
...MALAM PANJANG 2...
Kembali keruang bawah tanah "Ini benar-benar tidak akan bisa berhasil, sekalipun kabel nya di putus" kata 06 "aaaaaaaaahkkkk" terdengar panjang desa*an dari Clara bersamaan dengan 06 berbicara
"Bhuahahahahaha kau sedang berbicara apa mendesahan sialan.!" geram 05 dan 01 tertawa, 05 mengira kalau rekan nya sedang bercanda sedangkan 01 tertawa karena paham akan situasi.
"Bukan aku yang salah, tapi wanita gila yang ada di ruangan sebelah itu terlalu semangat. apakah kau tidak melihat nya sedangkan jarak kita hanya sedikit dan kau bahkan bisa melihat bokong ku" bela 06 atas diri nya, karena memang jarak merak sangat dekat hanya saja ruangan bawah tanah ini memiliki banyak sekat yang bisa di jadikan tempat persembunyian hingga tiga puluh orang.
"Diam.!!" kata 07 "Hanya ada satu cara karena pemutusan kabel ini tidak akan berhasil, semua kabel nya penuh dengan kode" sambung nya
"apa caranya" kata tuan Hul dari layar monitor
"Harus ada salah satu dari kami yang bisa mengajak nona Li berbicara mana kala ia juga mengetahui kode nya, tidak akan berhasil jika menghancurkan kabel karena semua memiliki kode dan tuan muda pasti akan segera sadar" kata 07
"Lakukan" perintah Valr
Valr sekarang tengah berfikir kode apa yang bisa ia tebak agar pintu nya terbuka dan mempermudah cara kerja anggota nya, dan tidak butuh lama tiba-tiba saja ia teringat dengan Valensia sang istri lalu menghubungi nya.
"Sayang, ada apa.?" kata Valensia setelah panggilan terhubung
"Kamu sudah tidur.?" tanya Valr
"Tentu belum, aku sedang menonton drama kesukaan ku" kata Valensia, tentu saja itu drama korea dan drama cina
__ADS_1
"Kamu selalu saja begitu tapi tidak pintar mempraktikkan nya" kata Valr dan hal itu membuat Valensia tersenyum malu. "Aku mau bermain tebak-tebakkan pada mu" kata Valr lagi dan itu membuat Valensia merasa aneh setelah ia tersenyum malu.
"Baiklah, sayang. Kalau begitu kembalilah kerumah lebih dulu, emm.. kamu mau permainan tebak-tebakkan yang seperti seperti apa.?" tanya Valensia
"Seperti menebak beberapa kode" kata Valr dan Valensia semakin bingung
"tenang saja ini bukan masalah besar sayank, apakah kamu tau putra bungsu kesayangan mu memasang kode di laptop ku" kata Valr mengarang
"Laptop.?" tanya Valensia bingung sedangkan di tempat lain, Valr memohon keberuntungan dalam hati nya agar sang istri tidak curiga dan membantu nya. "sejak kapan Valdis memakai laptop mu.?" tanya Valensia
Valr yang sudah siap dengan pertanyaan sang istri langsung memberi jawaban "Sejak setahun yang lalu dan anak bandel itu mengembalikan nya dalam keadaan rusak, sekarang mau di perbaiki tapi lagi-lagi anakmu yang bandel itu berulah dengan mengganti password" kata Valr mengarang dan sedikit ada kekesalan yang di buat-buat agar sang istri percaya.
"hahahaha.. kenapa kamu tidak menghubungi nya.?" tanya Valensia
"baiklah sayang, sekalipun ini cara yang curang agar suamiku bisa jadi pemenang nya. maka, aku akan memberitaukan kalau anak kita sering memakai kode 060606 di seluruh ponsel, pintu apartemen dan semua yang berbau password keamanan. bagi Valdis itu adalah kode neraka jadi dia sangat menyukai kode itu" jelas Valensia dengan sangat bahagia karena mengetahui kode rahasia sang putra bungsu dan dapat membantu suami nya.
Valr langsung meyakini kode tersebut dan tanpa menunggu lebih lama, ia langsung mengirimkan pesan kepada bawahan nya. sedangkan sekarang pasukan nya sedang berusaha untuk mengajak Li Qin berbicara dari dinding tapi seperti nya gagal karena Li Qin tertidur pulas setelah kegelisahan nya akibat obat yang juga telah di berikan pada nya hingga tidak mampu mendengar apapun.
"Dapat, 060606" kata 05 yang membaca chatt boss dan segera tanpa menunggu lama ia menekan tombol dengan beberapa angka keramat dan belum semua nomor di tekan ia malah berhenti karena merasa ragu dengan kode tersebut.
"Ahkkk.. Ahkkkkk... Ahhkkkk sudah dong, aku capek" kata Clara, ternyata permainan di putuskan sepihak oleh Clara karna dia merasa sangat kelelahan dan segera keluar membuka pintu untuk mengambilkan minum.
Valdis yang merasa tidak puas akibat perlakuan Clara yang mencabut milik nya begitu saja dari tonggak yang menegang disaat sedang enak-enak nya tanpa menggunakan hati nurani menjadi geram dan ingin sekali memukul Clara. akan tetapi itu menjadi angan-angan saja di karenakan ia merasakan ngantuk yang luar biasa dan sekaligus gairah yang semakin memuncah, dan memilih untuk bermain sendiri sembari menunggu Clara kembali mengambil minum.
__ADS_1
Ceklekk.. pintu terbuka menampakkan sosok Clara membuat 05 dan 06 yang sudah berada depan pintu dimana Li Qin di kurung kaget bukan main, selain merasa misi akan gagal karena ketahuan. kedua nya juga di kagetkan dengan penampakkan samar-samar dari tubuh Clara yang telanjang tanpa sehelai benangpun di badan, dari cahaya yang remang-remang tampak tubuh nya yang sangat ramping dengan lekukan yang menggoda, sedang melangkah ke arah dapur dengan lenggak lenggok yang sangat sempurna.
"an*ing, aku jadi kepengen" kata 07 yang kaget namun berhasil mengontrol karena ia baru saja kembali mengelilingi ruangan yang mungkin bisa di pakai untuk membangunkan Li Qin.
"Segera bersembunyi, arah dapur ada di sebelah kanan kita dan Clara pasti ke arah sini" kata 05, Clara sama sekali tidak menyadari dengan beberapa orang yang telah menyusup, bahkan ia tidak milihat apapun dan kaki nya berjalan dengan mata tidak terbuka di tambah lagi lampu remang-remang sangat minim cahaya.
05, 06, 07 telah berada di tempat persembunyian sebelum nya, dan di ruang paling dasar ini ada banyak terdapat ruang-ruang yang bisa dijadikan tempat persembunyian di karenakan kondisi tanah yang tidak rata dan bangunan nya mengikuti lekuk tanah hingga memiliki sekat yang saling berdekatan
"Aku harus melihat kondisi Li Qin" kata Clara dengan suara yang malas dan sesekali mere*mas buah da*a nya tanpa ia sadari.
"bagus, kau buka sekarang" kata 05 karna ruang telah disadap jadi perkataan siapapun bisa mereka dengar.
"cepatlah agar malam panjang ini segera berakhir" kata kosong 6
"06" kata Clara yang menyerupai orang mabuk dan semua telinga sedang berusaha mendengar apa yang Clara ucapkan.
"KoOOOoo.. SONG.. TUttJUUUHHH" kata Clara lagi dengan nada yang naik turun, sekali lagi semua fokus pada kode yang di ucapkan Clara sedangkan 07 yang sebelum nya adalah seorang mantan napi dengan kasus kriminal se*s yang mem*er*osa lebih dari seribu gadis pera*an lalu memotong alat vi*al korban nya tengah fokus pada tubuh Clara.
DEG...
DEG...
DEG..
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye