TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 266


__ADS_3

...AKU BELUM KELUAR...


Cinta dan hasrat adalah dua hal berbeda yang dimana ke dua nya mempunyai peranan masing-masing, cinta berperan untuk menyalurkan rasa saling menyayangi dan menghargai satu sama lain serta cinta juga datang karena didasari pada sebuah keintiman secara emosional, spiritual, dan mental.


Sedangkan hasrat adalah sebuah keinginan yang manusiawi setelah cinta atau bahkan tanpa cinta, seperti sebuah ketertarikan Tanaka yang berbeda terhadap lawan jenis nya Li Qin saat ini. Hingga hal itu dapat meningkatkan hasrat seksual karena ikatan emosional dalam tubuh ke dua nya menimbulkan rasa aman dan percaya yang membuat diri nya merasa menginginkan sesuatu yang lebih terbuka terhadap keintiman.


Seperti yang tengah berlangsung pada saat ini di mana cinta dan hasrat sedang bekerjasama, bersama dengan perasaan cinta yang cukup membuat suhu kamar tidur ini tinggi. Kalau biasa nya waktu yang paling istimewa dalam menuntaskan hasrat adalah di malam hari. Maka, berbeda dengan Tanaka dan Li Qin yang masih belum memiliki status kejelasan dalam hubungan nya memiliki waktu yang lebih baik dari pada malam hari seperti pagi ini.


Kedua nya saling merelakan dan membiarkan semua mengalir dengan gelora masing-masing, menikmati waktu yang paling sensual dan mulai terasa intim dengan pasangan semua gerakan tangan kedua insan ini tengah bercerita tentang cinta, nafsu yang sudah siap untuk meledak.


"Shitt..... rasa bi*ir mu luar biasa" puji Tanaka yang sudah ikut terbuai sejak pertama masuk di dalam kamar Li Qin. Betul memang kata para sang Cassanova kalau ketika dua orang terhubung secara emosional satu sama lain, mereka juga akan merasakan ketertarikan fisik di antara ke dua nya dan saling memuja. serta memberikan sebuah gerakan yang penuh kelincahan dengan mendewa dewikan pemandu.


Saat ini suasana semakin panas dengan dada Li Qin yang ia naik turunkan karena nikmat nya sentuhan dari Tanaka serta sensasi yang ia terima begitu luar biasa pagi ini, secara refleks tubuh Li Qin menuntun nya agar ia membalas perlakuan Tanaka. yang telah meraba-raba tubuh nya secara bebas, ia dengan tangan mulus beserta jari-jari nya yang imut mulai meraba-raba dada Tanaka yang memiliki bulu-bulu halus.


"nggg.." de*ah Li Qin dengan tatapan penuh godaan.


Perlahan tanpa disuruh, tangan Li Qin tanpa sadar membuka kancing baju Tanaka dengan tatapan yang sangat menggoda hingga seluruh kancing baju lelaki itu terbuka dan menampakkan dada bidang serta potongan roti sobek yang begitu menggoda.

__ADS_1


GLEKK.... Li Qin meneguk ludah nya secara kasar melihat maha karya Tuhan dalam memahat wajah serta tubuh Tanaka yang masih memegang kendali di atas tubuh nya.


"Kau tau, sekali kau mencoba.! aku tidak akan membiarkan mu berhenti." kata Tanaka yang melihat betapa ingin nya Li Qin pagi ini menerima wejangan yang tidak akan bisa terlupakan untuk seumur hidup nya.


"Mmmm..." bukan nya menjawab perkataan Tanaka, ia malah mende*ah dengan tatapan yang masih terpana pada Tanaka.


"Seperti nya kau memaksa ku untuk berbuat lebih" goda Tanaka yang langsung meng*isap celetuk leher Li Qin dan satu de*ahan lolos begitu saja dari mulut Li Qin dengan tubuh yang sedikit mengejang dimana sesuatu yang bergejolak telah berhasil membasahi dalaman Li Qin di ujung timur tubuh nya.


"Ahkkk.. Tanaka, aku sudah tidak tahan lagi" keluh Li Qin yang seketika tubuh nya terasa lemas karena, sudah mengeluarkan cairan inti dari kenikmatan nya.


"Ta na ka.. aaahk.. aaah" Li Qin hendak meminta berhenti tapi, ia bahkan tidak sanggup untuk mengatakan hal itu.


"Terlambat jika kau menyesali nya" kata Tanaka bersamaan dengan terbuka nya seluruh kancing piyama Li Qin.


"Ber hen tii, Tan na kaa.. ini mas sih pa.. aa giii" kata Li Qin dengan de*ahan yang semakin lolos dari mukut nya.


"Bagaimana aku menghentikan nya ketika tangan mu menuntun tangan ku untuk menjamah milik mu ?" kata Tanaka dengan nafas yang tersengal-sengal dan lagi-lagi Li Qin seolah tuli dengan ucapan Tanaka.

__ADS_1


Sebenar nya tanpa Li Qin sadari, ia sedari tadi telah menahan tangan kiri Tanaka untuk terus berada di ujung timur tubuh nya. Seolah ia tidak merelakan jika tangan itu berhenti memencet tombol dengan menggesek ke kiri dan ke kanan lalu, ke atas dan kebawah dengan sedikit di tekan. ia benar-benar memerintahkan tangan Tanaka, untuk tetap berada pada aset kecil milik nya yang seperti bentuk biji kopi itu.


"SHITT.... kau keluar lagi sayank" kata Tanaka yang benar-benar tergoda ketika merasakan tangan nya di penuhi oleh cairan dari air terjun yang kental di bagian timur tubuh Li Qin tanpa sehelai dala*an.


Dua jam berlalu dan posisi ke dua nya kini lebih menantang, Li Qin masih dengan posisi tubuh terlentang dengan dua tangan sudah menjepit di kepala nya dan tangan kiri nya menarik rambut kepala nya karena merasakan kenikmatan yang luar biasa. kedua kaki nya terbuka lebar guna memberi akses seluas-luas nya untuk Tanaka, di mana ada tubuh Tanaka di antara ke dua kaki nya dan kaki kanan nya ia tekuk, sedangkan tepat di dada wajah Tanaka berada dan melu*at habis gunung himalaya yang empuk, kenyal bersamaan dengan bra yang merah merona menantang nyala api gairah.


Tangan kanan Tanak agar tidak menganggur ia posisikan pada mulut Li Qin dengan jempol nya di hi*ap secara rakus oleh Li Qin, dan menjadikan jempol tersebut pengganti bi*ir dan li*ah Tanaka. Dan tangan satu nya lagi masih giat bekerja di bagian timur tubuh Li Qin.


Walau tersiksa dengan posisi nya dan di tambah lagi pedang pusaka milik Tanaka, yang sebetul nya sudah hidup dan menuntut untuk melepaskan tembakan tepat ke sarang lebah penuh madu milik Lin Qin sejak tadi. akan tetapi Tanaka, masih bertahan hingga tidak membuka celana nya walaupun kini pakaian Li Qin telah terbuka dan hanya menyisahkan bra merah merona saja.


Tanaka seolah tidak mau merenggut sesuatu yang menjadi kehormatan nya itu dalam kondisi Li Qin terselimuti kabut ga*rah "Li Qin, jika kau setuju aku akan menuntaskan nya dengan hati-hati pagi ini" tanya Tanaka pada Li Qin, dan benar saat ini Tanaka seolah tidak lagi bisa mengontrol sesuatu dalam diri nya namun, ia perlu meminta persetujuan Li Qin.


Li Qin yang hendak menjawab seketika melotot melihat ibu Laura berdiri mematung di depan pintu dengan ekspresi yang memucat kaget, melihat apa yang seharus nya tidak ia lihat pagi ini..


"AAAAAAAAAAAAAA" Teriak Li Qin dan Ibu Laura secara bersamaan dan hal itu mengejutkan Tanaka hingga dengan sendiri nya, senjata tangguh milik Tanaka mati lemas sebelum tempur.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye

__ADS_1


__ADS_2