
DURIAN NIAS
Dua minggu berlalu Valensia tetap dengan kebiasaan barunya yang malas bangun dan hanya mau mandi dan tiduran saja, dia juga benci untuk keluar rumah apa lagi bersih-bersih rumah🤦 bawaannya tidur dan mandi.
tentu saja Vano yang baru diantara Valensia dan Valr sangat keheranan dengan tingkah adik ipar yang menjadi istri dari sepupunya itu🤦 namun, dia berusaha untuk tidak bertanya karna mengingat mood Valen yang suka berubah ubah diwaktu yang tidak di inginkan..
"STOP TAHAN JEMPOL SEBENTAR SAJA.!!" teriak Vano pada Valen yang memegang pisau kecil pengupas bawang.
"Abang.!! kenapa teriak-teriak hah.!!" balas Valen tidak kalah tegas menyaingi suara baryton Vano yang membuat Valr berlari keluar kamar menuju dapur dan juga membuat Vano tercengang, pasalnya baru kali ini Valen membentaknya.
"sayang, ada apa teriak-teriak.? itu tidak baik, dia masih abang ku dan juga abang mu.! tolong hargai dia" tegur Valr dengan lembut namun penuh penekanan dengan sorotan matanya yang tajam tapi penuh kasih sayang.
"sudah, tidak apa-apa🤦 tadi dia mengambil pisau tapi tidak memegangnya dengan benar, salah sedikit bisa-bisa telapak tangannya sobek😊 dan aku kaget hingga suaraku sedikit meninggi untuk melarangnya sebentar" jelas Vano yang tau akan arti tatapan mata Valr pada istrinya dan tersenyum segera meninggalkan Valen dan Valr menuju kamarnya.
sedangkan Valen, yang biasanya sopan dan takut dengan tatapan suaminya duduk santai dikursi menyilangkan kakinya dan mengupas buah jeruk manis🤣 tanpa peduli hawa panas disampingnya.
"loh .. loh .. loh .. sayang, hanya untuk mengupas kulit jeruk kamu memakai pisau" tanya Valr heran dan sangat heran pada tingkah aneh istrinya.
"iya sayang, biar kulit jeruknya tau rasa.! siapa suruh kulitnya tebel, kuku ini jadi sakit buat ngupas kulitnya" ketus Valen dengan tegas tanpa ada kelembutan di nada bicaranya dan tampak rasa marah dan kesal diraut wajahnya yang cantik.
"yaampun sayang, hanya kulit jeruk saja kamu kesalnya sampai kayak mau bunuh orang tau nggak" sambung Valr dan tidak lagi direspon oleh Valen.
Hanya butuh waktu lima menit setelah Valen selesai mengupas kulit jeruk dengan pisau kecil, Valr yang sempat meninggalkan Valen dimeja makan sendirian menuju kamar untuk berganti pakaian karna ia baru pulang dinas, kembali menemani istrinya dimeja makan dan kaget dengan apa yang dia lihat🤣.
sang istri tertidur pulas, menyandarkan kepalanya dimeja namun, beda dengan mulutnya🤣 yang masih menguyah jeruk manis🤦.
"astaga, sayang.! bagaimana bisa kamu tidur sambil makan jeruk.? OH .. MY .. GOD.!! kamu sangat menggemaskan sayang"
Valr terlihat gemesz dengan tingkah sang istri dimana tangannya masih aktif menyuapinya mulutnya dengan jeruk namun matanya tertidur lelap.
segera Valr mengangkat istrinya dan dibaringkan dikamar.
"ada apa dengan mu sayang (mengelus pipih Valen) kamu menjadi pendiam dalam seketika, apa kamu masih menaruh almarhum dihatimu.? sampai, begitu cepat dan ajaibnya tingkah mu berubah.!"
Valr berbicara sendiri dengan istrinya yang jadi tukang tidur itu🤣
"sekarang kamu tidak mau banyak bicara dan sulit sekali untuk kupahami (terus membelai rambut sang istri) kamu juga berbicara, seolah tidak menghargaiku lagi.!" ucap Valr yang sedikit kecewa dengan perubahn Valen
__ADS_1
"ada apa dengan mu sayang.? katakan padaku, aku cemburu dengan tingkahmu yang sangat mendiami ku" ucap Valr lagi tanpa sadar meneteskan air matanya.
Ya, perubahan Valen sangatlah tiba-tiba dan penuh tanda tanya.! terakhir kali ia shock melihat Vano yang mirip dengan Alm. Yalr. setelah itu paginya Valen mulai malas bangun dan suka megurung diri dikamar dan semua hal yang ia lakukan serta nada bicara nya yang tegas penuh tekanan sangat membuat bingung dan heran Valr termasuk Vano yang baru saja tiba dan bergabung dirumah dinas mereka.
Beberapa kali Valr mencoba mencerna segala tingkah laku istrinya yang berubah-ubah dan mencari penyebab nya namun, tidak satupun sebab akibat ia temui untuk dijadikan alasan atau bukti dari perubahan Valen.
ditambah lagi dengan tingkah Valen yang setiap pukul 03:00 pagi, selalu membangunkan Valr sang suami hanya untuk menyisir rambut lurusnya yang ikal dan mengelus kepalanya hingga ia kembali tertidur pulas.
tentu saja sikap itu membuat Valr mengurangi rasa cemburu karna sang istri masih mau bermanja-manja dengannya hingga mengganggu jam tidur Valr.
.
.
.
.
Malam tiba, malam yang gelap dengan cahaya bintang dilangit hitam membuat semua bisa menikmati indahnya cahaya bulan bintang dimalam hari.
"belum, sejak tadi" smabung Valr lesu
"aku heran ada apa dengannya" tanya Vano
"aku juga tidak tau bang, tiba-tiba saja dia seperti itu" jawab Valr
"coba tanyakan saat dia terbangun, tanyakan dengan hati-hati dan sangat lembut" nasihat Vano
"baik bang, nanti saya coba"
"tapi, lihat dulu raut wajahnya🤦 apa kayak seorang putri atau seperti singa lapar yang mengaum-ngaum"🤣 ucap Vano sambil terkekeh
"ck.! masih sempatnya abang tertawa" ketus Valr
sedangkan didalam kamar, Valen sudah bangun dan baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar, duduk dimeja rias mendandani wajahnya😊 dengan sangat lihai, menggerakkan jarinya memberi polesan make-up dengan warna senada dan semakin membuat anggun parasnya.
"sayang" sapa Valen yang sudah keluar dari kamar mencari suaminya
__ADS_1
"iya.?" jawab Valr yang tertegun melihat betapa cantiknya wanita dihadapannya saat ini.
"sayang, apa aku cantik.?" tanya Valen tiba-tiba dan tentu saja hal ini membuat Vano dan Valr tertawa
"hahahahahahaha"
"kenapa tertawa.? apa yang salah.?" tanya Valen
"kamu cantik sekali sayang dan sangat cantik" puji Valr termasuk Vano.
"tapi abang heran, ini kali pertama kamu, bertanya apa kamu cantik atau tidak. kamu kenapa sayang.?" sambung Valr yang seketika ingat bahwa istrinya tidak pernah mau dipuji apa lagi memuji diri sendiri, ia cenderung diam dan tidak merespon jika dipuji oleh siapapun termasuk suaminya.
"Sayang, aku mau makan durian Nias malam ini harus ada, aku tidak mau tau.!!" jawab Valen tanpa mau mengubris pertanyaan suaminya yang sedang heran padanya.
Seketika Vano dan Valr diam menatap Valen dari ujung rambut hingga ujung jari kaki.! tatapan yang sangat intens tanpa berkedip, keduanya berdiri tegap bak sedang mengintrogasi Valen dimana kedua tangan mereka disilangkan memeluk dada, hingga Valen berteriak meminta kembali..
"AKU MAU DURIAN NIASSSSSSSSSSSSSSSS"
...Ada apa dengan Valen.?...
...Meminta durian dimalam gelap.?...
...Apa hasil penyelidikan Vano dan Valr setelah menatap...
...Valen dengan intens.??...
...Hayoo Reader😁😉...
...Aku sudah menepati janji up hari ini jangan lupa...
...dukungan nya untuk...
..."TENTARA PENGGANTI & JANJI PENGORBANAN"...
...***SELAMAT BERMALAM MINGGU ...
...DAN HAI.. WULAN 1 up dulu😉***...
__ADS_1