
Pagi adalah awal hari ketika kamu membuka mata setelah tidur panjangmu dimalam hari yang gelap, dimana semua awal dari keseharianmu akan dimulai, cobalah untuk belajar membuka pagi dengan doa kepada Tuhanmu ketika terbangun di pagi hari dan lalu pikirkanlah apa hal yang istimewa untuk hidup, agar setiap hembusan nafasmu lebih teratur, berpikir cara untuk menata hidup agar berarti dan ketahuilah bagaimana cara untuk menikmati juga mencintai kehidupan dengan selalu bersyukur hanya kepada Tuhan itu adalah kunci utama untuk membangkitkan semangat dan motivasi dalam diri.
Dan jangan lupa bahwa hidup selalu mengajari kita untuk selalu berfikir dengan positif, membimbing kita menjalani hari dengan normal tanpa berfikir untuk mengusik orang lain karena sebetulnya pikiran adalah kunci bagi diri. Dengan menyematkan sesuatu yang positif, maka dengan terbuka pikiran kita bersatu dengan alam yang akan membantu tubuh untuk mewujudkan suasana yang tenang dan damai, begitupun dengan pikiran negatif yang dapat berpengaruh besar yang merusak ketenangan diri.
Kembali lagi kepada Tanaka yang beberapa tahun belakangan ini menghadapi kerumitan serta ancaman kematian dalam kesehariannya, entah bagaimana awal mula dulu ia bisa menjadi incaran para mafia yang menindas tanpa ampun hingga dirinya membuat kelompok diam - diam tanpa diketahui oleh negara serta mempunyai banyak koleksi senjata api yang dilarang untuk dimiliki secara pribadi dalam jumlah yang banyak.
Ditambah lagi dengan kedatangan Alana beserta keluarga Profesor Alex Minang semakin mambuat dirinya terjun dalam aksi yang paling berbahaya karena harus menghadapi banyak musuh, seperti malam ini ia harus menunda untuk segera pulang kerumah walau perutnya sudah tidak bisa menahan lapar.
"jalankan mobilnya" kata Tanaka pada Ucok setelah keluar dari kantor
"siap.! apa kita langsung pulang" sersan Ucok
"seperti biasa, alihkan rutenya" kata Tanaka dan 30menit kemudian, sesampainya dijalanan sepi tidak ada satupun orang yang berani melewati jalan tersebut dimalam hari karena masuk ke area tengah hutan dan paling berbahaya.
"sepertinya ada yang mengikuti kita" kata Sersan Ucok dan hal itu sudah lebih dulu diketahui oleh Tanaka
"ya, diarah kiri dan kanan" jawab Tanaka
"tapi kita tidak punya persiapan" sambung Bambang
"sial.! mobil apa yang kau bawa" kata Ucok sambil melihat mobil yang ia bawa.
"mobil kak Vini" jawab Bambang dengan tidak berdosa
"dasar ceroboh, sudah kukatakan jangan pernah bawa mobil kosong dimalam hari karena bisa saja penyerangan datang tiba - tiba." jelas Ucok
"sudah jangan berdebat, biar aku saja yang menyetir kamu baca pergerakan penguntit dan kamu Bambang ambil senjata kecil dibawa bangku mu" kata Tanaka
"siap, Ndan" jawab Ucok dan Bambang yang segera mengambil senjata
"Imutnya senjata ini" puji Bambang
__ADS_1
"waah, itu senjata milik nona muda" kata Ucok
"Ternyata kak Vini juga menyimpan senjata seimut ini didalam mobilnya" kata Bambang
"berhenti menjadi banci dan fokus dengan penyerangan yang didepan mata" kata Tanaka pada Bambang
"siap, Ndan." kikuk Bambang
"dengar jangan ada yang mengeluarkan suara apapun selain suara musuh, perhatikan baik - baik setiap code yang kuberikan dengan tangan dan gerakan kepala terakhir jangan ada yang menjawab ucapan ku ini. apa kalian mengerti" kata Tanaka
"Baik, Siap Ndan.!" jawab salah satu anggota rahasia Tanaka yang dia kumpulkan dari para calon prajurid TNI, yang dulunya setres dan kacau hidupnya karena pernah mendaftar namun tidak lolos, hal itu dipergunakan Tanaka untuk mendidik para prajurid sekaligus memperkecil agar mereka tidak berjalan kearah yang salah atau berubah menjadi ******* yang siap menghancurkan negri.
"siapa yang suruh kau bicara Bambang" tanya Ucok
"siap, itu komandan.!" jawab Bambang, salah satu prajurid yang terlihat bodoh dicovernya dan penuh kelucuan serta kebodohan yang hakiki. akan tetapi dibalik itu Bambang dikenal dengan julukan serigala berbulu domba yang tidak bisa dibaca musuh kedudukannya dalam keberpihakan dan selalu berhasil dengan senapannya juga apapun alat yang ia gunakan selalu berakhir dengan hasil yang luar biasa ditangannya dan juga semua orang yang melihatnya selalu menilai dia bodoh.
"sudalah, jangan berdebat dengan Bambang" kata Tanaka
DUUAAR.!!!!! suara bom, mereka mengira Tembakan itu berhasil mengenai sasaran lalu dengan cepat melemparkan bom, padahal Tanaka sengaja pura - pura menghentikan mobil dan membuka pintu seolah - olah ia sudah keluar dari mobil dengan cepat ia kembali menunduk dan menutup pintu serta langsung menjalan mobil dengan cepat karena menyadari akan ada serangan boom. dan benar saja belum sempat habis dugaannya Tanaka berputar dalam pikirannya suara Bom ditempat mereka semula berhenti meledak, diperkirakan apa bila mereka lalai bisa saja semua yang ada didalam mobil meninggal dunia.
"Merry Christmass, Happy new years" teriak Bambang yang menoleh kebelakang, ia tertawa karna musuh selalu salah prediksi dalam melepaskan serangan.
"hais.!! dasar sialan" umpat Ucok pada Bambang
"hoalah, siapa main petasan siang bolong begini." kata Bambang yang tidak sadar dengan tatapan Ucok
DUUAAAAAR.... ledakan bom kedua
"Bersiap.!! jangan ada pergerakan apapun didalam mobil, yang pertama kita lakukan adalah melaju dengan cepat agar mereka kehilangan jejak" kata Tanaka, yang langsung nekat memasuki area hutan yang sudah pernah dijelajahinya agar bisa tembus dipinggiran jalan lebar selagi musuh mengira target masih ditempat.
"ini namanya kita kabur." kata Bambang
__ADS_1
"ini namanya aksi penyelamatan diri" jawab Ucok
"siap sersan, tapi setau saya kita tidak diizinkan untuk berbicara.! apa sersan mencoba melawan komandan.?" kata Bambang
"Ndan, kapan anak ini akan kau buang.?" tanya Ucok kepada Tanaka
"kalau aku sudah tidak membutuhkan dia lagi dineraka" kata Tanaka dan ucapan itu selalu ia ucapkan setiap kali ia kesal dengan kelakuan Bambang tapi bukan berarti itu sungguh - sungguh.
"kalau aku dibuang, aku kutuk kalian setiap saat akan menangisiku hidup - hidup" kata Bambang
"DOORRRRR.. DUAAAAAAR" terdengar suara tembakan bertubi - tubi juga ledakan bom hingga beberapa kali dari kejauhan sepertinya ini tembakan dan bom yang sengaja dilepaskan oleh musuh untuk memastikan apa lawan sudah lumpuh dan juga sepertinya ini juga taktik untuk mengundang pergerakan lawan" kata Tanaka setelah membaca suasana.
"sersan, apa kita bisa makan dulu.?" kata Bambang sambil memakan kacang yang ia bawa dan simpan dikantongnya
"apa kau tidak bisa makan saja disitu, lagi pula kamu tidak sedang ditanah.!" ketus Ucok
"heee.. (dengan nada) aku memang didalam mobil, hanya saja aku tidak bisa menikmati sukroku kalau makan dengan mobil yang sedang melaju dengan kencang yang ada semua sukroku tumpah" jelas Bambang.
"apa kau tidak merasa kalau hidupmu sekarang sedang diambang kematian.?" tanya Ucok
"siap tidak sersan, aku hanya ingin minum" kata Bambang.
"tidak ada yang bisa melawan Bambang" kata Ucok dan Tanaka dengan suara pelan sambil mengangkat serentak senjata dan menodongkannya pada Bambang. melihat dua senjata dikiri kanan atas kepalanya, ia memilih pura - pura mati.
"aaaaah, aku mati" kata Bambang dan hal itu mambuat Ucok juga Tanaka tertawa, beberapa menit kemudian mobil tiba dipinggiran jalan luas tentunya tidak ada yang berani melakukan menyerang didaerah sini
Sebetulnya malam ini Tanaka dan anggotanya tidak sedang berniat untuk menyerang ataupun menyelidiki musuh, hanya saja diperjalanan pulang mereka merasa sedang diikuti oleh beberapa orang dari arah hutan baik dari kiri ke kanan dan itu terlihat dari kaca mobil berwarna hitam ditambah lagi jalanan yang kurang lebar dan pemandangan dari dikiri kanan adalah hutan dengan pepohonan yang tinggi menjulang. sepertinya orang - orang itu ingin mengetahui kemana Tanaka dan kawan - kawannya akan pulang, karna selama ini tidak ada yang tau satupun markas Tanaka berada dan Tanakapun sebelum pulang kerumahnya ia suka memutar - mutar arah dan selalu berhasil meloloskan diri dari penguntit.
Hallo pembaca novel kesayanganku😘😘
Masih bingung bukan.?
__ADS_1
saya paham itu jadi tolong kasih saya waktu agar bisa Up banyak, saya rasa dengan Up banyak akan membantu mengurangi kebingungan dan alur yang terlupakan.