
...DIMANA LI QIN...
Rindu adalah sebuah perasaan yang kuat dan mampu membuat kita untuk menempatkan seseorang hadir di sekitar atau di dalam hati, Pengertian tersebut selalu menjadi jawaban bagi seseorang yang selalu teringat dengan orang lain entah itu kekasih, orang tua atau seseorang yang di idam idamkan.
Kata rindu juga sering kali menyangkut tentang perasaan kangen yang bisa saja berubah menjadi perasaan yang sedih karena tidak bisa bertemu dengan seseorang yang di rindukan atau menjadi perasaan penyesalan karena ketidak adaan seseorang yang selalu kita rindukan di setiap kali kita menemui nya atau meminta nya untuk hadir.
Bicara tentang rindu tentu saja Eleanor adalah suhu rindu yang setiap hari merasakan rindu berat selama bertahun tahun bahkan puluhan tahun pada lelaki yang sudah menguasai seluruh pikiran dan kehidupan nya itu. Kepada lelaki yang selalu memberikan nya perhatian besar, penjagaan ketat, dalam kondisi hidup di tengah tengah keluarga Gotardo yang kaya raya, lelaki itu justru memaksa agar Eleanor hidup dalam tanggung jawab nya.
Siapa lelaki yang begitu dermawan hingga mampu memperlakukan Eleanor sebegitu sempurna nya dalam kebutuhan, Ya.. Siapa lagi lelaki penuh tanggung jawab itu kalau bukan Tanaka. Lelaki yang terus menerus memberikan segala nya pada Eleanor tanpa perhitungan dan tanpa di minta oleh Eleanor. Akan tetapi amat sangat di sayangkan ketika Tanaka malah menempatkan Eleanor pada hubungan yang begitu sulit dan rumit.
Malam ini, Malam milik Eleanor untuk bermanja dan mengungkapkan kerinduan nya pada Tanaka. Karena diri nya baru tiba disini setelah enam tahun tidak bertemu Tanaka sekalipun lelaki itu datang menemui diri nya di negara Inggris yang sering di juluki sebagai negara The Three Lion. Karena tim sepak bolanya yang cukup melegenda di Dunia. Eleanir terus berusaha untuk tidak menemui Tanaka, karena ia berharap lelaki yang di sukai nya itu bisa fokus pada Li Qin saja.
"Aku merindukan mu" ucap Ela sambil berbalik menghadap Tanaka, ia mencium rakus wangi tubuh Tanaka dan membenamkan kepala nya pada dada Tanaka yang sangat lebar itu.
Tanaka tentu saja menyambut pelukan gadis kesayangan nya dengan penuh raut wajah bahagia, tidak bisa di pungkiri cara memandang Tanaka terhadap Eleanor berbeda dengan cara pandang nya pada Li Qin. Tatapan mata nya pada Eleanor penuh dengan keteduhan, kedamaian dan ketenangan seolah lelaki itu mengibarkan bendera kedamaian hidup nya setiap kali berada di dekat Eleanor.
Setiap sentuhan Tanaka penuh dengan kepemilikan dan rasa sayang yang teramat sangat dalam pada Eleanor sungguh berbeda cara nya dengan Li Qin tapi, entah kenapa Li Qin tetap menjadi fokus nomor satu Tanaka padahal hati nya, pikiran nya, tatapan mata nya terus tertuju pada Eleanor.
__ADS_1
Masih dengan posisi berdiri dan berpelukan antara Eleanor dan Tanaka, Ke dua nya pun saling menghirup dengan rakus wangi tubuh masing masing dan sesekali memberikan kecupan pada puncak kepala Eleanor, sungguh tampak wajah teduh dan damai dari Tanaka terpancar dengan cahaya yang murni setiap kali diri nya berada di dekat Eleanor.
"Apakah kamu sudah makan.?" tanya Tanaka pada Eleanor sambil terus mengelus puncak kepala Eleanor.
