TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 125


__ADS_3

PENCARIAN VANESA


Waktu berlalu digantikan dengan hari - hari yang memiliki nama yang sama. tapi, suasana serta keadaannya berbeda. satu bulan berlalu setelah syukuran untuk rumah baru dan pemberian nama untuk baby gemeli Valr dan Valen atau yang sekarang dapat julukan keluarga Val five. sekarang semuanya tinggal dirumah baru milik Valen termasuk Vano, sebenarnya ia mau tinggal dirumah dinas tapi, Valr tidak mengijinkan hal itu.


Begitu juga dengan hubungan antara Ita dan Vano yang semakin dekat dan semakin kocak. tidak ada sedikitpun hari yang mereka lewati tanpa sebuah perdebatan dan tawa begitu juga dengan Valen dan Valr yang saat ini sangat menikmati peran sebagai orang tua bagi bayi kembarnya. mereka juga bekerja sama dengan ketiga baby sitter untuk belajar memahami perkembangan dan pertumbuhan ketiga anak - anaknya.


Sungguh keluarga yang harmonis penuh tawa tanpa perselisihan, terjalin diantara seluruh penghuni rumah. rasa kerja sama dan saling memahami satu sama lain juga, tumbuh dan berkembang didalam hati masing - masing dan tidak ada perbedaan antara asisten rumah tangga dan majikan begitu juga dengan bebysitter semuanya bahu membahu dalam melakukan pekerjaan dan mengasuh baby gemeli.


"Akhirnya mereka tidur juga" ucap Valen pada suaminya


"huuf, Valdi lasaknya minta ampun" ucap Valr karna baby boy Valdi kini lasak yang pertumbuhan dan kelincahannya lebih cepat dari kedua kembaranya


"lucu dan melelahkan ya sayang" sambung Valen


"lebih lucu lagi kalau kita buat adik untuk baby gemeli sayang, kamu mau ya bust satu lagi" tanya Valr


"mau apa" tanya Valen, memastikan perkataan syaminya yang baru saja ia dengar.


"Mau nambah anak perempuan satu lagi mbak Valen, itu saja tidak ngerti" seloroh Ita


"Ita" ucap Valen kaget


"astaga Ita" tegur Sofia yang sejak tadi berada diruangan baby gemeli namun, tidak berani mencampuri pembahasan tuannya karna ia anggap kurang sopan. tapi, hal itu tidak berlaku bagi Ita yang langsung seloroh tanpa berdosa menjawab ucapan Valen.


"tanya tuan, pasti benar" sambung Ita tanpa sadar mata Vano sudah siap membidiknya


"benarkah.?" tanya Valen


"benar, Ita memang pinter" sambung Valr yang membuat wajah Valen bersemu merah menahan malu. bagimana bisa Valr meminta hal itu depan umum


"nahkan benar, Ita the best" ucap Ita memuji diri dan lagi - lagi mendapatkan lirikkan yang siap membidiknya. tapi, kali ini dari mbok Inem


"Ita, kapan kamu bisa menghargai tuan rumah" tegur mbok Inem yang datang dari arah dapur membawa cemilan sore dan minuman segar.


"tidak apa - apa mbok, lagi pula Ita benar kok. tidak usah sungkan mbok, saya suka jiwa yang lepas namun terkontrol seperti Ita" ucap Valen


"maaf nyonya, silahkan nikmati dan diminum" ucap mbok Inem


"terimakasih mbok" ucap mereka kompak


"nahkan, benar lagi aku" ucap Ita


"kapan kamu ngaku salah" ketus Vano yang langsung duduk disamping Sofia, dan dengan sengaja Vano menyenggol sedikit bahu Sofia dan terus menatap Ita dengan intens.


sesaat suasana hening karna, ekspresi wajah merah merona yang dipancarkan Sofia saat Vano duduk sangat berdekatan dengannya. tampak jelas bahwa Sofia diam - diam menyimpan rasa pada Vano, rasa yang belum pasti semanis apa dan seberapa besar tersimpan didalam hati.

__ADS_1


"sayang apa mungkin Sofia menyukai abang ipar.?" tanya Valen berbisik pada Valr, tapi tanpa sadar dengan refleks Ita memajukan tubuhnya condong kedepan untuk menguping pembicaraan suami istri dari belakang dan hal itu hampir saja membuat ia mencium pipi Valen namun gagal. hingga belum sempat Valr menjawab pertanyaan dari Valen, Ita sudah lebih dulu menjawab.


"sepertinya kalau wajah merah merona bagaikan tomat itu tandanya, arus listrik sedang mengalir memenuhi syaraf hingga denyut nadi berhenti berdetak" ucap Ita berpuitis dan dengan sigap Valen dan Valr menoleh kebelakang dengan jarak yang sudah tidak ada lagi..


"ITAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Valen yang sudah mencium pipi Ita dan beruntung Valr sempat berhenti melihat kebelakang karna, ekor matanya berhasil melirik ada Ita dibelakang.


"NYONYAA.!!!!!!" ciuman pertamaku, nyonya yang renggut. terial Ita tidak kalah mengejutkan dari Valen


hanya orang tidak waras yang mampu menahan tawanya saat ini melihat aksi Ita dan Valen yang kocak.


"nyonya kalau mau cium pipi saya, kasih aba - aba dulu dong nyonya" ketus Ita sambil tertawa, sebenarnya dia hanya menggoda Valen


"dasar kamu Ita" ketus Valen sedangkan kini lirikan mata Vano sudah sangat tajam pada Ita..


