
...MAKAN BERSAMA DENGAN LAHAP...
Mungkinkah kedatangan Tanaka siang ini yang seharus nya menemui Santo dan berbalik menjadi menemui Li Qin adalah sebuah petanda bahwa kisah cinta ke dua nya akan kembali mengulas sejarah perjuangan karena cinta ke dua insan ini telah bersemi kembali di dalam diri masing masing, Dimana kekuatan cinta Tanaka terhadap Li Qin telah berhasil dan berhasil membuat Li Qin tersadar lalu buru buru menerima nya dengan hati yang senang.
Atau justru cinta ke dua nya hanya bersemi di dalam hati lalu di dalam otak dan pikiran mereka hanya menampilkan ke jengkelan yang saling membuat satu sama lain merasakan kekesalan dan memendam bunga bunga yang bermekaran di dalam diri karena cinta nya telah bersemi di dalam hati maka, segala rasa cinta cukup berada di dalam hati dan bersumber dari dalam hati tanpa mau mengekspresikan nya sama sekali dan memutuskan untuk menjadi seperti kucing dan tikus.
Seperti kejadian hari ini dimana Tanaka yang begitu jahil seolah tidak peduli dengan raut kekesalan di wajah Li Qin, ia malah semakin semangat untuk membuat wanita itu merasakan kekesalan dan emosi hingga meluap lupa "Ya.. Aku akan membiarkan mereka menonton video ini agar rasa lelah dan capek semua tim dan reka mu hilang karena di gantikan tawa setelah melihat video mu, bukan kah ini tugas yang begitu mulia untuk ku lakukan.?" kata Tanaka yang sudah berada tepat di depan pintu dan kaki nya akan melangkah keluar hingga menghilang dari pintu.
"Kurang ajar.!" umpat Li Qin "Jadi kau berencana untuk menyebarkan video itu dan mempermalukan aku.?" kata Li Qin dan Tanaka sudah menghilang dari pintu "Sial..! Lelaki itu seperti nya tidak main main dengan ucapan nya" umpat Li Qin untuk kesekian kali nya dan ia segera berlari dengan menyeker tanpa sendal jepit mengejar Tanaka yang sudah menghilang dari pintu.
"Astaga, kenapa dia seperti jin saja sudah cepat menghilang" kata Li Qin, karena ia tidak melihat keberadaan Tanaka. "Sungguh aku akan membalas mu detik ini juga" kata Li Qin lalu berbalik dengan kekuatan super hingga menabrak tubuh kokoh di depan nya.
BUHHHKKK.... "Oh.. astaga, kenapa hari ini aku terbentur terus menerus" keluh Li Qin sambil mengelus dada lalu mendongakkan kepala nya dengan cepat dan..
CUPP... Bibir nya malah tidak sengaja menempel pada bibir laki laki, hal itu membuat Li Qin gugup dan mematung hingga ia memejamkan mata dan lelaki tersebut malah menikmati ciuman yang tiba tiba dari Li Qin di bibir nya.
__ADS_1
"Oh.. Tuhan, bagaimana caraku membuka mata atas kejadian yang tidak di sengaja ini" ucap Li Qin dengan dahi yang mengerut dan masih dengan mata yang tertutup.
"Sesuka itu kah nona pada bibir ku, hingga nona begitu menikmati dan enggan melepaskan ciuman ini.?" ucap Lelaki yang suara nya begitu di kenal oleh Li Qin dan aneh nya lelaki tersebut berbicara tanpa mau menarik bibir nya dari bibir Li Qin hingga ketika ia berbicara bibir Li Qin terasa seperti digigit kecil dan itu membangun sensasi yang luar biasa bagi diri Li Qin.
"Sesuatu yang begitu buru buru memang sangat nikmat sekaki" bisik Tanaka setelah melepaskan bibir nya dan berjalan masuk ke ruangan Li Qin, sebelum nya ia hanya bersembunyi di balik ruangan yang Li Qin belum menoleh.
Sedangkan Li Qin saat ini masih diam mematung tanpa membuka mata hingga akhir nya ia tersadar bahwa Tanaka telah mendapatkan ciuman dadakan dari nya. Wanita itupun berjalan ke arah ruangan nya dan lalu masuk setelah nya ia tidak lupa untuk mengunci pintu tersebut seperti biasa nya.
"KAMU YA TANAKA.!" Geram Li Qin dan Tanaka hanya menanggapi dengan lirikan mata nya tanpa mau menjawab Li Qin.
"Apakah kamu puas setelah menghapus nya.?" tanya Tanaka
"Ck.. setidak nya aku bebas dari ancaman murahan mu itu" ketus Li Qin dan ia duduk di bangku sofa yang memang tersedia di dalam ruangan nya dengan besedekap dada sambil menahan nafsu lapar nya yang tertunda selama berjam jam.
Tanaka teringat dengan Li Qin yang tidak sempat makan siang, memutuskan untuk bertanya pada gadis keras kepala itu "Apakah kamu lapar.?" tanya Tanaka dan Li Qin menjawab ia dan tanpa ba bi bu be, Tanaka lalu segera memesan makan siang mereka melalui gofood.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu ke duanya hanya diam membisu dengan Tanaka yang terus menatap Li Qin dan Li Qin yang sejak tadi menyandarkan kepala dan punggung nya di pinggir sofa seolah posisi itu membuat nya begitu nyaman dengan mata yang terpejam. Hingga makanan datang barulah ke dua nya kembali bergerak, tanpa suara memilih untuk makan terlebih dahulu karena memang ke dua nya begitu lapar.
"Aku mau ayam, itu" ucap Li Qin, ia meminta ayam yang menjadi lauk Tanaka.
"Ambillah jika kamu mau" jawab Tanaka lalu menyuapi Li Qin dan wanita itu menerima nya dengan cukup baik.
Tanaka begitu bahagia karena ia melihat betapa lahap dan semangat nya Li Qin ketika makan "Apakah kamu mau menambah makanan mu ?" tanya Tanaka.
"Nasi nya sudah cukup tapi aku begitu suka rasa ayam yang ada di piring mu" ucap Li Qin dan Tanaka kembali menyuapi wanita itu dengan cukup baik.
Sungguh pemandangan kali ini terasa begitu meneduhkan hati "Apakah kamu masih mau, aku akan memesan kan nya ulang" tanya Tanaka dan Li Qin mengagguk berkali kali bagaikan seorang anak kecil yang di belikan permen oleh ibu nya.
"Aku mau dua potong ayam" ucap Li Qin dan Tanaka mengangguk, setelah selesai memesan ayam dan Tanaka juga kenyang ia lalu membersihkan tangan nya dengan Li Qin membersihkan meja. Hingga ayam trip kedua datang dan langsung saja Li Qin menyantap nya dengan begitu lahap, sungguh Tanaka begitu semangat melihat mereka makan bersama dengan begitu lahap.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye
__ADS_1