
Prof terus memancing Valdis agar ia berbicara tentang kebenaran dan motif sesungguh nya kenapa ia nekat menculik dan menyiksa Li Qin putri angkat nya. Namun, hal itu tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan sebelum nya karena Valdis berkata terus terang tanpa ada embel-embel dalam penjelasan nya.
"karna kau adalah mafia yang memiliki segudang akal licik yang busuk, jadi segala nya bisa di sebabkan oleh mu" kata prof lagi
"Dan aku tidak pernah menyakiti orang-orang ku kecuali orang-orang ku menyakiti orang yang berada dekat disisi ku" jawab Valdis tegas yang mengetahui kalau prof saat ini seolah sedang mengintimidasi diri nya dan hal itu membuat prof diam.
Laura yang seperti biasa nya tengah melakukan pekerjaan nya setiap pagi buta untuk membuatkan minuman, datang ke ruangan khusus sang ayah dengan membawa segelas susu tulang yang masih hangat untuk lanjut usia yang biasa di minum oleh prof dan tanpa sengaja ia menguping pembicaraan antara prof dan Valdis.
"Oh.. Jadi, Kesimpulan nya Valdis membaca surat yang ada di tangan Vini setelah ia di temukan gantung diri dan orang yang menemukan surat itu adalah Valdis sendiri. Dan begok nya tidak ada yang tau entah apa isi surat nya inti nya Valdis belum membaca semua hingga akhir Lalu, ia merasa bahwa Li Qin adalah dalang dan penyebab Vini gantung diri di dalam rumah yang baru saja di injakkan oleh Valdis karena tidak membaca surat terakhir Vini sampai akhir hingga mengambil keputusan dan penghakiman sendiri bahwa Li Qin lah satu-satu nya dalang dari kematian Vini" kata Laura secara detail dan semua penjelasan detail nya di dengar oleh Tanaka juga Valr.
"Kau memang penguping yang handal" kata Valr dengan suara bariton nya dan itu membuat Laura terkejut hingga hampir saja menjatuhkan gelas berisikan susu untuk sang ayah.
Ingin rasa nya ia mengumpat dalam hati dan segera di keluarkan oleh mulut pedas nya akan tetapi, ia merubah kalimat yang keluar dari dalam "Astaga mengagetkan saja" ketus Laura tapi, setelah ia mengetahui wajah orang yang barusan berbicara seketika nyali nya menjadi ciut "untung aku tidak mengumpat, kalau sempat aku mengumpat maka habislah sudah dan pasti nanti semua barang ku di angkut.!" pikir Laura dalam otak kecil nya yang dangkal.
"mulut besar, nyali kecil" kata Tanaka dan langsung masuk keruangan prof begitu saja tanpa mau mendengar balasan dari Laura, sebelum nya Tanaka sudah menjelaskan semua tentang keluarga prof dan kenapa mereka bisa tinggal disini dalam waktu yang lama kepada ayah dan hal itu juga di dengarkan oleh Vano dan Valensia yang tiba-tiba muncul di pintu kamar sekitar beberapa menit yang lalu.
Sesampinya di ruangan khusus, prof menyambut kedatangan pasukan yang begitu ia segani sejak dulu.
"Sudah sangat pagi untuk terjaga prof" kata Valr dengan suara bariton yang sangat tegas
__ADS_1
"Aku merasa terberkati bisa berjumpa lagi dengan mu dalam jarak yang begitu dekat, silahkan duduk" kata Prof dan Tanaka juga Valr segera duduk dengan Vano yang tiba-tiba muncul dan memilih tidur lagi.
"Aku sudah menebak nya" jawab Valr singkat kepada prof sekaligus kepada putra nya yang pura-lura tidud, sembari Laura memberikan ayah nya susu dan memaksa untuk segera meminum nya.
"Maafkan anak ku yang kurang sopan ini tuan" kata prof pada Valr sedangkan Valdis dalam mode pura-pura tertidur karena ia masih takut melihat kakak dan ayah nya, padahal aksi nya itu sudah di ketahui oleh Valr dan Tanaka.
"Jangan sungkan prof" jawab Valr singkat
"terakhir aku melihat mu, kau begitu gagah berani dan sekarang kau masih sama seperti dulu, tetapan mu seperti elang di tinggian" kata prof memuji dengan kesungguhan.
"dan maaf, seperti nya aku akan mengecewakan mu" kata Valr yang artinya ia lupa dengan Prof dan sedang berusaha mengingat prof karena pertama bertemu tadi malam ia sedikit kaget dan lalu mengabaikan nya begitu saja.
"apa kau nyaman di tempat ini" tanya Valr tanpa merespon kata bahwa ia adalah orang penting.
"aku nyaman di tempat ini dan aku terkadang berfikir kapan kami bisa bebas menghirup udara segar tanpa merasa ketakutan akan ada penyerangan dan akhir nya terus memilih bersembunyi di dalam rumah mu yang mewah ini" kata prof dan jelas dimata nya tersirat kerinduan untuk berada bebas diluar seperti dulu.
"Tetaplah disini, tidak akan ada yang berani mengusik dan mengusirmu disini. Karena di luar masih sangat tidak aman untuk mu dan keluarga mu." kata Valr yang ternyata sudah tau kalau klan dari kegelapan masih terus mencari keberadaan prof padahal mereka sendiri sudah memastikan bahwa prof mati.
"aku berfikir bahwa mereka telah melupakan dan menganggap aku mati hingga tidak akan pernah lagi mencari ku" kata Prof dengan tatapan kesedihan nya dan Laura hanya mampu mengelus puggung sang ayah.
__ADS_1
"itu karena mereka sudah mengecek seluruh lautan dan pesisir pantai di seluruh negara dan tidak di temukan satupun mayat mengapung atau hanya sekedar daging robekan manusia yang bisa meyakinkan bahwa itu adalah kau prof." kata Valr
"Jujur saat itu aku panik dan berfokus untuk menyelamatkan diri dan tidak memikirkan tentang taktik agar mereka mengira aku sudah benar-benar mati" jelas prof
"Sudah berlalu, jika ini tempat ternyaman mu maka nikmatilah" kata Valr pada Prof
"Maaf aku menumpang terlalu lama di tempat mu" kata prof lagi dan hal itu membuat Valr, Tanaka dan Valdis yang pura-pura tidur menjadi tidak senang mendengarkan ucapan prof
"Kau tidak menumpang disini tapi, kami yang membutuhkan mu untuk tetap berada disini" kata Valr dengan tegas.
"Tapi om, tetap saja orang tua ku merasa segan, sungkan dan kurang enak hati. sudah bertahun-tahun kami menumpang dan tidak bisa menentukan masa depan dan hari tua khusus nya untuk orang tua ku" lata Laura yang ikut membantu ayah nya untuk berbicara.
"Agar orang tua mu tidak sungkan, maka berusahalah untuk menjadi baik dan itu kami anggap sebagai bayaran nya" jelas Valr yang membuat prof tersenyum begitu juga dengan Laura
"Andai putra ku tidak memilih-milih mungkin salah satu dari mereka akan menjadi menantu mu" lata Vano tiba-tiba yang tidak bisa tidur karena terganggu dengan pembahasan Valr dan Prof
"Paman bicara apa, aku ini tinggal disini artinya sudah jadi bagian dari keluarga besar kalian dan kalau di jodohkan dengan anak paman tentu, sangat tidak mungkin dan itu sama saja kalau aku bukan bagian dari keluarga besar kalian" protes Laura
"Kau belum apa-apa sudah banyak bicara lagi pula aku masih belum punya anak" jawab Vano asal yang membuat Valr melirik nya dengan tatapan kaget
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye