
MENUNGGU MU
Cinta itu bukan sebuah tatapan keharusan untuk memandang pasangan setiap hari satu sama lain😊 tapi sebuah keharusan untuk mengetahui bagaimana cara memandang kearah yang sama secara bersamaan. sekalipun, jarak pandang mata tidak mampu menjangkau keberadaannya.
Masih diruangan dan situasi yang sama😊 dimana, Vano, Ita dan mbok Inem sedang tertawa terbahak - bahak mendengarkan pengakuan Valen yang lupa akan ukuran junior Valr sang suami.
"🤣🤣🤣🤣🤣"
"oh god.! Valr lihatlah ekspresi istrimu yang lupa dengan ukuran panjang dan gendut adek kecil di ****** ***** mu" bathin Vano yang masih tertawa sedangkan kini Valen berhenti menangis dalam sekejab suasana hatinya berubah menjadi baik setelah melihat adegan romantis dalam action dan matanya tidak berhenti menatap adegan ciuman itu.
"apa iya salah satu anak dalam kandungan nyonya ada yang mesum sampai kepalanya ikut miring ketika melihat adegan ciuman panas..?" tanya mbok Inem dalam hatinya sendiri yang melihat ekspresi Valen saat menonton adegan kissing.
"🤣🤣🤣🤣🤣"
Selama 4 bulan Vano menjaga ketiga wanita dalam rumah dinas TNI-AL, sesuai dengan mandat Valr padanya. walau sebenarnya ada rasa canggung dan segan dalam dirinya menjaga istri orang sekalipun itu sepupu kandung. namun, mengingat sejauh ini tidak ada komentar negatif dari tetangga dirinya merasa lebih baik dan memberanikan diri membantu memenuhi kemauan Valen sang adik ipar yang sebenarnya hal ini sangat mudah mengundang cibiran pedas dari ratu gosip.
.
.
.
"Bapak ganteng.? sapa Ita
"hmm .. tukiyem" jawab Vano yang terlihat mongotak atik ponselnya
"Kasihan ya nyonya Valen"
"kasihan kenapa.?" tanya Vano
"begini pak ganteng😉 selama ini nyonya susah tidur dan selalu mimpi buruk yang sama" Ita mulai melaporkan setiap kejadian yang ia lihat tentang Valen. karna, selama ini mereka tidur dikamar yang sama dengan Valen namun ranjang yang berbeda.
"maksudnya bom mimpi lagi.?" tanya Vano
"benar pak ganteng, apa tidak sebaiknya tuan Valr dihubungi saja agar segera kembali.?" saran Ita
"saran mu sangat bagus Ita tapi, saranmu itu juga bisa membunuh" sambung Vano
"looh .. kok membunuh.?" tanya Ita bingung
"Abdi negara tidak boleh mundur selama berada dalam misi kecuali, misi selesai atau mereka sudah gugur dimedan perang" sambung Vano
"ooh .. maaf pak ganteng yang tidak jadi tampan🤦 saya kira bisa - bisa saja" sambung Ita.
Tidak lama kemudian Valen datang bergabung dengan Vano dan 2 asisten rumah tangga itu. segera semua kebutuhannya disajikan dan dengan lahap ia memakan semua tanpa sisa🤣🤦.
"bagaimana keadaan mu.?" tanya Vano
"aku baik - baik saja bang" sambung Valen
"Adek ipar dengarkan abang mu yang ganteng ini🤣"
"ck.!" Ita
"Valr adalah suami yang sedang berjuang untuk mu dan negara😊 sekarang kamu hamil dan sedang berjuang untuk merawat bayi dalam kandungan mu, kalian berdua sama - sama berjuang dan ingin memberikan hasil akhir yang membanggakan. Valen .. kehamilan mu ini adalah proses pendewasaan dimana kalian diajari untuk percaya dan saling mengerti satu sama lain memang, bukan hal yang mudah untuk kalian lewati. tapi, kalian berdua dan semua pasangan harus menjalaninya.
"iya bang ipar" jawab Valen singkat
"sebagai seorang istri dalam berumah tangga, kendala apapun yang kamu hadapi saat sedang hamil harus ingat bahwa semua adalah proses yang menata kamu menjadi pribadi yang lebih dewasa untuk mempersiapkan diri dengan status baru sebagai seorang ibu" sambung Vano
"iya abang ipar🤦 lagi pula tinggal 3 bulan lagi dia akan segera kembali" jawab Valen.
__ADS_1
"ternyata pak ganteng ini bijak juga menasehati orang" puji Ita dan tidak direspon oleh Vano
Vano yang juga mengetahui hal yang sama seperti laporan Ita mencoba memberikan nasehat dengan lembut pada Valen agar tetap kuat dan tegar sekalipun sebenarnya sulit bagi seorang ibu hamil ditinggal sang suami untuk bertugas apa lagi ini kehamilan pertama dan suasana lingkungan yang baru tentu sangat membuat Valen sedih dan kewalahan. karna, tidak ada yang memberikan masukan seputar apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang ibu hamil.
"Mbak Ita tolong hidupkan music, kita nyanyi" ucap Valen
"nyanyi apa nyonya" tanya Ita
"nyanyi apa saja bawa sini mic nya" ketus Valen
Lantunan musik melow menghiasi ruangan yang tidak terlalu besar dan Valen mulai bernyayi dengan senduh dan penuh arti bahwa dirinya sedang sangat merindukan sosok suami yang mungkin sudah mendapatkan posisi terpenting dalam hatinya😊
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
'Ku selalu mencoba untuk menguatkan hati
Dari kamu yang belum juga kembali
Ada satu keyakinan yang membuatku bertahan
Penantian ini 'kan terbayar pasti
Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam
Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini
Tetap di sini
Pada siapa rindu ini 'kan kuberi
Pada siapa rindu ini 'kan kuberi, oh
Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam
Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini
Di sini
Lihat aku, sayang, sudah berjuang
Menunggumu datang, menjemputmu pulang
Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam
Aku tak 'kan pergi
Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
.
.
__ADS_1
.
"aku harus kuat dan tidak boleh lemah😊 aku wanita kuat dan harus jadi wanita yang lebih kuat lagi" ucap Valen yang merasakan sakit diperutnya
"benarnya nya😊 semangat💪" sambung mbok Inem sambil mengelus lembut punggung Valen
Di umur kehamilan Valen yang memasuki usia 8 bulan, ia mulai merasa semakin sulit bernapas atau napas sesak, kadang mengalami nyeri ulu hati, sulit tidur, sering buang air kecil, kelelahan, kulit terasa gatal yang membuat dirinya tidak nyaman dalam melakukan hal apapun. berat badannya juga semakin bertambah, sulit bangkit ketika tidur dan ia menjadi mudah lelah serta merasakan sakit karna di umur kehamilan 8 bulan ini rahim terus mengencang atau mulai memberikan kontraksi palsu dari waktu ke waktu. Ini memang kondisi yang sangat normal dalam kehamilan apa lagi bagi ibu yang sudah pernah hamil pasti tau dan tidak terkejut bahwa kejadian ini sebagai bagian dalam menghadapi persalinan.
namun, berbeda dengan Valen yang tidak pernah mengalaminya karna ini kehamilan pertama ditambah lagi ia mengandung tiga bayi kembar sekaligus, tentu hal yang sangat sulit dan menyakitkan baginya ketika mengalami kontraksi yang tiba - tiba dari tiga calon bayinya.
"ternyata teori dan praktek itu rasanya sangat berbeda😊 praktek yang kualami saat ini sangatlah sakit dan serba salah sedangkan, teori yang kulakukan dulu hanya membantu nya untuk melahirkan dan mengarahkan pasien untuk melakukan dan berbuat ini dan itu 🤦" bathin Valen yang mengingat semua pasien yang ia tangani saat akan melahirkan.
.
.
.
Malam hari tepat pukul 20:00 WITA dan minggu ke dua memasuki kehamilan umur 8 bulan 2 minggu.
Saat ini kondisi rumah sangat sepi karna Vano sudah pergi bertugas sedangkan mbok Inem izin menginap satu malam dirumah saudara karna otomatis ketika Valen melahirkan tidak ada lagi kesempatan baginya untuk libur, sedangkan Ita tertidur diruang tamu dan kedua kupingnya ditutupi Headset dengan Volume yang full..
Di dalam kamar Valen..
"aah ... aduh ... aduh .." keluh Valen yang berjalan pelan dari kamar mandi dan berpegangan pada dinding, ia merasakan kontraksi hebat dan tidak mampu lagi berjalan dan memegangi perutnya erat karna sakit yang ia rasakan bukan main.
"huuff .. hufff .. huufff .." Valen berusaha mengatur pernafasannya dan menguasai dirinya agar tidak panik dan stress karna bisa menyebabkan hal fatal jika ia lemah dan jatuh dilantai.
"aaahh .... aaaaaah ... aaaaaaaaah.. aduh .. duh ..". tariak Valen lagi hingga menggigit bibir bawahnya dan tangannya kini sudah mencakar dinding beton dengan kuat hingga cat dinding itu terkelupas..
"ya Tuhan, ini sakit sekali😭 ada apa ini, bukan waktunya untuk ku bersalin" keluh Valen
"tolong Itaaaaaaaa .... Itaaaa ........ tolong sakit sekali😭 Ahhh .. aduh .. duh .. aoooo" keluh Valen sambil berteriak memanggil Ita yang tidak bergerak sedikitpun dari sofa🤦
Karna tidak ada respon dari Ita setelah beberapa kali berteriak🤦 akhirnya Valen perlahan menyusururi tembok agar segera berada disisi ranjang yang ia rasa aman dan tidak membuatnya jatuh kelantai dan berakibat Fatal.
Perlahan Valen melakukan pijatan lembut menggerakkan ujung jari di atas bahu dan punggung. sambil menahan sakit diperutnya yang semakin kuat. dengan telaten dan menahan rasa sakit ia mengganti posisi tangan dan meletakkan tangannya di pinggul dan menariknya dengan kuat di setiap kontraksi. karna cara ini juga bisa membantu sedikit membuka panggul untuk memberi ruang bagi bayi saat akan kontraksi. juga, meringankan rasa sakit saat kontraksi.
Apa Valen akan segera melahirkan.?
Apa anak kembar Valen berjenis kelamin yang sama atau sepasang.?
Lalu bagaimana kondisi Valen jika, dirinya sudah lemah dikontraksi awal.?
Hallo Reader ..
Author mengucapkan banyak - banyak terimakasih untuk seluruh FANS TOP TENTARA PENGGANTI yang sudah mau berbagi poin nya untuk mendukung karya ini.. semoga karya ini semakin disukai dan tidak mengecewakan reader😍😍😍😍😍😍😍😍
Dan juga terimakasih banyak🙏
untuk seluruh reader yang memberikan
LIKE, RATE 5 dan VOTEnya dalam mendukung karya TENTARA PENGGANTI semoga kalin semakin mencintai karya ini..
__ADS_1