duluan saja yang tampil. Karena stasiun TV ini juga sebagian sahamnya milik Laizen Group, Lara tidak mau tiba-tiba rating acaranya jadi jelek hanya karena suaminya yang saat ini belum datang. Meski terpaksa Lara mau tak mau akhirnya tampil duluan di acara itu tanpa Vander.


"Nyonya ayo semangat, hari ini anda pasti akan jadi pusat perhatian lagi!" seru Naomi memberi semangat.


Lara yang sudah yakin akhirnya memasuki studio tempat acara yang saat ini sedang tayang.


Gemuruh tepuk tangan penonton di studio pun bergema saat Lara yang dengan anggunnya memasuki studio.


Ia langsung bersalaman dengan sang pembawa acara yang bernama Katarina, kemudian duduk lalu tersenyum ke penonton.


[Nona Lara, meskipun setiap hari anda cantik, tapi malam ini anda benar-benar sangat cantik. Senang sekali bisa mewawancara anda dan suami anda yang saat ini belum datang.]


Lara ; Terima kasih pujiannya nona Katarina, dan aku ingin minta maaf atas keterlambatan suamiku.


[Tentu saja tidak masalah nona, kalau begitu kita berbincang saja dulu berdua.]


Sejujurnya Lara merasa tidak enak karena merasa suaminya kurang profesional karena datang telat.


[Nona, sebelum masuk ke inti pertanyaan. Ada seorang penggemar ingin bertemu dengan anda]


"Apa?! Penggemar?" Lara tidak tahu soal penggemar sama sekali.


Katarina pun langsung menyuruh penggemar itu masuk studio untuk menemui Lara.


Muncul seorang pria mengenakan mantel panjang dan masker serta topi dan kacamata hitam. Ia datang sambil membawa buket bunga mawar. Lara terlihat jadi agak takut, melihat pria aneh itu misterius sekali penampilannya.


Lara pun berdiri untuk menyambut pria yang katanya seorang penggemar itu. Tiba-tiba saja tanpa izin penggemar itu langsung memberikan buket yang dibawanya kepada Lara dan berlutut dihadapannya lalu mencium tangannya. Sontak Lara pun syok dan langsung menampakan wajah tidak senang.


"Tuan maaf tapi aku rasa sikapmu dengan orang yang baru kau kenal, kurang sopan!"


Suasana di studio pun seketika jadi agak tegang, namun ketegangan itu seketika berubah jadi kejutan bagi semua orang disana, tatkala pria yang mengaku penggemar itu melepas masker, topi dan kacamatanya.


"Vander?" Lara dan yang lainnya dibuat kaget saat mengetahui kalau pria berpenampilan aneh itu adalah Vander.


"Haha, kalian semuanya tertipu. Terutama istriku, maaf ya sayang aku mengerjaimu. Tapi aku kan memang penggemar nomor satumu," ucap suami Lara itu dengan entengnya.


"Vander kau ini!"


"Maafkan aku hehe..."ucap pria itu dengan tampang sok polosnya.


"Huft sudahlah," Lara saking pasrahnya dengan kelakuan suaminya pun sampai lupa kalau acara ini live. Lucunya yang kesal disini hanya Lara, sementara katarina dan para penonton di studio malah tertawa dan bilang kalau Vander pria yang sangat romantis dan penuh kejutan.


Kenapa semesta selalu berpihak pada ide bodohnya si Vander, keluh Lara dalam hati.


[Baiklah karena tuan Vander sudah datang, mari kita lanjutakan bincang-bincangnya setelah iklan yang akan masuk]


Setelah jeda komersial selesai, Vander yang juga sudah ganti pakaian jadi semi formal pun kini mulai diwawacara bersama istrinya.


[Baiklah sebelumnya tuan Vander, jika aku boleh tau kenapa anda menyamar tadi?]


"Aku sengaja ingin memberi kejutan pada istriku yang malam ini terlihat luar biasa."


[Haha... anda sungguh orang yang unik. Tapi karena waktu tayang terbatas maka aku akan mulai saja bertanya beberapa pertanyaan terkait, karir, hubungan kalian, dan beberapa pertanyaan lain dari para penggemar yang sudah kami tampung.]


