
...STUDI...
Sebuah studi baru mengatakan, kalau manusia itu akan terus menerus memiliki ketertarikan pada lawan jenis dan tidak tertutup kemungkinan juga pada sesama jenis. Di pandu oleh dua insan atau lebih yang selalu ingin melakukan sebuah ikatan yang berhubungan dengan se*s karena, **** berfungsi sebagai perekat dalam hubungan baik itu ikatan pacaran, ikatan pernikahan dan bahkan sesuatu yang tidak memiliki ikatan.
Seperti Tanaka dan Li Qin pagi ini, mereka tidak hanya sedang melakukan transaksi sebagai penyalur energi. Mereka juga akan melakukan transaksi untuk bereproduksi dengan tatapan yang saling terpana satu sama lain, "Li Qin, kau tau kalau posisi ini sangat baik karena kau yang menarik nya" jawab Tanaka dengan nafas nya yang sudah tidak beraturan.
Li Qin yang mendengar ucapan Tanaka tidak terima dan kembali berupaya menjelaskan "Aku hanya menarik pinggang ku dari tangan mu yang melingkar dan kau memanfaatkan nya seolah aku telah menarik mu untuk jatuh di atas tubuh ku, dasar kau pemutar balik fakta" jelas Li Qin, ia benar-benar tidak terima kalau Tanaka mengatakan yang tidak sesuai. walaupun jika di perhatikan memang tarikan dari Li Qin gampang membuat lawan nya tertarik tapi, kalau di pikir-pikir lagi seperti nya tubuh tegap Tanaka bukanlah tubuh yang gampang tertarik hanya dengan sekali tarikan tangan Li Qin.
Mendengar suara bernadakan protes dari bibir Li Qin membuat Tanaka tersenyum dalam hati "Benarkah.?" tanya Tanaka dan Li Qin mengangguk cepat "Tapi, kenapa seperti nya respon tubuh mu berbeda dari ucapan mu.?" tanya Tanaka lagi yang memang posisi saat ini Li Qin yang menahan dada Tanaka dan tangan yang satu nya memeluk tanpa sadar pinggang Tanaka seolah enggan untuk melepaskan pinggang lelaki di atas nya ini.
Li Qin yang pipi nya sudah merah merona mendengar ucapan Tanaka hanya bisa meminta maaf dengan malu-malu "Aaah.. maaf, aku tidak sengaja, sunguh aku tidak bermaksud untuk memeluk mu" Li Qin segera melepaskan ke dua tangan nya, pertama ia melepaskan tangan yang sudah melingkar di pinggang Tanaka lalu barulah ia dengan cepat melepaskan tangan nya yang sedang menahan dada Tanaka.
DAAAAN....
CUP..... bibir kedua nya malah saling menempel karena Tanaka seolah membuat tubuh nya menjadi sangat penurut, dada nya yang bidang mengikuti pergerakan tangan Li Qin. Hingga di saat Li Qin benar-benar melepaskan tangan nya dari dada Tanaka, tubuh lelaki itu ikut terjatuh dan menjepit dua bongkahan buah dada Li Qin hingga semburan pegunungan himalaya itu sedikit menampakkan kekenyalan daging nya yang putih mulus.
__ADS_1
Saat ini, posisi kedua nya sangatlah dekat dan saling penempel. Dimana bibir Tanaka dan Li Qin sudah berjabat merasakan kenyal dan manis walaupun masih saling merapatkan kedua bibir mereka dan belum ada bibir yang berani bergerak, seperti nya kedua bibir manusia itu sedang melakukan penyesuaian lingkungan.
Inilah first kiss bagi Tanaka setelah lebih dari tiga tahun tidak melakukan nya dengan wanita manapun sedangkan Li Qin seperti nya tidak termasuk first kiss karena terkadang Valdis mencium dan melu*at bibir nya secara paksa namun penuh kelembutan.
Kalau biasa nya ciuman ini merupakan ciuman pertama yang dilakukan oleh sepasang kekasih yang saling mencintai, maka berbeda dengan first kiss kedua manusia yang berbeda jenis kelamin ini. Kedua nya melakukan adegan ciuman sebagai bentuk keintiman paling sensual dan selalu melakukan nya dengan benar, penuh kelembutan dan di sertai dengan tuntutan tanpa, meninggalkan kesan buruk selama proses berlangsung.
Terdengar suara surga neraka yang penuh des*han dari bibir Li Qin "ehmm... nggggggh" Lama bibir ke dua nya tidak bergerak, perlahan Tanaka telah bekerja membuka pelan bibir nya dan menjulurkan sedikit li*ah nya dengan malu-malu.
Li*dah Tanaka mengecap bibir Li Qin dengan lembut dan menjadikan bibir wanita itu sedikit basah dengan saliva nya, ia meninggalkan mantra yang membuat ribuan kupu-kupu berterbangan di otak Li Qin dengan sensasi yang berbeda.
"Shitt.. kenapa kenyal sekali" batin Tanaka, ia begitu menikmati sentuhan li*ah nya pada bibir ranum Li Qin.
Tangan kanan Tanaka mulai bekerja sesuai intruksi yang di harapkan oleh pemilik nya, dimana tangan itu meraba-raba dari rambut kepala, bertahan di leher dengan sentuhan lembut hingga berhenti di dada yang sebagian bongkahan nya terlihat terjepit hingga keluar menampakkan diri.
Li*ah nya masih mengecap seolah membuat lawan nya meledak, karena Li Qin beberapa kali membuka mulut nya dan menjulurkan li*ah nya serta ia menjulurkan li*ah nya keluar sesekali. Semua dilakukan nya untuk menerima sentuhan dari Tanaka namun, Tanaka malah menarik milik nya untuk masuk ke dalam mukut setiap kali mengetahui Li Qin menjulurkan milik nya keluar dari mulut nya.
__ADS_1
Lalu ia kembali mengeluarkan lagi dengan sangat menggoda dan tentu saja tujuan nya untuk memancing gai*ah yang terpendam dalam inti tubuh Li Qin, "mmmmmm" lenguhan kecil lolos lagi dari mulut Li Qin, ketika menerima sentuhan tangan Tanaka yang sudah meraba-raba tubuh nya.
Suasana pagi yang mulai terik dan kamar mulai terasa panas hingga peluh mulai membanjiri dada dan pungung sispack Tanaka, seakan ia tidak mau melepas walau sedetik. tangan Tanaka masih meraba tubuh Li Qin hingga ke ujung tangan wanita itu lalu dengan gesit menekan tombol remot AC agar memberikan kesejukan pada aksi mereka.
"Emmm.. Tan, ber.. ber.. -hen - tii" kata Li Qin dengan suara yang terputus-putus karena rasa nikmat dalam tubuh nya mulai keluar dan ingin meledak, jari-jari kaki Li Qin mulai mengejang hingga tanpa sadar ia membuka kedua kaki nya.
Melihat Li Qin yang membuka kaki nya dengan cuma-cuma membuat Tanaka semakin semangat memberikan lu*atan dengan kecil lalu, berganti ia melu*at dengan sangat rakus bi*ir Li Qin dan wanita itu kali ini tidak mau kalah, ia benar-benar mengimbangi permainan Tanaka.
"Shitt..... rasa bi*ir mu luar biasa" puji Tanaka yang sudah ikut terbuai sejak pertama masuk di dalam kamar Li Qin.
Saat ini suasana semakin panas dengan dada Li Qin yang ia naik turunkan karena nikmat nya sentuhan dari Tanaka serta sensasi yang ia terima begitu luar biasa pagi ini, secara refleks tubuh Li Qin menuntun nya agar ia membalas perlakuan Tanaka. yang telah meraba-raba tubuh nya secara bebas, ia dengan tangan mulus beserta jari-jari nya yang imut mulai meraba-raba dada Tanaka yang memiliki bulu-bulu halus.
Perlahan tanpa disuruh, tangan Li Qin tanpa sadar membuka kancing baju Tanaka dengan tatapan yang sangat menggoda hingga seluruh kancing baju lelaki itu terbuka dan menampakkan dada bidang serta potongan roti sobek yang begitu menggoda.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1