Pengawalku Gelandangan Tampan

Pengawalku Gelandangan Tampan
Hari perayaan dan hadiah


__ADS_3

Hari ini meski belum jam pulang kerja, namun Lara terlihat sudah berada di apartemennya. Di dapurnya wanita itu terlihat sudah berganti pakaian dengan yang lebih santai, dan mengenakan celemek. Sebenarnya alasan Lara pulang lebih cepat adalah, karena ia sudah berjanji kepada putranya untuk membuatkan kue choco hazelnut kesukaannya di hari ulang tahunnya hari ini.


Setelah meminta bibi Frida menyiapkan semua bahan-bahan dan alat pembuat kue, Lara pun segera memulai untuk membuat adonan kuenya. Disana Lara juga dibantu oleh bibi Frida agar lebih cepat jadi pembuatan kuenya.


"Apa tuan kecil sering meminta nyonya buatkan kue ini?" Tanya Frida saat sedang mengayak tepung.


"Ya, dia suka minta aku buatkan, karena webenarnya Rey tidak terlalu suka makan kue, tapi kalau buatanku dia suka, mungkin karena kalau buatanku pas dengan seleranya," jawab Lara sambil mengaduk adonan gula dan telur yang sudah hampir mengembang dan tercampur rata.


"Nyonya anda hebat ya, walau setiap hari bekerja tapi masih mau untuk membuatkan apa yang diminta tuan kecil," puji Frida.


"Aku hanya ingin memberikan memori indah untuknya yang akan selalu diingat. Jadi saat dia dewasa dan punya pasangan nanti, dia akan selalu rindu aku, setidaknya rindu akan makanan buatanku," ungkap Lara.


Dan setelah hampir dua jam, akhirnya kuenya pun matang dan siap siram coklat dan dihias. Meski tak sebagus toko kue mahal, tapi Lara cukup terampil membuat kue, bahkan Frida saja sampai kagum melihat keterampilannya menghias kue.


"Nyonya aku tidak menyangka, selain memasak ternyata anda juga mahir membuat kue, jujur saja aku tidak bisa sama sekali menghias kue."


Lara tersenyum sambil terus menghias kuenya yang sudah mau selesai. "Tidak juga,Β hanya saja aku memang sangat suka menghias dan mendesain, ditambah dulu aku punya kenalan pembuat kue di Kanada jadi lumayan banyak belajar saat itu dengannya."


"Tuan kecil beruntung sekali punya mama seperti nyonya, sudah cantik, pintar, dan juga penyayang, pantas saja tuan Vander sangat mencintai anda nyonya. Anda juga sangat baik, aku senang bisa membantu anda."


"Ah Bibi bisa saja."


Akhirnya kue choco hazelnut buatan Lara pun jadi. "Bagaimana menurut bibi?"


"Bagus, tidak kalah dengan yang suka ada ditoko kue terkenal."


"Kalau begitu, kuenya biar aku masukan ke pendingin dulu, dan Bibi tolong kau nanti buatkan menu steak yang biasa kau buat itu ya. Aku mau berendam dulu di air hangat dengan aroma terapi untuk merileksasikan tubuhku."


"Baik nyonya, ada lagi yang lain?"


"Tidak itu saja, yasudah aku mau ke kamarku dulu untuk berendam ya."


"Silakan nyonya."


...🍁🍁🍁...


Di perjalanan pulang, Rey yang duduk dikursi belakanga tiba-tiba saja bertanya pada Tori yang tengah menyetir tentang papanya. Pria kecil itu bertanya bagaiamana Vander dimata anak buahnya?


"Menurutku tuan Vander adalah orang yang sangat baik dan juga hebat."


"Papaku, apa dia pandai berkelahi juga seperti paman Tori?"


"Ah aku mana bisa dibandingkan dengan tuan Vander, level kami terlalu jauh, keahlian bertarungku tidak ada apa-apanya dibanding dia. Selain itu tuan Vander sangat pandai menggunakan senjata."


Rey tersenyum, ternyata benar dugaannya sejak awal kalau Vander itu sangat keren dan hebat. "Papaku, apa dia juga selalu baik pada semua bawahannya?"


"Tentu saja, tuan sering memberi bonus dadakan kalau kerja kita bagus dan setia padanya. Tapi sebaliknya, jika ada bawahan yang berani menghianatinya ia tidak segan-segan untuk memberinya pelajaran. Pokoknya tuan ituΒ  baik, meski wajahnya kadang sangat terlihat mengerikan tapi hatinya baik," ungkap Tori.


Dan tak lama Tori pun menerima panggilan dari Vander, di telepon Vander memberitahu Tori agar membawa Rey ke kantornya sekarang juga.


"Baik tuan Vander!" Jawab Tori.


"Tadi itu papaku yang telepon?"


"Iya tuan kecil, tuan memintaku membawa anda ke kantornya segera."


"Mau apa papa?"


"Entah aku tidak mengerti." Tori pun akhirnya putar balik dan menjalankan mobilnya menuju Laizen tower seperti yang diperintahkan Vander tadi di telepon.


...🍁🍁🍁...


Setibanya di Laizen tower, Rey langsung diantar Tori ke ruangan sang papa. Di ruangannya Vander terlihat sudah bersiap untuk pulang bersama Rey. Hari ini Vander memang tampak buru-buru menyelesaikan semua meetingnya agar bisa lebih cepat pulang bersama Rey dan merayakan ulang tahun putranya nanti malam di rumah.


"Papa kenapa meminta paman Tori membawaku kesini?" Ujar Rey saat memasuki ruangan sang papa dan menghampirinya.


"Aku hanya ingin pulang bersamamu," ucap Vander tersenyum ke arah Rey sambil mengenakan jas panjangnya yang berwana coklat susu. Pria itu lalu menggandeng putranya seraya mengajaknya jalan berdampingan. Vander bilang, ia yang akan membawa Rey sendiri naik mobil untuk pulang bersamanya, sementara Tori ia suruh agar pulang duluan saja bersama Robert.


Vander pun mengajak putranya itu keliling kota naik mobil sport berwarna hitam miliknya. Di ajak naik mobil itu oleh papanya wajah Rey terlihat senang sekali, terlebih ini pertama kalinya Rey naik mobil sport jadi sudah pasti dirinya terlihat bahagia dan terkagum-kagum dibuatnya.


"Papa mobil ini lajunya cepat sekali!" Pungkas Rey terpukau dengan kecepatan mobil yang di naikinya tersebut.


"Kau suka?"


"Ya!"


"Syukurlah kalau kau suka," ucap Vander.


"Kita mau kemana lagi papa?"

__ADS_1


"Kau mau kemana? Hari ini kan ulang tahunmu, jadi kau bebas minta apa saja padaku."


Rey membulatkan matanya seraya tidak menyangka, ternyata papanya tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.


"Jadi mau kemana?"


"Aku mau minta dibelikan mainan boleh?"


"Tentu saja, lets go!"


"Asyik!"


Dan setibanya di pusat toko mainan, Rey pun langsung membeli banyak sekali mainan, ia juga terlihat membeli beberapa boneka dan mainan anak perempuan lainnya. Melihat hal itu, tentu saja membuat Vander jadi penasaran dan bertanya, untuk apa sebenarnya putranya itu membeli berbagai mainan anak perempuan?


"Umβ€” sebenarnya mainan-mainan itu bukan untukku," ucap Rey ragu-ragu.


"Lalu untuk siapa?" Vander mengerutkan keningnya.


"Papa..., Sebenarnya mainan-mainan itu ingin aku berikan pada teman-temanku di panti asuhan. Karena mereka bilang selain bola sepak, mereka anak-anak panti yang suka bermain denganku itu tidak punya mainan lain. Oleh karena itu, mumpung papa beri aku kesempatan minta apapun jadi aku berpikir untuk memberi mereka mainan di hari ulang tahunku," ungkap Rey.


Seketika Vander pun langsung dibuat terharu sekaligus bangga, ia sungguh tak menyangka kalau putranya sudah memiliki sifat dermawan di umur yang semuda ini. Sebagai ayah Vander benar-benar dibuat kagum oleh putranya tersebut.


"Papa boleh kan aku beri mainan-mainan itu pada anak-anak di panti asuhan?"


Vander tersenyum lalu mengusap kepala Rey seraya bangga. "Tentu saja, beli saja semua yang kau mau, setelah itu biar aku minta pihak store untuk membawa mainan-mainan itu ke panti asuhan."


"Hore! Papa memang terbaik!" Ujar Rey girang lalu memeluk papanya.


...🍁🍁🍁...


Setelah selesai berbelanja mainan, Rey dan Vander pun akhirnya menuju ke panti asuhan yang letaknya tak terlalu jauh dari apartemen Lara yang lama. Dan setibanya di sana, Rey yang baru saja keluar dari mobil langsung disambut heboh oleh anak-anak panti tersebut dan mengajaknya bermain.


Sepertinya anak-anak itu sangat menyukai Rey, pikir Vander melihat putranya disambut dengan sangat antusias oleh anak-anak di panti itu.


"Selamat datang tuan Vander," sapa ibu kepala panti yang sudah diberitahu lewat utasan Vander kalau CEO Laizen akan mendatangi panti bersama Rey.


"Tuan Vander aku secara pribadi berterima kasih kepada anda karena sudah bersedia menjadi donatur tetap panti ini. Anda sungguh orang baik, begitupun Rey, anak-anak disini sangat menyukainya. Dan juga Nona Lara mamanya Rey dia juga sangat baik, ia sering membelikan kami beberapa stok bahan makanan untuk anak-anak. Keluarga anda sungguh orang-orang yang berhati emas. Aku jadi tidak tahu harus apa untuk membalas kebaikan tuan dan keluarga."


"Ibu panti anda cukup rahasikan saja keluargaku dari orang luar, itu sudah cukup. Dan lagi aku kemari karena putraku yang minta, sepertinya dia rindu teman-temannya disini."


"Baik tuan Vander, aku akan rahasiakan anda dan keluarga, dan semoga Tuhan memberkati anda sekeluarga."


"Terima kasih ibu panti."


"Rey sekarang tinggal dimana?" Tanya salah satu anak panti.


"Aku tinggal di tempat papa, tapi aku akan sering kunjungi kalian kok!"


"Rey katanya kau mau membawakan mainan ya?"


"Iya kalian tunggu ya, papaku beli mainan banyak sekali buat kalian."


"Wah papa Rey orang kaya ya, bisa beli mainan banyak sekali."


"Hehehe... Papaku kan pria terhebat didunia setelah aku."


🍁🍁🍁


Setelah puas bercengkrama, akhirnya mobil yang pembawa mainan pesanan Rey pun tiba. Semua anak langsung berlari kegirangan menyambutnya. Kemudian Rey pun menyuruh teman-temannya untuk tertib mengambil semua mainan-mainan tersebut. Dan setelah mainan itu diturunkan semua, ibu panti pun langsung menyuruh anak-anaknya agar berterima kasih pada Tuan Vander dan Rey.


"Terima kasih tuan Vander dan Reynder," ucap anak-anak itu serempak.


"Dan anak-anak, hari ini Reynder juga berulang tahun yang ke empat, jadi ayo ucapakan selamat ulang tahun untuknya," pinta ibu panti.


"Jadi Rey hari ini ulang tahun? Wah selamat ulang tahun Rey!


Selamat ulang tahun Reynder...


Selamat ulang tahun ya Reynder, semoga semakin tampan.


Kak Reynder selamat ulang tahun.


Reynder kecil selamat ulang tahun bahagia selalu


"Terima kasih teman-teman semuanya, terima atas ucapan dan doanya," balas Rey sumringah.


Karena semua tujuan Rey sudah terlaksana, Rey dan Vander pun memutuskan untuk berpamitan karena harus pulang.


"Teman-teman terima kasih ya sudah mau menyambutku, dan memberiku ucapan selamat ulang tahun, lain kali aku akan main lagi kesini. Sekarang aku pulang dulu ya..."

__ADS_1


"Ibu panti kalau begitu aku dan Rey pamit pulang," ucap Vander.


"Iya tuan, sekali lagi aku sungguh berterima kasih atas semua kebaikan anda sekeluarga."


"Tentu, kalau begitu aku dan anakku permisi dulu."


"Bye Rey, bye papanya Rey...!" Seru anak-anak.


"Bye teman-teman," balas Rey kemudian masuk ke mobil dan bergegas pulang mengingat Lara sudah menunggu mereka..


...🍁🍁🍁...


Di apartemen, Lara yang sudah terlihat cantik mengenakan dress tanpa lengan berwarna merah jambu selutut, tampaknya telihat sudah tak sabar lagi menunggu anak dan suaminya kembali. Di meja ruang utama sudah nampakΒ  tersaji kue coklat buatannya, yang diatasnya sudah diletakan lilin berangka 4 bersamaan minuman dan makanan lain. Wanita itu jadi semakin terlihat tak sabar menunggu kedua jagoannya pulang. Dan tak lama kemudian, akhirnya dua kesayangan Lara itu pun kembali.


"Kami pulang...!"


"Selamat datang," sambut Lara tersenyum melihat dua pria paling dicintainya itu akhirnya pulang.


Lara pun segera meminta Vander dan Rey cuci tangan dan ganti baju, lalu bersiap merayakan ulang tahun Rey di ruang utama. Kebetulan Robert, bibi Frida serta Tori juga sudah menunggu.


"Okey!" Rey langsung dengan sigap menuruti perkataan sang mama.


Sementara Vander yang masih disana dan malah memandangi sang istri sambil tersenyum penuh arti.


"Kenapa kau masih disini? Aku kan menyuruhmu ganti baju, tidak mau menurut ya?"


"Aku mau lihat istriku yang cantik dulu."


"Oh ayolah sayang, anak kita hari ini berulang tahun jadi jangan minta macam-macam," ucap Lara.


Vander tertawa kecil lalu berkata ditelinga Lara. "Wah, padahal aku sama sekali tidak bermaksud ke arah sana loh... Tapiβ€” kalau istriku sayang mau melalukannya, setelah Rey tidur kita bisa leluasa melancarkan usaha untuk memberi Rey adik baru."


"Vander...!" Wajah Lara memerah.


Sementara Vander malah tertawa puas lalu pergi meninggalkan sang istri untuk berganti baju.


Setelah semua berganti pakaian, akhirnya perayaan ulang tahun Rey pun dimulai dengan semua yang ada disana termasuk Robert, Tori dan Frida, menyanyikan lagu ulang tahun untuk Rey. Hingga kemudian pria kecil itu pun meniup lilin ulang tahunnya, semua bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Reynder.


"Selamat ulang tahun bayi kecilku yang semakin tumbuh besar, semoga kau selalu sehat dan bahagia," ucap Lara kemudian mencium kedua pipi putranya itu.


"Selamat ulang tahun Reynder, putraku!" Ucap Vander untuk pertama kalinya setelah empat tahun Rey ada di dunia.


Rey yang merasa terharu pun matamya berkaca-kaca, karena tidak menyangka akhirnya seorang papa mengucapinya ulang tahun. Pria kecil itu pun langsung memeluk papanya dan berterima kasih, "Terima kasih papa."


Rey benar-benar senang sekali hari ini, akhirnya ulang tahunnya kali ini bisa dirayakan bersama mama dan sosok papa yang ia inginkan. Terima kasih Tuhan sudah kirimkan papa Vander buatku, aku sayang dia.


Tak lupa Robert, Tori serta Frida pun mengucapkan selamat ulang tahun untuk bos kecil mereka. Akhirnya sesi pemotongan kue, Rey langsung memberikan potongan pertama untuk Lara mama yang sangat ia cinta dan sayangi, kemudian potongan kedua untuk Vander dan dilanjut yang lainnya. Keluarga kecil itu tampak harmonis sekali. Alhasil Robert yang ada disana pun ikut senang melihatnya, hingga ia yang sejak tadi pegang kamera pun tak hentinya terus memotret momen sang tuan bersama keluarga kecilnya tersebut.


Dan perayaan ulang tahun Rey pun diakhiri dengan acara makan malam bersama keluarganya yang penuh suka cita.


Sampai akhirnya, "Hoam... Mama aku mengantuk," ujar Rey yang sepertinya tampak kelelahan setelah puas bermain-main dengan papanya dan kedua paman Robert dan Tori. Melihat jagoan kecilnya sudah mengantuk, Lara pun lekas meminta Frida menyiapkan tempat tidur putranya sementara dirinya menemani sang putra untuk gosok gigi dan ganti piyama.


Setelah siap tidur, Lara dan Vander pun mengantar putra mereka ke kamar tidur untuk mengucapkan selamat malam. Dan setelah Rey tertidur, sepasang suami istri itu pun langsung keluar meninggalkan kamar Rey.


Setelah keluar dari kamar putra mereka. Vander tiba-tiba saja langsung menggedong istrinya dan membawanya masuk kamar Lara. Di kamar Vander langsung mendaratkan kecupan mesra dibibir sang istri yang kini masih digendongnya.


"Ah Van, bisakah kau membawaku ke ranjang?" pinta Lara.


Tentu saja Vander pun langsung meletakan sang istri ke tempat tidur dan langsung melepaskan gaun merah muda Lara. Mereka pun saling bertaut dan mendominasi satu sama lain. Hingga pada akhirnya Vander tiba-tiba saja menatap sang istri yang masih terengah-engah setelah selesai berciuman dengannya.


"Hh... ada apa?" Tanya Lara penasaran.


"Lara, kau tahu kan Reyβ€” dia- minta seorang adik, oleh kerena itu, apa kau mau mengandung dan melahirkan anakku yang lainnya lagi?"


Lara terdiam senejak sambil agak memalingkan wajah. Melihat Lara diam, Vander pun berpikir kalau sang istri mungkin belum mau hamil lagi, apalagi kehamilan Rey empat tahun lalu mungkin masih menyisakan kenangan untuknya. "Pikirkan baik-baik, kalau kau memang belum mau atau tidak siap punya anak. lagi, aku tidak akan memaksamu."


"Bukan Van, bukan itu. Sejak kita pertama kali berhubungan sampai saat ini, aku tidak pernah meminum obat kontrasepsi sama sekali. Jujur aku sama sekali tidak takut hamil atau melahirkan anakmu. Aku hanya agak takut kalau, kalau kau akan meninggalkan aku lagi saat aku mengandung," ungkap Lara.


Mendengar hal itu Vander pun langsung merasa sangat bersalah, apalagi setelah Lara menceritakan kehidupannya dulu saat menangdung tanpa ditemani olehnya, hal itu sungguh membuat Vander merasa berdosa sekali rasanya. "Lara ampuni aku, maafkan aku karena sudah membuatmu harus menanggung beban berat sendirian. Aku ini memang pria bajΒ‘ngan. Oleh karenanya aku akan menebus semua kesalahanku padamu dan jug Rey," ucapnya Vander berjanji.


Lara pun tersenyum dan langsung memeluk Vander lalu berkata, "Dengar, sejak awal aku mengiyakan menikah denganmu aku yakin sekali kau pria sejati dan bertanggung jawab, oleh karena itu kau tenang saja, aku bersedia kok melahirkan anak-anak kita yang lainnya."


"Anak-anak? Jadi maksudya kau bersedia melahirkan beberapa anak lagi untukku?"


"Ya, aku bersedia."


"Terima kasih Lara istriku."


Dan kemesraan intens mereka pun berlanjut.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


JANGAN LUPA DIDUKUNG KARYAKU YA GUYS YA, LIKE, COMMENT, VOTE πŸ™


__ADS_2