
INSIDEN
Valensia tiba di RSUD Gunungsitoli membawa wajah dinginnya sebagai oleh-oleh khas Valensia😂 setibanya di ruangan karantina khusus ia bisa bernafas lega pasalnya tidak ada satupun penghuni di bangsal 1 2 3 karna pasien karantina hari lalu sudah sembuh dan di izinkan kembali kerumah tentunya petugas jaga malam ini bisa tidur nyenyak😂
"cecelehaaaaaa kuuuuu....... omegod yei akhirnya pulang dengan utuh beby" teriak Vantosa menyambut sosok yang tidak memberinya respon berupa senyuman😂
"omo.! aura apa yang terpancar di wajahmu dek.?" tanya Ani yang serasa merinding melihat tatapan dingin Valensia yang bermuka datar
"ooh celehaku mana kemek-kemeknya" tagih Vantosa yang tidak sadar dengan ekspresi Valen
"ssssst kamu gak sadar apa ekspresi Valensia" bisik Tina ditelinga Vantosa
"masbuullllooo ekspresinya pokok ee eike mau zinn ii sama diyea" ucap Vantosa sembari mengejar Valensia yang melewati mereka tanpa melirik sedikitpun
"gilee bener lu yeii sigadis jamu ninggalin eike sendiri disono.!🙄🙄 gue sumpahin zaman mundur yei bakal nyesel telah melewati eike begitu saja" ceramah Vantosa dengan sedikit lenggang lenggok pinggang nya
"kalau abang sudah selesai mengoceh silahkan kembali dan selesaikan tugas mu.!" tegas Valen
"WHAT.!!!!!!😱😱" perlahan Vantosa berjalan mundur kedua tangannya memegang pipi betapa kagetnya dia mendengar ucapan Valensia yang tidak biasanya bahkan tidak pernah ia ucapkan
"kamu kenapa bang kaleng.?" tanya Tina
"eeh sini eike bilangin kayak nye ceceleha kerasukan arwah penjaga pohon terong belanda dee bu tua.!" ucap Vantosa sambil ketiganya membungkuk 180° hingga kepala mereka datar dengan bokong😂
"eech banci lu ngomong sembarangan aje.!" ketus Tina
"ini nii thomas iskariot musti dilihat diraba ditrawang.!!!" sambung Ani
"lagian kalian kenapa si kayak baru tau aja sikap Valen" tanya Tina yang bingung pasalnya tadi dia asik baca NT saat Valensia datang
"yei kesono deh ruang kepru biar tau lu mana jaringan kepalanya yang berkarat.!" saran Vantosa dan tanpa pikir panjang Tina menemui Valen
"hei dek lagi apa.?" tanya Tina dengan santuy ketika melihat Valensia sedang duduk bersandar dikursi kebesarannya dengan menutup mata dan melipat kedua tangan didada.
"aku sedang istrahat" jawab Valen dengan datarnya tanpa membuka mata
"baiklah silahkan istrahat" Tina pergi meninggalkan Valen tidak lama kemudian Ani dan Vantosa datang menemui Valen untuk meminta izin
"hei ceceleha eike boleh minta izin kagak malam ini free soalnya eike mo jumpa Wan Peng (aktris thaiwan😂) bolehkan bu Kepru sijamu.??" ucap Vantosa dengan muannjhhaaa sambil memijit mijit pundak Valen🤭
"gile bener lu.! jumpa ditipi aje belum tentu lirik eluu malah sok sokan mau jumpa🙄" protes Ani
"eike yang pompa kenapa yei yang kesedott.?🙄"
__ADS_1
"emang situ bisa mompa juniornya SNI nggak.?"
"laah emang yei punya pompa.? jelas junior eike standar SNI emang suami yei made in thaiwan musti stimulus baru mompa.?" saut Vantosa
"astaga kalian minta izin apa ngajak kepru ribut yoouloohhh anak-anak durjanenggg jauh dari kata soleha.!" teriak Tina
"boleh ya celeha eike sudahh jamuran ni🙄" ucap Vantosa memelas
"pergilah kalian bertiga" jawab Valensia singkat dan ketiganya senang karna merasa Valensia mengerti tujuan ketiganya tanpa berfikir terlebih dahulu.
"yei memangg pengertian binggou bye bye celeha malam ini celeha sebatang kareng dulu yei😁" ucap Vantosa dan mereka pergi
sebenarnya tidak boleh dalam satu ruangan petugas hanya sendiri tapi berhubung karna Valensia melihat tidak ada pasien ia memberi izin untuk ketiga sahabatnya istrahat dimess semalaman tanpa mengkonfirmasi kepihak RSU (keputusan sepihak Valensia)
malampun tiba tepat pukul 23:00 wib sejak 2 jam lalu Valen memulai dinas sendiri tanpa pasien dan tanpa teman namun ruangan itu penuh dengan gelak tawa karna sedang bergadang didunia halunya😂😂 ia ngakak tiada henti dan gabut segabut gabutnya tanpa ada yang menegur dirinya
tring tring.. tring tring.... bunyi telepon ruangan RC dan langsung dijawab oleh Valensia
"hallo selamat malam ruangan RPB/RC ada yang bisa dibantu.?" sapa Valensia
"hallo selamat malam dari IGD bisa bicara dengan ibu Valensia Dohare kepala ruangan RPB/RC.?"
"dengan saya sendiri, silahkan sus"
"ada pasien dengan ganggguan DM/MDD dan juga positif terpapar virus segera diover keruangan RC"
ternyata malam ini tidak sesuai dugaan Valensia untuk bersantai ia kedatangan satu pasien dengan gejala depresi yang berbahaya beberapa menit kemudian pasien baru dibawa keruangan khusus yang ada tali di setiap sisi ranjang
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.!!!!! gilaaaaaa kau.!! jalang kau lepaskan tangan ku pel***r kau.!!" teriak histeris pasien MDD dimana kedua tangan dan kedua kakinya sudah diikat dengan kuat disisi ranjang.
"apa dia sudah disuntikkan obat penenang.?" tanya Valensia
"sudah kepru tapi masih belum mempan untuk nya" jawab suster itu sambil memberikan semua data pasien beserta obat apa saja yang sudah diberikan
"mungkin obatnya sedang bereaksi dan kenapa dia bisa sedepresi ini.?" tanya Valensia lagi
"dia terlibat dalam pembunuhan sadis salah satu anggota keluarga kandungnya dan berhasil diringkus oleh pihak kepolisian malam ini di TKP" jelas suster itu
"apa dia pasien tahanan sekarang.?"
"iya kepru pihak kepolisian juga menegaskan agar pasien dirawat semaksimal mungkin" jelas suster
"baiklah terimakasih"
__ADS_1
suster dan beberapa polisi yang bertugas meminta izin untuk keluar dari ruangan RC sekarang jam menunjukkan pukul 02:00 malam Valensia tetap sendiri diruangan kebesarannya dan masih belum menutup mata untuk istrahat dan juga pasien MDD masih mengamuk tidak karuan hingga sulit membuat ia tertidur karna terus saja mendengar teriakan dan karna merasa iba dengan pasien Valensia memberanikan diri dengan segala perlengkapan APD medis nya masuk ke kamar pasien dengan membawa obat penenang M/C untuk disuntikkan ditangan pasien.
"permisi ya pak, saya suntikkan obat dulu biar bapak tenang untuk istrahat, sikit ya pakk" ucap Valensia lembut sambil memulai tindakan tanpa mendapatkan respon dari pasien
saat masuk Valensia memang melihat pasiennya dalam keadaan tidur pulas ia berfikir mungkin obat nya sedang bereaksi hingga pasien berhenti mengamuk dan tidak curiga, ia mengoles kapas alkohol dipunggung tangan dan menyuntikkan cairan ke pasien melalui aboked micro tanpa ia sadari tali pengikat untuk tangan dan kaki pasien disemua sisi ranjang sudah lepas bersamaan dengan tiang infus (infus stand)
\TINGGGGGGGGGGGG
||/BRUUUUKKKKKKKKK||
terdengar suara tiang infud (infus stand) jatuh dilantai pasien MDD juga sudah mencabut paksa jarum infus nya hingga dirinya ambrukk dilantai dan berusaha untuk bangun karna kondisi nya yang masih kurang stabil
//SREEEEEECKKKKKK\
seragam APD yang dikenakan Valensia sobek entah nyangkut dimana dan masih dalam keadaan mencerna apa yang sedsng terjadi.
setelah mulai sadar dari keterkejutannya Valensia kaget bukan main saat mengetahui pasien telah berhasil melepas ikatan dan berusaha untuk menyerang dirinya ia segera memanfaatkan waktu untuk berlari keluar menuju ruangan depan dan berhasil menekan tombol darurat untuk memanggil tim keamanan
"astagaa😫😫 bagaimana ini bapak tenang dulu ya, saya akan melindungi bapak.! tenang pak rileks" ucap Valen berusaha menenangkan pasien yang mulai mendekatinya
sungguh Valensia kini dalam keadaan panik
mengingat hanya mereka berdua yang berada dalam ruangan dan tidak ada bisa menolong.
"sinii kauu pocongg gilaaak.!!" teriak pasien semakin murka
"pak sadar pak.! kendalikan dirimu.! percayalah saya hanya menolong bukan menyakiti" ucap Valen yang sudah panik sepanik paniknya dengan suara yang bergetar
"kau kira aku binatang.! ta*k kau pel***r kau.!!" teriak pasien yang merasa tidak terima tangan dan kakinya di borgol dan semakin geram😡 dengan refleks ia mengangkat tiang infus daaaannnnnn
##TRIIIIING##
"aaaaaoooooowww.!" teriak Valen
tiang infus pasien dengan mulus mendarat tepat dipunggung Valensia pukulan yang sangat kuat tentu membuat ia meringis kesakitan saat tangannya diarahkan untuk mengelus punggung dengan cepat pasien menarik tangan kemudian menggigitnya hingga teriakan Valensia menggema diseluruh ruangan RC
"aaaaa....!! tolongg...!!" teriak Valensia yang sudah menangis ketakutan dan kesakitan berusaha menarik tangannya dari mulut pasien
tidak lama kemudian seperti kurang puas akan serangan dengan satu tangan nya pasien kembali membenturkan kepala Valensia ditombol darurat berkali-kali hingga helm pelindung dan face child pecah dan terlepas dari kepalanya
"aaaahhhhhhh tolongggggg.!!!" teriak Valen semakinn menjadi-jadi karna merasakan kesakitan yang luar biasa belum lagi pasien masih terus menggigit tangannya dan terus membenturkan kepala Valensia ditombol darurat.
tidak lama kemudian pihak kepolisian beserta tim keamanan RSUD datang dan segera berlari memborgol kedua tangan dan kaki pasien kemudian segera menolong Valensia yang sudah sangat memprihatinkan
__ADS_1
Valensia segera ditangani dokter dirinya juga segera meminum obat guna menghindari paparan virus yang tidak di inginkan, tidak ada luka dikepala Valensia karna banyaknya pelindung dikepalanya namun ada lebam dikepala bagian kanan serta telinga, gigitan ditangan berakhir menjadi sobekan dikulitnya hingga mengeluarkan banyak darah beruntung pasien MDD itu tidak memutuskan urat nadinya sedangkan punggung Valensia kini sangat jelas menampakkan stempel berwarna ungu (lebam total)