
...TIDAK...
Malam ini Li Qin seolah tengah berada dalam sebuah mimpi buruk dimana dalam keadaan duduk dan tersadar ia memiliki perasaan tidak nyaman, rasa khawatir akan sesuatu hal yang menakutkan seperti nya akan segera terjadi pada dirinya hingga ia memilih untuk tidak tertidur.
Tidak ada penyebab pasti kenapa Lin Qin merasakan firasat yang seperti itu, seolah diri nya benar-benar akan menghadapi mimpi terburuk dan sangat tidak jelas, tapi yang pasti ada ribuan kegelisahan dalam hati nya.
Hingga.. "Sakit.!! sakit.!! tolong hentikan" Li Qin terus memohon ampun, meminta agar penyiksaan di tubuh nya segera dihentikan, air matanya benar-benar tidak bisa lagi membantu nya untuk mendapatkan pengampunan seperti beberapa jam yang lalu, kala Valdis tiba-tiba datang dan mengamuk pada nya.
Li Qin terus meminta ampun, kali ini benar-benar tidak bisa tertolong lagi "Ao.. hiks.. hikss.. hentikan, itu sakitt, perihhhhh.. Tolong hentikan jangan lagi ku mohon.. ku mohon hentikan" teriak Li Qin tidak karuan karena penyiksaan Valdis ysng secara tiba-tiba di area vi*al nya
"DIAM.!!" bentak Valdis, dan hal itu sama sekali tidak di gubris oleh Li Qin. "SIAL.!! KAU SUDAH HEBAT SEKARANG.!! HAH.!!" Valdis semakin geram karena Li Qin tidak mau diam dan mematuhi apa yang ia perintahkan.
Karena bosan mendengar isak tangis dari Li Qin, mulut Li Qin di sumpal secara kasar dengan bola kecil lalu di lakban. "eemmmm... emmmmm" teriak Li Qin dengan susah payah, tenggorokan nya begitu sakit akibat bola yang di paksa masuk kedalam mulut nya hingga mata nya melotot hampir keluar.
"Aku bilang diam SIALAN.!!" teriak Valdis tidak kalah menggema.
Entah setan mana lagi yang merasuki Li Qin malam ini, hingga ia tidak tunduk pada perkataan Valdis dan semakin berusaha untuk berteriak, seolah diriinya mampu menantang Valdis si lucifer. "oemmmmm....emmmmm.. omponn.. toyong.." Li Qin tidak mampu lagi berkata dengan bahasa manusia normal, akibat bola yang sudah masuk menyumpal mulut nya.
Swossh.. swossh.. swossh..
"OHKKMMMMM.. OHKKKMMMM.. OHKMMMMM" teriakan Li Qin semakin menjadi-jadi ketika cambukkan berkali-kali mengenai tubuh kurus nya yang sudah menguning dan banyak luka lebam serta goresan luka yang masih belum kering.
__ADS_1
"Sialan kau" Umpat Valdis dan satu cambukkan dengan sangat kuat melingkari tubuh Li Qin lagi dan lagi.
Swossh.. swosshh..
"ekhmmmm...ehkmmmmm..." Li Qin seperti seekor cacing yang kepanasan, sakit dan luka serta ketakutan nya menjadi satu hingga menghasilkan reaksi yang gila dan membuat nya tidak tunduk pada apa yang Valdis katakan.
Padahal biasa nya Li Qin, akan selalu menjadi tawanan penurut yang mengikuti semua perintah tuan nya, untuk diam saat sedang di siksa dan menjadi seorang tawanan yang sangat penurut, Di setiap kali Valdis datang menghukum nya secara tiba-tiba tanpa tau dimana letak kesalahan nya, lalu memerintahkan nya untuk diam kala Li Qin sering menangis, berteriak meminta tolong sekaligus pengampunan.
Ya.. Tidak bisa di pungkiri kalau terkadang ketika Valdis tengah mengamuk, sering Li Qin berakhir dengan sangat baik walaupun terdapat banyak luka di tubuh nya. tetap saja tidak akan separah ketika ia membangkang seperti saat ini. karena, Valdis mengurangi hukuman nya dan meninggalkan nya disitu sendiri tanpa meluapkan seluruh emosi nya.
Namun, kali ini kesalahan ada pada Li Qin karena terlalu keras kepala dan tidak mau tunduk pada perintah Valdis untuk diam, seolah ia mampu membebaskan diri dari sekapan Valdis.