"ITA.!! SEKARANG KITA KELUAR.!!" teriak Vano pada Ita dengan tatapan yang siap membidik musuh dan kebetulan hari ini mereka akan mengosongkan rumah dinas. karna, masih ada banyak barang - barang Ita dan Vano dirumah dinas itu untuk dibawa kerumah baru Valen


"Echh .. lirikan matamu, menarik hatiku.. ohh, senyumanmu manis sekali. sehingga membuat aku harus kabuuuuurrrrrr" Ita bernyanyi dan segera berlari dejauh mungkin dari Vano menuju parkiran mobil dan hanya tawa yang tersisa dari belakang.


"penuh perjuangan, untuk merubah Ita jadi waras" ucap Valr dan yang lain tertawa..


Diparkiran..


"naik kamu" ucap Vano


"sudah naik pak" jawab Ita yang duduk dibangku mobil paling belakang


"buat jaga - jaga pak, mana tau musuh ada yang menyerang dari belakang.


"musuh apa, pindah kamu didepan ini.! saya bukan supir angkot" jawab Vano ketus


"ooh iya, saya lupa" sambung Ita segera pindah dengan melangkahi semua bangku


"kurasa bangku mobil ini harus segera dicuci" ucap Vano


"kenapa pak" tanya Ita yang sudah duduk anteng dibangku depan.


"karna bangku ini bau setelah kamu langkahi" ketus Vano


"pak, kalau dilangkahi itu menyamping pak. nah, gerakan tadi namanya melewati" sambung Ita dan hanya mendapatkan gelengan kepala dari Vano.


30 menit mereka berputar - putar dengan mobil dikompleks itu sambil memulai pembicaraan yang serius..


"Ita, apa kamu mau terus - terusan dalam kondisi yang tidak tau diri sendiri.?" tanya Vano


"maksudnya pak" tanya Ita

__ADS_1


"maksudnya, identitasmu. apa kamu tidak mencoba sekali lagi untuk mengingat agar kamu bisa bangkit dan pulih juga, supaya kamu bisa bertemu keluargamu?" tanya Vano


"Aku Pernah berusaha untuk memulihkan ingatanku, tapi memori untuk masa depan terlalu tebal dan menutupi semua masa laluku. aku pernah mencoba bangkit, tapi alam tidak bersahabat memaksa ku duduk kembali. aku pernah mencoba merayap, tapi Dunia menyuruh ku untuk tiarap. aku pernah mencoba untuk diam, tapi gemuruh dilangit memaksaku berteriak karna ia memanggil kilatan petir yang menggelegar dan aku ketakutan. aku juga pernah sekali mengejar cahaya, tapi kegelapan selalu berkuasa diatas ku. itulah hidupku selama ini bingga saat ini aku tidak kenal siapa aku pak ganteng" ucap Ita pada Vano dalam mobil dimana mereka berdua kembali kerumah dinas.


"itulah proses hidup yang harus kamu lewati Ita, tapi kamu harus coba lagi dan saya siap membantumu" sambung Vano


"kenapa bapak, begitu menginginkan ingatanku pulih.?" tanya Ita dan tiba - tiba Vano teringat saat dirinya dan Ita menyanyi, ada hal diluar dugaan yang ia, Sofia dan Valr tau dan sangat mengejutkan. ketika Ita bernyanyi dengan nada tinggi.


Flashback On


"suara itu" Sofia


"suaranya" bathin Valr


"suara ini.." ucap Vano mencoba tenang dan berakhirlah lagu yang membuat Ita lega karna bisa segera pergi menyelesaikan misi. hingga Vano sejenak lupa akan suara Ita.


Flashback Off.


"Apa itu suaramu.?" tanya Vano dan membuat Ita bingung.


"haaaa.?" tanya Ita


"benarkah itu suaramu.?" tanya Vano lagi, yang sebenarnya tidak sadar dengan ucapannya


"haaaa.?" ucap Ita terus dengan ekspresi dimana mulut dan matanya terbuka lebar


"aku bahagia jika itu suaramu" sambung Vano


"hoaalaah, mulai gak benar ini pak ganteng" ketus Ita dan tiba - tiba bau menyengat memenuhi mobil. hal itu membuat Ita serasa muntah hingga membuka kaca mobil untuk mengambil udara baru yang segar. sedangkan Vano tidak merasakan bau sama sekali ia, terlalu asik dengan pikiran dan lamunannya.


"astaga.! kamu terlalu memerani peranmu pak ganteng, sampai bau kentut dari pantatmu pun tidak kamu rasakan semerbak apa aromanya" ketus Ita dan Vano masih belum menyadari bau yang sudah mencemari mobil.


"hais.! ternyata, bau kentut juga bisa bersatu padu di indra penciumanmu" ledek Ita yang masih saja belum berhasil membuat Vano tersadar dari lamunannya


"apa saat ini bisa dikatakan bahwa kebersamaan denganmu selama beberapa bulan ini, dikatakan indah.? Diam - diam aku menaruh hati padamu Ita, perasaan yang sama saat dulu Vanesa berada disisiku. aku harus bertindak cepat untuk melakukan penyelidikan dan pencarian secara diam - diam. juga, aku akan berjuang untuk Mencarimu Vanesa sampai dapat.! jika mati, aku harus menemukan tulang - tulang mu. jika, hidup maka aku harus membawamu pulang dalam kondisi lumpuh sekalipun.!! tekat Vano dengan mantap dalam hatinya


Hayo.. Vano sudah bertekad.!


apa yang akan terjadi setelah ini.?


Hallo selamat siang Reader😁😁😁😁😁


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong bebπŸ˜‰πŸ˜‰


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul JANJI PENGORBANAN.?? πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



__ADS_2