TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 270


__ADS_3

...TOKOH MASA LALU...


Mengingat kehidupan para tokoh lama sebelum Valaria, Tanaka dan Valdis dewasa dimana ada para tokoh senior yang belum terjelaskan pada siapa saja mereka berlabuh dan bagaimana kehidupan selanjut dan anak siapa Vano sebetul nya hingga saat ini teka teki itu belum terjawab.


*Flash Back on*


Dulu beberapa tahun yang sudah berlalu atau katakan lah sudah menjelang sepuluh tahun tepat nya di Nias, di rumah yang tidak kalah besar nan mewah dari Valr. Vano sedang terduduk lemas dilantai mengangkat wajahnya melihat semua sudut rumahnya dengan tatapan kosong, pikirannnya membawa nya untuk mengingat ucapan pak Hul sebelum ia menutup mata


Alm. Tuan besar Hul pernah pengatakan sesuatu yang mengagetkan juga mengejutkan keluarga.


"Vano, maafkan papa yang melepaskan mu dulu. suatu saat nanti kamu akan mengerti kenapa semua bisa terjadi, papa harap kamu hiduplah dengan bahagia tanpa beban lagi dan ada satu rumah hasil jerih payah papa dan mama. itu berada tepat didepan rumah utama yang kini papa wariskan menjadi milik Valdis, itu akan jadi milik mu dan keluarga mu serta cucu dan cicit mu kelak. Rumah itu tidak boleh di ganggu gugat oleh Valr dan seluruh keturunan nya karna, rumah itu sejak dulu atas nama mu dan jangan lupa sertifikat nya ada pada pacar tua mu (bu Ris)"


Perkatan dari sang tuan besar menyadarkan Vano dan Valr bahwa, bukan suatu kebetulan wajah Alm. Yalrisman dan Vano bisa sama persis seperti kembar. Dimulai dari tinggi badan, kesukaan, tatapam mata, wajah, dan warna kulit semua sama bahkan tiada beda hanya saja Vano terlihat jauh lebih kejam dan dingin dari pada Alm yang juga adalah mantan dari Valensia.


Saat itu, tidak ada satupun yang berani bertanya dan tidak ada juga yang mendapatkan jawaban dari keterkejutan kedua nya ketika mendengar pertanyaan dari tuan besar Hul. Akan tetapi, benar sesuai dengan perkataan tuan besar Hul bahwa suatu saat nanti mereka akan mengerti dengan apa yang terjadi hingga Vano bisa memiliki wajah yang sama dengan abang kandung Valr.


*Flash Back Off*

__ADS_1


Hari ini, terjawablah sebuah kebenaran ketika Valr dan Vano yang kebetulan tidak ada kerjaan lalu Vano mengajak Valr pergi untuk melakukan tes DNA dan tanpa memikirkan lagi Valrpun setuju.


Ajakan itu juga bermula dari ingatan Vano tentang warisan dan ucapan tuan besar Hul terhadap nya dan juga Valr sebelum tuan besar menghembuskan nafas terakhir nya, setiba nya para pria penolak tua itu di sebuah rumah sakit militer, kedua nya langsung di arahkan pada satu ruangan guna diambil sample darah dan helai rambut dan tentu saja tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk mendapatkan hasil.


Mereka hanya perlu menunggu selama dua puluh empat jam karena itu batas waktu paling singkat dan tercepat yang di berikan oleh pihak terkait dalam rumah sakit pada kedua pria setengah tua ini, dan dengan sabar kedua nya menyetujui hal tersebut.


Ke esokan hari nya, Valr tiba lebih dulu sedangkan Vano baru saja tiba ketika Valr sudah membuka surat hasil tes dan juga telah selesai membaca nya.


"Bagaimana hasil nya" tanya Vano pada Valr, karena ia yang lebih dulu membuka surat hasil dari tes DNA tersebut.


"Kecocokan 100% tidak pakai 99.99% lagi" kata Valr dengan singkat dan sejelas-jelas nya.