[Tuan Vander, dalam segi karir dan kesuksesan anda tentu sudah tak diragukan lagi. Ada baru saja dinobatkan menjadi orang terkaya diusia muda nomor satu, ditambah bulan lalu anda telah dinobatkan sebagai pengusaha muda terbaik. Menurut anda apa kunci kesuksesan anda ini?]


Vander ; Tentu saja kerja keras, mau berinovatif, tidak cepat puas. Dan tentunya dukungan dari keluarga, terutama dari istriku dia adalah orang yang selalu mendukungku dengan sepenuh hatinya."

__ADS_1


[Oh manis sekali, dan nona Lara apa rahasia anda bisa membuat suami anda terlihat begitu mencintai anda sampai tergila-gila seperti ini?]


Lara ; Tidak ada rahasia, aku hanya mencoba menempatkan diriku sebagaimana mestinya menjadi istri yang ia inginkan. Mendukungnya, menghormatinya, memberi perhatian padanya, dan selalu menjaga komunikasi, ya seperti itu saja. Dan yang terpenting berusaha selalu ada untuknya disaat susah maupun senang.


[Tapi kalian sama-sama sibuk, bagaimana mengatur waktu kalian agar tetap bisa romantis, sementara yang aku tahu kalian punya dua anak yang sedang aktif-aktifnya]


Vander ; Kami selalu punya waktu untuk romantis-romatisan. Bahkan saat sedang bersama anak-anak pun kami tidak segan untuk selalu bersikap romantis. Bagiku, dalam mengungkapkan cinta pada pasangan tidak perlu dibuat-buat momentnya, cukup lakukan apapun hal-hal yang saat itu bisa kau lakukan agar pasanganmu senang dan nyaman. Iya kan sayang?


Lara ; Vander benar, kami tidak pernah menutup-menutupi cara kami mengungkapkan kasih sayang dari orang lain. Karena jika hal-hal seperti itu terlalu dibatasi maka akan membuat kita jadi canggung. Lagipula romantis itu bukan hanya tentang semesra apa dirimu dengan pasangan, tapi lebih tentang seberapa jauh kita mengenal pasangan kita.


[Wah jawaban kalian senada. Aku jadi semakin ingin segera menikah] Katarina berkelakar.


[Oh iya, dalam mendidik dan mengurus anak bagimana peran kaliansebagai orang tua yang sama-sama berkarir, apa tidak sulit membagi waktu pekerjaan dengan keluarga terutama anak?]


Lara ; Sulit pasti ada, tapi selagi kita menikmatinya itu tidak akan mengganggu apapun. Dan saat ini aku menikmati peranku sebagai pekerja dan seorang ibu. Aku selalu sebisa mungkin menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu dengan anak-anakku. Kadang kala aku juga selalu sempatkan untuk membuatkan makanan kesukaan mereka, atau sekedar memberinya perhatian-perhatian kecil.


[Wah anda ibu yang baik nona Lara, kalau tuan Vander?]


Vander ; Aku selalu punya waktu karena aku bosnya jadi aku mau masuk kantor atau tidak, ya suka-suka aku. [Gurau pria itu] Tapi aku lebih ke menjaga anak-anakku dengan mengajarkannya banyak hal, karena kedua anakku laki-laki jadi aku ingin mereka tumbuh menjadi pria yang kuat dan juga bertanggung jawab.


[Kalian sangat kompak ya dalam banyak hal, apa kalian jarang cekcok?]


Lara dan Vander langsung tertawa.


Lara ; Justru kami sering cekcok bahkan urusan tidak penting. Terumata soal selera, karena sejujurnya aku dan Vander ini dalam segi selera dan pemikiran seringkali bertolak belakang.


Vander ; Dan aku yang harus selalu mengalah, karena aku sadar kalau katanya wanita selalu benar itu fakta bukan cuma isu.


Katarina dan Lara sama-sama tertawa.


[ Dan ini aku akan kutip beberapa pertanyaan dari banyak penonton dirumah. Menurut kalian apa yang membut pasangan kalian jatuh cinta pada kalian?]


Lara ; Karena cuma aku yang pantas untuk Vander.


Vander ; Sama, karena hanya aku yang boleh memiliki Lara.


Penonton tertawa mendengar jawaban keduanya.


[Kalian sungguh menggemaskan! Baiklah kali ini pertanyaan cepat untuk tuan Vander dulu. Apa makanan kesukaan istri anda?]


Vander ; Apapun yang pasti harus bersih dan higienis.


[Ukuran sepatu istri anda?]


Vander ; tiga puluh delapan.


[Baiklah, nona Lara apa makanan kesukaan tuan Vander?]


[Hadiah terakhir yang dibelikan suami anda untuk anda?]


Lara ; mobil.


[Warna kesukaan tuan Vander?]


Lara ; hitam dan putih.


[Aroma parfum favorite nona Lara?]


Vander : Aroma bunga dan buah.


[Hal yang paling payah dilakukan tuan Vander]


Lara : Pekerjaan rumah, dia sangat payah dalam hal itu.


[Waw semua jawaban kalian benar, ternyata kalian benar-benar serasi, semua tepuk tangan.]


Bincang-bincang pun berlanjut sampai tak terasa sudah berada di penghujung acara. Katarina pun sudah waktunya menutup acara kali ini.


"Terakhir sebelum kita tutup acara ini,


tolong katakan keinginan kalian berdua tuan dan nona?"


"Aku hanya ingin hal sederhana. Aku ingin bisa terus sehat agar bisa mendampingi suamiku sambil bersama-sama merawat anak-anak kami sampai dewasa."


"Aku hanya ingin membahagiakan Lara dan anak-anakku. Karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku."


Keduanya pun saling memandang dan berpegangan tangan.


Semua orang orang di studio pun bertepuk tangan.


"Akhirnya berakhir juga acara malam ini. Sungguh bincang-bincang yang sangat menyenangkan sekali. Aku doakan kalian berdua bahagia selalu. Tuan dan Nyonya Vander terima kasih waktunya, dan sampai jumpa..."


Dan akhirnya acara pun selesai!


Di backstage Lara dan Vander tiba-tiba dihampiri oleh kedua putra mereka. Reynder yang sekarang sudah jadi murid SD  pun terlihat masuk ditemani Robert menemui orang tuanya.


"Papa, Mama, aku sudah lihat di TV tadi, kalian sangat keren!" Ucap Rey sambil memberi selamat ke papa dan mamanya.


"Terima kasih sayang, tapi bukankah kau hari ini ada camping di sekolahmu?"


"Um— itu..."


"Kakak bolos, demi melihat mama dan papa!" Seru balita laki-laki yang tiba-tiba saja datang dan menemplok di kaki Lara.

__ADS_1


"Benarkah yang adikmu bilang Rey?" Tanya Lara.


"I— iya Ma," terang Rey mengaku salah.


"Sudahlah Lara, Rey selama ini selalu disiplin biarkan saja sesekali dia membolos," sahut Vander membela anak sulungnya.


"Huh, Vander kau ini! Dan kau pangeran kecilku yang nakal, darimana saja kau? Kenapa kau datang tidak bersama paman Robert dan kakakmu?" Cecar Lara pada anak keduanya yang memang sedang aktif-aktifnya.


"Um— itu aku— "


"Khai jangan berani bohong pada mamamu ya!" Lara memperingatkan


"Paling dia buat ulah aneh lagi, bagi Khai larangan kan adalah perintah. Dasar anak keci!"


"Kakak kau menyebalkan sekali! Awas ya kupatahkan lagi kaki robot mainanmu nanti!" Balas Khai dengan entengnya.


"Memangnya berani, pintu kamarku sekarang pakai kode jadi kau tidak akan bisa masuk!"


"Oh ya? Kakak pikir aku tidak tahu passwordmu? Atau kau ingin aku bocorkan rahasiamu soal..."


"Khaizer! Kau ini masih bocah tapi kenapa kau menyebalkan sekali sih!"


Kedua putra Lara dan Vander pun cekcok. Lara yang terlalu sering dengar kedua anaknya ribut pun seolah sudah tidak kaget lagi.


Sebagai ayah Vander pun menasehati dua anak lelakinya. "Hei kalian berdua dengar, jangan buat mama kalian marah atau kesal, bisa-bisa aku yang repot. Kalian mau dia ngambek lagi?"


"Aku tidak pa, Khai saja yang selalu memulai ribut duluan."


"Huft! Selalu saja aku yang disalahkan! Memang nasib jadi adik selalu salah!"


"Khaizer dengar papa, kau jangan ganggu kakakmu terus."


"Papa, aku tidak mengganggunya dianya saja pengadu. Lagipula, papa bilang kalau terlalu menurut pada orang tua itukan tidak seru.


"Anak nakal! Kecilkan suaramu!" Vander mulai jengah dengan anak keduanya ini yang seringkali adu mulut dengannya.


"Papa tau tidak, paman Eiji kan hari ini kirim bunga buat mama."


"Apa?! Jangan bercanda atau ku kurung kau nanti di gudang!"


Vander berhasil dipanas-panasi oleh anaknya sendiri.


"Papa, bagaimana kalau nanti papa ajarkan aku pakai pistol nanti aku akan bantu papa menyingkirkan paman Eiji," bisik Khai bernegosiasi.


"Sedang bicara apa kalian?" ucap Lara yang tiba-tiba muncul mendekati anak dan suaminya.


"Umh— tidak, kami tidak bicara apa-apa kok sayang. Kami hanya sedang bicara tentang kapal tempur terbaru saja kok. Iya kan Khai?"


"Tidak sebenarnya papa—"


"Hahaha sudahlah Khai ayo kita main ke studio sebelah... bye papa dan mama...!"ujar Rey memaksa adiknya pergi.


Lara menghela nafas lagi. "Aku rasanya seperti punya tiga anak laki-laki deh."


"Tiga?"


"Iya, mereka berdua ditambah kau Vander!"


"Hahah aku kan memang anak sekaligus suami kesayanganmu."


"Kau ini, tapi... Bagaimanapun Rey dan Khai memang karakternya berbeda ya kalau diperhatikan."


"Memang, Rey sifatnya tenang dan cenderung lebih dingin. Sementara Khai, dia lebih mudah berbaur dan banyak bicara."


"Kau benar Vander, tapi ada satu kesamaan dari mereka yang sama persis denganmu."


"Apa itu?"


"Sama-sama suka seenaknya, dan sering buat aku panik!"


Vander lalu berbisik di telinga Lara. "Kalau begitu, ayo buat adik perempuan untuk Rey dan Khai yang mirip denganmu, pasti kalau kita punya anak perempuan dia akan jadi yang paling cantik dan imut."


"Vander ini bukan dirumah jangan bicara hal memalukan begitu..."


"Kenapa kau masih malu-malu. Anak kita sudah dua Lara, dan kenapa kau harus malu? Bukankah kau bisa jadi sangat liar kalau di atas ranjang?" Vander terus menerus menggoda Lara hingga sang istri bener-benar malu rasanya


"Vander hentikan, aku— hueekk...!" Lara tiba-tiba merasa mual sekali.


"Lara kau kenapa?!" Ujar Vander panik.


"Entahlah tapi rasanya aku ingin sekali muntah, hueekkk...!"


"Mama... Mama kenapa?" Anak-anak Lara ikut panik dibuatnya.


Robert yang ada disana pun tiba-tiba malah berkata, "Tuan, apa jangan-jangan nyonya hamil lagi?"


"Apa?!" Vander dan kedua putranya langsung kaget.


...🍁🍁🍁...


TEMEN-TEMEN MAAF YA UPDATENYA LAMA BANGET 🙏


BTW AKU ADA NOVEL BARU, KALO ADA WAKTU BISA DIKEPOIN JUDULNYA "REMEMBER ME HUSBAND" THANK YOU

__ADS_1


__ADS_2