TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 211


__ADS_3

...TIGA TAHUN KEMUDIAN...


"Bagaimana.?" tanya Valdis


"apanya yang bagaimana.?" kata Li Qin, dengan nada yang kurang bersahabat namun tetap berusaha untuk berbicara selembut mungkin.


"kau mau bermain-main lagi.?" geram Valdis dengan tatapan yang penuh dengan kebencian, bahkan nada bicaranya sudah memberi sebuah keputusan betapa ia membenci Li Qin.


"Valdis, tiga tahun sudah berlalu.! tidakkah ini sudah cukup untukmu menyiksa ku.?" jawab Li Qin dengan nada yang penuh permohonan dan wajah sendu nya.


"Berapa.? Tiga tahun, Lima tahun bahkan hingga 100 tahun pun, aku tidak akan pernah puas menyiksamu." jawab Valdis dengan sangat tegas dan benar-benar tidak ada cela pengampunan.


"kau keterlaluan Valdis, kau menyakitiku hingga mentalku.! kau benar-benar melukaiku.!!" kata Li Qin dengan sesegukan.


"benarkah.? lalu, bagaimana dengan aku yang kau ubah menjadi seperti ini.? tidakkah kau juga keterlaluan.?" jawab Valdis dengan nada yang dingin, bahkan dari caranya berbicara seolah dirinya tidak tersentuh.


"KAU.!! KAU YANG MEMBUAT DIRIMU SEPERTI INI.!! KAU SENDIRI YANG MEMILIH JALAN YANG SALAH, KAU SENDIRI YANG TIDAK MAMPU MELIHAT KEBENARAN YANG SEBENAR-BENAR NYA.! LALU SEKARANG KENAPA KAU MALAH MENYALAHKAN KU DENGAN SEGALA KEHANCURAN DAN PERGAULAN BEBAS YANG KAU MILIKI.!! SIALAN.!!" Teriak Li Qin yang sudah lelah menghadapi Valdis.


"KAU MENERIAKI KU, SIALAN.!!!" Umpat Valdis hingga menekan tengkuk Li Qin dengan kuat, tindakan Valdis membuat Li Qin meringis kesakitan.


"Sa..sa..sakit, Valdis cu..cu..cukup.! ini terlalu sakit" mohon Li Qin yang benar-benar merasakan sakit pada tengkuknya karena jari jempol Valdis menusuk dan melukai tengkuk Li Qin.

__ADS_1


"Sakit.??" tanya Valdis dengan seringai tajamnya dan Li Qin hanya mengangguk, walau sebetulnya ia tau bahwa Valdis tidak akan mau melepaskan cengkraman pada tengkuknya yang sudah mulai mengeluarkan setitik darah segar..


"Aku, mohon Valdis" ucap Li Qin dengan tatapan yang sudah penuh dengan air mata.


Jangan tanya bagaimana wajah Li Qin sekarang, semua sudah tidak secantik dulu. wajah mulus yang cantik serta parasnya yang menawan, berubah jadi jalan onderlak, penuh dengan goresan belati dan beberapa luka berbentuk kuku. mata sipitnya dulu yang begitu mematikan kala menatap seseorang dan bola matanya yang indah, telah berubah jadi kosong dan sudah menjadi lautan air mata.


Tubuh yang dulunya sangat ramping, penuh dengan kesempurnaan berubah menjadi sangat kurus tidak tertolong. hanya kulit pembalut tulang, tidak ada postur tubuh bak guitar spanyol yang dulu, semua berubah dalam sekejap ketika Valdis datang dan memberontak padanya.


Rambut hitamnya yang panjang, mengkilau dan selalu terurai begitu indah serta wangi. sekarang berubah menjadi potongan tikus, sangat bau dan sebelah kepalanya nyaris tidak memiliki rambut, karena ulah Valdis yang selalu menarik dengan kasar dan memotong sesuai kemauan nya.


Benar-benar perlakuan bejat seorang Valdis, tidak cocok menjadi anak dari seorang tentara.!!


"kau tega padaku, Valdis.!! kau benar-benar membuatku hina.!" rintih Li Qin disisa-sisa kekuatan nya.


"TOLONG HENTIKAN KEGILAAN INI VALDIS.!! KUMOHON PADAMU" teriak Li Qin dengan derai air mata dan suaranya yang serak, ingin rasanya ia menyatukan kedua tangannya lalu berlutut dan memohon pengampunan kepada laki-laki yang telah berubah wujud menjadi monster.!


"dengan cara seperti apa aku menghentikan nya.?" tanya Valdis dingin.


"Valdis, aku bernyawa tapi hidung ku tidak mampu bernafas lagi karena mu. Kedua mataku mampu melihat tapi penglihatanku serasa rabun dan aku mempunyai tangan, tapi satu tangan ku bersembunyi karena takut padamu.! Kaki ku ada dua dengan sepuluh jari dan masing - masing memiliki lima jari setiap satu kaki tapi, aku tidak memiliki telapak kaki untuk berjalan." Li Qin mencoba meluapkan emosinya namun lagi-lagi ia harus menerima kenyataan bahwa lelaki yang berada dihadapan nya adalah seorang monster.!


Hingga, Li Qin mencoba meluapkan dengan nada yang biasa tanpa membuat monster dihadapan nya terusik.! dan berharap bahwa monster ini akan segera sadar dari perlakuan kejamnya.

__ADS_1


"Aku.. aku sudah tidak sanggup lagi menerima hukuman ini darimu Valdis" kata Li Qin dengan tidak berdaya.


Sungguh miris nasib Li Qin ketika berada ditangan seorang Valdis yang berubah menjadi monster, seakan-akan ia terlahir dari rahim malaikat pencabut nyawa.! benar-benar tidak memanusiakan manusia. dan sama sekali tidak disangka kalau lelaki kecil dulu yang suka mengalah kepada kembarannya dan selalu menurut pada perintah kedua orang tuanya, serta memiliki segudang prestasi dan kekayaan berubah menjadi seorang monster neraka jahanam yang mampu menyakiti seorang wanita lemah dengan begitu sadis.!


"Kau, harus membayar hutang nyawa dengan menerima semua perlakuan ku padamu.!! itu adalah sedikit kebaikan yang ku berikan padamu" jawab Valdis yang tersirat air mata juga luka didalam tatapan nya yang tajam.


"Valdis, sungguh aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika Vini sendiri yang memilih mengakhiri nyawanya, itu juga karena merasa kau tidak mencintai dia.! lalu kenapa sekarang ketika ia meninggal karena kebodohannya sendiri harus aku yang menanggung.?" jelas Li Qin dengan menekan semua nadanya agar tidak menyinggung Valdis si monster jahanam.


"KAU.!!" geram Valdis dan hal itu lagi-lagi membuat nyali Li Qin benar-benar menciut.


"Valdis, kau harus menerima kenyataan itu.! aku bahkan tidak berada ditempat ketika Vini memilih jalan sempit untuk bunuh diri, aku murni berada dirumah sakit bersama Tanaka yang mengantarkan ku. lalu.! dari mana asalnya sebuah kegilaan bahwa akulah penyebab Vini meninggal.?" Li Qin mencoba menjelaskan kembali pada Valdis sekalipun semua sudah dijelaskan ratusan kali selama tiga tahun berlalu.


Namun, Li Qin tidak mau menyerah ia terus menjelaskan semua sesuai kenyataan yang sebenar-benarnya tanpa adanya niat untuk membela diri. hanya saja, Valdis seolah menutup telinga dan pemikiran nya dalam menerima semua penjelasan Li Qin.


"KAULAH PENYEBAB UTAMA KENAPA VINI, MEMILIH JALAN BODOH UNTUK MENGAKHIRI HIDUPNYA SENDIRI.!!!" teriak Valdis hingga suaranya menggema dalam ruangan gelap yang hanya diterangi oleh sebuah cahaya yang remang-remang.


ditelinga Li Qin, suara teriakan Valdis yang menggema seolah terdengar seperti panggilan dari Tuhan yang menyuruhnya untuk kembali.! Li Qin merasa ketakutan setiap kali Valdis berteriak dengan tatapan nyalang nya.


Hanya diam..


hanya diam yang sekarang Li Qin bisa lakukan, ia berharap suatu saat sekalipun itu tidak akan mungkin terjadi, Valdis bisa membebaskan dirinya dan benar-benar hidup seperti dulu.

__ADS_1


Sungguh, siapapun pada posisi Li Qin akan memilih mengakhiri hidupnya ketimbang harus menjalani hari-hari bagai dineraka bersama dengan hukuman Valdis setiap waktunya. begitu sakit menanggung sebuah beban dan hukuman, yang bahkan bukan Li Qin penyebabnya.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2