Pengawalku Gelandangan Tampan

Pengawalku Gelandangan Tampan
Izin keluar kantor


__ADS_3

Di kamarnya sendiri, Rey yang kini tengah mengancingkan piyama, tiba-tiba saja melontarkan pertanyaan kepada sang mama yang saat itu tengah menyiapkan selimut untuk putranya tidur.


"Mama, paman Vander itu orangnya seperti apa sih?"


Lara pun langsung menoleh dengan wajah heran mendengar putranya tiba-tiba bertanya begitu.


"Memangnya kenapa Rey?"


"Hanya ingin tahu saja, soalnya aku melihatnya dia itu sangat keren."


Huh? Sejak kapan anakku ini bisa memuji orang yang tidak pernah ia lihat langsung? Apa mungkin ikatan anak dan ayah bisa sekuat itu ya?


"Mama kenapa malah diam, jawab aku!" Rey memaksa Lara menjawab pertanyaannya soal Vander.


"Em... Bosku itu dia, yaβ€” begitu."


"Begitu bagaimana? Mama ini tidak jelas deh!"


Lara lalu menghampiri anaknya dan langsung mencubit kedua pipinya yang menggemaskan sambil berkata, "Siapa yang tidak jelas? Lagipula kenapa malam-malam malah tanya soal bosku itu sih...!"


"Huh mama, jangan mencubitku begitu...!"


"Habis kau buat mama gemas, sudah ayo kita tidur," ajak Lara meminta putranya itu segera naik ke tempat tidur.


Di tempat tidur, seperti biasanya Lara berbaring disebelah Rey sambil mengusap keningnya hingga pria kecil itu tertidur.


"Oh iya Rey, kemarin itu saat kau terpisah, siapa orang yang mengantarmu ke pusat informasi? Mama belum sempat berterima kasih padanya tapi malah dia sudah pergi duluan," ungkap Lara.


"Dia seorang paman yang baik dan sangat keren pastinya, dia bilang kemarin terburu-buru jadi tidak bisa bertemu mama.


"Oh begitu ya? Tapi kau sungguh tidak apa-apa kemarin? Tidak ada hal buruk terjadi padamu kan?"


"Tidak kok, mama tenang saja." Reymemang sengaja tidak menceritakan kejadian di toilet itu pada sang mama karena ia takut mamanya syok dan cemas lagi.


"Ma..."


"Ya?"


"Kalau aku bilang..."


"Bilang apa?"


"Emβ€” eh tidak jadi deh,"


"Kau ini buat penasaran saja, sudah tidurlah"


Sebenarnya Rey tadinya ingin bilang kalau, dibanding menunggu papanya yang entah tidak tau dimana, dirinya lebih ingin kalau Vander yang menjadi papanya. Namun hal ia urungkan karena takut kalau ternyata mamanya masih menyukai papanya.


...🍁🍁🍁...


Di ruangannya Lara yang sedang senggang terlihat tengah asyik mengunjungi website Lavioletta. Ia dibuat penasaran dengan koleksi pakaian musim gugur dari Lavioletta yang akan di pamerkan di fashion week dua bulan lagi, dengan menggandeng banyak model-model terkenal. Dan dari berita yang beredar, untuk pertama kalinya Lavioletta akan memunculkan seorang model yang nantinya akan jadi Global Ambassador resmi untuk Lavioletta.


"Wah pasti nanti akan keren sekali, aku jadi semakin tidak sabar deh dengan acaranya," ucap Lara tampak antusias. Lara yang memang pecinta fashion sudah pasti sangat menantikan acara tahunan tersebut digelar. Apalagi kalau...


Lara tiba-tiba saja mengeluarkan kertas-kertas yang berisi berbagai gambar desain pakaian buatannya. Karena sampai detik ini cita-cita Lara masih sama, yakni melihat rancangan buatannya bisa diperkenalkan dipanggung fashion show. "Andai ada keajaiban untukku!" Ucap Lara yang tak lama kemudian, dirinya melihat Vander masuk keruangan bersama seorang wanita yang sudah cukup berumur namun sangat trendy.


Melihat wanita itu, Lara seketika langsung tampak antusias, mengingat Lara sangat mengidolakan sosok wanita disebelah Vander. Ya, wanita itu bernama Yuna Vergara dia adalah desainer ternama sekaligus pimpinan yang bertanggung jawab penuh atasΒ  semua desain produk pakaian hingga aksesoris, di Lavioletta saat ini


Sayangnya baru mau menyapa idolanya itu, Vander malah sudah menyuruh Lara membuatkan minuman untuk rekan kerjanya itu.


"Baik Tuan," ucap Lara langsung begegas pergi membuatkan minum.

__ADS_1


"Silakan duduk Yuna,"


"Terima kasih Tuan Vander, umβ€” gadis muda tadi sekretarismu?" Tanya Yuna penasaran.


"Iya."


Yuna mengangguk lalu tersenyum kecil.


Tak lama datanglah Lara dengan membawa secangkir teh hijau untuk Yuna. Melihat Lara menyuguhkannya teh hijau, Yuna langsung menatap sekretaris Vander tersebut dan bertanya, "Dari mana kau tahu aku suka teh hijau?"


"Umβ€” itu sebenarnya aku..."Dengan wajah malu-malunya, Lara pun mengaku kalau dirinya adalah penggemar berat Yuna Vergara.


"Wow, aku tidak menyangka sekretaris Tuan Vander yang cantik ini mengidolakanku. Oh ya siapa namamu?"


"Aku Lara Hazel."


"Nama yang cantik seperti orangnya."


"Terima kasih pujian anda Nona, kalau begitu aku permisi."


Setelah Lara pergi, Vander dan Yuna akhirnya mengobrolkan soal kegiatan fashion week yang akan diadakan sekitar satu setengah bulan lagi. Dimana hari itu juga akan menjadi hari dimana Lavioletta mengenalkan Global Ambassadornya.


"Jadi siapa menurutmu yang pantas mewakili Lavioletta Yuna?"


Yuna yang terkenal perfeksionis soal pilihan pun mengajukan beberapa nama model muda, salah satunya Emily Hasaki, model dalam negeri berusia 27 tahun yang kini sudah menjadi salah satu model papan atas dunia. Yuna merasa pesona Emily cocok mewakili brand Lavioletta yang classy, seksi, dan elegant.


Vander yang sejatinya tidak terlalu paham hal semacam itu, akhirnya menyerahkan semua kepada Yuna yang memang ahli. Sementara dirinya selaku CEO Laizen tugasnya hanya menyokong semua dengan semaksimal mungkin, dengan salah satunya adalah menggaet perusahaan berlian kelas dunia yang dengan senang hati ingin berkolaborasi dengan Lavioletta nanti. "Kau atur saja Yuna, aku tahu pilihanmu tidak mungkin mengecewakan."


"Senang dipercaya oleh Tuan Vander yang terhormat."


"Silakan minum tehnya, sekretarisku dia cukup pandai membuat minuman."


Yuna pun menyesap tehnya dan tersenyum puas.


"Jadi dia pintar desain juga, pantas saja dia mengidolakan desainer seperti Yuna."


"Tuan aku sudah kem-ba-li," Lara kaget melihat Vander tiba-tiba ada di depan meja kerjanya dan melihat-lihat hasil gambarnya.


"Tu- tuan apa yang sedang kau lakukan ditempatku? Dan itu milikuβ€”" Lara mencoba merebut kembali gambarnya dari Vander namun sayangnya gagal, tangan Vander jauh lebih cepat menghindar.


"Ini gambarmu?"


"Iya."


"Lalu sudah kau buat jadi pakaian?"


"Umβ€” aku hanya iseng saja, lagipula aku kan..."


Vander lalu mengembalikan kertas-kertas itu ke Lara, dan langsung saja kembali ke singgasana kerjanya tanpa berkata apapun.


...🍁🍁🍁...


Sementara itu saat Rey tengah bermain bola dengan teman-teman di sekolahnya, tiba-tiba saja Rey tidak sengaja menendang bola dan mengenai Leo, alhasil Leo yang sedang sibuk pamer mainan bola kristal itu jadi terjatuh dibuatnya.


Segera, Rey pun menghampiri Leo dan meminta maaf pada anak itu. Sayangnya, Leo yang tetap tidak terima dengan apa yang telah dilakukan Rey hingga membuat mainannya jatuh, tidak mau memaafkan Rey, anak itu malah marah-marah dan terus menyalahkan Rey.


"Aku minta maaf sungguh, dan soal bola kaca milikmu aku janji, sepulang sekolah nanti aku akan bilang pada mamaku untuk menggantinya."


"Ganti? Kau pikir kau mampu!" Pekik Leo yang malah mengejek Rey miskin. "Mainanku itu belinya di swiss dan itu hadiah yang diberikan papaku, tapi kau malah memecahkannya!"


"Tapi kan aku sudah minta maaf dan akan menggantinya nanti."

__ADS_1


"Ganti pakai apa, kau itu orang miskin mana mungkin mampu! Lagipula mamamu memangnya kerja apa! Dasar anak pungut pembawa sial!"


Reynder langsung mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat mendengar Leo lagi-lagi menyebutnya anak pungut. "Aku bukan anak pungut!" Sangkal Rey.


"Masih mengelak, dengar ya Rey kau itu anak yang tidak diharapkan. Buktinya kau tidak punya papa kan? Mana ada anak tidak punya papa, dan asal kau tau ya, anak yang tidak tahu siapa papanya itu tandanya mamanya adalah perempuan tidak baik!"


"Jangan hina mamaku!" Rey kali ini tidak bisa lagi menahan marahnya, ia pun langsung maju dan menghajar Leo tanpa ampun.


...🍁🍁🍁...


Di kantor saat jam kerja, tiba-tiba saja ponsel Lara berdering, dan ia pun segera mengangkatnya.


"Halo?"


Halo, nyonya Lara ini aku Laila bu guru kelas Reynder, aku ingin memberitahumu kalau Rey saat ini...


"Apa?" Lara terlihat mengerutkan alisnya.


...


"Baik aku akan segera kesana sekarang."


Lara langsung dibuat memijit keningnya setelah menerima pengaduan untuk yang kesekian kalian kalau putranya itu lagi-lagi berkelahi.


"Lagi-lagi berkelahi, apa tidak bisa anak itu menahan diri agar tidak memukul orang? Huft! Benar-benar sifatnya mirip sekali dengan papanya!" Gumam Lara yang kini juga semakin bertambah bingung, mengingat ini masih jam kerja, sementara guru Rey meminta dirinya datang segera ke sekolah.


Lara bingung dan tidak tahu bagaimana cara minta izin ke bosnya soal ini. "Apa yang harus aku katakan padanya? Dia saja tidak tahu aku punya anak, tapi..." Tidak, Lara tidak bisa buang waktu ia harus segera minta izin.


"Nona Lara, apa ada yang ingin kau katakan?" Ujar Vander, yang sejak tadi melihat gelagat Lara tampak gelisah.


Lara pun segera menghampiri bosnya itu dan meminta izin untuk keluar.


"Ada urusan apa?"


"Urusan keluarga tuan, aku mohon izinkan aku sebenar saja keluar kantor."


Vander jadi agak aneh melihat Lara yang kali ini bersikukuh ingin pergi.


"Nona Lara, kau tahu aturan perusahaanku bukan?"


Lara mengangguk paham, di aturan kerja Laizen grup tertulis, dilarang keras untuk karyawan izin saatΒ  jam kerja kecuali urusan yang sangat darurat (sakit, meniggal atau musibah)


"Tapi tuan kali ini saja, aku mohon. Aku janji ini adalah pertama dan terakhir."


Vander menyentuh dagu Lara dan mendekatkan wajahnya itu ke wajah Vander. "Dengar Nona, aku bukan pria yang mudah luluh, jadi jika kau ingin sesuatu dariku kau harus berusaha."


"Jika kau izinkan aku, aku janji akan lakukan apapun yang Tuan minta," ucap Lara


Vander menyeringai kecil, "Oke!"


"Jadi aku diizinkan pergi?"


"Ya, tapi kau harus ingat, sekali kau berjanji kepadaku maka kau harus menepatinya, kalau tidak kau tau konsekuensinya," ucap Vander melepaskan jemarinya dari dagunya yang tirus.


"Aku mengerti tuan. Kalau begitu aku pergi dulu."


Dari singgasana kursinya Vander menatap kepergian Lara. Ia lalu meraih ponselnya dan menelepon seseorang.


"Robert, kau ikuti kemana Nona Lara pergi sekarang!"


Baik Tuan!

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA YA DI LIKE, COMMENT, DAN VOTE, SAMA GIFTNYA JANGAN LUPA YA... PLIS PLIS PLIS πŸ™


__ADS_2