"ehkmmm.. ehmmmmm" Li Qin masih terus memberontak hingga Valdis semakin geram pada nya, lalu Valdis membuka dengan kasar lakban yang menempel di bibir dan pipi Li Qin. kemudian, ia mengeluarkan bola kecil yang memenuhi mulut Li Qin dengan sangat kasar hingga menyentuh uvula dan hal itu tentu nya sangat menyiksa.
"Kau sudah melampaui batas kesabaran ku, keparat.!!" kata Valdis yang mencengkram dagu Li Qin dan melepaskan cengkraman nya dengan kasar, lalu ia segera bangkit berdiri dan melangkah menuju dapur dimana ia akan pergi mengambil setoples kecil garam kasar yang mempunyai berat 500gr, sebotol besar cuka yang belum di pakai dan lima jeruk purut beserta air hangat.
Valdis yang geram tengah berbicara sendiri "Seperti nya kau sangat bosan mendengar suara mu, dan aku punya cara untuk membantu mu tidak bicara selama beberapa hari ini.! kebetulan mulut mu sedang terluka bukan.?" smiks iblis yang Valdis berikan adalah kode kematian sementara untuk Li Qin.
Di ruangan lain, Li Qin baru meyadari luka pada mulut dan lidah hingga uvula nya. rasa sakit dan perih dari rongga mulut dan darah yang keluar bercampur dengan air liur nya, membuat ia harus menyeka mulut nya dari banyak darah akibat bola duri. Tentu saja, duri kecil itu sengaja di pasang pada bola kecil yang sengaja di masuk kan Valdis ke dalam mulut Li Qin.
"Minum ini" kata Valdis yang datang bagaikan jin
__ADS_1
"tidak, aku tidak mau" tolak Li Qin dan ia semakin ketakutan karena mencium ba asam dari gelas panjang tersebut.
"Kau harus meminum nya" sesat Valdis masih sadar untuk memberikan nada yang lembut dan terkesan menekan pada Li Qin.
Akan tetapi, Valdis harus merasakan emosi yang meluap-luap kala Li Qin menolak dan memilih untuk membuang muka pada jelmaan lucifer yang ada di depan mata nya.
Habis sudah kesabaran jelmaan lucifer "BRENGSEK..!!! KAU RASAKAN INI KEPARAT.!!" Geram Valdis, lalu ia membuka paksa mulut Li Qin yang terdapat banyak air liur bercampur dengan darah. wajah Li Qin mulai gelisah dan semakin takut, ia baru menyesali perbuatan nya yang sok hebat barusan. tidak bisa di pungkiri dalam hati Li Qin merutuki diri nya sendiri yang keras kepala dan terlalu sok, keberanian nya menentang Valdis berujung pada kematian nya sendiri.
"JA..JA..JANGAN VALDIS, TO..TO..TOLONG JA..JA..JANGAN" Li Qin kini benar-benar menyesal akibat perbuatan nya yang tidak mau menuruti perkataan Valdis untuk diam. bahkan sekarang iblis yang bernaung di tubuh Li Qin dan membantu Li Qin berteriak tanpa mau ditegur kini telah lari karena ketakutan, sisa Li Qin sendiri dengan jutaan ketakutan akan seperti apa mulut nya ketika merasakan garam, cuka dan jeruk yang dicampur menjadi satu, sudah bisa terbayangkan bagaimana perih nya.
"Kau ingat ini untuk seumur hidup mu dan jangan pernah lelah untuk menceritakan nya pada anak cucumu kelak bahwa aku telah memberi mu minuman termahal dan tersehat yang berisikan 500gr garam kasar, sebotol besar cuka dan lima jeruk purut yang sudah ku pastikan keasaman nya dan ku beri sepuluh bonus jeruk nipis di campur dengan air yang hangat.!! jadi, bisa kau bayangkan betapa enak dan mulus air ini ketika masuk kedalam mulut mu, melawati lidah mu yang terluka dan uvula mu yang sudah tergores duri, serta rongga mulut mu yang terluka akibat duri-duri yang ku tancapkan pada bola yang masuk dalam mulut kotor mu ini"
*
*
*
"TIDAAAAAAAAAAAAAAAK" Teriak Li Qin dengan kencang ketika terbangun dan melihat diri nya baik-baik saja..
"OH TUHAN.. TERNYATA AKU SEDANG BERMIMPI" sambung Li Qin setelah memeriksa bahwa mulut nya baik-baik saja.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye