
...PENYESALAN DATANG DI AKHIR KALIMAT...
Perasaan yang begitu tidak menyenangkan karena dipicu oleh berbagai persepsi dan rasa khawatir seolah Li Qin berada dalam bahaya yang nyata hingga membuat pikiran Tanaka dan Eleanor terus membayangkan sesuatu hal yang belum tentu terjadi membuat ke dua nya semakin mengeratkan pelukan satu sama lain agar saling menyalurkan kekuatan di antara ke dua nya dan meyakinkan bahwa Li Qin berada dalam situasi yang baik baik saja.
Dan diantara segala rasa khawatir serta prasangka buruk yang bersarang di pikiran nya Tanaka, terlintas beberapa pertanyaan di pikiran nya tentang alasan kuat kenapa ia harus khawatir disaat hati nya terasa dipermain oleh Li Qin. Memang benar ia mencari keberadaan Li Qin sejak subuh tadi akan tetapi, diri nya tetap tidak menemukan sosok wanita yang selalu membuat nya menunggu hingga beruban itu.
"Apakah kamu mencemaskan nya" tanya Ele pada Tanaka dan lelaki itu seolah bingung dengan hati nya sendiri
"Sungguh aku setiap berada di dekatmu terasa begitu nyaman" jawaban Tanaka, yang lain dari pertanyaan Ele.
"Entah Penyebab kecemasan mu, terhadap pasangan mu Li Qin itu di sebabkan karena ketidak pastian akan hubungan kalian di masa depan, atau ada hal lain yang membuat mu menjadi semakin cemas percayalah ini begitu sangat wajar dan tentu setiap orang akan mengalami nya. Li Qin pasti baik baik saja Tanaka" Ucap Ele menenangkan lelaki yang enggan melepaskan diri nya itu.
Entah hal apa yang membuat Tanaka jadi ling lung selain dari ketidak pastian karena status hubungan nya dengan Li Qin juga beberapa pertengkaran kecil di antara ke dua nya yang dapat terjadi karena adanya sebuah pertengkaran hingga diri nya begitu tidak peduli dimana Li Qin berada saat ini.
"Aku tidak bisa memikirkan apapun Ele yang pasti, aku tidak mau kamu kenapa kenapa karena aku bisa gila nanti nya" ucap Tanaka yang terus membelai lembut kepala Eleanor.
"Sudalah tenangkan diri dulu, ku rasa kita butuh istrahat" ucap Ele karena kaki nya pegal berdiri dan berpelukan selama berjam jam.
__ADS_1
"Apakah tadi Li Qin tidak ikut makan malam atau seledar membantu mami memasak untuk makan malam.?" tanya Tanaka lagi, dengan nada yang masih saja tidak terdapat ke khawatiran.
"Tidak, mami malah mengira kalau kamu dan Li Qin sudah berangkat bersama karena takut kalau kamu sudah pergi Li Qin tidak ada yang bantu untuk mengantar diri nya bekerja dan mami juga mengatakan kalau malam nya kalian pasti pulang bersama" jelas Ele lagi dengan raut khawatir.
Sungguh yang ada dalam hati dan pikiran Ele saat ini adalah bagaimana kalau semisal terjadi sesuatu yang tidak di inginkan malah terjadi pada Li Qin dan hal itu akan membuat lelaki nya menjadi semakin sedih, muram dan emosi tanpa terkendali.
"Sungguh aku tidak ingin terjadi hal buruk pada Li Qin lagi, aku takut kamu akan bersedih lagi dan kembali emosional lagi" ucap Ele dan pelukan Tanaka semakin erat di tubuh nya seolah memberikan perlindungan pada Ele padahal kalau di pikir pikir, Li Qin lah yang harus nya di beri perlindungan.
"Tenanglah, ada kamu disisi ku.! aku mustahil menjadi kalut" ucap Tanaka "Kemana pergi nya wanita itu, dimana Li Qin.! kamu bersembunyi dimana Li Qin" batin Tanaka.
Sementara itu di lantai bawah tepat nya di area parkiran sepasang mata melihat dengan penuh luka dan kecemburuan akan apa yang sejak tadi ia lihat dengan mata kepala nya sendiri, dimana lelaki yang begitu memuja nya dulu kini memeluk posesif wanita yang tidak akan pernah bisa ia lepaskan dan singkirkan bahkan sekalipun ia menjadi istri satu satu nya dari Tanaka.
Ya.. wanita yang melihat kemesraan antara Ele dan Tanaka sejak dua jam lebih adalah Li Qin, wanita si keras kepala dengan ego nya yang luar biasa tinggi. Disaat Tanaka pergi barulah diri nya mengemis untuk menerima Tanaka, memang penyesalan selalu datang nya di akhir kalimat..
Sungguh malam ini ia menyaksikan dua insan saling melepas rindu dengan pelukan dan tatapan mata yang begitu teduh dan dalam, ia juga melihat bagaimana Tanaka terus memeluk erat Eleanor dan mengecup puncak kepala Ele berkali kali. Bahkan, ia melihat bagaimana Tanaka yang memutar tubuh Eleanor dan menggendong nya ala pengantin baru menuju ke kamar Ele.
"Huff.. Ku kira Tanaka bisa dengan mudah ku bujuk setelah dia menunggu ku bertahun tahun jadi, aku sempat berfikir bahwa tidak masalah ia berubah selama beberapa hari ini. Karena, nanti juga akan membaik kalau aku kembali memberi nya harapan walau ujung nya ku gantung lagi" ucap Li Qin dalam batin nya, entah apa maksud Li Qin tapi sungguh sangat rumit kisah nya.
__ADS_1
"Tapi yang ku dapat justru ia mendatangkan wanita yang tidak bisa ku saingi dalam segi manapun saat ini, Sungguh aku tidak akan bisa menang melawan Eleanor. Dia jelas wanita yang begitu baik dan tidak suka mengusik, aku bahkan malu hingga tidak mampu lagi berkata kata walau sekedar menyapa nya saat kami bertemu" batin Li Qin lagi lagi berbicara sendiri tanpa ada yang tau keberadaan nya beserta mimik wajah nya..
"Apa kamu sekekanak kanakan itu Li Qin, sampai menginjak injak rumput dengan hentakan penuh dendam dari kaki mu.?" tanya Laura yang tiba tiba muncul entah dari arah mana.
"Astaga...!!!! kamu mengagetkan ku saja" ucap Li Qin yang benar benar kaget pada Laura..
"Ck.. aku bahkan sudah berdiri sejak lima belas menit yang lalu disini dan kamu terus saja menginjak injak rumput dengan penuh dendam, begok nya lagi kamu juga tadi sudah melirik ke arahku tapi entah kenapa lagi lagi kamu malah menyadari kalau aku ada disini" ketus Laura dengan jengkel.
"Haaa.?? benarkah.? Satu manusia berdiri di samping ku dan aku tidak tau.?" ucap Li Qin
"Ck.. bisa bisa nya, Btw.. kamu kemana saja seharian.?" tanya Laura penuh selidik pada saudari angkat nya itu.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
WARNING.!!
Akun Modelan seperti dibawah yang tidak membangun, hanya modal komen tapi gak like dan aura nya negatif, fikiran nya hanya menjatuhkan. Amat sangat tidak dibutuhkan komentar nya di karya ini ya😇
__ADS_1
Ingat, ketikan jarimu mewakili bagaimana pribadi mu. Kalau pribadimu baik, ucapan dan ketikan mu pasti beraura positif. Tapi, kalau pribadimu buruk, yang kamu pancarkan juga aura negatif dan ketikan mu seperti akun di bawah ini, modal komen saja belagu.