
...EMOSI DAN KECEMBURUAN SANG PENYUSUP...
Menenangkan diri memang tidak semua orang bisa melakukan hal nya karena masih belum cukup bijak untuk menguasai diri dari hal hal berbau negatif seperti mengontrol emosi, akan tetapi tanpa disadari hal itu mampu membunuh dan menghilangkan nyawa seseorang yang tidak berdosa hanya karena emosi yang membuat kita tidak memberikan kita kesempatan untuk menanyakan alasan dari perbuatan nya.
Seperti saat ini emosi penyusup pada Ele bukanlah emosi yang bisa di anggap enteng, semua terlihat dan terasa seperti ia akan segera melenyapkan Ele dari muka Bumi ini. Bahkan kedatangan Tanaka tidak juga membuat nya takut atau pun jerah, ia justru semakin murka setelah melihat wajah Tanaka.
"Mandilah dulu, apa kamu tidak malu bau ranjang mu tercium di hidung penyusup" kata Tanaka yang baru keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuh bagian bawah.
Ali-alih memprotes ucapan Tanaka, Li Qin justru sebalik nya "Ya.. Tuhan, betapa mulus dan sispek nya otot otot perut mu Tanaka" puji Li Qin tanpa sadar bahwa ia baru saja menjatuhkan harga diri nya.
"Ini juga nanti akan menjadi milik mu seutuh nya" jawab Tanaka berjalan melewati Li Qin dengan senyuman kemenangan, sedangkan Li Qin yang masih mematung karena malu ucapan hati nya di ucapkan oleh bibir nya memilih membantah.
"Ck.. jangan GeEr kamu, aku hanya salah bicara" jawab Li Qin dan hal itu justru membuat Tanaka semakin tertawa.
Tanaka dan Li Qin yang sudah selesai membersihkan tubuh setelah mandi dan Li Qin yang memilih berpoles sedikit barulah turun ke lantai dua menuju kamar Ele untuk melihat siapa penyusup yang tidak membuat Tanaka takut ataupun khawatir itu. Dengan santai ke dua nya berjalan ke arah tangga dan menginjak setiap anak tangga satu demi satu hingga tiba di depan kamar Ele bersamaan dengan Laura yang hendak memanggil Ele untuk sarapan bersama, sebelum nya Li Qin sudah memberitahukan pada Laura bahwa diri nya akan di jemput Tanaka untuk tidur di rumah.
"Kamu ngapain disini.?" tanya Li Qin pada Laura yang baru saja datang.
__ADS_1
"Mau memanggil nya untuk sarapan karena tidak biasa nya Ele melewatkan jam sarapan dan memasak bersama di jam subuh" kata Laura dengan ekspresi sedikit bingung. "Apa ada sesuatu yang terjadi.?" tanya Laura
"Ya, akan kamu lihat sebentar lagi" jawab Li Qin.
Tok.. tok.. tok.. Laura mengetuk pintu kamar Ele setelah ia mendengar jawaban Li Qin tentang sesuatu yang mungkin sedang terjadi.
Sementara di dalam kamar Ele, seseorang pria penyusup dengan kasar menyeret tubuh Ele yang masih terbalut dengan piyama tebal ke dalam kamar mandi dengan tangan nya kuat menarik dan mencengkram tangan mulus Eleanor "Jangan seret aku, aku mohon.!! Tangan ku sakit" kata Eleanor yang tidak melawan dan mengikuti langkah penyusup agar tangan nya tidak semakin sakit.
"Katakan pada ku, dengan siapa kau berbagi ranjang selain teman wanita mu.!" teriak penyusup itu dengan lantang dan menakutkan tepat di muka Ele.
"Jangan berbohong, kenapa di kamar mu ada dalaman Tanaka.!" teriak penyusup dengan menggema besar
"Tolong.. tolong redakan emosi mu, aku ketakutan tolongg" ucap Ele dengan isak tangis yang sudah pecah..
Sementara di luar sana Laura semakin mengetuk kuat pintu kamar Ele dengan perasaan yang was was "Seperti nya Ele belum terbangun atau mungkin sedang mandi ?" kata Laura yang mencoba menenangkan diri..
"Kau katakan atau tidak.!" tanya penyusup itu dengan geram dan tamparan keras langsung di layangkan oleh lelaki kejam itu di pipi mulus Ele, saking keras nya tamparan dari si penyusup membuat Ele meringis kesakitan hingga lima jari lebar tercetak jelas di pipi nya.
__ADS_1
"Kau sudah melewati batas kesabaran ku dalam bertanya Eleanor Gotardo.!!" ucap penyusup itu dengan geram dan dengan cepat melingkarkan tangan nya di leher Ele dengan sangat kuat hingga kedua kaki Ele terangkat saking kuat dan tinggi nya penyusup bermain tangan di leher nya.
Ele meronta ronta dengan dua tangan dan berusaha melepaskan tangan penyusup di leher jenjang nya, seperti nya hal yang memicu emosi penyusup itu pada Ele adalah karena lelaki itu menemukan dalaman pria yang ia yakini sebagai milik Tanaka. Ya.. dalaman itulah dalang dari masalah yang menjadi penyebab Ele menerima kekerasan.
"Aku sudah berjuang mati matian untuk tidak melakukan kesalahan yang sama tapi kau malah mengobral tubuh mu pada Tanaka, apa kau tidak keterlaluan ELEANOR GOTARDO.!!" geram lelaki itu dan hal itu membuat Ele semakin ketakutan dan merasa akan segera kehabisan oksigen jika penyusup itu masih brutal.
"lep.. ***.. lep.. asss.. lep.. passs kan aa.. aaku" seru Ele karena kesakitan dan kesulitan saat bernafas namun ia masih berusaha kuat dengan air mata nya yang berlinang, Sungguh Ele melihat kilatan dan kobaran api amarah di mata penyusup yang seperti nya menyukai Ele.
"Kau tau, aku sudah mati matian menahan gairah ku untuk tidak menyentuh tubuh mu selama bertahun tahun dan memilih membeli gadis dibawah umur sebagai pembayaran utang paman nya hingga wanita ****** itu mati tanpa ku ketahui dan kau.!! kau malah asik dengan Tanaka di saat aku mengikuti kemauan mu untuk tidak di sentuh oleh ku setelah kejadian aku berada dibawah pengaruh obat perangsang lalu memperkosa mu tanpa sadar" jelas penyusup dengan kobaran kemarahan di dada nya.
Sementara Tanaka berhasil mendobrak pintu kamar Ele yang telah di ubah kunci nya boleh penyusup, Tanaka, Laura dan Li Qin melihat betapa berantkan nya kamar Ele saat hingga. Hingga rasa khawatir akan keselamatan Ele membuat Laura panik dan mencari keberadaan Ele sampai di depan pintu kamar mandi ke tiga nya mendengar seseorang tengah meringis kesakitan dan BRAAAAAAKKKKK.
Pintu kamar mandi di dobrak oleh Tanaka lagi "HAH.." Mulut Laura menganga besar kala melihat Ele yang di cekik sementara orang yang ada didalam kamar mandi tidak takut ataupun kaget sama sekali melihat keberadaan Laura, Li Qin dan Tanaka.
"BAJINGAN.!! KEPARAT.!! KENAPA KAU DISINI SIALAN" Teriak Li Qin, frustrasi hingga menarik rambut nya kuat.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye
__ADS_1