TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 346


__ADS_3

...TENTANG MALAM YANG GELAP...


Konon kata nya tiada awan di atas langit yang akan tetap selama nya memegang cahaya yang terang di atas awan, pastilah ada saat dan waktu nya dimana awan di atas langit akan mengalami perubahan kecerahan dari cuaca cerah dengan awan yang cerah ke cuaca gelap dengan awan yang berubah mendung dan gelap.


Semua yang terang tentu tiada mungkin akan terus-menerus seterang cuaca yang cerah karena selalu ada pergeseran dari terang sehabis itu tibalah semua pada malam gelap gulita lalu lahir lagi pagi yang membawa keindahan dan terkadang duka bagi beberapa orang seperti itulah kehidupan manusia persis seperti perubahan alam. 


Sekarang Laura dan Ele masih di satukan oleh waktu dalam suasana dan ruangan yang sama dimana Ele sungguh sangat kaget ketika mendengar kata ambulance dari Laura, ia sungguh penasaran kenapa Li Qin dengan berani membawa mobil ambulance dan dimana mobil tersebut akan tetapi di balik rasa penasaran nya ada tawa yang meledak ledak yang ingin keluar dari mulut Ele hanya saja terus ia tahan karena situasi khawatir nya jauh lebih besar dari tawa nya saat ini.


"Tapi, mobil ambulance.?" tanya Ele sedikit bingung "kenapa ada mobil ambulance.? maksud ku kenapa, direktur rumah sakit menanyakan mobil ambulance kepada mu" tanya Ele pada Laura


Laura yang mendapatkan pertanyaan itu refleks menutupi kebohongan nya dengan elegan "karena Li Qin datang kesini dengan mengendarai mobil ambulance" ucap Laura tanpa ada ekspresi yang mencurigakan karena ia tidak mungkin mengatakan kalau Li Qin membawa mobil ambulance untuk membawa semua barang barang nya karena wanita keras kepala itu resmi pindah di rumah dinas.


"Aaah.. yaampun Li Qin, ada ada saja kelakuan nya." ucap Ele tertawa "Apa mungkin dia sengaja mencari dukungan dari para arwah senior yang bersemayam di mobil ambulance untuk mendukung nya melawan Tanaka hari ini.?" tanya Ele dan Laura pun tertawa terbahak bahak seolah ke duanya melupakan rasa khawatir yang begitu besar dalam diri mereka.


"Apakah tadi Li Qin mengelurkan taring nya pada Tanaka.?" tanya Laura sambil tertawa

__ADS_1


"Ia, dia bahkan jauh lebih ganas dari sebelum nya" jelas Ele lagi


"Berarti fix, roh senior yang bersemayam di dalam mobil ambulance sudah berhasil merasuki diri nya" jelas Laura menambahi dan mereka kembali tertawa nyaring di malam yang gelap.


"Laura, aku harus kembali ke kamar ku apakah kamu mau tidur bersama ku malam ini.?" tanya Ele pada Laura dengan wajah penuh harap bahwa Laura mau menuruti permintaan nya yang begitu sederhana.


Mendengar permintaan dan ajakan dari Ele untuk nya membuat pikiran Laura langsung membawa nya pada kejadian beberapa minggu yang lalu bahkan kejadian itu sudah hampir dua bulan berlalu tapi semua adegan demi adegan terus berputar dengan sangat jelas di otak Laura hingga, ia sedikit mengerutkan kening nya dan membuat Ele heran akan ekspresi wajah Laura yang seperti jijik, takut dan aaahkk.. sulit di ekspresikan oleh nya.


"Jika kamu tidak keberatan ya tidak masalah" ucap Ele pada Laura


"haaa.?? takut.??" beo Ele "Takut kenapa.?" tanya Ele lagi secara beruntun pada Laura


"Aku mengingat beberapa kejadian yang pernah ku lihat dan itu membuat ku kerinding, takut dan ingin sekali bertanya bagaimana rasa nya" ucap Laura sambil memikirkan sesuatu dengan sangat serius.


"Bicaralah yang jelas Laura, kamu membuat ku begitu penasaran" tanya Ele

__ADS_1


"huff.. bagaimana aku bisa bicara yang jelas sedangkan kamu tidak akan punya jawaban yang jelas nya" ucap Laura seperti pasrah dan diri nya sengaja agar ia tidak terpancing dengan Ele yang bisa saja membuat nya bicara keceplosan dan hal itu tentu saja akan membuat Ele semakin malu pada Laura karena, aksi ranjang nya telah di ketahui oleh Laura.


Ele yang mendengar itu terasa kecewa karena rasa penasaran nya sempat merasuki seluruh pikiran nya "haiss, aku mengira kamu akan berbagi cerita" ucap Ele kecewa


"Ini hanya hal kecil, aku juga bingung jika menceritakan nya pada mu karena akupun tidak tau bagaimana memulai menjelaskan secara kamu tidak ada di tempat kejadian" ucap Laura dengan kalimat berbohong dan Ele menarik wajah kecewa nya di gantikan dengan wajah senyum yang kembali tulus.


"baiklah baiklah jadi, bagaimana sekarang jawaban mu. Apakah kamu mau tidur bersama ku malam ini.?" tanya Ele dengan mata yang di kedip kedipkan secara genit


"Baiklah baiklah, jangan membuat mata kurang normal seperti itu" ucap Laura dan Ele tertawa lagi "Aku mau tidur asalkan kamu sudah menukar set bedcover mu maka aku akan tidur bersama mu malam ini" ucap Laura, sungguh otak nya masih memikirkan tentang kejadian dewasa itu hingga ia mengingat persis warna bedcover di kamar Ele.


"Aman, setiap hari di ganti kok dengan yang baru karena kalau tidak di ganti nanti bau keringat nya akan membuat tidak nyaman" jawab Ele antusias dengan jempol di acungkan nya ke atas, ia sunggu tidak menyangka kalau penjelasan nya semakin membuat Laura berfikir lebih jelas pada ke jadian beberapa bulan yang lalu.


Beberapa waktu berlalu hingga malam sudah tiba dimana kegelapan menyelimuti Bumi di seluruh langit dengan suara jangkrik dimalam hari yang menemani kesunyian di malam gelap yang tidak berbintang, Malam adalah waktu dimana matahari telah terbenam dengan sempurna dan akan kembali terang ketika matahari terbit kembali. Setiap waktu malam sering di definisikan semua orang sebagai waktu dimana mereka berkumpul dengan keluarga masing masing untuk melepaskan lelah ketika suasana sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari.


Malam hari memang sungguh merupakan waktu yang pas untuk rehat dan merenungkan segala aktivitas yang telah dilalui sepanjang hari. Dengan begitu, pikiran dan jiwa bisa sekaligus intropeksi diri atas apa yang telah dilalui sepanjang hari ini sementara di kamar Tanaka, lelaki itu sudah ikut terbaring bersama dengan Li Qin yang sama sama sudah berada di alam mimpi dengan Li Qin yang sudah memeluk erarlt tubuh lelaki tamak itu tanpa sadar. Ia pasti mengira kalau tubuh Tanaka adalah bantal guling yang ada di kamar nya sedangkan Tanaka juga tertidur pulas dengan lurus tanpa menyentuh Li Qin sama sekali karena pergerakan nya telah di apit oleh Li Qin.

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2