"Jangan berkata begitu seolah kau paling terbuang, itu semua karena tante tidak memiliki keturunan dan untuk mencegah suami nya menceraikan juga melakukan kekerasan secara fisik dan mental pada tante. maka, papa dengan berat hati memutuskan untuk mengabulkan permintaan tante untuk mengangkat mu menjadi anak nya setelah kau dan Alm berumur enam bulan" Jelas Valr pada Vano


"Kau tau dari mana.?" tanya Vano pada Valr dengan sangat penasaran


"Aku mengetahui nya dari pacar tua mu" ketus Valr, tentu saja pacar tua yang di katakan Valr adalah nyonya besar Ris, ibu kandung dari Valr dan Vano yang juga telah tiada.

__ADS_1


"Ooh, pacar tua ku memang suka sekali menutupi hal-hal tidak penting" kata Vano, sebetul nya ada kekecewaan di hati Vano tapi entah kenapa ketika mengetahui hasil tes DNA ekspresi keduanya biasa saja seolah merela sudah tau jawaban nya sejak dulu-dulu.


"bang, kamu harus tau kalau papa dan mama begitu berat melepaskan mu tapi karena melihat perubahan dari suami tante yang begitu menyayangi mu, tidak mabuk-mabukkan lagi dan benar-benar berfokus menjaga tante dan juga abang. disitulah papa menjadi yakin bahwa kelak kamu tidak akan menuntut dan merasa terbuang apa lagi, papa setiap bulan terus ikut dalam memenuhi kebutuhan mu hingga abang jadi tentara. itu semua karena perjuangan papa dan full secara materi, mereka tidak pernah melewati sedetikpun tentang perkembangan mu" jelas Valr dan Vano juga mempercayai hal itu karena ibu sambung nya yang ternyata tante nya selalu menceritakan kebenaran tapi, tidak mengatakan kalau Vano adalah anak angkat nya.


Vano terbukti anak kandung dari tuan besar Hul dan istri nya, semua yang di dapatkan oleh Yalr dan Valr juga di dapatkan oleh Vano. Hingga benar-benar tidak ada peluang bagi Vano untuk menuntut lagi pada kedua orang tua kandung nya, apa lagi kini harta yang ia miliki setara dengan yang di miliki oleh Valr dan anak-anak Valr.


Mengenai asmara Vano, memang ia sempat kurang beruntung selama bertahun-tahun dan telah kehilangan calon bayi nya juga yang belum terikat pernikahan dengan wanita pujaan hati nya itu karena mereka telah melakukan hubungan terlarang tepat malam setelah pertungan dan proses pengajuan secara militer. Namun, beberapa tahun terakhir takdir telah kembali memainkan peran nya dalam kisah percintaan dan asmara Vano.


"Apakah abang kecewa.?" tanya Valr


"tidak" jawab Vano seperti biasa singkat padat dan sangat jelas.


"Lalu, mungkinkah abang menyesal karena mendengar penjelasan ku dari mama bahwa abang adalah anak kandung dan darah daging mereka.?" tanya Valr lagi, pertanyaan Valr kali ini menggunakan mode keunyuan dimana ia dengan nada bicara sebagai seorang adik.


"Aku tidak pernah menyesali pada siapa aku di lahirkan dan pada siapa aku di besarkan" jelas Vano dengan tatapan lurus kedepan "Aku hanya kecewa dengan alasan yang tidak bisa ku terima" jawab Vano dan Valr hanya mampu menghela nafas dengan dalam dan panjang.


Seolah tidak lagi mau merespon ucapan Vano, Valr memilih merubah topik pembicaraan pada abang kandung nya itu "Kau abang ku, aku tidak sebatang kara.! karena kau ada dan kau bertanggung jawab terhadap ku sebagai adek mu" jelas Valr pada Vano

__ADS_1


Mendengar itu Vano melirik seolah mengejek pada Valr "Dibagian mana aku tidak menjaga mu.?" tanya Vano memicingkan mata nya dan itu seharus nya menyeramkan tapi, tidak dengan Valr ia justru membalas dengan tatapan mata elang nya.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2