"Sudah, Tanaka apakah kamu tau kalau aku tidak bisa menahan gejolak lapar ku setiap kali menghirup aroma masakan mami. Sungguh mami sangatlah jago dalam memasak segala menu masakan, ia benar benar menghancurkan program diet ku" ucap Eleanor antara memuji dan mengeluh dan yang pasti tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari menu makanan nyonya Alex, rasa nya akan selalu lapar, lapar dan lapar.
"Baguslah, aku ingin kamu lebih berisi sedikit lagi saja" ucap Tanaka dengan senyuman pada Ele
"Tapi nanti aku akan gendut Tanaka" rengek Ele pada lelaki gagah yang sedang memeluk diri nya dengan sayang dan posesif.
"Tidak, aku sudah memperhitungkan nya kalau berat badan lima puluh kilo dengan tinggi badan mu sangat cocok jadi kamu harus naik lima kilo gram lagi sayank" ucap Tanaka yang terus mengatur setiap detail kehidupan Ele bahkan dari hal yang tidak masuk akal sekalipun.
"Kamu memang wanita yang selalu ku sayangi setiap waktu" ucap Tanaka.
Sungguh sikap dan sifat Eleanor yang tidak pernah sekalipun mau membantah, berdebat, membangkang apa lagi menjadi pribadi yang keras dan susah di atur. Yang membuat Tanaka semakin menyayangi Ele, bahkan sungguh rasa sayang dalam diri Tanaka bukanlah sebuah obsesi, bukan juga rasa sayang sebagai saudara perempuan akan tetapi, semua murni karena memang benar rasa dalam hati lelaki itu adalah cinta.
"Tanaka, dimana Li Qin.?" tanya Eleanor masih dengan memeluk lelaki itu.
__ADS_1
"Apakah dia belum pulang.?" tanya Tanaka balik
"Loh.. tapi kata mami setiap hari kalian jalan bersama kalau bekerja dan pulang juga akan bersama kalau tidak dia akan di jemput oleh akang Ucok lalu, kenapa malam ini tida seperti itu.?" jelas Ele sesuai dengan info yang ia dapatkan dari nyonya Elex.
"Aku bahkan tidak tau kalau Li Qin belum pulang karena kami tidak berangkat bareng tadi pagi" jelas Tanaka dan itu tidak mengurangi pergerakan jari jemari nya dalam mengelus surai rambut Eleanor.
"Loh.. Loh.. Loh.. Jangan katakan kalau Li Qin pergi sendiri dari rumah ketempat kerja" kata Eleanor berusaha melepaskan pelukan nya dari Tanaka tapi, justru Tanaka semakin mengeratkan pelukan nya pada Ele.
"Apakah tadi pagi dia tidak berada di dapur.?" tanya Tanaka tanpa mau panik, ia seolah berusaha untuk tidak peduli lagi pada wanita yang selalu menggantung diri nya dan cinta nya itu.
"Tidak, mami malah mengira kalau kamu dan Li Qin sudah berangkat bersama karena takut kalau kamu sudah pergi Li Qin tidak ada yang bantu untuk mengantar diri nya bekerja" jelas Ele lagi dengan raut khawatir.
Sungguh yang ada dalam hati dan pikiran Ele saat ini adalah bagaimana kalau semisal terjadi sesuatu yang tidak di inginkan malah terjadi pada Li Qin dan hal itu akan membuat lelaki nya menjadi semakin sedih, muram dan emosi tanpa terkendali.
"Sungguh aku tidak ingin terjadi hal buruk pada Li Qin lagi, aku takut kamu akan bersedih lagi dan kembali emosional lagi" ucap Ele dan pelukan Tanaka semakin erat di tubuh nya.
"Tenanglah, ada kamu disisi ku.! aku mustahil menjadi kalut" ucap Tanaka "Kemana pergi nya wanita itu, dimana Li Qin.! kamu bersembunyi dimana" batin Tanaka.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye