
Dalam hidup ini ada hal yang lebih berat dari sekedar menahan rindu yaitu mengikhlaskan yang sudah pergi dan menghilang, dengan membawa semua kenangan milik nya tanpa mau menemui kita sekalipun rindu melanda..
seperti hal nya keluarga alm Yal suasana rumah duka masih tetap didatangi oleh kerabat dekat dan jauh Alm. mulai dari bangku sekolah yang baru mendengar kabar kematian dari beberapa media dan mulut ke mulut
kata-kata penghiburan terus menghujani keluarga dan juga Valensia namun dari ratusan ucapan satupun tidak ada kata yang bisa membuat mereka tersenyum.
seperti hal nya Valensia tengah duduk diruang tamu keluarga nya dengan wajah yang begitu suram dan keada'an hati yang memprihatinkan seperti dia harus berdiri tanpa kaki.
disebuah kursi kayu dengan bantalan empuk tengah menonton semua pemberitaan di layar televisi, air matanya kembali menetes ketika melihat fhoto dan video pemakaman Yal.
sampai saat ini pelaku menjadi buronan para polisi dan belum menemukan titik terang tentang motif yang sesungguh nya hingga dengan bejat menganiaya seorang oknum polisi yang tidak berdosa.
dan ada juga beberapa pemberita'an dimedia sosial
__ADS_1
untuk saat ini tidak ada satu pihak pun yang berani menghibur dia terkesan memberikan aura yang menyeramkan dan lebih tertutup bahkan tidak ada suara yang dikeluarkan dari ujung rambut hingga kaki nya.
dirumah nya sendiri dia seperti bertemu dengan wajah-wajah yang baru hingga enggan untuk bicara sekedar menanyakan siapa nama mu ia memberi kesan yang begitu menyiksa.
dua minggu setelah kabar kematian, perlahan terbangun dari mimpi buruk keluarga besar Yal datang menjumpai keluarga besar Valensia dengan membawa petua adat nya.
keadaan seperti terburu dikarnakan Valensia harus kembali untuk PKLY dan Val juga harus segera kembali ke lombok karna masa cutinya habis, seharusnya jadwal cuti Val untuk bersama keluarganya bukan untuk melihat kematian abang nya.
keluarga besar datang memohon ma'af sebesar-besar nya atas kejadian yang menimpa Valensia hingga harus gagal menikah setelah dilamar dan sah menjadi tunangan anak pertama nya.
"pak Charlie saya mohon ma'af sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar dan para tokoh adat maupun agama atas kelalaian yang diperbuat oleh putra sulung ku."
"hingga mau tidak mau membatalkan tali pernikahan yang sudah kita rencanakan matang-matang apa mau dikata jalan ada buntu nya, nasi ada kerak nya, hidup juga ada batas nya Tuhan lebih sayang calon menantu mu pak Charlie."
"karna itu kami datang disini agar bapak tidak semakin marah karna kami yang tidak kunjung meluruskan dan terpaksa harus membatalkan semua nya."
__ADS_1
"bukan tidak berjodoh, tapi cinta mati.! apa mau dikata jalan lurus sudah berbelok kami tidak akan keberatan untuk setiap hukuman adat dari keluarga bapak karna kecerobohan kami yang tidak bisa menjaga calon mantu bapak."
mendengar perkata'an ma'af dari keluarga alm, membuat hati Valensia serasa tercekik.!! dia bahkan tidak berani melangkah lagi dan memeras kuat kedua tangan nya karna merasa sudah cukup bicara, pak Hul diam tertunduk seperti merasa bersalah karna mengambil tindakan membatalkan tali kasih antara Yal dan Valensia tanpa sadar mereka juga menangis melihat suasana kembali haru, orang tua Valensia langsung menjawab.
"kalau gunung bisa dipindahkan, air laut diganti posisi, takdir kematian dihapuskan, waktu kembali diputar maka ku salahkan kelalaian mu untuk calon menantu ku.!"
"tapi kendaraan tidak berjalan tanpa minyak tentunya juga manusia tidak dapat hidup tanpa nyawa, pak Hul ini bukan kesalahan keluarga besar mu.! ini juga bukan kesialan dari kecerobohan anak mu."
"ini namanya kobaran api penguji iman kiranya apa yang terjadi tidak membuat keluarga bapak menjauh dari kami terlebih-lebih membenci putri kami, mengenai hukuman adat atas pembatalan semua rencana pertunangan dan pernikahan."
"kami sudah rela dan berlapang dada jangan hukum dirimu dan kami tidak mau memanfaatkan keadaan mari kita sama-sama menguatkan hati masing-masing ini sangatlah berat mari kita pikul beban ini bersama-sama"
setelah ucapan pak Charli. kedua belah pihak berjabat tangan dan berpelukan dengan penuh air mata entah air mata karna anak nya meninggal atau karna membatalkan semua rencana tapi apapun itu Valensia kini resmi melajang lagi
namun tidak ada satupun pihak yang berani meminta Valensia untuk melepaskan cincin tunangan yang melingkar dijari manis nya bahkan orang disekitarnya bingung harus memulai pembicara'an dari mana..
__ADS_1