TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 107


__ADS_3

AKU LUPA UKURAN DAN PANJANGNYA


Dalam satu hubungan jarak jauh, tidak selamanya tercipta suatu keromantisan yang manis dan hangat. Terkadang ada hari dimana kita bertengkar dan berdebat, ada waktu dimana kita dipenuhi dengan rasa gelisah, bimbang dan ragu, ada masa dimana kita meraskan kejenuhan dan bosan juga sesekali hinggap dalam benak untuk mencari suasana yang baru.


Menginginkan suasana yang memberikan warna serta nuansa yang lebih baru, adalah hal yang wajar dan selalu hadir dibenak setiap pasangan baru dan lama. semua hal itu pasti sesekali hinggap dalam pikiran dalam setiap hubungan dan kebersamaan yang terjalin baik itu dekat dan jauh (LDR).


Tapi, ketahuilah segala rintangan dan beribu rasa yang menggangu itu pasti akan menjadi angin lalu. jika, kedua pasangan membangun pondasi yang kuat dari dasar yaitu KEPERCAYAAN dan kesetiaan juga rasa saling menyayangi satu sama lain. sama, seperti yang tengah dijalani Valen selama 4 bulan berlalu setelah pelepasan sang suami untuk mengemban tugas negara, sama sekali tidak ada kabar yang diberikan Valr untuknya.


Tapi, dirinya selalu percaya bahwa sang suami baik - baik saja dan akan kembali demi dirinya serta calon anak - anak nya yang kini berumur 8 bulan dalam kandungan dan akan segera lahir dan hadir meramaikan rumah dinasnya, sekalipun proses yang dilewati Valen begitu sulit dan menyiksa karna terkadang iya ngidam menginginkan sang suami untuk membuatkan susu dan menemaninya menonton film action yang menjadi tontonan baru kesukaan nya dan juga sering dia bersiteru dengan pemikirannya sendiri.


"iya .. door .. door .. door .." terdengar teriakan Valen degan tontonan action barunya diruang tamu


"awassssss .!! dibelakang ada musuh ..!! iyaaa, minggir sonoo😱" teriak Valen lagi sambil mengarahkan kedua tangannya seolah ingin masuk dalam aksi tembak menembak dan siap memecahkan layar TV sedangkan kedua asisten rumah tangga itu terpaksa bersabar dan menahan agar tidak jantungan karna teriakan Valen yang suka mendadak.


"Mbok Inem .. kapan ya nyonya sadar dan kembali waras..?" tanya Ita dengan berbisik disela - sela aksi Valen.


"huss ..! jangan sembarangan ngomong kamu" tegur Inem sambil berbisik..


"maaf mbok" jawab Ita


"waduh .. apa itu😱 kenapa celananya😱 yaampun Mbak Ita celananya hidup" teriak Valen pada Ita yang melihat salah seorang pemuda penembak bayaran dengan bidikan jitu, memakai celana jeans super ketat dimana sang juniornya ikut bertarung dibalik resleting celananya🤣 dilayar TV.


"iya Nyonya .. ada daging hidup dibalik resletingnya🤣" sambung Ita yang sama gesrek nya dengan Valen.


"🤦🤦🤦🤦🤦"


"yaampun Ita, apa itu tidak mau keluar dulu sebentar saja..?" tanya Valen tanpa berkedip sedikitpun


"apa nyonya mau melihatnya sebentar.?" Ita berbalik bertanya.


"hooh Ita, sudah tanggung itu sepertinya barang gede Ita.." sambung Valen dengan ekspresi mata melotot.


"🤦🤦🤦🤦🤦"


"Astagfirullah ingat - ingat suami ya Allah nyonya Valen, istigfhar ya Allah" gumam Inem dalam hatinya sambil mengelus - elus dadanya melihat kelakuan sang majikan.


"sepertinya adek kecilnya sepanjang ini nyonya🖕" sambung Ita dan mengangkat satu jarinya untuk mengukur sang junior yang tegang dibalik celana sang aktor dilayar TV.


"artinya kurang panjang Ita🤣" sambung Valen lemes


"ech .. nyonya jangan patah semangat dulu atuh nya🤦 biar gak panjang tapi barangnya tembem lihat tuh celananya gembung gendut pasti kenyal" sambung Ita


"🤣🤣🤣🤣🤣"


"Lailahailallah ya Allah Ita ..aa.!! kamu benar - benar sengklek" tegur mbok Inem pada Ita dan sama sekali tidak digubris oleh nya


"iyakah, kenyel🤔 astaga ..🤦 aku lupa sesuatu astaga bagaimana ini" ucap Valen tiba - tiba dan mulai panik.


"lupa apa nya.?" tanya Ita penasaran karna ekspresi Valen berubah jadi panik


"sesuatu seperti apa nyonya.?" tanya mbok Inem


"yaampun bagaimana ini" teriak Valen lagi


"apa kami panggil pak Vano saja nya.?" tanya Ita


"boleh panggil dia, agar segera kesini membantuku" suruh Valen


Ita segera memanggil Vano yang masih tertidur pulas karna sejak kepergian Valr dia hampir tidak mendapatkan waktu tenang untuk tidurnya dan terus dikerjain oleh ibu hamil yang permintaannya aneh - aneh.


.


.


.

__ADS_1


"astaga🤦 aku baru tidur 2 jam dan sudah dibangunkan lagi🤦" keluh Vano pada Ita ketika Ita mengetok - ngetok pintu yang belum tertutup


"sabar pak.! ini bukan cobaan tapi godaan iman dan setiap umat yang berhasil melewatinya niscaya akan diberikan cahaya terang dari sang khalik" ucap Ita


"ya .. ya .. ya ..! kamu memang cocok jadi penceramah" sambung Valen


"iya pak, kata ibu dan orang sekampung saya memang cocok jadi juru bicara kepresidenan hanya saja untuk saat ini saya salah masuk lorong waktu dan menjadi asisten rumah tangga" sambung Ita tidak kalah bawel


"untunglah kamu tidak jadi jubir kepresidenan harusnya kamu masuk lorong waktu dimana semua telah fana" ketus Vano yang sering berdebat dan bercanda dengan Ita.


"Fana dihatimu pak tapi, terang dihatiku" jawab Ita


"ya .. ya .. ya .. orang hidup dan fana memang harus berdampingan"


"iya pak, karna tanpa terangku bapak akan jadi bapuk kayak bujang lapuk" ketus Ita yang mendapatkan jitakan kecil dari Vano


"aku bukan bujang lapuk" protes Vano, sambil berjalan kearah Valen


"iya .! dia bukan bujang lapuk Ita, hanya saja dia bujang tak laku - laku" sambung Valen menimpali


"haisss .. aku tidak mau cari masalah dengan ibu hamil🤦 ya .. ya .. kamu menang adek ipar" jawab Vano mengiyakan ucapan Valen karna dia tau jika berdebat dengan Valen hasilnya akan berujung pada air mata, amarah, duka dan keanehan lainnya.


"Nyonya, tadi nyonya mau bilang apa.?" tanya Ita mengingatkan tujuan memanggil Vano


astaga ..🤦 iya benar😭 aku lupa sesuatu astaga bagaimana ini" ucap Valen tiba - tiba kembali ingat dan mulai panik.


"ada apa adek ipar.?" tanya Vano heran


"bang ipar, tolong halalkan semua cara untuk menghubungi Valr aku mohon" ucap Valen dengan raut wajah yang sedih


"ada apa adek ipar ? apa perutmu sakit.?" tanya Vano yang bingung dengan Valen


"aku mau abang ipar menghubunginya, aku sangat ingin memberitaunya sesuatu" sambung Valen


"tidak abang ipar.!!" tegas Valen


"kenapa tidak.?" tanya Vano heran, karna biasanya Valen tidak pernah merasa sungkan untuk meminta bantuan pada Vano


"tidak.! tidak mungkin Valen menanyakan dan memberitaukan hal itu pada abang ipar" tolak Valen yang semakin membuat penasaran Vano


"tidak apa - apa jangan malu, apa kita kerumah sakit.?" tawar Vano yang mengira Valen sakit perut karna melahirkan


"pak ganteng" panggil Ita


"iya kenapa tukiyem" jawab Vano


"itu perut umur 8 bulan pak ganteng🤦 anak masih tidak mau keluar dari perut nyonya" jelas Ita


"iya juga ya, apa tidak bisa berunding biar keluar sekarang.?" tanya Vano dengan wajah serius dan mengundang tawa yang tertahan diwajah mbok Inem


"bisa pak" jawab Ita mantap dengan wajah yang tidak kalah serius.


"yasudah ayo kumpulkan semua keperluan Valen" ucap Vano yang memegang tangan Valen sedangkan Valen sudah mulai membanjiri matanya dengan bening putih.


