
...ZONA HITAM...
Hari yang penuh bahagia, hari yang diwarnai dengan berduka, hari yang dilewati penuh dengan ketakutan, semua hari yang tidak menentu itu pasti akan selalu kita hadapi dengan porsi yang berbeda - beda. ia datang menghantui tanpa mau mengenal umur berapa kamu dan aku, hari itu akan terus berganti dan berlalu dengan hari - hari yang baru.
Semua yang terjadi di muka Bumi ini Tuhan sudah tuliskan sebelum kita di lahirkan sama seperti sekarang ini ketika Li Qin di hadapkan dengan kabar Profesor yang telah berjasa membuatnya menjadi siswa dengan nilai tertinggi di seluruh universitas Penang telah di culik dan meninggalkan pesan serta mengarahkan anak serta istrinya untuk berlindung pada Li Qin yang juga berada dalam incaran besar mafia termasuk Rico.
tidak ada kata penolakan dan keragu - raguan bagi Li Qin, ia cukup tau diri dalam membalas jasa Profesor yang telah membuat harum nama nya hingga saat ini ia menjadi dokter bedah berprestasi. tanpa pikir panjang ia menanyakan dimana keberadaan Laura saat ini.
"Laura, lalu bagaimana dengan Profesor.? apa kamu sempat menoleh kebelakang.?" tanya Li Qin dengan derai air matanya
📞"ayah, sempat ku tarik bersamaan dengan ibu. tapi ibu keburu pingsan hingga aku fokus menyembunyikan ibu untuk mencari koper sedangkan ketika aku kembali untuk menyelamatkan ayah dia sudah dipukuli oleh beberapa orang yang ada tato lipan dibawah telinga. aku berusaha diam tidak teriak menekan ketakutan ku dan ayah menoleh ke arah ku dan menyuruh ku diam dengan banyak kode yang sebelum nya sudah ia ajarkan apa arti kode itu yaitu menghubungi mu untuk menolong kami" jelas Laura sambil terisak - isak
"ka ka kalau begitu, a.. a.. apa kalian sudah tiba di Indonesia.?" tanya Li Qin dengan terbata - bata penuh ketakutan seluruh tubuhnya gemetar bukan main.
📞"sebenarnya kami sudah tiba di Indonesia, hanya saja aku tidak tau kalau ini Indonesia" jawab Laura
"Laura tulisan apa yang ada didepan mu saat ini.?" tanya Li Qin
📞"Saat ini tulisan yang ada di depan ku adalah sebuah gerbang masuk yang besar bertuliskan WELLCOME IN GUNUNGSITOLI / SELAMAT DATANG DI GUNUNGSITOLI" jawab Laura
"Apa.!! Laura kamu tidak hanya berada di Indonesia tapi, kamu sudah sampai di Nias. sekarang kamu naik apa.?" tanya Li Qin
📞"benarkah.? di bandara ini tidak ada taxi jadi sembari menunggu ibu keburu sadar jadi kami terpaksa berjalan kaki sambil menarik koper" jawab Laura, mendengar hal itu. hati Li Qin makin hancur membayangkan Laura dan ibu berjalan dengan style yang kacau dan menangis dijalanan bagaikan seorang pengemis.
"Laura dengar pegang erat - erat koper mu dan tangan ibu serta jangan percayai siapapun yang menawarkan bantuan untuk kamu terima. kami akan segera ke bandara tetaplah ditempat mu saat ini dan berlagak lah seolah - olah kamu asli orang sini dan hafal liku - liku yang kamu ada." kata Li Qin
📞"baiklah aku akan memasang wajah pasaran ku disini" jawab Laura
"baiklah Li Qing aku akan mengantarkan mu dibandara untuk menjemput mereka" kata Valdi.
__ADS_1
"benarkah Tanaka.? kamu akan membantu ku.?" tanya Li Qin
"hei .. si tamvan aike nama nya Valdi bukan Tanaka, ngertik yei" kata Santo
"Valdi.?" kata Li Qin "terserah siapapun nama mu, cepatlah antar aku untuk me jemput Laura dan ibu nya" sambung Li Qin sambil berlari.
Sebelum pergi, Li Qin mencoba untuk santai dan menenangkan pikiran nya di dalam mobil, Valdi dan Santo hanya bisa menatap Li Qin dengan penuh empati dan ia mengatakan bahwa mereka jalan sekarang.
"apa yei yakin akan membawa kunti - kunti itu bersama mu Li Qin.?" tanya Santo degan gaya banci nya.
"aku tidak punya pilihan, biarkan mereka tenang disini dan setelah mereka cukup tenang aku akan mengirim mereka ke Lombok" jawab Li Qin
"yei yakin di Lombok aman.?" tanya Santo
"jika tidak aman, mereka bisa tinggal bersama orang tua ku" jawab Valdi
"Tanaka, bisakah kamu mengizinkan aku untuk membawa Laura dan Ibunya kerumah mu.?" tanya Li Qin
"kesempitan dibalik kesempatan" kata Santo tetapi Li Qin yang mendengar ucapan Valdi hanya menatap saja.
"bagaimana bisa kamu menggoda ku saat aku dalam suasana hati yang kacau" kata Li Qin
"kamu juga bisa mengatakan bahwa, kamu akan menunggu waktu yang tepat untuk menjawab apakah aku setuju untuk menjadi pacar pura - pura mu." jawab Valdi
"sungguh kacau komandan seperti mu" jawab Li Qin
Merekapun tiba ditempat Laura berada dengan cepat mereka masuk kedalam mobil dan Santo terpaksa ke bangku paling belakang, banyak percakapan dari perkenalan hingga ke hal serius yang mereka bahas di ikuti dengan derai air mata ketakutan.
"aku percaya tempat kita di Penang sudah masuk Zona Hitam" kata Ibu Laura
__ADS_1
"disinipun cepat atau lambat akan menjadi zona Hitam dan badai lautan darah" jawab Valdi
"jangan menakuti Laura dan Ibu" kata Li Qin
"tentu sayang, aku mana mungkin menakuti keluarga mu" jawab Valdi membuat Li Qin terbatuk - batuk sedangkan Santo tertawa cekikikan dari belakang.
"Waah, kak Li Qin kesayangan ku akhirnya setelah sekian purnama kamu laku juga" kata Laura yang sudah lebih dulu mengenal Li Qin karna semasa di Penang ia tinggal di rumah Laura.
"haiis kamu, dia itu sedang mengejek ku yang jomblo" kata Li Qin
"sudalah Li Qin, kalau cinta katakan cinta dan kalau sayang lakukan dengan perbuatan serta sikap menyayangi yang baik" sambung ibu Laura
"benar, ibu mertua anda sangat bijak dalam berkata - kata" kata Valdi menyela
"iya calon menantuku, sekarang kamu akan dekat dengan calon ibu mertua mu ini" jawab bu Laura
"i..i..ibu mertua, calon menantu.?" kata Li Qin gugup
"kenapa.? kamu keberatan.?" kata Valdi pada Li Qin
"ibu.??" kata Li Qin
"mohon doa dan restunya bu mertua" kata Valdi menyela.
"semoga kalian dipersatukan dalam cinta kasih yang sejati tanpa menuntut kesetiaan" restu bu Laura
"amin" jawab Valdi, Laura dan Santo
BAGAIMANA KISAH SELANJUTNYA.?
__ADS_1
BUKANKAH INI TERLIHAT MENARIK.?
IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE❤ YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKE🙏