
...AKU TIDAK AKAN MENYAKITI MOMY KU...
Kehidupan ini selalu saja memiliki alur yang tidak dapat kita tebak. Apa yang akan terjadi, apa yang akan hilang dan siapa yang akan datang, apa yang akan kita dapatkan esok hari dan siapa yang akan berdiri di sisi kita. semua selalu terjadi begitu saja tanpa bisa kita tebak dan dibalik semua hal itu selalu ada kesempatan emas di setiap kejadian yang menyedihkan atau membahagiakan.
Kesempatan yang mampu bisa membuat orang berhasil dan juga menyesal, karna ia datang begitu saja, hanya datang sekali dan tidak memberikan adegan ulangan. sekalipun sebenarnya kesempatan bukan jaminan untuk menjadi sukses dalam setiap kejadian namun, kesempatan yang dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi pembuka jalanmu menuju kesuksesan atau jalan menemukan cinta.
Sama seperti Valdi saat ini ia bagaikan mendapat rejeki nomplok dimana Li Qin tidak punya kamar untuk tidur dan kamar lain tidak bisa di gunakan, sesuai perintah Valensia. kesempatan yang menghampirinya saat ini benar - benar besar dan langka, akan ada penyesalan besar jika seandainya ia tidak memanfaatkan kesempatan yang ada malam ini dengan sebaik dan semulus mungkin.
"jika kamu tidak mau tidur maka segera keluar dari kamar ku. ingat, tidak ada kamar yang bisa kamu pakai lagi. karna, semua kamar sudah di tentukan momy ku untuk dipakai" kata Valdi
"kamu, tega melihat aku tidur di sofa.?" tanya Li Qin
"lalu apakah aku harus membantah perintah momy ku hanya untuk memberi kamu satu kamar.?" tanya Valdi
"tentu saja kamu tidak akan melakukan hal itu untuk ku" jawab Li Qin
"sekalipun aku mencintai mu melebihi nyawa ku, aku tidak akan menyakiti momy ku hanya untuk menuruti permintaan mu" tegas Valdi dan mendengar itu Li Qin merasa Valdi salah paham dalam menanggapi perkataan nya.
"ku rasa kamu salah paham dengan ucapan ku maaf, aku tidak bermaksud menyuruh mu untuk membantah orang tua mu" kata Li Qin dengan kecewa ia merasa seperti wanita jahat.
"jadilah penurut dan tidur disini" kata Valdi
"apakah ini perintah.?" tanya Li Qin
"ini lebih dari perintah.!" jawab Valdi dan Li Qin menurut saja, lagi pula saat berada di Universitas kemiliteran mereka bahkan di latih makan dan mandi diruang terbuka.
__ADS_1
Saat ini Valdi terlihat seenaknya memerintahkan Li Qin dan menggunakan ke kuasaan nya sebagai tuan rumah. Saat Li Qin hendak melangkah masuk, dia langsung menuntut Valdi untuk memberi dua guling di tengah mereka sebagai pembatas. Bukan itu saja, dia juga minta tambahan selimut agat mereka tidak berada di dalam satu selimut.
"APA.!! jika, kamu memiliki banyak aturan untuk tidur di kamar ku. baik nya kamu cari sendiri tempat tidur di luar" kata Valdi berpura - pura kesal.
"bu.. bu.. bukan - bukan, bukan mengatur. baiklah - baiklah kita tidur sesuai aturan mu" jawab Li Qin ketakutan dan segera meloncat ke rankang king size milik Valdi, ia kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal sedangkan Valdi dengan cepat mematikan Ac agar terasa gerah.
"ini kesempatan yang di nanti - nantikan oleh Lee Min hoo di setiap episode yang ia perankan di dramanya bukan.? hehehe.. dan hal itu juga terjadi pada ku malam ini. momy, keinginan mu untuk memiliki menantu dan menimang cucu akan segera ku kabulkan" kata Valdi dalam hati nya.
.
.
.
"apa sangat panas.?" tanya Valdi yang belum tidur
"astaga.! kamu belum tidur.? ia disini panas banget, aku jadi tidak bisa tidur" jawab Li Qin yang kaget mendengar perkataan Valdi.
"tidurlah, sebentar lagi lampu pasti nyala dan Ac akan hidup kembali" kata Valdi yang sejak tadi sengaja mematikan lampu.
"Yah lampu ternyata padam, pantes saja kamar mu panas." kata Li Qin dan berusaha untuk tidur.
memang Valdi malam ini sengaja melakukan hal ini untuk meluapkan rasa rindunya yang tidak pernah bisa ia salurlan pada Li Qin sejak dulu. Dia dengan santai menatap lekat wajah Li Qin dari kegelapan karna lampu yang sengaja di matikan oleh nya.
Harus di akui bahwa niat Valdi untuk mendekati Li Qin sangatlah besar, sekalipun dia menyadari bahwa akan banyak bahaya yang ada di belakang dan sekitarnya namun, ia tidak peduli dengan yang terjadi. untuk saat ini dirinya sedang menyenangkan hati nya yang lelah menunggu Li Qin terlalu lama.
__ADS_1
"Li Qin, Li Qin" kata Valdi sambil menggoyang - goyangkan tubuh Li Qin tapi, sepertinya Li Qin sudah berada dialam mimpi nya.
"kamu begitu cantik saat tertidur, apakah kamu lelah selama ini.?" tanya Valdi sambil mengelus pipi Li Qin.
"tidurlah, aku tidak akan merusak masa depan mu apa lagi sampai mengambil paksa kehormatan mu. tidur dengan tenang dan jangan mengacaukan aku" kata Valdi dan mengecup kening Li Qin tapi, tiba - tiba Li Qin yang tertidur pulas itu menarik tubuhnya dan ia tertidur di dada Valdi.
Melihat Li Qin yang sudah tertidur di dadanya, senyum dibibir Valdi tidak lagi bisa dihentikan. ia benar - benar di hujani sejuta kelopak bunga mawar merah, perlahan Valdi menyingkirkan bantal guling yang ada di pertengahan mereka, Li Qin malah tanpa sadar semakij mendekatkan tubuh nya di dekat Valdi.
"apakah kamu sedang menguji ku malam ini dengan gaya tidur mu yang selalu ingin menempel pada ku.?" tanya Valdi
sedangkan Li Qin semakin menikmati tidur nya yang nyenyak dengan pelukan hangat dari Valdi, perlahan tangan Li Qin menelusuri dada bidang miliknya. tentu saja hal ini membuat sesuatu dibawah sana terbangun karna ulah Li Qin.
"astaga.! Li Qin kamu harus bertanggung jawab karna telah membuat nya terbangun" kata Valdi namun, Li Qin malah semakin mencari posisi enak untuk meletakkan kepalanya hingga keningnya berada dipipi Valdi.
"ku rasa kamu, ingin jika aku setiap hari mencium kening mu. baiklah aku akan terus mencium kening mu" kata Valdi.
"TIDAAAAAAAAAAAAK.!"
BAGAIMANA KISAH SELANJUTNYA.?
BUKANKAH INI TERLIHAT MENARIK.?
IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE❤ YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKE🙏
... ...
__ADS_1