
...MENGUMUMKAN KEMATIAN...
Waktu berlalu terlalu cepat dari gelap ke terang dimana pagi sudah datang memberikan cahaya dari matahari nya yang bersinar, sejati nya sebuah terang di pagi hari harus nya bisa jadi salah satu momen spesial awal semua orang memulai segala kegiatan nya di setiap hari.
Pasalnya, pagi adalah saat di mana di bukanya lembaran baru dalam hidup seseorang. Yang telah melalui hari kemarin beserta dengan segala yang terjadi Oleh karena itu, pagi seringkali di lalui kebanyakan orang dengan penuh semangat dan suka cita dalam memulai dan menikmati kesegaran serta waktu yang tepat untuk mencari inspirasi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 05:30 WIB saat dimana keluarga Hul sudah mulai menenangkan diri dan Valr yang saat ini masih bersama dengan prof, mereka sambil berbincang dengan pembahasan ringan dan Valr sebetul nya tidak terganggu dengan ada nya keluarga prof di dalam rumah masa kecil nya, akan tetapi dia juga hanya tidak bisa memberi jaminan ke amanan seumur hidup bagi Prof dan keluarga nya karena setiap manusia pasti ada masanya dan menurut nya masa depan putri semata wayang dari prof sangatlah penting "Agar orang tua mu tidak sungkan, maka berusahalah untuk menjadi baik dan itu kami anggap sebagai bayaran nya" jelas Valr yang membuat prof tersenyum begitu juga dengan Laura
Prof senang mendengarkan ucapan Valr karena masih mau memperdulikan masa depan putri nya, perlu di ketahui prof dan istri nya sudah tua bahkan jauh lebih tua dari Valr dan anggaplah Laura seperti layak di sebut sebagai cucu mereka dan hal itu karena prof dan istri baru di berikan kepercayaan oleh yang maha kuasa saat umur prof sudah empat puluh lima tahun dan sang istri sudah tiga puluh delapan tahun saat pertama mengandung Laura.
"Andai putra ku tidak memilih-milih mungkin salah satu dari mereka akan menjadi menantu mu" kata Vano tiba-tiba yang tidak bisa tidur karena terganggu dengan pembahasan Valr dan juga Prof.
Laura yang mendengar ucapan Vano merasa kaget hingga tidak bisa untuk diam "Paman bicara apa, aku ini tinggal disini artinya sudah jadi bagian dari keluarga besar kalian dan kalau di jodohkan dengan anak paman tentu, sangat tidak mungkin dan itu sama saja kalau aku bukan bagian dari keluarga besar kalian" protes Laura
"Kau belum apa-apa sudah banyak bicara lagi pula aku masih belum punya anak" jawab Vano asal yang membuat Valr melirik nya dengan tatapan kaget dan tajam.
"Paman oh paman.. nanti istri mu tau kalau paman tidak mengakui anak-anak nya entah berakhir seperti apa paman di malam hari" ledek Laura dan Vano hanya tertawa dengan ekspresi dingin nya.
__ADS_1
"Sudah-sudah, tidak akan ada henti nya jika meladeni putri ku ini tuan Vano dan maafkan dia yang selalu saja tidak sopan pada tuan" tukas prof yang mengetahui kalau Vano dan Valr bukanlah type orang yang mau meladeni anak kecil bercanda, bahkan dengan mereka mau melirik saja itu suda termasuk sesuatu yang wajib di syukuri oleh nya.
"Itu bukan masalah besar prof, tidak perlu merasa bersalah" kata Vano dan Laura tanpa ragu mengacungkan jempol nya.
Tanaka yang diam sejak tadi sembari mengatur emosi nya agar bisa berbesar hati menerima semua kesalahan dan keteledoran Valdis terhadap Li Qin hanya mampu mengehela nafas panjang dan menerima dengan lapang dada "Pa, paman dan prof seperti nya mayat ini enggan mati jika aku terus berada disini.! aku lelah menunggu kematian nya jadi, seperti nya aku harus pergi dulu" kata Tanaka diri nya sejak tadi diam karena memperhatikan Valdis yang pura-pura belum sadarkan diri.
"Sayang sekali jika kau tidak bisa jadi orang pertama yang mengetahui kematian nya, andai itu aku.! maka, aku akan sangat bahagia jika aku menjadi orang pertama yang mengumumkan jam kematian nya" kata Laura ikut menyahuti dan tidak ada tawa seolah semua ikut dalam permainan Tanaka.
"Hah.. apa mereka tidak kasihan pada tubuh ku yang sudah babak belur ini dan apa.!! gadis sialan itu ikut membumbui kematian ku.? awas saja kau jika aku sadar nanti nya" ancam Valdis dalam hati saja, saat ini ia benar-benar tidak berdaya dan hanya mampu berpura-pura walau sebenar nya kepura-puraan nya sudah di ketahui oleh semua yang ada di ruangan ini.
Valr dan Prof serta Vano, yang sejak tadi mendengarkan ucapan Tanaka dan Laura tanpa mau menimpali hanya bisa tertawa dalam diam seolah ingin membuat Valdis salah paham bahwa yang dapat di tangkap oleh pendengaran nya adalah keseriusan Tanaka saat berbicara hingga tidak ada yang berani tertawa.
Valr menginginkan semua bergabung untuk sarapan bersama sesuai tujuan awal nya tadi menemui prof, datang ketempat prof tinggal sekaligus untuk melihat separah apa kondisi Valdis dan bagaimana perkembangan pengobatan prof terhadap putra bungsu nya.
Dan untuk pertama kali meja makan yang panjang ini di penuhi dengan manusia-manusia yang sudah lama tidak makan bersama dengan keluarga ataupun kerabat, masakan Sofia dan Loren begitu menggugah selera dan dari wangi nya saja sudah bisa di tebak se enak apa makanan yang ada di depan mata.
"Silahkan di makan, jika ada yang perlu di bahas maka bahaslah setelah selesai sarapan" kata Valr mengingatkan dan mempersilahkan hingga hanya ada suara sendok yang beradu di piring masing-masing.
__ADS_1
Tentu nya malam yang panjang dan mencekam telah berakhir dan kini, hanya tersisa pagi yang cerah dimana semua yang buruk harus kembali diperbaiki dengan baik. seperti ketika sekarang Valensia yang terus memandangi Tanaka, yang sejak tadi putra nya itu enggan menyapa dan melihat diri nya walau hanya sekedar lirikan. Valensia yang sadar diri dengan sikap gegabah nya yang begitu keterlaluan tadi malam, akhir nya memutuskan untuk tidak mengganggu sang putra dan memberikan waktu bagi Tanaka untuk menenangkan diri.
*
*
*
Hari ini semua kekacauan dalam rumah di bereskan secara bersama-sama oleh Sofia, Loren, Valensia dan termasuk istri dari prof. sedangkan Laura si pengangguran dan Tanaka yang memilih libur untuk hari ini, berada dalam kamar Tanaka untuk melihat perkembangan kondisi Li Qin yang seperti nya jauh lebih baik dari pertama ia lihat tadi malam.
"Apa kau sudah mengabari orang tua nya.?" tanya Laura
"Tidak, biarkan seperti ini dulu karena akan sangat sakit bagi mereka untuk melihat kondisi Li Qin yang separah ini" jawab Tanaka
"Baiklah, kau tau yang terbaik. aku hanya tidak ingin ibu kandung nya merasa kehilangan putri tunggal nya di setiap saat" sambung Laura
"Tunggu Li Qin benar-benar pulih seperti semula barulah nanti aku langsung membawa Li Qin bertemu dengan orang tua nya" jawab Tanaka lagi dan hal itu hanya di angguki oleh Laura.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye