TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 141


__ADS_3

...KEMBALI KE LOMBOK...


Jika boleh jujur dengan apa yang saat ini di rasa, rasanya tidak pernah ada satu manusia yang mampu dan benar-benar bisa menghadapi kenyataan ketika orang tua akhirnya pergi untuk selamanya. Pergi terlalu jauh dan tidak kembali sekalipun kamu berlutut memohon dan menahan nya untuk bertahan tetap disamping mu.


Jika seandai nya, Tuhan begitu baik memberi dan mengijinkan kamu dan aku untuk memilih antara bersama atau berpisah dengan orang tua mungkin, kita akan memilih untuk selalu bisa terus bersama orang tua hingga akhir hayat, kita terpisah bersama di waktu yang sama.


Tapi, Tuhan punya rencana yang indah di waktu yang tepat dan membuat kita tersadarkan bahwa hidup ini sesungguhnya bukan milik kita, bukan aturan kita, bukan di bawah kekuasaan kita dan kita tidak berhak atas hidup dan matinya baik pribadi maupun atas kehidupan ke dua orang tua kita.


Saat waktu tiba dan takdir memainkan peran nya untuk berkata lain, mau tidak mau kita harus bisa dan siap menerima segala yang terjadi. Menerima kenyataan terpahit dan tersakit Ketika orang tua akhirnya berpulang ke pangkuan Bapa di Sorga, rasa sedih, rasa pilu, rasa ngilu, kehilangan dan duka lara pasti menguasai seluruh pikiran dan perasaan, mengacaukan hati dan membelah kedamaian.


Saat semua berlangsung Hidup rasanya bagaikan tidak berpijak diatas bumi lagi, tidak sama seperti dulu lagi. karna ada ruang berlubang yang tidak berdarah namun terluka di dalam hati yang kosong dan hampa. menjadikan kamu seorang yang diam tidak bergeming, mata mu mampu melihat terang tapi serasa seperti berada di dalam gelap.


"Valr, bersedihlah nak jika hal itu bisa mengurangi luka hati mu" ucap bu Riss yang menghampiri Valr dalam kamar ke dua orang tua nya yang mana pak Hul baru saja di makam kan.


"mama.?" ucap Valr dengan suara pilu nya yang begitu berat melepaskan pak Hul yang selalu berjuang demi kebahagian mereka.


"Duka yang kamu rasakan adalah hal yang lumrah untuk kamu tangisi, bersedih setelah kehilangan orang yang paling berharga seperti papa mu dalam hidup ini memanglah sangat tidak bisa untuk kita hindari begitu saja. tapi kita yang masih di izinkan hidup hanya perlu melakukan tugas dan kewajiban yang mengharuskan kita agar bangkit. kita harus bisa melepaskan dan mengihklaskan nya." ucap bu Ris.


"ma, bagaimana mama bisa bertahan dan tidur sendiri di kamar yang besar di Lombok" ucap Valr

__ADS_1


"60 tahun Tuhan percayakan pada papa dan mama untuk hidup berdampingan bersama, saat itu kami masih usia belasan tahun. dulu dizaman kami tidak ada peraturan yang mengharuskan anak gadis menikah di usia 22 tahun dan laki - laki 25 tahun. hingga di umur tepat 15 tahun kami menikah dan banyak hal yang kami lewati, mama rasa itu sudah cukup untuk kami berdua. Tuhan sangat luar biasa berkarya dalam keluarga kita, tidak ada hal yang mama sesali. 60 tahun bersama adalah 60 tahun terindah" ucap bu Ris dengan air mata cintanya yang tulus berlinang membasahi pipi nya yang sudah keriput.


Sedangkan disisi lain Valdi tengah menangis menyesali keputusannya untuk pergi berlibur dan meninggalkan pak Hul dihari terakhirnya.


"hiks .. hikss .. hiksss.!! aku bodoh, bodoh, sangat amat bodoh.!!" Valdi mengutuki dan mengumpat dirinya sendiri dengan segala kekasaran yang bisa dia ucapkan.


"sayang kamu jangan seperti itu karna semua sudah rencana Tuhan" ucap Valensia


"Tidak apa - apa jika kamu menangis cucu oma" ucap bu Nurs yang masih berada dirah besan nya.


"tapi ma" ucap Valen


Benar bahwa ada hati yang tidak bisa mengambarkan betapa iya menderita, ada hati yang kuat dengan berpura - pura tegar melihat, merasakan dan merelakan kepergian jantung hati. ada hati yang kuat dengan sandiwaranya namun tidak tegar dengan air matanya.


Mata hati, air mata hati tulus bening dan penuh dengan kesucian tidak dengan kepura - puraan yang bisa remuk ketika di hancurkan, bisa tumbang ketika di tebang dan lumpuh ketika tidak kuat lagi untuk mengangkat beban.


Kini Valr merasakan hidup tanpa kehadiran salah satu dari orang tua yang begitu ia jaga disisi nya dan tentu berkurangnya satu anggota keluarga di dalam keluarga besar serta rumahnya membuat mereka jelas kehilangan dan terasa sepi. hidup dalam keseharian kedepannya terasa berbeda, mungkin sesaat ini akan jadi terasa lebih berat untuk Valr dan bu Riss. juga hal-hal yang tadinya begitu sering di lakukan bersama istri dalam mengurus pak Hul kini menjadi kesedihan tersendiri yang tinggal kenangan dan diingat lebih berat dari biasanya..


"kita yang hidup harus bisa meneruskan hidup, kamu, mama, keluarga besar adalah orang - orang pilihan Tuhan yang kuat diantara yang paling kuat. Kenyataan nya saat ini bahwa orang tua kita harus lebih dulu berpulang karna Tuhan tau kita mampu melepaskan sekalipun berat" ucap Vano pada Valr.

__ADS_1


"benar, ini merupakan bentuk ujian terbesar dalam hidup kita dan itu terjadi karena Sang Penggenggam Kehidupan yakin kita bisa melewati ujian ini karena kita orang - orang kuat ingat, kita masih punya tugas dan tanggung jawab yang lebih. Masih ada banyak pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan saat ini. untuk melanjutkan hidup sebaik mungkin, menjaga mama melakukan yang terbaik selagi ia hidup. membuat hidup berarti dan buat orang tua serta anak lebih bangga pada kita." ucap Ita


"Apa yang sudah hilang darimu pasti akan ada gantinya. Saat orang tersayangmu pergi, yakinlah masih akan ada orang-orang baru yang akan menyayangimu." Vano kembali mencoba menghibur Valr


"Melewati ujian yang seperti ini, memang tidak bisa dipungkiri bahwa kesedihan akan berakhir dalam sehari. Tapi bukan berarti harus kehilangan harapan hidup, Kematian dan pergi selama - lamanya memang meninggalkan luka yang dalam dan hanya kita sendiri yang paling mengerti kesedihan dan duka yang menyelimuti hati. Tapi ingat bahwa kita selalu punya pilihan dalam hidup untuk terus melanjutkan hidup dengan lebih baik atau meratapi semua yang telah terjadi." sambung Ita yang juga ikut ke Nias untuk pertama kalinya menurut dirinya.


"rasanya terlalu berat" ucap Valr


"jika kamu merasa ini terlalu berat harusnya kamu bersyukur bahwa saat ini Tuhan sedang mengajarkan kamu untuk kuat dan selalu kuat" jawab Ita.


"Benar, semua rasa sakit yang selama ini papa alami kini sudah berakhir dan sembuh, ia pergi dengan damai dan pamit. Tuhan lebih menyayangi papa dari pada kita semua yang di sini. Tuhan lebih mampu untuk merawat papa setiap hari nya dibanding dengan kita, Selamat jalan pa, semoga kamu tenang di surga sana. doa terbaik akan selalu ku panjatkan pada Tuhan agar engkau bahagia disisinya. sekarang aku hanya bisa mengenang dan mendoakan mu. Selamat jalan papa orang pertama yang mencium ku" ucap Valr membathin


HALLO READER


Aku datang, maaf🙏 baru bisa up, kerjaan realku tidak mau berbagi dengan tugas halu ku🙏. thor mengerti kalian pasti sangat kecewa, mohon maaf🙏🙏


dan juga mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb😉😉


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul AIR MATA CINTA.👇

__ADS_1



__ADS_2