
...OLAHRAGA BUTUH TENAGA...
Dunia ini memang penuh dengan orang-orang jahat yang tertangkap basah tapi, orang - orang itu tidak di berikan hukuman sesuai kejahatan nya walau sudah terpergoki melakukan hal yang melanggar. Sama hal nya seperti Li Qin dan Tanaka pagi ini yang tertangkap basah oleh nyonya Alex, dimana mereka tertangkap basa tengah melakukan percumbuan dengan saling menikmati sentuhan satu sama lain akan tetapi tidak ada hukuman dari nyonya Alex yang sudah menganggap Li Qin sebagai putri nya atas kesalahan yang sudah mereka perbuat itu.
"Ha ha ha.." nyonya Alex kembali tertawa sebelum akhir nya dia pergi tanpa memberitahu Li Qin, agar gadis itu terus bersembunyi di dalam selimut menahan malu.
Beberapa nenit setelah nya Karena mendengar tidak ada pergerakan suara dari sang mami, Li Qin perlahan menurunkan selimut nya dan melihat pintu telah tertutup rapat. ia segera meloncat dari atas ranjang king size nya menuju pintu lalu segera mengunci nya dari dalam.
Li Qin dengan cepat memunguti celana da*lam nya yang sudah basah, serta bra nya yang jatuh karena sudah dilepas dari pengait, celana dan baju segera ia pungut di lantai lalu memasukkan nya dalam keranjan kain kotor.
"Huff.. aku benar-benar akan segera gila.!" kata Li Qin, dalam kondisi tubuh yang sudah full tanpa sehelai benangpun menutupi aurat nya lalu, ia bersandar tepat di depan lemari pakaian yang kian di siapkan Tanaka dalam kamar nya. ia masih membayangkan ekspresi mami nya ketika melihat apa yang ia dan Tanaka lakukan tadi, benar-benar tertangkap basah, mana Li Qin mengingat kejadian barusan betapa ia sangat menikmati permainan dari Tanaka.
"AAAAAAAH...... ini benar-benar memalukan" teriak Li Qin sambil mengacak-acak rambut nya yang kian berantakan akibat ulah mereka berdua di atas ranjang tadi. "Lagian, apa-apaan sih Tanaka.! kenapa juga pintu nya tidak di kunci dari dalam" ketus Li Qin dari kamar mandi dengan wajah cemberut nya.
Tokkk.. tok... tok...
Sementara di depan kamar Li Qin, pintu kamar nya kembali di ketuk dan kali ini pelaku nya adalah Laura "Li Qin, kau tumben mengunci pintu mu" teriak Laura dari luar.
"Huff.. apa dia sudah tau.? apa mami suda bercerita pada Laura.? AAAAAAAAAAH.. bisa mati malu aku" kata Li Qin setengah berteriak, merasakan frustrasi pada pikiran nya sendiri.
"Yakk, Li Qin apa kau tuli.?" teriak Laura lagi
__ADS_1
Dan Li Qin akhir nya menyahut dari dalam kamar tanpa mau berjalan membuka pintu "Aku sedang mandi, maaf tidak mendengar mu. ada apa.? aku lagi nyabun" teriak Li Qin dari dalam.
"Haisss.. ternyata kau sedang mandi, yasudah cepat selesaikan mandi mu dan pakai baju setelah nya jangan lupa untuk segera turun, mari kita sarapan bersama. ingat, kami menunggu mu dan janga terlalu lama." kata Laura dan Li Qin menjawab.
"Pergilah lebih dulu, aku baru mau menyelesaikan membersihkan tubuh ku dari busa sabun" kata Li Qin
Laura langsung pergi setelah memastikan Li Qin menjawab nya, ia sudah duduk di kursi dengan mata berbinar menatap banyak menu sarapan pagi di atas meja yang menggugah selera.
"Dimana Li Qin.?" tanya nyonya Alex pada putri nya dan prof hanya melihat ke arah Laura yang tidak di ikuti oleh Li Qin.
