
TES TIDAK TERDUGA
"Bablas.? kenapa kamu pulang-pulang medical check up langsung manja gini sih🙄" tanya Valr heran
"hoalah siapa yang manja.?"
"lah itu ngeluh-ngeluh kenapa coba"
"apa harus Valen perjelas bang..?
"perjelas.!" tegas Valen
"🤦🤦 sadisnya aku jadi calon istrimu belum apa-apa sudah ngilu" jawab Valen geleng-geleng kepala dan semakin membuat bingung Valr
"ngilu.? kalau ngilu siapa suruh kamu ngunyah es batu.?" sambung Valr
"astaga.!! Valen nggak makan es batu bang ngilunya karna tes tadi.!!" jelas Valen
"emang disana disuguhin es batu sampai calon seleksi dibuat ngilu" tanya Valr
"yoouloh.! sia-sia saja aku ngeluh ngilu"
tanpa mereka sadari dari dekat seorang Jenderal memperhatikan mereka yang memang saat itu sedang menemui prajurid langsung dibarak hal itu selalu dilakukan sang jenderal setiap kali ada waktu senggang mengecek secara langsung kondisi rumah-rumah dan kelangsungan hidup prajurid, ia selalu berbagi dan menasehati seluruh prajurid layaknya sebagai orang tua terlebih yang masih muda agar selalu menjaga dan menghemat pengeluaran dengan dalih kasihan orang tua dikampung menanti.! namun siapa sangka sang jenderal memanggil Valr dan Valensia yang sedang berjalan bagaikan siput menuju barak, tentu saja hal ini membuat Valensia gugup dan mau tidak mau dirinya harus mengikuti langkah Valr untuk menemui sang jenderal.
sesampainya dihadapan sang jenderal Valensia memberi salam sesuai protocol😁 sedangkan Valr memberi hormat dengan gaya militer
"Siap.! Jenderal.!" hormat Valr
"apa ini calon istrimu.?" tanya jenderal
"siap.! benar, jenderal.!"
"apa kamu sudah punya pacar.?" tanya sang jenderal kepada Valensia dan tentu saja hal ini membuat bingung dirinya bagaimana cara menjawab pertanyaan.
"saya hanya punya tunangan pak" jawab Valensia mantap dan kembali sang jenderal bertanya pada Valr
"apa kamu sudah pegang-pegang dia.?" pertanyaan ini membuat Valensia membulatkan matanya sedangkan Valr tetap berdiri tegap tanpa wajah malu sedikitpun.
"siap.! sudah, jenderal.!"
"apanya yang kamu pegang.?" tanya jenderal lagi
"siap.! tangannya, jenderal.!" tegas Valr dan mengundang banyak tawa bagi prajurid lainnya yang mendengar bisa-bisanya seorang Valr yang ditakuti perintahnya ditanyai hal seperti itu.
"apa kamu sudah cium calon mu.?" tanya jederal lagi semua yang ada diam termasuk Valensia yang semakin memerah wajahnya
__ADS_1
"siap.! sudah jenderal.!"
blusssssss....... jawaban tegas dari Valr berhasil membuat ngakak semua orang temasuk ibu-ibu jalasenastri
"dimananya yang kamu cium.?"
"siap.! keningnya, jenderal.!" tegas Varl
"rasa-rasanya aku siap meledakan rudal saat ini juga bisa-bisanya seorang jenderal bertanya hal yang tidak berbobot seperti itu.!!!" gumam Valensia dalam hatinya
"kapan hal itu terjadi.?"
"siap.! saat bertunangan, jenderal.!" semua menjawab
Ooooooooo..
rata-rata semua prajurid dibawah sang jenderal tidak bisa berbohong jika atasannya datang dan bertanya hal-hal pribadi karna ini bukanlah hal baru bagi mereka namun sudah jadi kebiasaan bagi sang jenderal bertanya bahkan kadang ada yang lebih dari itu.
"calon istrimu cantik.!" puji jenderal itu
"siap.! jenderal.!"
"apa dia dibawah umur.?" pertanyaan ini mengundang tawa bagi semua bagaimana bisa Valen disangka masih dibawa umur😂
"siap.! tidak, jenderal"
"siap.! laksanakan, jenderal.!"
mereka berdua pergi dari hadapan jenderal dan masih berjalan layaknya seperti siput.
"siap, laksanakan.! hufff harusnya kalau calon abang dipuji cantik bilang benarkah atau apa kek.!!" protes Valensia
"kamu pikir ini dipasar nou (salah satu nama pajak di gunungsitoli) kalau murah dipuji kalau mahal ditinggalkan"
"setidaknya"
"kamu ini.!"
"tunggu dulu" mereka berhenti didepan pagar "apa ini termasuk dalam tes tidak terduga.?" tanya Valen
"anggap saja begitu" jawab Valr dan memasuki pagar.
akhirnya mereka sampai dikamar Valensia, ia langsung memilih duduk dan sesuatu itu masih terasa kurang nyaman baginya.
"kamu kenapa duduknya gitu.?" tanya Valr
__ADS_1
"Valen lagi nyari posisi duduk yang aman bang" jawab Valen, mendengar hal itu Valr jongkok dihadapan nya
"apa sudah nyaman.?" tanya Valr
"belum, abang kenapa jongkok begitu mau sungkeman ya.?" tanya Valen bingung
namun Valr tidak menjawab ia hanya memandang wajah lesu itu dari bawah dan tersenyum sekilas
"terimakasih karna sampai detik ini kamu menjaga kehormatan mu.!" ucap Valr dengan tulus
"bukankah sudah seharusnya seorang wanita menjaga kehormatan dan kesucian nya.?" tanya Valen
"benar.! tapi, tidak semua wanita bisa menjaganya sayang" ucap Valr
"bolehkah Valen bertanya.?"
"tentu."
"apa abang juga meragukan ku.?" tanya Valen
"awalnya abang ragu mengetahui hubungan kalian yang hampir 8 tahun bagaimana mungkin kalian tidak ceroboh." jelas Valr "saat itu apapun hasilnya abang bertekad akan tetap menikahimu sekalipun bukan abang orangnya, namun tetap bertanggung jawab tentunya pekerjaan abang akan jadi taruhan nya.!" sambung Valr "maaf karna telah berfikir terlalu jauh tentang mu" ucap Valr sambil mengelus pipi tunangan nya itu.
tentu hal ini membuat Valensia sedikit tersinggung namun entah bagaimana caranya hingga ia tampak biasa-biasa saja
"tidak apa-apa." jawab Valen santai
"abang sudah memberitau orang tua kita, mereka sangat bahagia dengan hasil tes mu ternyata selama ini pemikiran kami sama tentang mu dan alm.!" ucap Valr tertunduk seakan sedang menyesal.
"bagaimana mungkin orang tuaku ikut berfikir jauh tentang ku.? apa serendah itu mereka menilaiku.? tapi kenapa.?? masa bodoh dengan mereka" pertanyaan demi pertanyaan dibenak Valen dan hanya hatinya yang mendengar.
"apakah sakit.?" tanya Valr membuyarkan lamunan Valen
"perih, ngilu tentu saja sakit.!!😫😫"
"kenapa wajahmu berkerut seperti itu.?"
"masa yang periksa seorang dokter laki-laki.!! memalukan.!!! Valen nggak mau bertemu dokter itu lagi"
"dia akan selalu berada disini sayang" ucap Valr
"kamu biasa saja.?" tanya Valr
"tentu itu memang tugasnya sedari dulu sayang"
"hiisss laki-laki ini tidak sia sia aku menamaimu siap grakkk.!!!!!!" gumam Valen
__ADS_1
waktu berlalu Valen semakin membaik didalam kamarnya ia terlihat seperti orang keserupan yang tiba-tiba tertawa dan bengong tentunya hal ini membuat terkejut para tetangga yang satu dinding dengan nya😂 apa lagi penyebabnya kalau bukan dunia halunya beberapa kali Valr menyita ponsel milik Valen dan beberapa kali juga Valen mendapatkan ponselnya kembali..