
...AKU MERINDUKAN MU...
Bak bidadari berwajah muram, begitulah suasana hati yang seharus nya menjadi ekspresi wajah Eleanor dan Li Qin setelah di satukan oleh lelaki yang sama sama mereka sukai dalam satu atap. Akan tetapi ke dua nya tampak tidak berkutik dan memberikan ekspresi muram seperti yang di bayangkan, seolah wanita bak bidadari Ini telah mendapatkan bocoran takdir yang tidak patut jika di kritik oleh ke duanya dan sudah bersiap melakoni seluruh kisah dalam goresan takdir..
Jadi, bisa kita menarik kesimpulan yang menegaskan bahwa jika kehilangan ke dua nya maka cerita ini benar-benar tidak asyik.?
Secara Tanaka selama lima belas tahun terus mempertahan kan Eleanor dan tidak rela jika wanita yang lebih cantik dan sekxy dari Li Qin itu menjadi milik orang lain, ia bahkan selama lima belas tahun terus memberikan pengawalan dan penjagaan ketat terhadap Eleanor dan menyingkirkan ke dalam neraka setiap orang yang berusaha mendekati Eleanor.
Sementara disisi lain Eleanor begitu mencintai Tanaka hingga ia rela membiarkan Tanaka mengejar cinta Li Qin dan segala bentuk kebahagiaan Tanaka terus ia dukung tanpa ada niat meninggalkan Tanaka, sekalipun pernah ada sebuah permainan sebanyak tiga kali dengan membayar lelaki agar berpura pura menjadi kekasih nya meski pada akhir nya semua gagal.
Tanaka paham dan sangat tau kalau semua di lakukan oleh Elesnor agar Tanaka mau melepaskan diri nya dan fokus pada Li Qin saja karena, Ele merasa bisa jadi penyebab Li Qin menggantung cinta Tanaka karena ada nya diri nya disisi Tanaka yang enggan di lepaskan oleh Tanaka selama lima belas tahun.
Dan di balik Tanaka mempertahankan Eleanor, ia juga berusaha menantikan jawaban Li Qin untuk jadi kekasih nya dan parah nya Li Qin masih asik menggantung dengan jual mahal pernyataan cinta dari Tanaka. Ya.. walaupun sekarang dia bersedia menjawab akan tetapi Tanaka sedang dalam sebuah misi meninggalkan Li Qin.
"Apakah ini edisi cerita dengan judul Ke Irihan Hati Laura.?" ucap Eleanor menggoda dan hal itu membuat Laura mengangguk "Tidak ada hal yang bisa mrmbuat mu iri kepada ku Laura walau hanya bercanda karena aku hanya menceritakan tentang keberuntungan ku Laura sedangkan, untuk kepedihan ku biarlah itu tetap jadi kisah pilu ku yang tidak perlu orang lain tau. Semoga saja kamu tidak terjerat dalam cinta yang enggan di katakan sebagai cinta segitiga ini" jelas Eleanor tentu saja ia harus menjelaskan nya pada Laura.
"Aku mengerti semua juga tidak mungkin terjadi seandai nya Li Qin menjawab pernyataan cinta dari Tanaka, kamu pastilah ada kemungkinan bebas dari jeratan yang menyakiti ini" jelas Laura.
__ADS_1
"Tidak perlu menyalahkan Li Qin, dia juga punya pendapat dan alasan nya sendiri dalam setiap apa yang ia lakukan Laura" jelas Eleanor sambil melepaskan pelukan sayang di antara ke dua nya.
"Kau sudah berusaha cukup kuat Eleanor" puji Laura
"Kamu juga telah bertahan cukup kuat Laura" jelas Eleanor karena, ia sudah mengetahui tentang Laura dari Tanaka ketika pertama sekali Laura dan Prof berada dan berlindung di dalam tumah Valdis.
"Kita sudah bertahan cukup kuat dan lama tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan kita dalam hal bertaha Ele" sambung Laura dan hal itu di angguki oleh Eleanor.
"Li Qin, seandai nya kamu tau kalau ada hati Eleanor yang benar benar di korban kan karena menanti keputusan mu. Mungkin kah kamu akan mengalah dan membiarkan Eleanor bahagia dengan Tanaka.? setelah ia mengalah selama lima belas tahun mencintai dan di cintai oleh Tanaka sementara diri nya terluka karena Tanaka juga mengejar cinta mu, sungguh ini tidak dapat di katakan Play boy." batin Laura, ia terasa sakit melihat rumit nya posisi Eleanor saat ini.
*
*
*
Senja lenyap telah lenyap ketika matahari tanpa ragu terbenam di ufuk barat meninggalkan dua pilihan yang memaksakan pergantian antara siang dan malam, yang menyatukan cedera yang sangat panjang pada langit senja. Bak kubangan, semua manusia meninggalkan sejuta angan angan di hari yang gelap ketika fajar menyatu dan angan angan tersebut di gantikan menjadi sebuah mimpi dalam gelapnya malam.
__ADS_1
Keluarga prof beserta Eleanor telah menyelesaikan makan malam bersama dengan damai hingga ke empat nya berada di ruangan masing masing, sedangkan Ele masih menunggu kedatangan Tanaka dari balkon lantai dua dengan pandangan fokus pada gerbang besar yang menjulang tinggi.
Hingga gerbang itu terbuka dan menampakkan sosok Tanaka yang mengendari motor dan memarkirkan motor dinas tersebut di parkiran luas yang ada di halaman rumah nya, Tanaka yang melihat Ele dari atas balkok segera melambaikan tangan dengan senyuman yang menawan dari kegelapan.
"Kenapa dia tidak bersama dengan Li Qin.?" tanya Eleanor tanpa ada yang menjawab, sambil mata nya mengikuti langkah kaki Tanaka yang sudah memasuki rumah mewah nya.
"Apa mungkin Li Qin merajuk hingga tidak mau ikut pulang bersama Tanaka.?" ucap Eleanor lagi dan hal itu tidak ada yang bisa menjawab.
Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki dari Tanaka yang memeluk Eleanor dari belakang dan kemesraan ke dua nya begitu sangat intim, jaminan siapapun yang melihat pasti akan merasa irih terhadap pasangan yang bukan pasangan, aaahkk.. sulit merangkai kalimat nya.!
"Kamu selalu saja seperti ini, berdiri di balkon dan terus menunggu ku walaupun dingin" ucap Tanaka dengan suara serak nya.
"Aku merindukan mu" ucap Ela sambil berbalik menghadap Tanaka, ia mencium rakus wangi tubuh Tanaka dan membenamkan kepala nya pada dada Tanaka yang sangat lebar itu.
Ke dua nya pun saling menghirup dengan rakus wangi tubuh masing masing dan sesekali memberikan kecupan pada puncak kepala Eleanor, sungguh tampak wajah teduh dan damai dari Tanaka setiap kali berada di dekat Li Qin.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1