
PANASKAN DULU
Ujian paling terbesar bagi seorang wanita adalah pemikirannya sendiri, perasaan yang kian kali berubah ubah dalam situasi yang tidak tepat. bisa, membuat keretakan dalam satu hubungan tidak terkecuali dalam berumah tangga. namun, hal nya berbeda dengan Valen saat belahan jiwanya jauh dari jangkauan mata. hingga, tidak bertegur sapa melalui telepon tidak membuat dirinya berprasangka buruk pada suaminya yang bertugas selama tujuh bulan hingga ia melahirkan bayi tanpa didampingi sang suami ataupun orang tua.
Harusnya ini adalah hal yang begitu sulit untuk dilewati oleh seorang wanita yang baru saja melahirkan bayi pertama dan lebih sedihnya lagi ia berjuang melahirkan tiga bayi tanpa dampingan keluarga pengganti Valr, kecuali Vano. harusnya ini bisa jadi, senjata baginya untuk dijadikan masalah diantara suami istri. namun, Valen bukanlah sosok wanita penuntut. sejak awal dirinya sudah sangat bijak dalam menyikapi berbagai hal dan tidak ada rasa kecewa dalam pikirannya terhadap Valr.
DUA BULAN KEMUDIAN
tap .. tap .. tap ..
suara langkah kaki dan sepatu terdengar ditengah malam yang gelap disertai lampu yang padam secara tiba - tiba. saat itu Vano sudah pergi bertugas hanya ada asisten rumah tangga dan baby sitter serta Valen dan baby gemelinya yang sudah berada dalam alam mimpinya.
cekleckk ... suara pintu kamar yang dibuka dengan sangat hati - hati agar tidak mengagetkan situan putri pemilik kamar yang sudah sejak lama masuk dalam dunia alam bawah sadarnya dan mungkin saja sedang bermimpi.
cup ...
cup ...
cup ...
Tiga kecupan rindu mendarat tepat di bibir Valen tanpa, membuat sipemilik bibir terganggu. tidak lama kemudian tangan kekar menjalar dan mulai menjelajahi rambut, kepala, hingga ujung jari kaki Valen yang berhasil membuat siempunya tubuh terbangun karna merasa geli dan sangat kaget.
"AAAAAAAAAAAAAAAAA ..!!!! siapa, kamu.!! mau apa kamu didalam kamarku.!!" teriak Valen yang dengan cepat menarik selimut dikegelapan karna lampu yang padam dan membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut itu. beruntung kamar mereka kedap suara jika, tidak mungkin seluruh kompleks akan bangun karna teriakan Valen.
"Selamat malam istriku" ucap suara baryton yang berat namun, suara itu begitu sangat ia rindukan
"Abang.? bang Valr.?" tanya Valen
"iya ini aku sayang" jawab Valr
"benarkah itu kamu.?" tanya Valen lagi
__ADS_1
"apa kamu tidak mengenaliku lagi sayang.?" tanya Valr sedikit lesu
"maaf, tapi. bukannya kamu tadi tidak ada dalam barisan itu" tanya Valen
Flashback On
Satu hari sebelumnya. seluruh keluarga Jalasenastri dengan membawa anggota keluarga berkumpul. untuk menantikan kedatangan sang suami yang pergi menjalankan misinya selama tujuh bulan lamanya ditempat yang tidak mereka ketahui. termasuk Valen yang juga hadir saat itu dan begitu antusias menantikan sang suami tanpa membawa baby gemelinya karna dilarang oleh Vano berhubung cuaca begitu terik.
Tidak seperti ibu - ibu lainnya yang berbaur dengan Jalasenastri lain. Valen, justru terlihat sendiri dengan sikap elegant nya yang tetap tenang dan seakan menikmati panas yang begitu terik sangat terasa dan membuat mereka seperti dipanggang dalam oven hingga akhirnya tampaklah sebuah kapal besar milik TNI - AL
“Mana ya suami saya, aku hafal sama dia, tinggi orangnya pasti nampak di barisan itu,” ucap salah seorang Ibu Jalasenastri yang berjejer menunggu kedatangan Prajurit Satgas pengamanan
Terlihat kebahagiaan terpancar di wajah para istri dan keluarga TNI-AL saat menyambut kedatangan suami mereka yang ditugaskan menjaga perbatasan perairan.
"tujuh bulan bukanlah waktu yang singkat untuk kita dan akhirnya hari ini kita bisa melihat suami kembali, jujur saja wajahnya mengacaukan pikiranku " ucap salah seorang Ibu Jalasenastri dengan tawa bahagia
"iya benar, tahun ini suami saya juga tidak ada saat melahirkan anak ketiga kami bu, yang sekarang sudah berusia 5 bulan dan Alhamdulillah jenis kelamin perempuan sesuai keinginan ayahnya" sambung ibu lainnya yang mengatakan, sudah lama tidak melihat wajah suaminya. Bahkan waktu melahirkan anak ketiga mereka, sang suami tidak berada di sisinya hingga kini anak mereka sudah berusia hampir 5 bulan.
Sedangkan Valen masih setia menatap kearah laut tanpa, mau berbicara sedikitpun sesuai kebiasaannya yang tertutup dan selalu sulit untuk berbagi. 30 menit berlalu kapal berlabuh dan semua prajurid turun tidak lupa beberapa upacara dilaksanakan. kemudian, seluruh prajurid menemui anak istrinya masing - masing dengan wajah haru dan pelukan hangat.
Didalam mobil dengan pikirannya yang kosong dan hatinya yang kecewa. setetes butiran bening membasahi pipinya yang masih tembem karna, menangisi Valr yang tidak kunjung ia temukan dan bukan Valen namanya. jika, bertanya atau mencari tau dimana suaminya berada pada rekan lainnya. Valen tetaplah Valen, yang cuek dan menelan sendiri rasa ingin taunya termasuk masalahnya.
"Nyonya, tuan dimana.?" tanya Loren dan Sofia kompak dengan nafas yang tersenggal - senggal dan sedang berusaha mengatur pernafasan mereka. ketika melihat Valen datang dan melewati pintu.
"saya tidak menemukannya" ucap Valen dengan wajah yang lesu dan menceritakan secara paksa kejadian yang baru saja terjadi
"mungkin dia belum keluar dari kapal, sabar ya nyonya" ucap Loren dan tidak seperti biasanya. Sofia dan Loren justru tersenyum melihat wajah sedih Valen yang begitu imut menurut mereka.
"kenapa mereka tersenyum.? biasanya Sofia wanita yang gampang empati, saat melihatku bersedih. dia pasti ikut bersedih dan uring - uringan" bathin Valen
"iya sudah, aku mau istrahat dulu.! ohh, iya. apa hari ini ketiga baby ku menyusahkan kalian.?" tanya Valen pada ketiga pengasuh bayinya
__ADS_1
"tentu tidak nyonya, bahkan hari ini mereka sangat tenang. apa mungkin karna akan segera bertemu dengan ayahnya" ucap Sonya melirik kedua rekannya
"bisa saja Suster Sonya. tapi, aku belum bertemu dengan suamiku" jawab Valen lesu
"sabar nyonya, mungkin dia ada disuatu tempat yang nyonya tidak sadari" jawab Sonya seakan mengajak Valen bermain teka - teki
"oiya, kenapa pas saya masuk kalian berdua ngos - ngosan.?" tanya Valen curiga seperti ada sesuatu yang disembunyikan
seketika Loren dan Sofia bertatapan dengan tetap senyum namun, pandangan mata mereka menyiratkan kebingungan akan menjawab apa.
"mereka habis bertemu dengan tikus besar nyonya saat kegudang belakang dan sempat terjadi aksi yang sangat lucu karna suster Loren dan Sofia takut tikus" ucap Sonya dengan sangat mulus
"iya benar nyonya, habis tadi buah mangga terdengar jatuh dari pohonnya dan kami berlari. sambil bilang siapa cepat dia dapat" ucap Loren
"baiklah" sambung Valen dan segera tidur
Flashback off
"maaf sayang" jawab Valr sambil tertawa
"kamu menyebalkan, kamu jahat" ketus Valen pada Valr karna merasa diprank oleh semua penghuni rumah tanpa, ia sadari.
"maafkan aku sayang, aku harusnya langsung memelukmu seperti ini" ucap Valr sambil memeluk Valen dengan penuh kehangatan dan kerinduan
"tidak apa - apa sayang, aku bersyukur kamu pulang dengan selamat. tidak, peduli kamu yang sudah membuatku menangis karna, tidak menukanmu tadi. kamu selamat saja sudah lebih dari bahagiaku" ucap Valen yang sudah sesegukan menangis dalam pelukan Valr.
"aku sangat merindukan mu sayang, aku juga tidak bisa tidur setiap ada waktu untuk memejamkan mata. dipikiranku hanya ada bagaimana kamu, apa kamu tidak kesulitan membawa bayi - bayi kita, apa kamu sudah minum susu, makan dan apa ada yang membantu duduk saat bangun tidur. semua hal itu berputar dan membuatku merasa bersalah" ucap Valr dalam kegelapan malam terasa air mata ketulusan yang penuh rindu dan cinta membasahi pipinya.
"selama kepergianmu aku baik - baik saja sayang, kamu tau.? orang yang kamu pilih untuk melindungi kami, menjaga dan membantuku sangatlah tepat. mereka, sangat baik dan begitu membantu" ucap Valen
"syukurlah, maaf sayang. harusnya aku tidak boleh meninggalkanmu disaat kamu membutuhkan aku, disaat kamu berjuang antara hidup dan mati untuk ketiga bayi kita, bagaimana caraku menebusnya.?" tanya Valr dengan penuh rasa bersalah
__ADS_1
"aku sangat mencintaimu bang Valrisman Hul" tiba - tiba saja Valen mengungkapkan isi hatinya pada Valr
"apa.? apa.? coba ulangi lagi sayang, aku mohon ulang" ucap Valr