
ORANG TUA KU SURGA KU
Komunikasi dengan cara terbuka dan jujur terhadap pasangan itu penting, komunikasi dan saling mengakui kesalahan itu perlu, miskomunikasi dengan berdiam diri dan berpisah untuk sesaat agar tidak menyakiti satu sama lain itu harus karna, egois dan rasa emosi kadang hadir hingga berhari - hari dan tidak terkontrol. berdamai dengan hati dan pikiran juga dengan hati lainnya itu adalah keharusan dan kewajiban yang harus dilakukan setelah perdebatan.
Satu Bulan Kemudian
Dengan berbagai pertimbangan yang matang dan paksaan yang hakiki dari Valr untuk ke dua orang tuanya akhirnya Valr memutuskan untuk memboyong ke dua orang tuanya untuk tinggal menetap di Lombok karna Valr tidak diperbolehkan pindah setelah mengajukan surat permohonan pinda tugas dua kali berturut - turut dan selama itu juga surat permohonannya ditolak.
"ayoo baby boy kita siap - siap menjemput kakek" ucap Valen antusias karna mereka akan ke bandara menjemput kedua mertuanya yang datang hari ini
"Apa tidak sebaiknya istri dan anakmu menunggu dirumah saja.?" tanya Vano pada Valr
"kenapa.?" tanya Valr
"kalian akan berdesakan di dalam mobil" ucap Vano
"kalau begitu cukup aku dan Valen saja, anak - anak biarkan tinggal dirumah bersama Sonya, Sofia dan Loren" ucap Valr dan diangguki oleh Valen juga Vano
Lima jam kemudian, rumah diramaikan dengan kedatangan pak Hul dan ibu Riss yang baru saja tiba dirumah Vlr yang seperti istana dengan wajah bahagia dan senyum merekah dibibir melihat ke tiga cucu yang menjadi anugrah terdasyat dari Tuhan.
"selamat datang tuan besar dan nyonya" sapa ke tiga babysitter, Ita dan mbok Inem
"terimakasih tapi panggil saja saya mama jangan nyonya" ucap bu Riss dengan lembut dan mendapatkan anggukan dari yang lain
"saya permisi dulu, mau buatkan teh" ucap mbok Inem dan yang lain membantu membawa barang bawaan pak Hul dan bu Riss serta merapikannya didalam lemari.
"cucu oma, sudah besar - besar ya. semoga engkau bahagia sayang, diberkati tumbuh kembang mu" ucap bu Riss yang sudah menggendong dua bayi sekaligus dibantu oleh Sonya dan Loren.
"🎶cucu ku sayang, cepatlah besar Dunia penuh dengan warna. cucu ku sayang cepatlah besar Dunia menanti mu bermain🎶" bu Riss dengan semangat, melupakan rasa lelahnya bermain dan bernyanyi dengan cucu - cucunya. sedangkan pak Hul dibantu oleh Sofia untuk menyentuh baby girls dengan air matanya ..
"pak, apa bapak sakit.? kenapa menangis.?" tanya Sofia pada pak Hul dan mendapatkan gelengan kepala tanda tidak apa - apa
"pak, bu kamar dan barang sudah saya rapikan. silahkan istrahat" ucap Ita sopan dan segera ia mendorong kursi roda yang disuduki pak Hul bersama bu Riss menuju kamar baru mereka..
Valr dan Valen baru saja selesai mandi karna disepanjang jalan bu Riss muntah hingga menggenai baju Valen dan juga Valr karna ikut membantu.
__ADS_1
"Ahh segarnya" ucap Valen setelah mandi
"adem" sambung Valr
"setelah ini kita makan bersama ya, aku sudah sangat lapar" ucap Valen
"Valen, mungkin mulai sekarang kamu akan kerepotan mengurus anak - anak dan juga ke dua orang tua ku" ucap Valr
"tidak masalah mas, mereka juga orang tua ku" jawab Valen tersenyum
Sebenarnya Valen bukanlah type wanita yang mau repot dengan banyak hal dan susah ditebak hatinya, mungkin karna itu Valr sedikit berhati - hati dalam memahami istrinya ketika ia berbicara soal pekerjaan tambahan Valen yang sudah pasti akan membuatnya kerepotan dan kewalahan.
"aku hanya mau agar kamu tau, kalau bagiku orang tua ku adalah surga ku dan istana ku yang paling teduh melebihi rumah ini. saya harap kamu paham akan hal ini dan tidak cemburu" tegas Valr
"aku paham dan aku juga akan melakukan tugas ku sebaik mungkin, sebisaku dan semampuku merawat mereka tanpa membedakan. jika kedepan ada kesalahan dalam caraku artinya itu titik kelemahan yang aku tidak bisa" jawab Valen berharap kedepan Valr tidak akan menyalahkannya lagi hanya karna satu kesalahan kecil.
"aku mengerti, tapi kamu harus belajar untuk mencoba. kelak kebaikan dan perhatian yang kamu berikan pada orang tua dan siapapun akan kamu tuai dimasa yang akan datang, setiap kebaikan yang kamu dan aku tabur. percayalah, kabaikan dan kebahagiaan dihari tua pasti dan akan kita tuai melebihi dari taburan yang kita beri" tegas Valr sambil menasehati istrinya dan diangguki oleh Valen.
.
.
.
"lucunya cucu oma, sudah makan cu.?" tanya bu Riss sambil mengajak baby boy bicara
"tutah oma, tutah tenang dan inum cucu oma" jawab Sofia menirukan baby boy bicara
"cucu oma pinter ya" sambung bu Riss
Dan seorang lelaki yang dulu gagah perkasa dengan wajahnya yang tampan kini kurus tidak berdaya sedang duduk dikursi roda dengan setengah badan tidak bisa ia gerakkan. hanya mampu melihat dan menyentuh cucu - cucunya dengan satu tangan, dan butuh usaha keras untuk menggerakkan badannya. siapa lagi kalau bukan pak Hul, sang lelaki dengan Cinta nya yang penuh ketulusan. yang terkadang tidak terlihat, karena seorang ayah tidak pernah pandai untuk menunjukkan rasa sayang dan terkesan diam.
"hayo opa, celamat malam.? opa cudah maam buyum, cudah inum obat buyum.? tatak mau main cama opa talau opa tutah cembu, tata mau di dendong cama opa" ucap Sonya menirukan cara bicara baby girl, ini sengaja dilakukan Sonya, agar pak Hul semangat untuk sembuh karna terlihat dari tatapan mata pak Hul rasa yang kuat didalam diri ingin menggendong dan bermain bersama cucunya.
Ada kekuatan dan senyuman yang baru terpancar dari wajah pak Hul dan bu Riss, tatapan mata yang berbinar - binar sejak bertemu malaikat - malaikat kecil yang kini menjadi cucunya. malaikat - malaikat yang diyakini Valr dan Valen akan menjadi satu pemicu kesembuhan bagi pak Hul.
__ADS_1
"Selamat malam mama, papa, bagaimana tidur siangnya tadi nyenyakkah.?" tanya Valen basa basi yang baru ikut bergabung dengan mertuanya diruang bermain baby Gemeli
"Nyaman sekali" ucap bu Riss dan diangguki oleh pak Hul
"syukurlah, semoga mama dan papa betah tinggal disini ya" ucap Valen dengan senyuman yang tulus
"kalau boleh AC di dalam kamar kami dilepas saja Valr ganti dengan kipas angin" ucap bu Riss
"kenapa ma.? AC lebih bagus dari pada kipas angin" tanya Valr
"mama sih lebih suka AC, tapi papamu tidak nyaman dengan AC, demennya sama kipas angin saja. dikampung dia juga begitu tiap AC dihidupkan dia pasti nyuruh dimatikan" ucap bu Riss
"kalau begitu AC nya jangan dihidupkan, kipas angin adanya dikamar, Ita tolong nanti kamu turunkan kipas angin yang ada dikamar kami" ucap Valen
"siap nyonya" ucap Ita segera pergi kekamar Valen untuk mengambil kipas dan sesaat ia diperhatikan oleh pak Hul dan juga bu Riss
"ma.?" panggil Valr
"iya, kenapa" tanya bu Riss
"kenapa mama melihat Ita dengan tatapan yang seperti itu.?" tanya Valr heran
"dari cara bicara dan wajah seperti nya mama tidak mengenalinya tapi, dari suaranya dan caranya berjalan seperti seseorang yang lama tidak mama jumpai, sentuhan tangannya begitu lembut dan ada fell tersendiri. tapi kami jumpanya dimana ya. mustahil di Nias" bu Riss mencoba berfikir dengan keras untuk mengingat dimana ia bertemu dengan Ita..
Hayoo🤣🤣🤸🤸🤸🤸🤸🤸
HALLO READER
Selamat sore🙏 sebelumnya thor minta maaf ya, thor tau kalian bakal kecewa karna tidak ada lanjutan untuk Vano dan Ita disini. itu karena Author mau fokus menyelesaikan cerita antara Valen dan Valr kemudian berlanjut pada ketiga anak kembar Valen dan Valr beserta kisah cinta mereka..
DAN JUGA😁😂
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb😉😉
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul PENGORBANAN KU.👇👇
__ADS_1