
...BAU BUSUK...
Beberapa bulan berlalu, semua keadaan hati sudah membaik. Valensia akhir nya menerima kekalahan dan mau berdamai dengan kenyataan bahwa putra bungsu nya harus menerima hukuman nya hingga, hubungan Valensia dengan ibu Li Qin beserta sang putri terjalin rasa kekeluargaaan yang begitu sangat kuat dari sebelum nya.
Dan Li Qin, sudah pulih total dengan rambut kepala nya yang sudah panjang dan membuat nya semakin cantik, tidak ada yang akan tau kalau ia pernah di siksa hingga seluruh tubuh nya tidak seperti kulit manusia. karena, kini kulit tubuh nya dan seluruh badan nya berkali-kali lipat lebih mulus dan kencang dari kulit nya dulu, bahkan kulit nya ini amat sangat terawat kemulusan nya dan Tanaka juga sudah semakin dekat dengan wanita incaran nya di masa kecil itu.
Begitu juga Vano dan Valr, dengan damai melakukan pekerjaan nya di kantor dan pekerjaan dunia gelap. setelah semua keadaan membaik, mereka tinggal menata ulang semua kekacauan dan selesai sudah kedua nya melewati keretakan baik dalam keluarga dan pekerjaan.
Pagi ini, Tanaka pergi kerumah yang dulu sempat menjadi rumah ternyaman bagi nya sebelum banyak kekerasan dan kekacauan terjadi dan tentu saja rumah itu adalah rumah Valdis. Entah kenapa hati nya gelisah memikirkan bahwa ada satu wanita simpanan adik nya di dalam ruang bawah tanah dan hal ini baru ia ketahui setelah Li Qin bercerita di tambah dengan ia melihat ulang keseluruhan video penculikan Li Qin.
"Aku tunggu disini saja, aku takut ikut dengan mu karena kaki ku serasa tidak mampu berjalan" keluh Li Qin pada Tanaka.
"hm.. Kalau begitu kamu jaga diri disini dan jangan takut.! kamu nyalakan saja televisi dan tunggu aku datang" kata Tanaka pada Li Qin sambil mengelus pucuk kepala Li Qin dan ucapan lelaki tampan itu di angguki oleh Li Qin dengan sangat manis.
Dan kedatangan Tanaka kali ini adalah untuk meminta terimakasih kepada Clara yang akan ia jumpai karena telah membantu Li Qin selama wanita pujaan nya di sekap, sekaligus membawa Clara dan membebaskan Clara dari perbudakan **** Valdis adik keparat nya itu dan alasan kenapa ia tidak membawa Li Qin. karena, gadis pujaan hati nya itu ketakutan dan memilih akan menjumpai Clara nanti setelah Tanaka membawa wanita simpanan adik nya ketempat nya.
Sesampai nya di sana "Hallo.. ada orang disini.?" tanya Tanaka, sambil melirik-lirik ruangan itu setelah ia tiba di ruang bawah tanah dan ia hanya sendiri, tidak membawa siapapun karena Li Qin mengatakan bahwa Clara sehat jasmani rohani jadi tidak akan susah membawa nya naik ke atas.
"Clara.??" ucap Tanaka yang langsung menyebut nama wanita simpanan adik nya, yang nanti nya akan berkenalan dengan diri nya.
Tanaka terus berjalan meski ia tidak tau dimana letak ruangan Valdis dan Clara tapi, ia memilih untuk tetap melangkahkan kaki nya kedepan sambil terus memperhatikan bangunan yang bergaya american classic itu. sunguh ini adalah ruangan termegah dan terbaik di rumah ini menurut nya, dengan gaya elegan dan warna pastel yang begitu nyaman di pandangan mata.
__ADS_1
"Kenapa tidak ada yang menyahut.??" tanya Tanaka dan tidak ada yang jawab.
"Clara.." teriak Tanaka hingga suara nya menggema di ruangan itu.
*
Tanaka lama menunggu tanpa ada yang menyahut akhir nya ia mencoba menelpon Li Qin.
"Hallo, Tan ada apa ?" tanya Li Qin
"Aku belum menemukan Clara, dia juga tidak menjawab panggilan ku sejak tadi dan ini sudah dua jam aku berada disini sambil meneriaki nama nya" kata Tanaka dan Li Qin mengernyitkan dahi mendengar perkataan Tanaka.
"Tan, coba kamu maju saja nanti kalau kamu menemukan ruangan yang tidak ada lagi jalan untuk maju maka kamu sudah berada di ruangan Clara berada" jelas Li Qin
"Berarti kamu akan tiba, maju lagi lewati lorong itu dan kamu akan menemukan kamar utama dan itulah kaar Clara. ruangan depan nya adalah ruangan dimana aku di sekap oleh Valdis, biasa nya Clara akan menonton di ruangan yang ada sebelum ruang kamar" jelas Li Qin lagi dan keduanya mematikan sambungan telepon, Li Qin yang hafal ruangan itu menjelaskan secara detail pada Tanaka sekalipun ia tidak tau jalan untuk kabur saat itu.
Tanaka semakin maju, semakin tercium pula bau yang kurang sedap di ruangan tersebut hingga ia tiba di ruangan dimana ada TV dengan ukuran raksasa entah berapa inch, dalam keadaan tidak menyala.
"Ruangan inu sangat bersih tapi, kenapa begitu bau" kata Tanaka sambil mengambil masker di saku celana nya, lalu memasangkan masker tersebut agar menutupi mulut dan hidung nya.
ia memperhatikan sekeliling dan ruangan itu begitu sangat bersih akan tetapi bau menyengat semakin jelas tercium hingga Tanaka tiba tepat di depan pintu kamar yang Li Qin katakan tadi dan ia yakin bahwa itu adalah kamar Valdis dengan wanita simpanan nya Clara.
__ADS_1
tok.. tok.. Tanaka, mengetuk pintu berulang kali dari ketukan kecil, sedang, besar hingga sangat besar.! tentu saja ini membuat ia merasakan ada yang tidak beres di tempat ini.
"Seperti nya ada sesuatu yang tidak beres di dalam ruangan ini, bau nya semakin menyengat saja" kata Tanaka, lalu berfikir sejenak untuk memanggil Ucok dan Bambang agar turun kebawah dan sebelum nya ke dua rekan nya itu menunggu di teras sambil beristrahat tanpa mau mengganggu.
Setelah Ucok dan Bambang sampai, sembari menunggu tadi Tanaka sempat berkeliling dan melihat tempat Li Qin di sekap.
"Ruangan ini kenapa bau sekali" kata Ucok dan Bambang.
"Tidak ada waktu lagi, aku sudah tiga jam membuang waktu disini dan tidak ada satupun yang menyahut" ucap Tanaka
"Kalau begitu kita dobrak saja, sebelum nya mari videokan agar kita berbicara di sertai bukti mana tau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di dalam dan membuat hubungan mu dengan adik mu semakin renggang" kata Bambang
"Tidak usah, aku sudah memegang kendali cctv nya jadi semua sejak awal sudah terekam hingga di dalam kamar yang segera kita dobrak" jelas Tanaka
Cekleeekkkk.. "tidak usah di dobrak, pintu nya tidak di kunci" kata Ucok dan seketika semua merasakan mual yang tidak tertahankan karena bau bangkai yang keluar dari kamar itu
"HUEEEEEEEKKKKKKK" Ketiga nya di kejutkan oleh bau dengan banyak lalat diatas ranjang king size yang sangat mewah dan mata mereka membulat sempurna melihat tulang belulang dan tengkorak manusia di atas ranjang itu dan ada 10% dari daging nya yang di rebuti oleh ulat-ulat.
"Seperti nya kita datang terlambat" kata Ucok
"Wanita yang kau maksud pasti adalah tengkorak ini" kata Bambang
__ADS_1
"Bagaimana ini" kata Tanaka dan ia langsung menghubungi Valr serta Li Qin juga ibu nya Valensia, ia bercerita tentang kejadian pagi ini.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye