TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 267


__ADS_3

...MEMALUKAN...


Di dapur yang luas dan mewah, dengan peralatan masak dan makan yang sangat lengkap dan tidak kalah mahal nya. Nyonya Alex tengah berkutat di ruangan itu dengan berbagai macam menu sarapan pagi dimana ada terdapat nasi goreng kampung yang lezat, telur rebus, salad buah, sandwich dan berbagai menu sarapan ala hotel bintang lima lain nya.


Ting.. bunyi dari dentingan sendok dan wajan yang merupakan akhir dari ritual masak memasak nya pagi ini, semua makan sudah di tata pada tempat nya tinggal membawa makanan tersebut ke atas meja makan. Nyonya Alex yang merasa pegal karena faktor umur di tambah ia sejak tadi berdiri sudah berapa jam di dapur tanpa bantuan dari ke dua putri nya, memutuskan untuk meminta bantuan Li Qin agar segera menata makanan ini di meja makan karena Laura tidak akan mau membantu nya dengan alasan malas.


"Li Qin seperti nya sudah bangun jam segini, aku harap pagi ini gadis itu tidak sama malas nya dengan Laura dan mau membawakan makanan ini ke meja makan" kata Nyonya Alex, karena biasa nya kedua gadis itu akan malas berjamaah di waktu yang sama.


Nyonya Alex berjalan tergopoh-gopoh dengan kedua tangan menggurut pinggang nya yang sakit, benar-benar sudah masuk menjadi wanita jompo.


"hmmmmmm.." dari kejauhan telinga nyonya Alex yang masih sempurna walaupun badan nya sudah jompo, mendengar de*ahan panjang dari arah depan menuju kamar Li Qin.


"Eeeh.. suara apa itu.!" kaget nyonya Alex yang semakin membungkuk dengan wajah menyamping dan mengarahkan telinga agar mendengar lebih jelas lagi.


"SHITT... AAAAHK.. ****.!! nikmat" lagi-lagi nyonya Alex medengar de*ahan dari suara seorang lelaki yang sangat ia kenali.

__ADS_1


"An*ing benar.! Waaah.. Suara ini bukan lagi seperti permainan anak-anak" kata nyonya Alex yang semakin semangat mempercepat langkah nya menuju kamar Li Qin.


Sedangkan di dalam kamar Tanaka, seolah tidak mau merenggut sesuatu dari Li Qin yang menjadi kehormatan calon wanita nya itu. Apa lagi dalam kondisi Li Qin terselimuti kabut ga*rah karena permainan nya karena itu, Tanaka seolah membatasi diri agar tidak terlalu jauh bermain "Li Qin, jika kau setuju aku akan menuntaskan nya dengan hati-hati pagi ini" tanya Tanaka pada Li Qin, dan benar saat ini Tanaka seolah tidak lagi bisa mengontrol sesuatu dalam diri nya walau ia sempat berfikir untuk membatasi permainan nya namun, ia berubah pikiran dengan perlu meminta persetujuan dari Li Qin untuk menuntaskan misi ini.


"Ahkkk... mmmmm" suara de*ahan pria dan wanita terdengar jelas ketika nyonya Alex menempelkan telinga nya pada pintu kamar Li Qin, dengan perlahan ia memutar knock pintu hingga terdengar jelas de*ahan demi de*ahan yang hebat dari dalam.


"Ya.. Tuhan, puisi seperti apa yang sedang di dengarkan oleh Li Qin sampai intonasi nya seperti men*esah" kata nyonya Alex hingga ia menampakkan kepala nya di pintu yang hanya ia buka khusus untuk memasukkan kepala nya.


Seketika mata nyonya Alex membulat besar karena melotot, mulut nya terbuka lebih lebar hingga bisa memasukkan sebuah bola kasti kedalam mulut nya, karena keterkejutan dan masih dengan rasa penasaran nya seolah masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Nyonya Alex membuka lebar pintu hingga seluruh tubuh nya masuk selangkah.


"AAAAAAAAAAAAAA" Teriak Li Qin dan Ibu Laura secara bersamaan dan hal itu mengejutkan Tanaka hingga dengan sendiri nya, senjata tangguh milik Tanaka mati lemas sebelum tempur.


"Sial.!!" gukam Tanaka yang mengetahui kedatangan istri prof.


Kondisi pedang pusaka Tanaka saat ini, benar-benar mengalami ke sialan dan mati lemas sesaat dimana asfiksia pernapasan normal benda pusaka nya terhambat karena kertekejutan sang tuan melihat teriakan Li Qin di tambah lagi teriakan istri prof dari pintu. dan faktor itulah yang secara langsung mencegah juga menghentikan per*ulatan dari benda pusaka yang berdiri tegak menjadi lemas.

__ADS_1


Celana Tanaka yang awal nya semakin ketat dan membentuk gundukan karena batang pusaka yang telah siap bertempur seketika longgar, yang tertinggal hanyalah rasa tidak tau malu dan pura-pura tidak terjadi apa-apa. "Ekmm... aku pergi dulu" kata Tanaka sambil menggaruk leher belakang nya yang tidak gatal, ia bangkit dari atas tubuh Li Qin dan dengan cepat menyelimuti tubuh polos yang hanya menggunakan bra saja sedangkan di bawah sudah tidak terselami lagi, semua terpampang jelas beserta rambu-rambut kehidupan yang hitam kribo dan tipis.


"Ini luar biasa.!" batin nyonya Alex yang masih dengan setia berdiri memuja dalam hati nya tentang apa yang baru saja sudah ia lihat, seolah enggan sadar dan memilih terus bertahan dengan ekspresi keterkejutan nya pada wejangan yang ia lihat pagi ini. dimana Li Qin tidak menggunakan sehelai benang pun untuk menutupi keseluruhan tubuh bagian bawah nya, dan bagian atas hanya di balut dengan bra berwarna merah yang sebetul nya sudah lepas pengait.


Sedangkan Li Qin masih belum menutup mulut dengan mata nya yang melotot karena seluruh tubuh nya menegang sekaligus lemas bersamaan, karena suatu rasa yang memuncak dalam inti tubuh nya yang tidak bisa ia keluarkan. ia juga begitu malu terhadap Ibu Laura yang sudah menangkap basah diri nya dan terheran-heran dengan ekspresi Tanaka yang masih sanggup pergi melewati jendela dengan tidak tau malu nya meninggalkan Li Qin sendiri seolah semua tidak akan bermasalah walaupun memang tidak ada masalah seharus nya.


"Ma.. ma.. ma.. mami" ucap Li Qin terbata-bata, sebetul nya ia ingin sekali menenggelamkan seluruh tubuh nya ke dasar laut terdalam agar tidak melihat wanita yang ia sebut mami itu untuk sementara waktu. rasa malu, rasa gugup, semua rasa telah bercampur menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan lagi.


Sadar dengan panggilan Li Qin barulah, nyonya Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Hehe.. apa mami datang di waktu yang kurang tepat.?" tanya nyonya Alex dengan ekspresi menyengir kuda.


Semakin malu dengan pertanyaan sang mami, Li Qin pun hanya bisa menenggelam kan diri dalam selimut tebal sambil berteriak pada mami nya itu "AAAAAAAAAH... MAMI.!! LI QIN MALU SEKALI" teriak nya dan nyonya alex merasa lucu dengan sikap Li Qin hingga ia hanya tertawa terbahak-bahak.


"Segeralah mandi, mami sudah selesai membuatkan sarapan untuk kita semua. setelah mandi mari sarapan bersama, tadi nya mami hanya mau meminta tolong pada mu supaya membantu mami meletakkan semua piring dan makanan di meja makan karena Laura sedang malas akan tetapi mami tidak tau kalau putri mami sedang bekerja keras membuatkan cucu untuk mami" goda nyonya Alex yang semakin membuat Li Qin begitu malu.


"Ha ha ha.." nyonya Alex kembali tertawa sebelum akhir nya dia pergi tanpa memberitahu Li Qin, agar gadis itu terus bersembunyi di dalam selimut menahan malu.

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2