TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 26


__ADS_3

MUSIM SEMI


"Nananananananannaa"


Selesai apel pagi di halaman RSUD


Vantosa, Ani dan Tina mendapat jadwal dinas pagi, saking kesalnya Vantosa terus menyanyikan lagi nananananna entah dari penyanyi siapa.


"apa kamu lagi bisulan jadi timbull nana gitu di mulut kamu.?"


tanya Ani karna sedari tadi Val hanya menyebut kata nananana dan tidak bisa diam dengan nada nya.


"hoalah, gadis tua bersuami satu beranak pun tidak punya.. weleh weleh weleh"


"pedes bangett ya tuh mulutt.!! gak mulut atas gak mulut bawah sama aja rawitan.!"


"yei bilang aike rawitan.? astaga jeng jeng bergenjeng... yei lupe ya, dulu aja yei ngejar ngejar eike, setelah eike hempaskan yei jauh jauh sekarang yei sekate kate bileng mulut pedes..!"


Vantosa gabut di pagi hari hingga tidak nyambung dengan teks seharusnya dan tidak menyadari kalau mereka sedang dinas pagi bukan malam, jadi harusnya bersikap sopan karna mengingat kepala ruangan mereka tegas dan sopan.


"sssssst, diam kamu nggak sadar apa.! posisi kita sekarang dinas pagiπŸ™„"


"astauge, baru sadar eike jenk.!"


πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„


tiba-tiba segerombolan tim putih-putih masing masing membawa rekam medis pasien dan satu orang wanita yang sudah tidak asing lagi bagi Vantosa, Ani dan Tina memasuki ruangan "UMUM" dengan jumlah pasien 50 orang artinya ruangan Full.


"astauge astauge, jeng jeng bergenjeng OMO.!! bukankah itu ceceleha si gadis jamu, kenapa dia di barisan terdepan OMOO si bahkan tidak melirik ketampanan eike disini.!!!!!!!


Vantosa kaget menggila melihat dari jauh Valensia masuk menuju kamar pasien pertama ia masih tidak percaya dengan penglihatan nya.


"astauge, Tina..? Tinaaaaaa.!"


"apa'an sih bang, nggak bisa diem apa.!"


Tina kesal dengan tingkah Vantosa


"yei antar eike sekarang ke Dokter Sp.M (specialis mata) aike sepertinya mulai mengalami keguguran pandangan mata yang menghalu.."πŸ˜‚πŸ˜‚


"ya'ampun bang Vantosa.!! gila kali ya kamu pagi-pagi sudah gabutt aja gesrek total otak mu."


sewot Tina.


"wahh wah, apa kamu barusan di perkosa terus keguguranπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚"


sambung Ani.


"Laa ini lagi satu nyosor, pusing pokok nya aku gak ikutan ya klo kalian dapat teguran dari ketua tim dan satu lagi kepala ruangan jam ini selalu turun tangan mengecek absen"

__ADS_1


jelas Tina yang benar benar tidak mau terlibat dengan sebuah teguran di pagi hari.


"benar juga, denger-denger kepala ruangan judes lo Vantosa eeh perawat kalengan.."


"astauge lu sekate kate bilang eike perawat kalengan.!! enak aja eike kan banciπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚"


"hahahaha, astaga Tuhan coba'an semacam cream buatan apa ini"


Ani tertawa terbahak-bahak namun tetap mengecilkan volume nya sedang Tina yang sudah tidak tahan berpura-pura alim langsung ngakak mendengar ucapan Vantosa..


"astaga bang aku dimana..???πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚"


sambung Tina


"aku siapppa yoouloohπŸ˜‚πŸ˜‚"


sambung Ani


"siapa ada akuπŸ˜‚πŸ˜‚"


sambung Vantosa


itulah pertanya'an yang sering mereka ucapkan jika sudah sangat gabut (aku siapa/aku dimana/siapa ada aku) semata mata untuk keseruan mereka saja, mungkin kalau ada yang baru dengar pasti bingung.


tanpa mereka sadari perlahan kepala ruangan mendekat ke arah mereka yang sedang asik tertawa.


"VALENSIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"


"astaga Vantosa kau cari masalah mana ada Vale...!"


ucapan Ani terpotong ketika melihat Valensia dengan seragam dinas berlogo PNS itu, begitu juga dengan Tina yang menghentikan kegiatan nya untuk mengisi cairan obat ampul kedalam spuid (suntik)


ya bukan Valensia namanya jika menyahuti omongan orang sekalipun nama nya sedang di sebutkan atau di teriaki ia lebih terkesan diam dan buang muka.


"Valensia lama tidak bertemu sayang"


ucap Tina dan Ani sambil memeluk nya karna kangen dan beda lagi dengan ekspresi Valensia yang hanya tersenyum tanpa menjawab sedangkan Vantosa berdiri tegap karna bingung dengan posisi berdiri Valensia yang di ikuti tim lain nya.


"kalian kerja disini juga.?"


tanya Valensia dan mengundang tawa bagi tim lain nya termasuk ke tiga teman nya..


"yaialah Val, orang kita disini mendaftar sama-sama di terima sama-sama sudah dua tahun juga"


"oh gitu, kirain jadi mahasiswa abadi lagi😁😁"


sambung Valensia dengan tanggapan biasa saja pada hal teman nya sudah dua tahun bekerja di ruangan yang sama.


"doamu itu lohh ValensiaπŸ™„πŸ™„"

__ADS_1


jawab Tina.


waktu berlalu beberapa tim pun bertanya kenapa Valensia bisa kenal dan hafal nama ke tiga tukang gabut sedang mereka yang alim dan setiap hari mengikutinya malah tidak ingat sama sekali..


"astaugee musim semi sesungguh nya telah datang ceceleha si gadis jamu ternyata kepala ruanganπŸ˜†, artinya eike bisa nafas lega ooohhhhh pekerja'an surga ini semakin menyenang kan eike"


Vantosa sangat senang dan tenang setelah mengetahui posisi Valensia.


"musim semi.??"


tanya Tina


"yei diam aja.! bau nafas yei membahana hingga eike membisu gagal menikmati musim semi bunga sakuraπŸ˜‚πŸ˜‚ ooohhh hidup ku di korea song hye kyo"


Tina dan Ani saling bertatapan termasuk beberapa keluarga pasien, mereka hanya bisa tertawa dengan ke gila'an Vantosa


"apa yang bisa menyembuhkan seorang banci.?"


tanya Ani


"pistolnya harus di stell ulang"


jawab Tina santai dengan refleks hal itu membuat Ani tertawa tidak karuan


"hahahahha apa pisstol nya bisa di daur ulang"


sambung Ani dengan kegabutan nya


"eeeh pisstooooll eike sudah di stell loo, poweer nya yang luar biasa bisa membuat yei bergetar seperti adonan kue segitiga biru atau sarimi isi dua bisa jepoll sanggul yei.!"


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


"astaga gabut gabut gabut,, semburrrr terusssssss"


sambung Ani..


"bukankah artinya kita bisa bebas untuk memohon jadwal dinas jangan pagi kepada Valensia😁"


kata Tina


"benar aku juga, sibuk tau pagi harus memasak sarapan pagi dan siang, ngurus suami sama anak-anak dan menyiapakan bekal"


sambung Ani


"gampilll gampillll gampillll, kita ngomong aja nanti ke dia klo jam pulang pasti di kabulkan"


sahut Tina


betapa bahagianya Vantosa dan dua wanita lain nya hari ini karna tau ternyata kepala ruangan yang sempat di takuti oleh ke tiga nya yang terkenal sombong dan judes itu adalah Valensia😊 dan tentunya mereka tidak heran lagi dengan sikap diam Valen..

__ADS_1


sedangkan Valensia senyum senyum karna tidak menyangka akhirnya bisa ketemu dengan ke tiga sahabat nya yang di anggap sebagai perawat kalengan, bukan Vantosa nama nya jika tidak bisa membuat semua ngakak.


entah angin segar apa yang bisa membuat ia senyum lepas tanpa beban pagi ini pada hal jika di pikir pikir hari ini mereka di pusingkan dengan membeludaknya pasien kecelaka'an.


__ADS_2