"iya pak ganteng, maksud saya bisanya cuma sama istri bapak, umur kandungan 8 bulan lahirnya bisa berunding dulu sesuai keinginan pak ganteng" sambung Ita yang langsung mendapatkan timbukan bantal love dari Vano


"🤣🤣🤣🤣🤣"


"Somplak benar" ucap mbok Inem


"hikkss .. hikss .. hiks .." terdengar isakan tangis yang menyedihkan dan menyayat kalbu dari Valen yang sudah sesegukan


"astaga adek ipar, ada apa lagi" tanya Vano panik


"Astagfirullah nyonya, kamu kenapa" tanya Ita dan mbok Inem barengan

__ADS_1


"hiks .. hiks .. hubungi Valr untuk ku😭 aku mohon🙏" ucap Valen memohon pada Vano


"ya Tuhan🤦 adek ipar kalau dia bisa dihubungi, kita semua pasti selalu mendapatkan kabar dari Valr setiap waktu sesuai selera" jelas Vano


"iya juga ya" ucap Ita


"sabar nyonya tinggal 3 bulan lagi kalian pasti bertemu" sambung mbok Inem


"adek ipar.? memangnya kamu mau memberitaukan hal apa.?" tanya Vano dengan tenang dan sangat ramah


"aku mau tanya sesuatu pada suamiku abang ipar" jelas Valen disela - sela tangis dan linangan air matanya


"ok .! sesuatu yang seperti apa.?"


"sesuatu yang sangat urgent abang ipar" jawab Valen lagi tanpa menghentikan tangisnya


"Astaga .! drama ibu hamil sedang dimulai🤦 kuatkan hambamu ini ya Tuhan untuk melewati badai cobaan ala ibu hamil yang sedang memainkan perannya, Amin🙏" Vano berdoa dalam hatinya meminta kekuatan mental dan bathin dalam menghadapi Valen.


"seurgent apa adek ipar.? ayo beritau abang ipar, abang pasti bantu semampunya" jawab Vano


"benar ya, abang ipar mau bantu.?" tanya Valen


"sangat benar dan pasti adek ipar" jawab Vano mantap


"janji ya, tidak boleh ingkar dosa loo" tanya Valen lagi


"janji adek ipar.! SIAP LAKSANAKAN PERINTAH" jawab Vano tegas dan hormat


"aku .. hikss .. hikss .. aku .. hikss" jawab Valen sesegukan


"iya kamu kenapa adek ipar, ngomong yang jelas" tanya Vano masih sabar


"aku .. aku .."


"astaga nyonya aku aku wonder woman" sambung Ita yang mendapatkan tatapan tajam dari Vano dan mbok Inem


"aku .. aku .. lupa itunya abang ipar" ucap Valen gantung


"iya, ok.! kamu lupa apa" tanya Vano tegas


"aku lupa ukuran junior andalan Valr sepanjang dan segendut apa😔 huaaaaaa😭 .. hikss .. hikss ..😭" jawab Valen sambil kembali menangis dan sontak jawaban Valen membuat Vano, Ita dan mbok Inem duduk disofa sambil tertawa terbahak - bahak hingga mata mereka berair saking tidak bisanya menahan tawa.


"🤣🤣🤣🤣🤣"


"ini baru Ibu hamil yang gesrek🤣🤦 penuh dengan kesomplakan🤣🤦 aku tidak tau harus berkomentar seperti apa🤣🤦" gumam Ita sambil tertawa terpingkal - pingkal menahan sakit perut saking kencangnya ia tertawa.


"oh god.! Valr lihatlah ekspresi istrimu yang lupa dengan ukuran panjang dan gendut adek kecil di ****** ***** mu" bathin Vano yang masih tertawa sedangkan kini Valen berhenti menangis dalam sekejab suasana hatinya berubah menjadi baik setelah melihat adegan romantis dalam action dan matanya tidak berhenti menatap adegan ciuman itu.


"apa iya salah satu anak dalam kandungan nyonya ada yang mesum sampai kepalanya ikut miring ketika melihat adegan ciuman panas..?" tanya mbok Inem dalam hatinya sendiri.


Halloo Reader ..👋👋👋👋👋


berhubung Athor tidak tau ini karya terbit kapan jadi thor ucapkan Selamat Malam/Pagi/Siang/Sore🙏


mohon untuk tetap dukung terus karya


JANJI PENGORBANAN dan TENTARA PENGGANTI agar thor makin semangat nulisnya...


Author mengucapkan banyak - banyak terimakasih untuk seluruh FANS TOP TENTARA PENGGANTI yang sudah mau berbagi poin nya untuk mendukung karya ini.. semoga karya ini semakin disukai dan tidak mengecewakan reader😍😍😍😍😍😍😍😍




Dan juga terimakasih banyak🙏 untuk seluruh reader yang memberikan LIKE, RATE 5 dan VOTEnya dalam mendukung karya TENTARA PENGGANTI semoga kalin semakin mencintai karya ini

__ADS_1


__ADS_2