TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 292


__ADS_3

...EGOIS...


Tangan Li Qin mengepal kuat dengan gemetaran, gemuruh di dada nya kian membuncah. Seluruh isi kepala nya tergiang ngiang dengan ucapan Tanaka barusan "A..apa kata nya.? aku seperti lupa tempat ku.?" ucap Li Qin dalam hati nya sendiri dengan emosi, dia benar benar memutar kembali rekaman suara Tanaka dalam otak nya yang mengucapkan setiap kalimat dengan menekan kan setiap kata yang ia ucapkan.


"Lalu apa lagi kata nya.? Apakah aku sadar atau tidak.? kalau disini aku hanyalah orang asing yang di izinkan tinggal di rumah nya..? Wah.. Aku bahkan tidak menyangka akan ada hari dimana aku mendengar nya langsung dari mulut mu Tanaka" ucap Li Qin dalam batin nya dengan air mata yang sudah lolos membasahi ke dua pipi nya.


"Aku tanpa kau sadarkan, sudah sangat tau diri kalau aku hanya menumpang saja di rumah mu." ucap Li Qin yang hanya di dengarkan oleh hati nya saja


"Apakah karena terlalu kamu bebaskan, jadi nya aku merasa seperti nyonya dirumah ini.? Oh.. Tuhan.! Tanaka, bahkan aku tidak pernah sedikit pun memerintah dirumah mu ini." Ucap Li Qin karena pikiran nya masih memutar rekaman yang tersimpan di otak nya "Aku baukan tidak pernah berfikir dengan kebaikan mu yang terus menunggu jawaban dari ku untuk sebuah kepastian jadi, aku bisa sesuka hati berbuat terhadap ku dan rumah mu. Sungguh, sedikitpun aku tidak pernah terfikirkan untuk melakulan hal bodoh itu" Ucapan Tanaka inilah yang terasa menyakitkan untuk di dengar oleh Li Qin,


Benar benar menghunus jantung, ucapan penuh bisa dari Tanaka semakin sukses menembus jantung Li Qin dan Laura. Kedua nya sungguh tidak menyangka kalau Tanaka akan berakhir dengan ucapan nya yang pedas dan melukai hati Li Qin, sedangkan Laura yang seperti penguping handal dari balkon atas merasakan sakit di relung hati nya sekaligus rasa bersalah karena sudah mendesak Li Qin untuk bertanya pada Tanaka.

__ADS_1


Li Qin yang berusaha menerima situasi menyakitkan ini, kembali mencoba lagi untuk menjelaskan kepada Tanaka. Kalau diri nya tidak seperti apa yang di tuduh kan Tanaka terhadap nya "Ti.. tidak seperti itu Tanaka, aku memang murni ingin kamu ada dirumah dan semua bukan karena aku ingin menjadi nyonya" ucap Li Qin mulai gemetar, hal itu bukan karena takut melainkan karena ia merasa kalau semakin ia mencoba menjelaskan kepada Tanaka mala, semakin besar pula rasa terluka dalam hati nya dengan ucapan Tanaka.


Tanaka yang mendengar jelas ucapan Li Qin, dan kedua mata nya melihat dengan jelas air mata Li Qin yang telah lolos. Ia pun kembali menambah power nya dengan bertanya "Lalu, kalau benar begitu.! apa hak mu memerintah ku untuk tetap disini.? kau siapa.? pacar ku bukan, istri ku juga bukan" tanya Tanaka dengan aura setan nya dan tatapan mata mengintimidasi dari nya.


"I.. iya, kita memang bukan siapa siapa" ucap Li Qin dengan wajah menunduk, ia teringat dengan ucapan Laura dan seperti nya sudah menjadi nyata.


"Lalu.?" desak Tanaka, sebetul nya ketika Tanaka bertanya tentang siapa Li Qin, apakah pacar, apakah istri. Tanaka, berharap penuh jawaban yang keluar dari mulut Li Qin nanti nya adalah sesuatu yang bisa merubah suasana hati nya menjadi kembali menghangat.


"Ck.. Li Qin.. Li Qin.! kenapa kau dan otak mu bodoh sekali" geram Laura dari balkon lantai atas, Laura tau betul maksud dan tujuan dari Tanaka melempar pertanyaan yang seperti ancaman itu terhadap Li Qin. Akan tetapi mau bagaimana lagi, Li Qin seperti nya tidak bisa mengfungsikan kepekaan nya dengan baik dan benar atau justru kepakaan nya di tutupi oleh rasa egois nya yang begitu melambung tinggi.


"Lalu.. Lalu, a.. aku hanya ingin menahan mu saja, tidak ada maksud lain" ucap Li Qin dan Tanaka seperti nya sudah berada di batas waktu nya.

__ADS_1


"Kau bukan siapa siapa, ibu tiri ku pun bukan.! jadi, baik nya kau sadar diri siapa orang yang bisa kau atur sesuka hati mu dan seenak jidat mu.!" ucap Tanaka dengan ekspresi nya yang benar benar tidak bersahabat.


Sedangkan Li Qin, ia semakin mengepal erat ke dua tangan nya hingga kuku nya sedikit menusuk daging telapak tangan nya dengan sangat kuat. Ia kecewa dengan Tanaka yang tidak mau menuruti permintaan nya, dan kecewa dengan pandangan mata Tanaka yang tidak sehangat dulu.


Laura yang melihat dari atas pun ikut prihatin pada Tanaka dan menyayangkan sikap ketidak pekaan Li Qin, ia juga kehabisan kata kata dengan sikap Li Qin yang masih mempertahankan ego nya dan memilih turun menghampiri Li Qin, dengan semburan kekesalan di wajah nya.


Sesampai nya di samping Li Qin, ia mengghirup nafas dalam dalam dan meneluk pundak Li Qin dengan pelan "Kau terlalu egois dan merasa bahwa hanya kau wanita yang ia sukai jika, kau terus seperti ini maka kau akan kehilangan seluruh hati nya dan semua kesempatan untuk mu akan menjadi semakin sempit. Bahkan, kau akan kehilangan segala gala nya dan tidak bisa lagi bersama nya bahkan sekedar berteman pun kau tidak akan di beri kesempatan." ucap Laura dan Li Qin hanya diam memetung dengan emosi nya.


Di perjalanan Tanaka membanting stir mobil dengan sangat keras, ia mengumpat dengan kuat dengan aura dingin nya. Bahkan saat ini hanya ada benci untuk Li Qin di dalam hati nya hanya, tidak ada lagi cinta dan dambaan seperti dulu yang ada hanya sebuah kebencian dan kelelahan sekarang.


"Aku tidak lagi mau pada mu wanita sialan, ku rasa kau terlalu jual mahal sementara kau sudah banyak di sentuh oleh adik ku, keparat.!!" umpat Tanaka dengan menggebu gebu "Aku sempat menerima mu apa ada nya tapi, seperti nya kau semakin menjadi jadi dan tidak tau diri.! akan ku tunjukkan pada mu bagaimana hal yang semesti nya, supaya kau tidak merasa terlalu tingg" Ucap Tanaka.

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2