
RESTU II
Restu dari orang tua dan keluarga besar wajib untuk kita terima agar menjadi modal awal bagi langkah baru dalam memulai perjalanan hidup sendiri untuk menuntut ilmu. Doa dan Restu juga satu - satunya jalan menuju sorga dan kesuksesan. melangkah dengan pasti, tidak tergoyahkan adalah bentuk dukungan doa dari keluarga besar untuk maju.
Berjuang ditanah rantau milik orang bisa di ibaratkan dengan membina hubungan rumah tangga dengan pasangan, menyatukan dua pribadi berbeda serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Untuk itu, restu dari keluarga besar menjadi sangat penting untuk membimbing langkah kejalan yang benar.
Keesokan harinya, Valen sedang berkomunikasih dengan orang tua dan saudara nya melalui sambungan panggilan Video dimana Valen sudah memberitahukan pada orang tuanya bahwa anak - anak nya akan pergi melanjutkan studi nya di tempat yang sudah mereka pilih.
"Biarkan dan bebas kan mereka dalam memilih khususnya dalam pelajaran yang sesuai talenta mereka, jangan halangi semua ke inginan mereka dan digantikan keinginan mu" tegur abang sulung Valen yang mengetahui bahwa Valen sedikit tidak rela jika anak - anak nya pergi.
"oma, opa dan paman akan mendukung semua yang terbaik bagi kalian dan oma akan berdoa setiap saat agar umur kalian panjang dan kita bisa bertemu" ucap bu Nurs pada cucu kembarnya.
"Valdis dan kakak akan berusaha memberikan yang terbaik oma, tunggu kami. jika Tuhan memberkati, selesai studi nanti aku akan berkunjung ke Nias untuk pertama kalinya" ucap Valdis
"oma dan opa menunggumu kedangan kalian semoga Tuhan memberkati kalian, amin" jawab bu Nurs
"paman, Valdi mau ke Nias" teriak Valdi
"benarkah.? paman akan membeli tiket mu hari ini" ucap abang sulung Valensia dengan sangat gembira mendengar ucapan Valdi
"iya paman, aku mau berlibur ke Nias" ulang Valdi
"APA.!" kaget Valensia juga Valr.
"kamu tidak berhak melarang cucuku untuk datang menemuiku" ucap pak Charlie yang sudah sangat kurus dan memiliki pendengaran yang kurang karna usia yang senja.
"bukan begitu pa, kami hanya kaget" sambung Valen
__ADS_1
"paman, usahakan tiket ku. aku akan membereskan pakaian ku" teriak Valdi berlari menuju kamar
"baik, paman pesan tiket sekarang" ucap Abang sulung Valensia.
Saat ini Valensia dan Valr benar - benar tidak bisa berkutik ketika abang sulung nya memesan tiket untuk Valdi. lagi pula selama ini Valen tidak pernah membawa anak - anak nya berlibur ke Nias untuk berjumpa dengan keluarga besarnya.
Malam hari tiba dimana Valen dan Valr bekerja sama menyusun pakaian serta perlengkapan Valdis, Valdi dan Valaria karna besok mereka akan segera berangkat ke tiga tempat berbeda sekaligus yaitu ke Australia, Jakarta dan Nias. Valdi terus saja menatap Valdis dengan tatapan sayang dan tatapan yang sangat sulit di tebak sejak pembicaraan mereka semalam.
Flashback On
"jangan pikirkan cinta yang akan engkau tinggalkan karna kepergian diri mu, pikirkan saja sebesar apa cinta yang engkau tebar esok ketika kamu kembali ke tanah Air mu" Ucap Valdi kepada Valdis adik kembarnya yang bungsu, yang kini sedang berdiri dibalkon belakang menatap satu rumah kecil yang sederhana. yang berada tepat di belakang rumah mereka..
"apa aku harus percaya pada ungkapan yang mengatakan bahwa, usaha tak akan mengakhiri hasil.?" tanya Valdis.
"tentu jika, kamu bersungguh-sungguh menyakinkan keluarga, maka pada akhirnya restu akan datang pada mu dengan melimpah rua" ucap Valdi
Valdi dan Valdis begitu juga Valaria, bukanlah type anak - anak pada umum nya. sekalipun Valdis kocak dan tidak peduli dengan apapun yang terjadi, serta Valaria yang hanya dekat dengan seisi rumah nya saja dan terbukti mewarisi sikap Valensia yang tertutup dan Valdi dengan sikap ramah, mengalah dan bersahabat pada siapapun juga terbukti mewarisi setengaj dari sifat Valr. tidak membuat pikiran mereka bertindak sesuai tingkah masing - masing dengan kekuatan masing - masing. melainkan pribadi mereka selalu bijak dan dewasa dalam menguatkan juga menasehati satu sama lain..
"buktikan jika benar maka, ia milik mu.!" ucap Valdi dengan kedipan satu matanya yang menantang dan segera pergi dari hadapan Valdis adiknya. sekilas saat membalikkan badan tertangkap oleh Valdis ada wajah merah yang cemburu merubah ekspresi Valdi saat tatapan Valdis dan ucapan terakhirnya pada wanita yang sedang berdiri itu.
"apa kita terjerat dalam cinta segitiga yang diam - diam" tanya Valdis pada abang nya, yang langsung menerka perubahan ekspresi sang abang.
"dalam hubungan semua orang pada akhirnya dapat melalui berbagai tantangan dalam perjalanan meraih cinta pertamanya termasuk dalam mendapatkan satu wanita" tegas Valdi dengan senyuman yang tidak tergambarkan makna nya yang kini sudah membelakangi Valdis.
"Bang, Kerugian terbesar mu adalah ketika kamu menyerah pada perjalanan mengejar cinta pertama mu yang masih bisa untuk kamu perjuangkan." ucap Valdis yang langsung menebak bahwa mereka ternyata menyukai wanita yang sama
"Semua orang mengalami hambatan yang akan menyebabkan kerugian besar dalam hatinya dan dalam perjalannya meraih cinta." ucap Valdi lagi yang kini berbalik dan mendekati Valdis
__ADS_1
"Jangan menyerah untuk meraihnya, Hapuskan kata menyerah dari pikiran dan hati mu untuk mendapatkan sebuah pengakuan. jika, abang suka maka raihlah kebahagiaan sesuai ke inginan hati mu." sambung Valdis yang sepertinya mundur teratur demi abang kembar yang begitu sangat ia sayangi
"Dedek, dengar kita tidak harus egois untuk mengejar ke bahagiaan, suatu saat kamu dan aku akan menemukan arti bahagia yang sebenarnya. tanpa harus memperjuangkan satu orang yang sama dan menyakiti satu orang yang berbeda. itu hanya akan membuat hubungan kita jauh" ucap Valdi yang tidak mau egois demi perasaan nya yang belum pasti terhadap satu wanita yang diam - diam mereka sukai bersama
"bagiku kenikmatan yang jadi kebahagiaan sesungguhnya dan berharga adalah melihat mu bahagia dan berjuang karna sesuatu yang memotivasi mu untuk maju, Lebih baik berjuang dari sekarang hingga titik darah penghabisan dari pada berjuang nanti, setelah semua berakhir dalam penyesalan." ucap Valdis yang menurutnya sosok wanita yang ia pandangi akan menjadi salah satu motivasi bagi Valdi untuk berjuang.
Flashback Off
OMG.!! WOOW...
Reader, ada apa ini antara Valdi dan Valdis.?
Benarkah mereka menyukai wanita yang sama.?
Lalu siapa yang mengalah dan berjuang diantara dua lelaki yang tampan ini.?
Stay terus beby..
PEMBERITAHUAN
Ada yang minta agar Vano dan Ita di masukkan sedikit dalam cerita๐ mohon maaf reader itu sungguh tidak bisa, karna sebentar lagi kisah Vano dan Ita rilliss.. klo thor tuangkan Ita dan Vano sedikit disini, kalian bisa tau ending Vano dan Ita gimana jadi nggak surprise lagi dong๐. tapi tidak apa - apa nanti thor usahakan agar kesomplakan Ita dan Vano masuk disini ya beb๐
HALLO READER
Aku datang, maaf๐ baru bisa up, kerjaan realku tidak mau berbagi dengan tugas halu ku๐. thor mengerti kalian pasti sangat kecewa, mohon maaf๐๐
dan juga mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb๐๐
__ADS_1
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul AIR MATA CINTA.๐