TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 351


__ADS_3

...IBU JAHANAM...


Kata nya kasih ibu sepanjang masa dan tidak terhingga yang bagaikan sang surya menyinari Dunia, ia bagaikan cahaya murni yang muncul di kegelapan dan membawa buah hati nya keluar menuju cahaya suci dan sosok wanita tangguh yang tidak pernah mengharapkan balasan dari setiap apa yang sudah ia lakukan pada anak anak nya. Akan tetapi kata kata indah dan lantunan puisi yang menyentuh hati seorang ibu tidak berlaku dan tidak berguna untuk di persembahkan kepada Nyonya Gotardo yang begitu kejam secara seorang ibu yang telah melahirkan seorang putri tunggal yang begitu cantik bagaikan dewi Yunani.


Di didik dalam kelimpahan harta dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan tetapi hal itu belum cukup memuaskan hati sang nyonya, ia justru menuntut sang putri membalaskan jasa kebaikan nya dengan cara memaksa Tanaka untuk menjadi suami putri nya denga cara apapun, seperti yang sudah ia jalankan hingga sebuah kesalahan dan dosa perzinahan terjadi tanpa sadar.


"Ini bukan ke inginan ku, Laura" ucap Ele dengan air mata nya yang mulai membasahi pipi "Ini semua karena perintah ibu ku" ucap Ele lagi dan Laura sama seperti Li Qin yang memilih diam walaupun laget dan penasaran datang secara bersamaan namun, mereka harus tetap diam untuk mendengarkan cerita Ele dan Tanaka dengan jelas tanpa menyela.


"Mengenai hubungan intim kami yang sudah kalian ketahui, sebenar nya ini ulah ibu Gotardo, orang tua dari Eleanor Gotardo yang memberikan sekotak teh celup hijau pada Ele, yang ternyata teh nya sudah di racik sedemikian rupa untuk menjebak penikmat teh." jelas Tanaka dan Ele dengan kalimat berbeda di ruangan berbeda tapi tujuan dari setiap kata itu sama.

__ADS_1


"APA....." Kata Laura dan Ele secara bersamaan walaupun ruangan nya berbeda, sungguh mereka terkejut dengan pengakuan masing masing.


Lalu, cerita itu kembali di paparkan sedetail mungkin agar Li Qin maupun Laura dapat memahami alur yang sebenar benar nya terjadi.


"Ya.. ibu Ele memaksa dan mengancam Ele untuk menerima paketan teh dari Lombok, awal nya ia mengira itu adalah paket biasa yang tidak ada niat jahat di dalam nya. Setelah paket itu sampai, Ele yang tidak biasa menerima paket dari ibu nya langsung excited dan ketika aku sampai setelah pulang bekerja dan itu tepat di hari ke dua ketika Ele tinggal dirumah ini." ucap Tanaka dengan pelan


"Saat itu sudah larut malam dan Ele sedang menunggu ku di balkon kamar nya lalu, memanggil ku agar menemui nya dengan menyodorkan teh hijau dan tanpa basa basi tentu aku dan dia meminum teh tersebut dan rasa nya begitu nikmat hingga lama kelamaan kami merasakan pusing secara bersamaan dan sesak dengan detak jantung yang semakin kencang berdetak, sesuatu yang luar biasa dan aku percaya itu adalah gairah dan hasrat yang mengingini belaian dari wanita dan saat itu yang ada hanya Ele, begitu juga dengan Ele dia datang memnyentuhku karena pengaruh obat perangsang yang ada pada serbuk teh sialan itu" jelas Tanaka dan terpancar aura membunuh pada tatapan mata elang nya namun, entah tertuju pada siapa.


"Ya.. aku berfikir bahwa itu teh biasa tanpa ada niat jahat hingga aku dan Tanaka meminum nya dua kali di malam itu lalu, sesuatu yang buruk, yang tidak kuduga, yang tidak ku ingini, yang sama sekali tidak pernah ku pikirkan dan tidak berani ku bayangkan adalah menggoda Tanaka dengan tubuh ku yang ku buat semenarik mungkin dengan meliuk liukkan tubuh dan membuka pakaian ku hingga berani menghampiri Tanaka lalu membuka seluruh pakaian nya dan Tanaka yang juga sudah terangsang hebat akibat pengaruh obat perangsang dari teh membuat dia kehilangan kesadaran nya." jelas Ele pada Laura dan sungguh Laura terkejut hingga menutup mulut nya yang telah menganga lebar kala mendengarkan betapa sakit dan pilu cerita Ele.

__ADS_1


"Aku tidak tau harus bagaimana malam itu Li Qin, aku tidak menyadari apa yang ku lakukan saat Ele menggoda ku bahkan aku tidak bisa menolak sama sekali ketika obat perangsang nya menguasai seluruh pikiran ku. Sadis nya aku menikmati permainan itu karena mengira itu adalah wajah mu, di mata ku saat itu yang tengah bermain ranjang dengan ku adalah kamu." kata Tanaka dengan sangat jujur dan masih menggenggam tangan Li Qin.


"Laura, kamu tau.? malam itu kami habiskan dengan sangat panas dan itu adalah malam ke dua setelah aku tiba di rumah ini" ucap Ele lagi masih dengan suara yang terisak dan sesegukan "Dan saat itu Tanaka mengira bahwa aku adalah Li Qin, hingga setiap ucapan dalam ******* nya hanya menyebut nama Li Qin terus menerus" jelas Ele dengan begitu pilu.


"Ibu nya Ele yang begitu lancang menjebak ku melalui putri tunggal nya, ibu jahanam.!" umpat Tanaka dengan emosi yang menggebu gebu. "Aku sudah memutuskan untuk membunuh nya tapi, Ele menahan ku dan aku sekarang bingung bagaimana cara nya memperlakukan Ele sementara aku tidak mencintai nya" jelas Tanaka dengan wajah sedih dan ekspresi penuh frustrasi pada wajah nya.


"Ibu ku begitu jahanam mengorbankan masa depan ku demi sebuah ambisi memiliki menantu yang seperti Tanaka, dari keluarga ternama dan terpandang serta pempunyai pondasi pertanahan dan perlindungan yang kuat. Aku sudah berulang kali mengatakan nya agar jangan terlalu berambisi akan tetapi dia malah semakin menjadi jadi dalam memaksaku dan sungguh aku tidak punya daya untuk melawan momy ku sendiri Laura" Ringis pilu seorang Eleanor Gotardo.


"Tanaka, sudah berapa kali kalian berdua melakukan kesalahan yang sama.?" tanya Li Qin dengan mata yang kemerah sedih, entah apa yang memicu kesedihan nya hanya dia dialah yang tau tentang hatu nya yang sedih.

__ADS_1


"Aku terjebak dua kali yang terakhir ketika kalian mengintip di pintu sesuai ucapan mu di awal dan yang pertama pada saat Ele sudah disini, kalau tidak salah dia sudah dua hari tinggal disini" jelas Tanaka.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2