
...SEPERTI AIR YANG MENGALIR...
Salah satu penyesalan terbesar dalam hidup adalah seseorang hidup dengan menjadi apa yang orang lain inginkan lalu menjalani hidup yang tidak sesuai dengan ke ingin diri sendiri, Lebih tunduk pada permintaan dan tuntutan orang lain dari pada hidup dengan permintaan dan tuntutan diri sendiri dan melakukan segala nya sesuai ke inginan diri.
Juga sikap manusia yang paling menjengkelkan adalah terlalu bayak menolak, terlalu banyak menggantung, terlalu banyak pertimbangan, terlalu egois dan jual mahal. Seolah di Dunia ini hanya satu yang di harapkan yaitu diri nya, hingga ketika datang saat ia tidak lagi di butuhkan oleh orang tersebut karena terlalu banyak membuang waktu barulah penyesalahan datang tanpa dosa menggorogoti hati serta pikiran.
Sama seperti Li Qin saat ini yang sedang menikmati sebuah penyesalan dari sikap nya yang terlalu banyak menolak dan menggantung Tanaka. Masih di halaman depan dekat parkiran, Laura terus menekan Li Qin dengan kalimat nya yang sedikit menyakiti tapi, semua di lakukan demi kebaikan Li Qin.
Sungguh Laura tidak ingin saudari sekaligus sahabat terdekat nya itu berubah wujud menjadi monstee yang mengerika hanya karena merasa bahwa keputusan nya benar dan perubahan dari Tanak salah.! itulah kenapa ia terus berusaha menekan Li Qin tanpa mau melembut lembutkan tutur kata nya.
"Jangan menipu ku, aku sudah tau bagaimana sifat mu sejak dulu. Kamu adalah species langka yang selalu saja jual mahal, egois dan baru sadar ketika semua hal berubah dan itulah kamu Li Qin" tegas Laura, ia sungguh tidak terima dengan alasan Li Qin yang terus mengelak.
"Ck.. Seperti nya aku telat menyadari kalau kamu cocok nya jadi peramal saja" jawab Li Qin
"Saat ini, Ele sudah datang dan aku tau semua nya tentang Ele dan apa hubungan nya dengan Tanaka. Kau tau hanya Ele yang mencari mu dan ketika tadi Tanaka balik, ia menanyakan keberadaan mu kepada Tanaka" ucap Laura dengan menekan kata setiap kalimat yang ia ucapkan kepada Li Qin.
Ya.. tadi Laura iseng membuntuti Tanaka dari belakang dengan tujuan ingin melihat semesra apa Tanaka kepada Ele dan ya.! Laura melihat dengan jelas bagaimana tatapan teduh penuh kerinduan, ke hangatan, cinta, kasih sayang yang tulus dari cara Tanaka menatap dan memperlakukan Eleanor.
__ADS_1
"Lalu, apakah Tanaka merespon.? apa dia khawatir seperti dulu.? Apa dia segera mencari keberadaan ku.? tanya Li Qin tidak sabar ingin mendapatkan jawaban.
"Tidak.! dia tidak mencari mu dan justru dia semakin mengeratkan pelukan nya di tubuh Ele yang benar benar penuh dengan kerinduan terhadap Eleanor, dia tidak menjawab apapun tentang mu ketika Ele bertanya kamu berada dimana" jelas Laura, ia sungguh tidak mau menutupi apapun.
"Kau pasti bercanda" kata Li Qin pada Laura.
"ck.. jangan berbohong atau membohongi diri mu dengan sikap keras kepala mu itu Li Qin, sungguh jual mahal mu tidak laku lagi dan kau bahkan tau seberapa lama mereka berpelukan dan bagaimana tatapan ke dua nya yang tidak pernah ku lihat ketika bersama mu" jelas Laura dan tentu saja Li Qin semakin muram saja.
"Bagaimana bisa kamu tau.? kalau aku melihat mereka berpelukan sejak tadi.?" tanya Li Qin.
Ternyata Laura juga mengetahui kalau Li Qin ada di belakang pohon yang sengaja di tanam pada halaman dekat area parkir dari tadi, karena itu ia memutuskan untuk turun menghampiri Li Qin sebelum Tanaka dan Ele mengetahui keberadaan nya yang jelas seperti penguntit.
"huff.. kau memang tau semua nya tidak perlu lagi untuk ku tutupi" pasrah Li Qin pada Laura.
"Li Qin, ini adalah konsekuensi dari sikap mu yang terus membuat Tanaka terus menerus menunggu mu. Kamu harus nya berfikir panjang untuk semua keputusan dan sikap mu, aku cuma menyarankan agar kamu bisa membiarkan Tanaka dengan Ele karena mereka sudah jalan sangat lama" tegur Laura.
Laura sebetul nya tidak enak hati untuk mengatakan agar Li Qin melepaskan dan membiarkan Tanaka dengan Eleanor saja, karena walau bagaimanapun ini murni kesalahan Li Qin. Tentu nya tidak akan ada orang yang mau melihat saudari nya terluka karena cinta namun, oleh karena alasan dari sikap Li Qin yang menurut Laura sangat keterlaluan terhadap lelaki yang begitu serius pada nya. Membuat diri nya sangat yakin bahwa, ia harus bersikap adil dan berdiri di tengah tengah Li Qin, Tanaka dan Eleanor.
__ADS_1
"Biarkan semua ini berproses tanpa ada yang terluka dan tanpa kamu ikut menambahkan luka lagi, aku sangat berharap bahwa kamu mampu melakukan nya. Ini kamu yang memulai dan kamu harus nikmati setiap hasil nya dari apa yang telah kamu mulai, biarkan semua berjalan seperti air yang mengalir tanpa ada dendam, tanpa ada niat untuk merebut Tanaka dan menghancurkan Ele" nasehat Laura lagi, sungguh ia sangat berharap bahwa sikap egois dan keras kepala Li Qin tidak membuat saudari nya itu jatuh pada dosa yang lebih besar lagi.
"Kamu terlalu banyak bicara malam imi, kita stop pembahasan sampai disini agar besok pagi kita punya bahan pembicaraan untuk di bahas kembali" ucap Li Qin, sebetul nya diri nya juga bingung mau jawab apa pada Laura disaat dia sendiri tidak bisa menentukan apapun.
"Ck.. bilang saja kamu tidak bisa jawab" ketus Laura dan hal itu membuat kedua nya tertawa.
"Kamu memang jelas lebih tau segala nya" puji Li Qin
"Kamu pertimbangkan lah semua ucapan ku, jangan sampai kedepan menyesal lagi" tegur Laura dan Li Qin hanya dia mematung "Baiklah, aku sudah cukup dengan drama menegur mu malam ini. Sekarang aku mau kembali untuk tidur" ucap Laura, diri nya langsung melangkah tanpa menunggu jawaban dari Li Qin.
"Laura" panggil Li Qin dengan sedikit berteriak.
"Tidak usah berteriak, aku tidak tuli" protes Laura dan Li Qin berlari kecil untuk mengejar nya.
"Maukah kamu tidur disamping ku malam ini.?" tanya Li Qin penuh harap
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1