TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 289


__ADS_3

...SEPERTI MATI RASA...


Konon kata nya bila sepasang kekasih tidak mampu merawat perasaan cinta di antara ke dua nya maka, perasaan itu dapat memudar bahkan menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Dan hal yang di lakukan oleh ke dua pasangan jika tidak ingin hubungan nya hancur dan tindakan yang perlu di lakukan guna mencegah kandas nya hubungan asmara karena cinta yang hilang. Adalah, salah satu di antara nya perlu mengupayakan diri untuk mengalah menyelamatkan perasaan cinta atau bekerja sama mencari solusi terbaik untuk kelanjutam hubungan.


Tapi, ini hanya berlaku bagi pasangan yang sudah memiliki kejelasan hubungan di antara kedua nya, dimana mereka sudah saling mengutarakan rasa suka satu sama lain. Sedangkan untuk pasangan yang tidak ada kejelasan seperti Tanaka dan Li Qin kemungkinan akan sangat sulit dalam bekerja sama untuk memperbaiki sebuah hubungan, Lantaran ke dua nya tidak terikat apa apa bahkan tidak jelas status hubungan nya teman kah atau justru teman tapi mesra mesraan dan tempel tempelan..


Hal rumit itulah yang kini di rasakan oleh Li Qin, karena sudah satu minggu dan terhitung dari hari sebelum nya ada total dua puluh satu hari yang telah di lalui Li Qin dengan sifat dingin Tanaka terhadap nya. Melihat Tanaka dengan sikap dingin nya yang tidak biasa seolah mereka tidak pernah bertemu sebelum nya, membuat Li Qin semakin percaya bahwa apa yang di ucapkan oleh Laura adalah sebuah kebenaran kalau Tanaka, mungkin saja sudah bosan dengan menunggu sesuatu yang tidak pasti dari nya selamat bertahun tahun.


"Aku stres lama lama dengan sikap nya, dia seperti lelaki yang mati rasa.! Lagi pula kenapa juga dia gak sabar sebentar lagi menunggu jawaban dari ku.! huff.. benar benar seperti mati rasa" ucap Li Qin, ia seolah masih mempertahankan ego nya untuk meminta agar Tanaka terus bertahan dengan ketidak jelasan dalam hubungan mereka.


Haah.. Apa kata Li Qin, mengharap Tanaka untuk bertahan.?


Huff.. Apa lagi katanya.? Menunggu jawaban dari diri nya yang tidak jelas, sebentar lagi.?


Apa tidak salah baca.? Selama bertahun tahun ia menggantung dan tidak memberi jawaban pasti terhadap lelaki yang sudah begitu sabar menanti nya dan sekarang dia masih protes dan berharap bahwa Tanaka mau menunggu lagi.?

__ADS_1


Wanita memang gila.! Wanita gila memang selalu mau menang sendiri.! Wanita yang menang sendiri juga memang harus gila terlebih dahulu.! Dan lagi, belum tentu Tanaka mendiami dan bersikap dingin pada nya karena hal itu. Bisa jadi semua karena hal lain, yang mungkin tidak bisa Tanaka jelaskan bagaimana awal cerita nya.


Li Qin masih frustrasi memikirkan Tanaka yang bukan siapa siapa nya kecuali teman dan tetangga di kampung nya, yang telah memberi tumpangan untuk nya selama berada di Nias. kalaupun ada sedikit cumbuan anggaplah itu sebagai bonus bagi Tanaka karena sudah mau berbaik hati menampung Li Qin di rumah nya bahkan ia juga bekerja menafkahi Li Qin dan keluarga prof hingga detik ini.


*


*


*


"Li Qin, sini" teriak Laura dari balkon lantai dua, yang melihat Tanaka dengan style berbeda dan begitu amat segar.


"Ada apa" jawab Li Qin sambil berjalan menghampiri Laura le arah balkon.


"Lihatlah Tanaka, pagi ini style nya sangat berbeda dari pagi pagi sebelum nya." ucap Laura dan Li Qin langsung menoleh ke arah yang di maksud oleh saudari perempuan nya itu.

__ADS_1


Li Qin juga sama kaget dan heran nya pada style Tanaka pagi ini, begitu tampan dan luar biasa segar nya. Style nya benar-benar memancarkan aura ketampanan dalam diri nya yang begitu bersinar, Li Qin terpanah melihat Tanaka hingga pandangan nya tidak teralihkan lagi.


"Lihatlah mata mu itu, penuh dengan minat dan nafsu.! Kau pasti menyesali sikap mu ini yang selalu menggantung diri nya, aku khawatir dia akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari mu" ucap Laura yang kembali memprovokasi kepercayaan diri Li Qin.


"Bagaimana kau bisa mengambil satu kesimpulan dari style Tanaka.? dia hanya merubah style nya pagi ini, bukan berarti ada wanita yang lebih ia temui" sanggah Li Qin pada Laura, kali ini ia tidak setuju dan berusaha tidak terprovokasi akan ucapan Laura itu.


"Ck.. kau berusaha meyakinkan diri mu dengan sanggahan tidak berguna mu itu" ketus Laura dan tertawa karena sikap Li Qin yang berpura pura padahal ia juga sedang khawatir sekali.


"Lalu aku harus apa, menurut mu.?" tanya Li Qin tanpa mengalihkan pandangan nya terhadap Tanaka, sedangkan Tanaka yang sedang membersihkan mobil nya. Dan sadar sedang di pandang dari lantai atas karena diri nya sempat melirik dan tau kalau kedua wanita single ini sedang memuja dan menatap nya dengan tatapan penuh kekaguman.


Laura semakin di buat dongkol dengan pertanyaan tidak berbobot dari Li Qin, ia ingin sekali membanting tubuh Li Qin dari lantai dua ini hingga kelantai bawah. Berharap dengan begitu Li Qin segera sadar dan tau diri tentang apa yang harus ia lakukan saat ini, ia merasa kalau Li Qin seperti dokter tanpa pikiran dan kepintaran.


Walau bagaimanapun rasa dongkol nya, ia tetap memberikan saran dan jawaban kepada Li Qin "Pergilah ke bawah, tanyakan kemana dia akan pergi dengan style yang seperti itu" jawab Laura pada Li Qin dengan nada bicara yang mendesak saudari nya itu, ia sebetul nya mendukung dalam diam perubahan Tanaka. Akan tetapi, ia juga kasihan degan Tanaka yang terus berharap akan sesuatu yang tidak pasti dari Li Qin.


Hal itu sukses membuat Li Qin mengerutkan kening dan dari ekspresi nya ia seperti kurang setuju dengan ucapan Laura namun, ia tidak berani sebetul nya untuk bertanya lagi akan tetapi rasa penasaran tentang apa yang harus ia lakukan membuat nya tetap bertanya

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2