TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 316


__ADS_3

...MALAM MENGERIKAN...


Sebagai wanita yang ingin di puja dan dimiliki dengan sepenuh hati, tentu nya kita tidak pernah bisa mengharapkan sesuatu yang nama nya kekecewaan atau menerima kegagalan, sakit hati, di tinggalkan hingga merasa seperti sedang di duakan padahal kita tidak menjalin hubungan apapun selain pertemanan dan selalu menuntut untuk di nomor satukan.


Seperti Li Qin yang seorang egois, yang selalu merasa ingin selalu jadi wanita pertama yang terus di inginkan oleh lelaki sekalipun diri nya tau bahwa is terus menggantung Tanaka selama bertahun tahun. Hal memilukan yang tengah di rasakan oleh Li Qin malam ini adalah rasa kecewa, sedih, sakit hati, ingin marah, mengamuk, segala rasa bercampur bersatu padu ketika ia ingin berteriak sekencang kencang nya melihat sesuatu hal yang mengerikan sedang terjadi malam ini di depan mata nya.


"Astaga.. itu suara plok plok nya nyata banget ges di telinga, siapa sih yang berani nonton dengan speaker keras begitu." kata Laura sambil berbisik ia mengira ini adalah suara dari video dan langkah nya semakin maju ke arah suara dan suara tepuk tangan.


"Gilak sih ini, bisa bisa nya kita keluar mencari dari mana sumber suara" kata Li Qin, sungguh mereka sudah seperti bandit penguntit dan dia tidak menyangka mereka akan mencari sumber suara.


"Syitt.. suara nya dari kamar Ele, busett.!! Ele modal wajah lugu padahal telinga sama mata nya penuh kemesuman" kata Laura, ia masih belum peka kalau Ele adalah pemain sesungguh nya dari suara aneh dan tepuk tangan yang terdengar di telinga nya.

__ADS_1


"Seperti nya Itu bukan suara dari video deh, Laura" ucap Li Qin sejak tadi diam karena memastikan apakah ini dari video atau justru nyata.


Sedangkan saat ini di dalam kamar Ele, diri nya dan Tanaka tengah merasakan kesusahan karena mengingini sesuatu yang lebih besar lagi. Akan tetapi ke duanya tidak boleh buru buru karena segala sesuatu nya harus di mainkan dengan bertahap, sesuai prosedur permainan.


Sementara di luar sungguh ini adalah malam mengerikan bagi Li Qin dan tidak menjadi malam mengerikan untuk Laura, Mata Laura yang telah melotot dengan sempurna ketika melihat dua insan berbeda jenis antara lelaki dan perempuan yang tengah memadu kasih "Anjir banget.!! suara suara dari akhir zaman ternyata ulah dua kambing putih dan belang belang ini. ck.. ck.. ck.. ternyata mereka berdua dalang nya" ucap Laura yang sudah sampai di depan pintu kamar Ele yang tidak terkunci mungkin lebih tepat nya mereka lupa mengunci pintu dan diri nya mengintip dari celah pintu yang sedikit itu.


"Gilaa... Ini mah judul nya kita sedang di dewasakan oleh tuan rumah" ucap Laura lagi, mata nya sungguh tidak akan bisa berkedip menikmati pemandangan sempurna ini, sama seperti mulut nya yang tidak berhenti berbisik ketika disuguhkan oleh pemandangan yang luar biasa.


Laura dengan setengah badan menunduk, ke dua tangan berpangku pada ke dua paha, kepala nya condong kedepan dan mata nya fokus pada sasaran yaitu ke arah bawah Eleanor dan Tanaka "Karena kamu belum pernah melihat maka, malam ini kamu harus lihat.! Lihatlah adik kecil nya, puas puasin melihat nya sekarang. mana tau kedepan tidak ada kesempatan atau kata lain kali lagi untuk melihat adik perkasa Tanaka" ucap Laura yang belum memahami kondisi hati Li Qin saat ini, ia bahkan tidak melihat ekspresi wajah Li Qin.


Laura benar benar terus memuja kesempurnaan adik kecil Tanaka dan permainan lego yang di perankan oleh sang tuan rumah bersama tamu spesial nya, sungguh mulut Laura tidak bisa di hentikan ataupun di jeda walau sebentar saja karena pikiran nya yang masih di kejutkan oleh aksi ke dua begal di dalam kamar itu yang membuat diri nya mau tidak mau harus menjadi operator dadakan untuk berbagi info kepada Li Qin.

__ADS_1


"Tapi, Li Qin.. adik kecil Tanaka sebenar nya tidak bisa ku prediksi dan belum bisa di lihat adik nya sudah sebesar atau kecil apa karena sudah masuk semua di dalam lorong Eleanor, coba saja Eleanor membuka pintu lorong atau melepas sebentar agar kita tau bagaimana rupa dari adik kecil Tanaka. Sedangkan dua insan yang berada di dalam tengah bersemangat mencari titik titik ternikmat dalam diri nya untuk di salurkan ke luar.


Sungguh Laura terus mengoceh tidak jelas dengan mulut nya yang tidak henti henti nya walaupun sedang berbisik dan dengan mata yang tidak akan pernah bisa berkedip walau sedikitpun, ia terus dan terus berbicara penuh pujian tentang ke gagahan Tanaka dan kebuasan Eleanor dalam bermain adu aduan yang sebelum nya tidak pernah ia lihat.


Sedangkan Li Qin yang terus saja di ajak berbicara oleh Laura hanya bisa diam bungkam seribu bahasa tanpa bisa menjawab apapun dari sekian banyak kalimat yang di ucapkan oleh Laura, dan Laura juga seolah hilang kesadaran tentang perasaan Li Qin saat ini ketika melihat hal yang mengerikan di depan mata nya.


Li Qin begitu shock melihat keganasan Tanaka saat ini di atas ranjang bersama dengan Eleanor, ia tidak pernah sekalipun menyangka sebelum nya bahwa akan ada hari dimana ia melihat dengan mata kepala nya adegan secara live.


"Inikah yang nama nya cinta yang tulus dari seorang Tanaka.? inikah mengapa Tanaka tidak pernah bisa dan tidak akan pernah bisa melepaskan Eleanor.?" ucap Li Qin dalam hati nya dengan ke dua tangan nya mengepal erat.


"Aku tidak salah, aku tidak salah memilih menggantung diri nya terus menerus.! aku sungguh tidak salah karena memang ada arti dan maksud yang tidak ku ketahui selama memilih untuk tidak memberikan nya jawaban" kata hati Li Qin ini semata untuk meyakinkan diri nya bahwa ia sungguh tidak bersalah atas sikap jual mahal nya dalam menggantung Tanaka.

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2