TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 337


__ADS_3

...KAU MENGUSIR NYA...


Tanaka sengaja memberi waktu selama satu jam pada Li Qin dan tidak meminta agar wanita itu menggunakan toilet yang ada di lantai dasar rumah nya karena memang Tanaka mengetahui sejak dulu bahwa Li Qin tidak suka memakai kamar mandi yang ada di ruangan dasar ini dan hal itulah yang di manfaatkan oleh Li Qin agar bisa membereskan pakaian nya dengan cepat selama satu jam


Setiba nya Li Qin di dalam kamar, ia buru buru merapikan semua pakaian nya di dalam koper besar yang diam diam ia masukkan melalui pertolongan Laura beberapa hari yang lalu saat Tanaka dan Ele pergi jalan jalan menghirup udara segar dan barang yang tertinggal hanyalaah pakaian saja Sedangkan, barang yang lain nya sudah di angkut oleh Li Qin melalui bantuan Laura juga tanpa terekam camera pengawasan cctv.


Mungkin karena Li Qin berprofesi sebagai seorang dokter hingga dalam keadaan yang sangat buru buru wanita ini tetap saja teliti dan fokus pada apa yang sedang ia kerjakan, hingga tidak ada satu helai kainpun yang tersisa di dalam lemari yang selama ini ia gunakan sebagai tempat penyimpanan kain dan emas milik nya. Semua laci nakas ia bersihkan habis hingga kosong dari peralatan make-Up nya dan tidak hanya itu, peralatan mandi nya begitu juga hingga kosong melompong tidak ada satupun barang milik nya di dalam kamar mandi ini.


Setelah nya Li Qin mengikat koper dengan tali yang sering di gunakan untuk perlombaan tarik tambang dan mengikat kan tali tersebut tepat di pegangan koper, lalu dengan tenaga yang kuat ia mengangkat koper tersebut melalui jendela dan perlahan melemparkan ke bawah dengan bantuan tali panjang tadi yang secara perlahan menurunkan barang ke bawa.


Tentu saja semua berkat bantuan dan instruksi dari Laura hingga enam koper besar sukses lolos dan hanya menyisahkan tas selempang kecil di tangan Li Qin.


"Huff.. Segera masukkan ke dalam mobil" ucap Li Qin dengan berbisik.


"Ok" jawab Laura singkat dimana ia secara bersamaan mengangkat koper terakhir ke dalam mobil ambulance yang di bantu oleh santo dan tentu saja yang menyetir mobil ambulance nya adalah Li Qin karena Santo hanya memperbolehkan mobil ambulance saja.


Sejauh ini Li Qin sangat kompak dengan beberapa rekan militer Tanaka dan diri nya juga sudah di ketahuo bahwa incaran atasan tentulah hal ini di pergunakan Li Qin sebaik mungkin agar bisa lolos le dalam dengan mobil ambulance yang di kendaraai nya.

__ADS_1


"Bagaimana.?" tanya Li Qin melalaui telepon kepada Laura.


"Sudah beres, aku juga sudah menarik horden ambulance agar tidak dapat terlihat kalau kopermu ada di dalam" ucap Laura dengan berjalan seperti pencuri untuk kembali ke dalam tanpa di ketahui oleh Tanaka dan area mereka berada adalah area yang cctv nya rusak, Tanaka juga belum mengetahui kalau cctv nya rusak. Kemungkinan Laura akan memberitau nya setelah Li Qin berhasil keluar dari sini.


"Ok, aku ke bawah kalau begini, karena lelaki brengsek itu sudah menunggu ku sejak tadi" jelas Li Qin


"Baiklah, semoga kau kuat" ledek Laura dan diri nya sudah tiba di pintu ruangan bawah tanah dengan sangat gampang.


Li Qin keluar dari kamar nya, ia berjalaan menuju tangga dengan langkah yang cepat ia menuruni tangga tersebut. Di pertengahan ia berpapasan dengan Tanaka dan Eleanor tentu saja mata ke dua manusia yang sedang menaiki tangga itu tertuju intens ke arah Li Qin yang berjalan terburu buru sedangkan Li Qin pura pura bodoh saja tanpa minat menatap ke dua nya lalu menghentikan langkah kaki nya.


"Kita bicara di atas saja.!" perintah Tanaka tanpa mau di bantah "Jangan biasakan berjalan dengan terburu buru ketika menuruni tangga, kau bisa terjatuh dan terguling ke bawah" tegur Tanaka sekalipun nada nya dingin tapi semua dapat tau kalau ia begitu khawatir.


Li Qin duduk di sofa dengan cara dan ekspresi nya yang begitu malas di kursi yang hanya bisa menampung satu orang saja dan Tanaka duduk bersampingan dengan Eleanor, posisi saat ini seperti dua orang tua yang tengah menasehati dan menghukum putri nya yang telah melakukan kesalahan.


"Li Qin, selama ini kamu tidur dimana.?" tanya Tanaka, ia memulai pertanyaan dengan nada naik satu oktaf.


"Rumah sakit" jawab Li Qin singkat tanpa mengalihkan pandangan kepada Tanaka.

__ADS_1


"Apakah kau tidak memiliki tempat tinggal.?!" geram Tanaka untuk pertanyaan ke dua nya.


"Tidak.! pada dasar nya aku hanya menompang disini dan terlepas dari itu aku punya hak atas diri ku, tentang dimana aku memilih untuk tidur ketika jadwal operasiku selesai tengah malam" jelas Li Qin dengan nada yang tidak kalah tegas, diri nya benar benar memberikan kode betapa penjelasan nya tidak mau jika di perdebatkan.


Tanaka yang mengetahui kalau Li Qin sibuk dalam minggu ini dengan jadwal operasi yang begitu padat hingga tengah malam, memilih untuk tidak protes atau memperdebatkan semua penjelasan dari Li Qin karena memang apa yang di jelaskan wanita itu adalah sebuah kebenaran tanpa ia ketahui, kalau Li Qin sudah lebih dulu menghasut Santo agar mau membantu nya berbohong pada Tanaka bahwa dia memiliki banyak pasien dan jadwal operasi nya begitu padat setiap hari dan malam, tidak di sangka rencana nya itu sukses dan di percayai dengan sangat mudah oleh Tanaka.


"Baiklah, kali ini aku mempercayai ucapan mu" jawab Tanaka dan hal itu membuat Li Qin berdecak kesal pada lelaki tamak di depan nya.


"Li Qin, aku sudah memutuskan kalau Eleanor akan pindah dan tidak tinggal seatap lagi dengan kita" ucap Tanaka dengan tiba tiba di sertai senyuman yang merekah seolah Li Qin bahagia mendengar hal itu.


"KAU MENGUSIR NYA.?


DEG..


DEG..


DEG..

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2