
...KEMARAHAN KE TIGA...
Sofia terus berteriak histeris sambil menahan sambil memangku Loren yang sudah pingsan sedangkan dokter dan perawat sudah bersembunyi di bawah ranjang pasien karena ketakutan melihat kegaduhan yang sedang terjadi.
Rasa hilang kendali yang bercampur dengan hati yang luka, rasa yang kecewa dan segala macam rasa sakit yang menjurus pada memuncak nya amarah membuat Tanaka hilang kesabaran hingga berteriak "BIADAB KAU SIALAN.!" teriak Tanaka sambil terus memukuli Valdis yang sejak tadi tidak sadarkan diri lagi..
Mendengar teriakan, umpatan, isak tangis dan kegaduhan yang begitu memekakkan telinga, membuat Li Qin sedikit terganggu dan sesuatu dalam diri nya memaksa ke dua bola mata dan alam bawah sadar nya agar segera bangun memulihkan kesadaran untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Li Qin mulai melalukan pergerakan kecil hingga mengeluarkan suara-suara kecil yang masih lemah dari mulut nya "Eehm..." erangan kecil Li Qin terdengar oleh Laura ditengah-tengah kekacauan, Laura akhirnya memiliki ide bahwa satu-satu nya wanita yang dapat meluluhkan Tanaka adalah Li Qin
"Li Qin, syukurlah kau sadar ini aku Laura.!" kata Laura sudah tidak sabar, membuat Li Qin kaget saat mendengar suara wanita yang sangat ia rindukan, akan tetapi dari suara Laura seakan tidak memberi nya waktu untuk melepaskan rindu barang sedetik saja.
" Dengar.! Sudah tidak ada waktu untuk kaget dan bertanya apa yang terjadi saat ini ataupun berpelukan melepaskan rindu satu sama lain, dengan suasana ricuh ini." jelas Laura pada wanita yan sedang kebingungan ini "mau tidak mau kau harus sadar dan harus paham dengan situasi tanpa bertanya.!!" kata Laura lagi pada Li Qin, tentu saja ia masih belum sepenuh nya sadar akan kekacauaan saat ini.
"Li Qin hentikan kebingungan mu.! kau harus membantuku menghentikan Tanaka yang memukuli Valdis dengan membabibuta" Kata Laura berkali-kali di telinga Li Qin, hingga Li Qin hafal semua kalimat yang Laura sebutkan dan akhir dari perkataan Laura membuat Li Qin sadar kalau saat ini Tanaka telah menghajar Valdis secara brutal.
__ADS_1
Tapi, Li Qin tidak bisa melakukan apapun sesuai yang di inginkan oleh Laura karena kaki nya menegang dan tidak bisa di gerakkan. begitu juga dengan kedua tangan nya sama sekali tidak bisa di gerakkan, bahkan leher nya pun sulit untuk menoleh ke arah Laura.
BUHKKK... BUHKKK... BUHKKK.. suara tumbukan dari tangan Tanaka di sertai teriakan Valensia juga Sofia terus menerus terdengar dengan sangat mulus, hingga istri dari prof dengan berani memeluk erat Tanaka yang masih membabibuta.
"Hentikan Tanaka kau bisa membunuh adik mu" kata Valr yang baru menstabilkan kepeningan akibat benturan kuat di kepalanya.
"Tanaka, sebegitu kejam kau memperlakukan momy.! demi wanita kau rela membuat momy tersungkur dan terbanting, sebelum nya tidak ada satupun yang berani membanting tubuh momy bahkan mencubit tangan momy mu satupun tidak ada yang berani dan tidak pernah ada yang melalukan nya termasuk orang tua momy dan suami momy.!" kata Valensia dan ucapan nya membuat Tanaka perlahan tersadar bahwa ia sempat menyingkirkan ibu nya dengan kaki hingga terbanting di sudut lemari.
Tanaka yang berhenti karena mendengar jelas perkataan sang ayah dan ibu nya Valensia, sadar diri dengan perlakuan brutal nya terhadap Valensia, dan hal itu membuat sang ibu memilih meluapkan kekecewaan nya "Hanya karna seorang wanita, seorang wanita yang kau duga di sekap oleh Valdis.! demi seorang wanita kau rela memukuli secara brutal adik mu, apakah demi seorang wanita kau juga akan membunuh saudara mu sendiri.?" perkataan Valensia begitu pedas penuh dengan kekecewaan dan tersirat nada kebencian dalam diri nya untuk Li Qin.
"demi seorang wanita kau membuat papa dan paman mu terluka dan terbanting, momy kecewa pada mu.!! Teman-teman seperjuangan mu kau perlakukan layak nya binatang, kau tumbuk membabibuta hanya karna seorang WANITA" teriak Valensia yang semakin geram dan ya.. tatapan benci nya saat ini tertuju pada Li Qin yang terbaring lemah di atas ranjang pasien.
Melihat reaksi diam dari Tanaka membuat Valensia semakin semangat untuk mengungkapkan kekecewaan nya pada Tanaka "ternyata tidak ada arti keluarga dalam hati mu, di dalam hati mu hanya ada seorang wanita yang lebih penting dari momy, papa dan adik mu.! di hati mu hanya ada seorang wanita yang kau utamakan di atas segala-gala nya dan kami.!! kami hanya remahan reginang di mata mu, momy kecewa pada mu" Kata Valensia lagi dengan penuh penekanan.
"Ingat Tanaka jika, terjadi hal buruk dan patah tulang pada tubuh anak ku Valdis. maka begitu jugalah hubungan kita berakhir sebagai ibu dan anak.!" kata Valensia penuh keyakinan dan tidak akan ada penyesalan pada diri nya nanti.
__ADS_1
Deg.. hati Tanaka begitu hancur mendengar ucapan sang ibu, ia merasa ini tidak adil tapi apa yang terjadi memang seolah membuktikan bahwa itu semua di lakukan hanya demi membela dan membalas dendam seorang wanita.
Ucapan Valensia ternyata tidak berakhir disitu saja, ia kembali melanjutkan ucapan nya "sama seperti kamu yang berani membunuh keluarga mu demi seorang wanita, saya juga begitu akan membuang kamu demi mempertahan kan tiga orang malaikat dalam hati ku, yaitu suami ku, anak perempuan ku dan putra bungsu ku.!!" kata Valensia dengan nada ancaman yang memilukan dan siapapun yang mendengar nya pasti akan sangat sakit hati.
DEG..
Keluarga prof, Sofia, Li Qin, Valr, Vano dan semua yang ada di ruangan itu terkejut dengan ucapan terakhir Valensia. sama sekali tidak ada yang menduga sang ibu akan semarah itu hingga berani memutuskan hubungan dengan putra nya dan jelas dari setiap perkatan nya tidak ada nada yang main-main, semua penuh dengan keseriusan dan kesadaran.
Kini, Tanaka dengan kesadaran nya hanya bisa diam mematung dengan nafas yang tidak beraturan, ia terluka dengan ucapan sang ibu lalu melihat sekeliling dimana ada banyak bawahan nya yang terluka akibat diri nya.
Ia melihat ke kiri ada ayah dan paman nya yang sedang menahan sakit pada tubuh bagian belakang akibat benturan, ia melihat Loren yang masih pingsan dan belum sadarkan diri. ia melihat prof yang terluka karna berkali-kali mencoba menghentikan diri nya sedang membersihkan darah yang mengalir dari kepalanya dan mata nya juga terhenti melihat Ucok serta Bambang yang sudah babak belur karna menjadi tembok pelindung untuk Valdis secara bersamaan.
Tanaka menundukkan kepala dan melihat jelas di pinggang nya ada dua tangan gemetaran dari seorang wanita yang sudah lanjut usia tengah berusaha mengumpulkan keberanian memeluk nya dengan erat untuk menahan diri nya menghentikan kebrutalan ini dan ia merasakan basah pada punggung nya akibat air mata, wanita itu tentu saja istri dari prof.
"Sudah nak, hentikan.! ini tidak akan berakhir baik untuk kita semua" kata Nyonya Alex minang istri dari prof Alex.
__ADS_1
Sementara semua yang mendengar perkataan Valensia hanya bisa diam merasakan sakit yang di alami oleh sang ibu dan banyak hati yang hancur termasuk Li Qin. Disisi ranjang ia begitu merasakan sakit juga terluka di dalam hati dan pikiran nya ketika mendengar dengan jelas perkataan Valensia seolah diri nya adalah biang masalah dan penyebab Tanaka menjadi seperti sekarang ini.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye