
AKU DISERANG MENDADAK
Sesaat Valensia menatap lekat wajah Valr yang ada tepat dihadapan nya, menatap dengan dalam melihat seberapa besar rasa sukanya pada pria gagah disampingnya kini yang kadang semena-mena menciumnya tanpa izin siempunya pipi.
"sepertinya kamu mau bicara sesuatu." tanya Valr
"tau dari mana.?"
"dua bola matamu mengatakan aku ingin bicara" jawab Valr
"mataku tidak bisa bicara, bagaimana mungkin.?" sambung Valen pura-pura tidak paham
"aaa sekalian matamu juga bilang kalau kamu mau menciumku dengan menatapku lekat" ucap Valr tanpa dosa
"yaaakkkk.!! sembarangan aja lu🙄"
"salah ya dek😂"
"pake bangett.!" ketus Valen
"ok katakan yang sebenarnya" jawab Valr dengan tegas memasuki mode serius
begitu juga dengan Valen mulai masuk mode-on untuk kegabutannya
"bang.?"
"mmm"
"abang yakin dengan keputusan ini.?" tanya Valen dengan lembut
"yakin.!" tegas Valr tanpa ragu sedikitpun
"apa semua kamu lakukan terpaksa karna sebuah janji.?" tanya Valen menyelidik
"karna sebuah takdir dek.!!" jawab Valr mantap dan berhasil membuat Valen terdiam beberapa detik
"takdir seperti apa.??" tanya Valen lagi
"takdir seperti ini.!!!!"
__ADS_1
dengan gerakan yang cepat Valr mendaratkan satu kecupan tepat dibibir Valensia yang masuk dalam kategori bibir tipis dan satu tangan berada dileher belakang Valensia agar tidak ada waktu baginya untuk memundurkan kepala melepaskan ciuman Valr.
lihat ekspresi wajah Valen saat ini matanya membulat besar, wajahnya memerah kedua tangannya menahan dada Valr berusaha untuk menjauhkan tubuhnya dari serangan mendadak seorang prajurid😂
namun kecupan sekilas itu malah menjadi aneh dan bertahan selama 6 menit hingga membuat Valen kehabisan oksigen, padahal ia berada dikawasan pantai tentu anginnya sejuk dan bebas untuk mengambil oksigen melalui hidung😂
Valr mungkin sadar tunangannya itu gelagapan akhirnya ia melepas pelan bibirnya dari TKP😂 dan mengatur nafasnya kembali agar seirama dan normal.
"bang ini tempat umum tau.!!" kesal Valen
"gila gila gila gerakan bibir apa itu tadi🤥 aaaaaaaa😫😫 lelaki memalukan dasar siappp grakkkk kau membuatku sangat malu.!! bathin Valensia sambil mengernyitkan dahinya
"kalau ditempat privat orang ketiga bisa jadi setan dek" ucap Valr santai tanpa dosa
"haiiisst.!!!"
"siap grakk jelas kamu sangat berbeda dari abang mu😊 tidak ada tindakan dewasa dalam hal negatif yang ia lakukan padaku ia selalu menghargaiku sebagai berlian yang harus ia jaga semestinya😊😊 saat ini akupun sangat merindukan nya.! tingkahmu sangat jauh berbeda darinya😊" gumam Valen dalam hatinya namun berusaha terus tersenyum walau sesungguhnya sakit.
"dek haruskah abang minta maaf untuk kejadian barusan.? tanya Valr karna merasa sudah lancang
namun Valen hanya memberikan senyum terbaik yang ia miliki untuk menutupi betapa tidak sukanya ia pada perlakuan seperti itu, melihat senyuman dari bibir Valen yang menurutnya tulus ia anggap sebagai kata jangan ucapkan maaf
"bang.?"
"😊😊😊😊😊😊" Valen memberikan senyum kegugupan nya
mengerti kegugupan dari tunangan nya Valr dengan lembut membelai rambut panjang Valen berusaha meyakinkan Valen bahwa tidak apa-apa jika ia jujur
"katakanlah apapun itu buat dirimu senyaman mungkin dek, sekalipun berat katakanlah saja" ucap Valr dengan tulus
"apa kamu mau menikahiku sekalipun tidak ada rasa diantar kita.?" tanya Valen berhasil memberanikan diri untuk pertanyaan nya yang pertama
"aku yakin.!"
"apa kamu akan meninggalkan ku jika kedepan kita menemukan banyak ketidak cocokan" tanya Valen lagi masih dengan mode berani
"aku tidak akan meninggalkan mu percayalah dalam keadaan cinta ataupun tidak kamu akan tetap menjadi pendamping hidupku yang selalu berdiri disampingku.!"
"kapan kita akan menikah.?" tanya Valen lagi
__ADS_1
"bulan januari tapi belum tentu waktunya biarkan itu jadi urusan tertua adat"
"baiklah.." jawab Valen dan kemudian memilih diam
"Valensia jawab pertanyaan ku dengan jujur apa kamu siap.?" tanya Valr tegas namun terdapat kelembutan diakhir kalimatnya
"aku belum siap bang tapi aku tidak punya pilihan untuk menolak semua ini" jawab Valen sambil menundukkan kepalanya
"kenapa kamu tidak siap.?"
"aku takut menikah, aku takut sebuah kehamilan.!! aku takut jika suamiku akan gugur dimedan perang, aku tidak mau kehilangan dan ditinggal mati lagi, aku sungguh tidak siappp😔🙁☹" ucap Valen dengan air matanya yang sudah lolos tak terbendung lagi.
"jangan menangis🤗 menikalah dengan ku dan ikuti aturanku kau pasti aman.!" tegas Valr " takut dengan kehamilan.? jujur saja kamulah wanita pertama yang takut hamil.! aku butuh keturunan Valensia, aku menginginkan anak cewek/cowok satu juga tidak akan ku permasalahkan, jika kamu takut maka kita jalani dengan santai jangan terbebani seiring berjalannya waktu kamu pasti siap" lanjut Valr sambil memeluk Valensia dan memandang luas kearah lautan.
"Dek, seluruh tubuh dan semua milikku sudah pasti akan jadi milikmu sepenuhnya tanpa ada yang berani merebutnya darimu.! tapi untuk hidup dan matiku biarkan itu jadi urusannya Tuhan, kamu jangan ikut campur dalam rencana indahnya Tuhan.!! karna kamu dan aku tidak berhak mencampuri urusan sucinya" jelas Valr dengan lembut berusaha memberikan pengertian pada Valen.
"artinya tidak ada jaminan untuk keselamatan hidup darimu.!" ucap Valen dengan nada yang ingin marah
"aku bisa menjamin seluruh kebutuhan mu tanpa menggunakan sepersenpun keuanganmu, aku juga bisa menjamin kebahagiaan mu jika saja kamu mau membuka hati untukku aku jamin kelangsungan hidupmu.!!" tegas Valr
"tapi aku sungguh tidak bisa menjanjikan nyawaku Valensia.!! aku seorang prajurid yang sering berada ditengah lautan dalam dengan ribuan bahaya yang siap menghancurkan dan merenggut nyawa kami" jelas Valr yang memang tidak bisa berjanji untuk hal itu.
"tentu saja kamu tidak bisa menjanjikan hal itu siap graaakkkk.!! kau seorang prajurid yang pantang mengingkari janji.!!" tegas Valensia dalam hatinya
"cobalah pahami posisi ku dan berdoalah untuk keselamatan dan umur panjang untuk kita dan orang tua kita" sambung Valr
"iya bang"
"Valen.?"
"iya.?"
"bisakah mulai sekarang kamu melihatku utuh sebagai Valrisman.?? bukan sebagai Yalrisman.!! tegas Valr namun dengan tatapan tajamnya
"apa Valen menatap abang sebagai orang lain.?" tanya Valensia bingung
"kamu kadang baik, kadang lembut, kadang diam abang jadi berfikir mungkin karna kemiripan antara kami, akhirnya kamu melihat Yal diwajahku dan ketika sadar itu bukan Yal melainkan aku.! kamu langsung sedih hingga timingmu berubah ubah dalam 1 menit.!!"
"percayalah aku memandangmu sebagai Valr pak tentara." ucap Valen lembut dengan senyuman yang tulus darinya..
__ADS_1
"baiklah, sekarang abang mengerti apa yang kamu takuti saat menikah dan abang harap kamu tetap siap sekalipun masih belum ada cinta.!" sambung Valr
mungkinkah ini artinya mereka berdua siap menikah tanpa cinta.?? seperti apa bahtera rumah tangga sang perawat dan prajurid militer dibangun tanpa pondasi kokoh.????