
...TIDAK BIASA NYA...
Malam ini Tanaka dengan yakin mau memberikan waktu nya kepada Li Qin untuk berbicara dari hati ke hati karena ia tau dan sadar kalau Li Qin selama enam minggu mereka menjauh, wanita itu justru semakin membentengi diri dengan tembok raksasa dan sudah bersiap untuk menjauhi serta meninggalkan Tanaka.
Hal itu yang membuat Tanaka kembali bergerak mendekati Li Qin walau ia tau wanita keras kepala itu susah untuk di tahklukan, seperti malam ini dalam mendekati Li Qin. Tanaka masih berusaha menutup hidung nya dengan bantal, naas nya bau itu semakin menyeruak saja di penciuman nya. Ia tidak lagi fokus melihat Li Qin yang mulai merubah posisi agar kepura puraan nya tidak di ketahui oleh Tanaka, melainkan Tanaka berfokus pada hidung dan mulut nya yang harus ia tutup agar tidak merasakan mual karena efek dari bau busuk yang menyengat.
"cantik cantik tapi sekali kentut bisa pingsan se RW" ucap Tanaka dan jelas ucapan nya itu benar benar membuat Li Qin malu bukan main.
"Aaaaaaaaaa...... Malu nya, pasti kalau aku bangun sekarang, lelaki kampret ini akan bilang lagi dua kali Li Qin, kamu bau kentut" ucap Li Qin dalam hati nya dan kali ini dengan mata yang berkedip tapi tangan yang sudah mengepal karena malu dan ingin sekali dia menutup mulut serta hidung dengan tangan nya atau dengan kain agar tidak menghirup bau busuk dari pantat nya itu. Tapi, hal itu tidak bisa dia lakukan karena masih ada Tanaka.
Tiga puluh menit berlalu dengan bau busuk yang ikut berlalu, kini gejolak ingin buang air kecil Li Qin sudah tidak tertahankan lagi di saat Tanaka diam membisu menatap diri nya, ia kemudian menyingkirkan selimut tebal yang sejak tadi terus menghangat kan tubuh nya dengan gerakan gesit seolah ia tidak tau kalau Tanaka ada di samping nya. Wanita itu langsung bangun dengan langkah cepat menuju kamar mandi dan segera melepaskan segala yang ingin keluar dari bawah sana.
Tanaka yang melihat itu kaget dan bengong, pasal nya gerakan Li Qin terlalu tiba tiba dan mengejutkan nya "Apakah ini jam dimana kamu bangun untuk ke kamar mandi.?" tanya Tanaka saat Li Qin masih berada di kamar mandi dan tentu saja pertanyaan nya tidak ada yang bisa menjawab karena Li Qin tidak mendengarkan.
"Ooh.. lega nya" ucap Li Qin, setelah bersih ia segera berjalan ke arah kamar dan sudah merencanakan untuk berpura pura kaget apa bila melihat Tanaka.
__ADS_1
"Kau sudah selesai.?" tanya suara baryton yang begitu dia rindukan.
"Astagaa.... kau mengagetkan ku" ucap Li Qin dengan mata yang membola sempurna, ekspresi keterkejutan nya benar benar membuat Tanaka berfikir bahwa Li Qin baru menyadari keberadaan nya.
"Maaf, aku sejak tadi menunggu mu bangun" ucap Tanaka, sekalipun mulut nya mengucapkan kata maaf tapi tetap ekspresi nya tidak merasa bersalah sama sekali.
"Tunggu dulu, dari cela mana kau lewat.?" tanya Li Qin sambil memastikan dua kunci ada dalam laci meja rias nya, lalu ia berjalan ke arah pintu dan jelas pintu terkunci sangat rapat dan pertanyaan ini sejak tadi membuat nya penasaran hingga berhasil ia tanyakan sebagai bentuk penyempurna kepura puraan nya.
"Aku sudah masuk sejak dua jam yang lalu saat kamu keluar dari kamar menuju ke bawah karena haus" jelas Tanaka dengan jujur dan hal itu membuat Li Qin tidak habis pikir dengan kelakuan lelaki di hadapan nya.
"Sebetul nya aku masuk dan langsung bersembunyi di dalam lemari mu yang kosong" ucap Tanaka dengan ke dua tangan ia letakkan di atas kepala dan dengan santai ia merebahkan seluruh tubuh nya di kaki ranjang king size Li Qin dengan ke dua kaki bertumpu.
"Kau memang sudah jago menyusup" puji Li Qin.
"Pujian mu sangat tulus" ucap Tanaka dan setelah nya suasana menjadi hening, Li Qin yang merasa canggung karena suasana kembali hening dan diri nya juga tidak memiliki sesuatu untuk di bahas akhir nya ia hanya memainkan ponsel milik nya dengan sesekali membalas chatt dari Leo dan Laura.
__ADS_1
tiga puluh menit berlalu hingga waktu sudah menunjukka pukul 23:00 Wib dan ke dua nya masih saling diam dengan Tanaka terus menatap Li Qin yang masih berdiri dan asik sendiri dengan ponsel nya, sedangkan Li Qin yang di tatap seolah tidak memperdulikan keberadaan dari Tanaka.
"Li Qin, aku ingin bicara pada mu dengan serius" ucap Tanaka dan wanita itu menoleh ke arah Tanaka.
"Baik" ucap Li Qin kemudian ia meletakkan ponsel nya ke atas nakas lalu mengambil satu kunci ke dalam laci meja rias nya, ia berjalan ke arah pintu dan semua itu tidak luput dari pandangan mata Tanaka.
Li Qin membuka pintu setelah memutar kunci, pintu kini terbuka dengan sangat lebar hal itu mengundang tanya di kepala Tanaka "Kenapa kamu membuka pintu.?" tanya Tanaka dengan mata memicing.
"Karena aku tidak nyaman berduaan dengan lelaki yang bukan suami ku di dalam kamar, apa lagi aku adalah seorang wanita yang belum di persunting oleh siapapun. Jadi baik nya kita bicara di luar karena akan sangat buruk jika seseorang menyadari kita berduaan di dalam kamar pada tengah malam di jam yang seharus nya orang tertidur" ucap Li Qin dengan sangat jelas.!
Ucapan Li Qin itu entah mengapa menjadi terasa menusuk di hati Tanaka hingga ia enggan untuk bergerak walau sesenti, tidak biasa nya Li Qin seperti ini bahkan ia lebih suka jika berbicara berdua dengan Tanaka di dalam kamar nya tanpa ada rasa canggung sedikit pun.
"Li Qin, tidak biasa nya kamu bersikap seperti ini.! dan biasa nya kamu akan dengan sangat antusias jika kita berbicara di dalam kamar dan malu jika kita berbicara di luar" ucap Tanaka dengan kecewa
Sungguh Tanaka tidak menyangka kalau pada akhir nya yang ia dapatkan adalah respon ketidak pedulian Li Qin pada diri ny.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye