
...SUDAH MEMAAFKAN TAPI MASIH BUTUH WAKTU...
Dalam hidup, kamu akan bertemu dua jenis orang yang berbeda, dimana jenis orang pertama adalah orang yang membangun mu dengan semua kelemahan dan kelebihan nya, dengan emosi dan lesabar yang is miliki dan seluruh kekocakan dan kebaikan yang ia miliki. serta mampu menggandeng tangan mu tanpa peduli terik dan hujan, ia akan selau berada di belakang mu untuk mendorong mu maju bersama tahluk kan dunia dan ia akan tetap setia berada di depan mu untuk melindungi mu terhadap kejam nya serangan dari dunia.
Dan jenis orang ke dua adalah ia yang hanya dengan setia menunjukkan sebagian jalan pada mu dengan membiarkan mu memiliki dua pandangan yang berbeda serta penilaian yang bercabang, dan dengan kesadaran nya ia setia menunjukkan pada mu jalan kedepan yang menuju kebelakang dan berdiri terus di depan mu untuk mendorong mu mundur agar tidak terlihat oleh orang lain yang mungkin baik pada mu. dan juga jenis orang seperti ini, tetap setia berada dengan buruk di belakang mu untuk menjatuhkan mu agar kamu tidak bisa bangkit lagi.
Begitu juga dengan hidup di dalam keluarga pastilah ada hal baik dan ada hal buruk yang tidak selama nya berjalan seturut dengan apa yang kita inginkan, tidak selama nya sesuai dengan apa yang kita harapkan tapi.. mereka akan selalu menjadi rumah pemaaf yang sejati untuk mu.
Seperti kini Tanaka dan ayah nya Valr, sedang berada di dalam ruangan tempat Valr akan merebahkan tubuh nya bersama sang istri selama berada di nias. Namun, karena situasi yang sempat kacau dan di penuhi emosi tadi. barulah Valr mencoba membantu meredam emosi sang putra dengan berbicara secara empat mata berdua dengan Tanaka.
"Apakah ini bagian dari rencana mu, pa.?" tanya Tanaka yang masih tidak bisa menyembunyikan kekecewaan nya atas apa yang baru saja terjadi.
Valr berdiri menepuk kecil pundak Tanaka, ia memberikan kekuatan juga disana. "Ya, papa ingin kamu tidak terlibat dalam misi ini dan itulah sebab nya papa membiarkan mu" jawab Valr yang di angguki oleh Tanaka.
"Terimakasih pa, telah memikirkan perasaan ku dengan sangat baik. aku tau saat ini papa begitu terpukul melihat sikap bejat Valdis. tapi, papa tidak boleh membenci nya.! papa sudah cukup dengan hukuman menembak kaki nya dan jangan lagi teruskan hukuman selanjut nya pa. juga, jangan libatkan momy dalam kekecewaan papa karena momy tidak tau apa-apa" kata Tanaka yang masih kuat dan berusaha untuk mengingat kan sang ayah agar berhenti memarahi Valdis dan berhenti kecewa pada sang ibu, karena ia tau betul ayah nya tidak bisa menorerir semua bentuk kesalahan termasuk istri nya.
"Ya.. papa mengerti" jawab Valr "bagaimana dengan kamu sendiri.?" tanya Valr pada Tanaka.
__ADS_1
"Sejahat-jahat nya harimau itu tidak akan memakan anak nya dan begitu juga dengan ku sebagai anak, pa." kata Tanaka lalu melanjutkan nya "sekecewa nya aku pada adik ku dan momy, hal itu tidak akan membuat aku menjauh dan terlepas sebagai bagian dari keluarga ini" jawab Tanaka mantap
"Kau akan memaafkan adik dan momy mu ?" tanya Valr lagi
"Aku memaafkan tapi, aku butuh waktu karena ini tidak mudah bagi ku" jelas Tanaka dan di sast yang sama Valensia datang mendengar semua pembicaraan Tanaka dan suami nya.
"Papa mengerti, dengan kamu bisa memaafkan mereka saja sudah membuat papa bangga pada mu" jawab Valr dan Valensia begitu sakit dengan perkataan nya yang telah melukai hati sang putra
"izin kan aku untuk melihat proses evakuasi nya pa" kata Tanaka dan Valr hanya mengangguk tanpa bersuara lagi, ia segera berjalan menuju nakas guna menghidupkan laptop milik nya dan segera memutarkan video proses evakuasi Li Qin daei awal hingga akhir tanpa ada yang terlewatkan dan terjeda.
Valr yang melihat Tanaka sangat mengerti bahwa tidak mudah membayangkan posisi hati Tanaka ketika melihat orang yang ia cintai di perlakukan dengan tidak manusiawi, akan tetapi mau berbuat apa lagi di saat semua sudah terjadi, ibarat nasi telah menjadi bubur begitulah kondisi yang sudaj terjadi tidak akan bisa terperbaiki lagi.
Mendengar dengan jelas semua percakapan antara anak dan suami nya serta sadar diri kalau ia tidak mampu berada di antara suami nya dan putra sulung nya, Valensia memilih kembali ke kamar Li Qin di rawat dan saat ia kembali dirinya tidak menemukan dokter dan perawat lagi karena ini sudah sangat larut dan semua butuh istrahat termasuk Sofia.
Sepeninggalan Valensia yang di sadari betul oleh Valr dan Tanaka, membuat Valr menyungingkan senyuman pada Tanaka. "Momy mu tidak bersungguh-sungguh mengatakan perkataan kejam tadi" kata Valr
"Aku paham, itu semua salah papa ysng selalu membuat momy mengetahui berita dengan menebak sendiri" sindir Tanaka pada ayah nya.
__ADS_1
Ya.. perkataan sekaligus sindiran dari Tanaka adalah benar, Valensia akan selalu menjadi orang paling terakhir yang mengetahui berita apapun dalam keluarga dan itu pun dia masih harus menebak dan menerka-nerka dengan pikiran nya tentang banyak hal yang membingungkan. karena Valr, tidak akan pernah mau berbagi sesuatu berita khusus nya berita yang tidak bagus dan sangat buruk seperti sekarang.
Valr cenderung memakan sendiri semua hal buruk atau berbagi dengan Vano tanpa mau melibatkan keluarga nya, karena ia tidak mau anggota keluarga nya sedih dan terjerat dalam dendam ataupun amarah yang nanti nya akan melukai diri sendiri.
"Papa hanya tidak mau berbagi" elak Valr dan Tanaka tidak bisa di tipu, ia tau niat hati dari orang tua nya itu.
"Terserah papa, aku sudah cukup bicara lembut" kata Tanaka dan kedua nya hanya tertawa..
Sementara Vano sedang tertidur di sofa empuk yang ada di ruangan prof Alex dan Laura yang telah membantu mengobati luka di wajah Ucok, Bambang juga sudah tertidur setelah Ucok dan Bambang serta beberapa pasukan lain pergi untuk istrahat di barak tanpa menemui Tanaka lagi.
Sedangkan prof tengah memasukkan ramuan racikan nya untuk memulihkan Valdis sekaligus karena tersulut emosi, Valdis ia jadikan sebagai bahan percobaan obat yang baru saja selesai ia racik selama tiga tahun ini dan tengah mengamati reaksi apa yang akan di berikan oleh tubuh Valdis setelah menerima obat tersebut melalui selang infus.
Lalu, bagaimana setelah Valdis sadarkan diri nantinya..?
Akan kah meminta maaf kepada keluarga dan semua nya, atau justru ia akan kembali mencari cara agar Li Qin di sekap.?
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1