"dia sedang mandi mam, dan membutuhkan waktu lama untuk bersiap karena ia baru memulai ritual mandi nya" jawab Laura yang langsung membalikkan piring dan menyendokkan nasi goreng di atas piring nya, ia sengaja mengatakan kalau Li Qin baru memulai ritual mandi nya agar orang tua nya tidak nenyuruh nya untuk menunggu dan menunda waktu sarapan demi menunggu Li Qin bergabung di meja makan. Walaupun sebenarnya ucapan yang dibuat Laura adalah benar, karena sebetul nya Li Qin belum mandi saat Laura datang memanggil nya di kamar.
"Selamat pagi big boss yang saya maksud adalah Li Qin, ia sedang mandi" jawab Laura pada Tanaka.
"Pagi, pagi tuan, nyonya" sapa Tanaka.
"Pagi, mari ibu akan menyendokkan beberapa menu sarapan yang special untuk mu" kata nyonya Alex pada Tanaka sambil mengambil piring Tanaka "Izin kan ibu mulai sekarang menyendokkan nasi di piring mu, ibu lebih tau apa yang bergizi untuk kamu makan" sambung nyonya Alex dan di angguki oleh Tanaka.
Melihat itu, Prof dan Tanaka memancarkan tatapan teduh yang begitu hangat. kepedulian nyonya Alex pada nya bukan semata karena mereka sedang menumpang di rumah Tanaka, akan tetapi semua itu dia lakukan karena menurut nya Tanaka pantas untuk ia berikan perhatian sebagai seorang ibu pada anak nya tanpa ada maksud dan tujuan tertentu.
"Apakah kamu tidak keberatan.?" tanya nyonya Alex karena tidak mendapatkan tanggapan dari Tanaka.
__ADS_1
Fokus Laura dan Prof juga berada pada Tanaka, kini pandanga mereka bertiga juga mengarah pada Tanaka seolah menuntut jawaban dari lelaki pemilik aura mengintimidasi dan begitu dingin itu.
"Aku tidak keberatan sama sekali, aku hanya merasa tidak berhak mendapatkan nya" kata Tanaka dan ini kali pertama bagi Laura da nyonya Alex mendengar suara Tanaka tanpa aura dingin yang menakutkan.
Prof dan keluarga nya merasa lega dengan jawaban Tanaka pada nyonya Alex "tidak ada yang tidak pantas, semua pantas dan berhak untuk kamu dapatkan" kata Prof dan di angguki oleh nyonya Alex serta Tanaka.
"Ha ha ha, kau tau big boss bahkan jika mami ku memberikan mu sejuta kasih sayang setiap waktu nya, itu tidak akan bisa menunjukkan betapa mami ku menyayangi mu dan anak-anak nya" kata Laura
"Waah.. apakah aku melewatkan sesuatu yang luar biasa.?" tanya Li Qin yang baru saja datang menghampiri meja makan untuk sarapan bersama, ia seolah melupakan kejadian tadi di dalam kamar nya walaupun, sebenar nya ia setengah mati menahan rasa malu di depan nyonya Alex dan Tanaka.
"Waaah, akhir nya kau datang juga" kata Laura saat semua mata tertuju pada Li Qin "Kau, benar sekali sesuatu yang luar biasa telah terjadi" kata Laura dan itu membuat Li Qin pucat pasi
"Ha.. apakah mami sudah cerita.? ohh.. Tuhan, kenapa wanita jompo itu tidak bisa menjaga rahasia. bisa mampus aku di serang ribuan bertanyaan dari mulut gadis sialan ini (Laura)" batin Li Qin berbicara tanpa ada yang mendengar namun, Tanaka dan nyonya Alex mampu membaca ekspresi wajah Li Qin serta tatapan mata nya yang panik dan juga malu.
"Tenanglah, ini hanya cerita biasa tentang mami yang akan menyendokkan nasi di piring Tanaka" kata Laura lalu, melihat Li Qin "Tapi, kenapa ekspresimu seperti sedang mengejan kotoran yang keluar dari lubang anus mu seolah itu akan keluar keras seperti batu.?" tanya Laura yang langsung di sentil oleh prof.
"Kau.! bahasa ku menjijikkan sekali" tegur prof pada putri nya "Li Qin, duduklah tidak ada sesuatu yang penting untuk di bahas tadi" kata prof dan akhir nya ia duduk berhadapan dengan Laura.
"Yasudah segeralah makan, olahraga juga butuh makan" lata nyonya Alex yang membuat Li Qin terbatuk-batuk
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1