TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 54


__ADS_3

TUBUH TIDAK BERKEPALA


Ada waktu dimana kita harus melihat cahaya disiang hari ada waktu dimana kita juga harus melihat gelap dimalam hari dua waktu antara terang dan gelap begitu juga dengan perjalanan hidup kadang bahagia terkadang juga ada duka semua silih berganti dan pasti terjadi bagi setiap umat manusia hanya waktu nya saja yang belum ditentukan kapan, maka sebelum terjadi baiknya kita mempersiapkan diri.


seperti Valensia yang menerima pasien depresi berat tentu sudah ia tau resiko yang terjadi hingga tidak menuntut ataupun menyalahkan pasien, perawat juga manusia malam itu iya terpaksa menerima jahitan ditangan yang sobek karna gigitan juga harus menahan rasa sakit di area kepala dan punggung yang lebam hingga pagi satu cairan infus habis dialirkan dalam tubuhnya.


"aduh celeha maaf eike egoisee ninggalin celeha semalamπŸ˜”" ucap Vantosa menyesal


"iya dek maafin kita yaπŸ˜”" sambung Tina dan Ani


"sudah lupakan hanya luka ringan" ucap Valen santuy lagi.


tok


tok


tok


"permisi maaf mengganggu kepru" sela anggota tim Valensia


"ada apa.?" tanya Valen


"pak Direktur mau melihat jadwal perawat yang sift semalam"


"whaat..!!!!😱" ucap kompakk


"astaga sus aku terkejut tau"


"yei sempet tak lihat Direkk ngamuk" tanya Vantosa


"marah banget bang"


"aduuhh"


"bang Vantosa tolong ambil daftar sift nya" ucap Valen santuy sedangkan 3 sahabat kecilnya mulai gemetaran


"baiklah eike ambil dulu yei dek" sambung Vantosa kepada suster


"sus kamu boleh pergi nanti bang Vantosa yang mengantar karna baru diambil di mess" sambung Valensia bohong


"baiklah kepru, saya permisi dulu" dan mendapat anggukan dari yang lain.


"kak lepasin aboked ini" ucap Valen bangkit dari tidurnya dan duduk

__ADS_1


5 menit kemudian Vantosa datang dan melihat Valensia sedang makan terlihat kondisi Valen mulai membaik hanya saja telinga nya memar


"dek ini datanya" ucap Vantosa gugup bisa jadi ini akhir masa bhakti nya di RSUDπŸ˜‚


"yasudah antar kekantor pak Direk, aku sudah ubah daftar petugas sift kalian semua aman.!" jawab Valen santuy


"haaa bener.?" tanya ke 3 nya


"mmmm"


"makasih yaa celehaaa yei baikkk bener dweeeh aaahh makin cinte eike sama dirimiiuu.!" goda Vantos


"udehhh lumutan tuh direk nungguin gercep gi.!" sewot Ani


"πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„"


Vantosa pergi mengantarkan daftar perawat yang sift malam kekantor Direktur tentunya ini akan jadi teguran atau pemecatan. beruntungnya Valen semalam mengubah jadwal agar tidak ada pemotongan gaji untuk sahabatnya tapi nasib sial malah menimpanya.! diruangan Valen lagi mendapatkan pijitan gratis dari sahabat nya setelahnya ia segera mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


BANDARA BINAKA GUNUNGSITOLI


pagi tadi tepat pukul 05:00 subuh para rombongan TNI AL/AD/AU sudah mendarat sempurna dibandara pulau Nias bersama dengan Gubernur Menteri pariwisata dan MENKUMHAM dan jajaran lainnya menuju Nias Selatan tentunya Valr tidak bisa lepas dari kunjungan kerja ia termasuk dalam anggota pengamanan namun sebelum nya mereka berkunjung ke RSUD Gunungsitoli untuk memantau perlengkapan dan persiapan para tenaga medis dalam menangani dan mengatasi pasien terpapar.


pukul 07:30 wib deretan mobil patroli terlihat berjejer bersamaan dengan mobil mewah dan tim pengamanan yang sangat ketat tentunya semua kepala ruangan wajib stay ditempat termasuk Valensia yang baru mendapatkan kabar pagi ini dengan lihai ia memerintahkan semua tim dan cs untuk merapikan seluruh ruangan karna titik fokus pejabat negara adalah ruangan tempatnya memimpin sebagai kepru mereka masih punya waktu karna ruangan pertama yang dikunjungi adalah kamar mayat dan sebelum itu ada penyambutan sekapur sirih.


"celehaaaa yei diperintahkan pak Direk untuk autopsi jenazah yang diduga sudah terpapar virus" teriak Vantosa yang sudah kembali dari ruangan Direk


"ngapain.?" tanya Valen


"yei belum dengar yaπŸ™„ semalam pasien depresi itu memenggal satu kepala anggota keluarga nyee hingge lepasss semua kepala dari leherr nya" jelas Vantosa


"astaga.!! gileee kenapa itu jadi tanggung jawab ku.?" protes Valen


"karna jenazah pasien diduga terpapar virus dan yei kan penanggung jawab nya jadi yei yang berhak autopsi karna dokter nya gak bisa.!" sambung Vantosa


"haiisssst dokter macam apa yang lari dari tanggung jawabnya" gerutu Valen dan mendapatkan tatapan sedih dari tim nya karna seyogianya Valen istrahat untuk saat ini karna insiden yang hampir saja merenggut nyawanya


Valensia keluar dengan perlengkapan nya tampil anggun dengan pakaian dinas kebanggaan nya sekalipun tertutup dari ujung kepala ke ujung kaki ia merasa tetap sexy dengan style nya😊 tanpa ragu ia melangkah masuk kekamar mayat dengan langkah ringan



"selamat pagi bu kepru.?" sapa petugas penjaga mayat


"pagi pak" jawab Valen dengan senyuman yang tidak terlihat karna masker dan face shield nya

__ADS_1


"bu kepru ini data pasien nya"


"terimakasih pak, wah sudah tua apa dia seorang kakek.?" tanya Valen karna melihat angka 70 diumur jenazah yang akan di autopsinya


"iya bu kepru korban sudah tua dan penyakitan, namun kejadian tragis menimpanya"


"kejadian setragis apa.?" tanya Valen yang masih belum tau


"anak nya sendiri memenggal kepala orang tuanya hanya karna menuntut pembagian harta gonogini bu kepru"


sontak semua data pasien jatuh dari tangan Valensia bukan karna takut dengan pasien yang kepalanya dipenggal tapi kaget mendengar sipelaku pemenggalan


"bu kepru tidak apa-apa.?" tanya petugas dan mengambil data yang jatuh dilantai


"tidak saya kaget saja bagaimana mungkin ada anak setega itu"


"tubuhnya masih dalam kantong jenazah bu kepru karna pihak kepolisian dan MENKUMHAM ikut serta dalam autopsi hari ini dan memastikan apa korban positif terpapar atau tidak karna jika ya terpapar maka semua orang yang ada di TKP wajib diperiksa" jelas petugas


tidak lama kemudian terdengar suara kaki langkah para rombongan petugas kepolisian serta tentara dengan peralatan lengkap memasuki ruangan dimana Valen berdiri.


"sudah bisa dimulai bu kepru" ucap Direktur pada Valen setelah mereka memberi salam pada petinggi negara dan kepala daerah


"baik pak" jawab Valen dengan segala kesiapannya


perlahan kantong jenazah itu dibuka dan terlihatlah darah yang sudah menyebarkan bau amis serta tulang yang nongol dari leher tanpa kepala tubuh kurus yang sudah sangat keriput itu terbujur kaku dan kehilangan 10 jari-jari tangan nya😭 dengan penuh kasih sayang dan doa Valen membersihkan darah disekitar leher dan dalam leher pasien yang sudah berlubang karna tidak adanya kepala tanpa rasa takut.!


1 jam berlalu Valensia masih terus membersihkan tubuh pasien dengan telaten sampai bersih hingga ditemukannya kepala yang sudah pisah dari tubuh segera pihak kepolisian menyerahkan nya ketangan Valensia.!


tidak ada pembicaraan dari semua pihak suasana sangat hening dan tertib mereka hanya fokus pada aksi Valensia yang sangat menikmati pekerjaan nya dalam membersihkan tubuh tanpa kepala itu serta sedang mengumpulkan 10 jari tangan yang sudah terputus seperti sedang mengumpulkan chokie-chokie begitulah cara Valen memegang 10 jari itu dan ia cocokkan ditangan pasien kemudian ia satukan dengan cara melilitkan plaster medis hingga terlihat 10 jari pasien itu tersambung kembali.


dengan penuh keberanian Valensia mengangkat kepala dari kantong plastik yang penuh darah kedua mata terbuka dan melotot kearahnya, kulit pipi yang sudah keriput pinggiran mata yang sudah mengeras mustahil untuk tertutup namun kelihaian Valensia jangan diragukan lagi.! dengan cepat ia membersihkan seluruh darah yang sudah melumuri kepala tua bagaikan selai strowberry


butuh waktu 1 jam untuk membersihkan hingga kepala itu terlihat segar dan pucat sedangkan untuk mata yang terbuka melotot di silangkan nya plaster medis hingga mata jenazah tertutup sempurna.!


dengan lihai kepala yang sedang dipenggang Valensia bagaikan sedang memegang bola ia satukan ditubuh keriput pak tua yang mati mangenaskan, entah kenapa air mata Valensia menetes melihat tubuh keriput orang tua itu ia kembali melilitkan plaster dalam jumlah besar untuk menyatukan antar tubuh dan kepala yang otaknya sudah berceceran hingga tidak terlihat saat sudah dibersihkan itu menyatu.


proses autopsi berlangsung hingga tindakan formalin kemudian dengan mengikuti hati nurani ada seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya membelikan peti indah untuk diberikan pada jenazah dan berakhir pada penyerahan jenazah kepihak keluarga secara simbolik dipimpin oleh kapolsek kota yang juga abang kandung Valensia namun sebelum nya hasil tes lab keluar bahwa jenazah positif terpapar dan wajib dikuburkan saat ini juga oleh petugas medis.


"terimakasih kepru" ucap kapolsek yang sadar itu adiknya


"sama-sama pak sudah tanggung jawab saya" jawab Valensia


hasil tidak akan mengecewakan para kepala daerah yang menyaksikan keberanian dan kelihaian Valen dalam menangani pasien termasuk jenazah memberikan banyak pujian termasuk para menteri hingga promosi jabatan dan golongan untuk Valensia dan bonus kuliah kejenjang paling tertinggi dari menteri ia dapatkan hanya dalam waktu 3 jam dirinya meluluhkan para petinggi negara dan daerah..

__ADS_1


Selamat untuk keberanian dan promosimu Valensia.!! teruslah berkarya didunia kesehatan jasa dan tindakanmu pasti dibutuhkan oleh semua masyarakat.!! hayooook semburrr like vote dan ratenya dong readers😍😍😍😍😍😍😍😍 ini thor desak Valen jujur loooooo😁😁😁😁😁😁


__ADS_2