TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 130


__ADS_3

ADILLAH


Wanita cantik dan baik yang disandingkan Tuhan untuk lelaki yang tampan dan baik. tidak akan selalu baik disetiap harinya, ia akan terus dan terus di didik dan diajarkan oleh waktu yang selalu berputar dan maju, menghadapi banyak permasalahan dan perbedaan pendapat dengan pasangannya, dipertemukan dengan masa tersulit dalam hidupnya. masa dimana kita dipersalahkan dan tidak bisa menjelaskan apa - apa sama seperti permasalahan yang kini hadir ditengah - tengah keluarga kecil Valr dan Valensia.


dimana ada beberapa hal dari dalam diri Valr yang tidak mampu dimengerti oleh Valen dan orang lain ketika sang suami memberinya kebebasan untuk bertindak, sama seperti Valr yang merasa sangat gagal mendidik istrinya untuk menjaga dan memperhatikan orang tuanya dari jauh.


Saat ini Valen dan Valr sama - sama berada didalam kamar, Valr sudah selesai dengan ritual mandinya hanya bisa menghela nafas melihat sang istri yang terus saja menangis dan menutupi tubuhnya dalam selimut yang tebal.


"aku bukan kesal karna sikap mu Valensia.! aku hanya marah dan kecewa pada diriku sendiri karna sudah gagal mendidikmu sebagai seorang istri dalam menjalankan tugasmu sebagai seorang menantu dikeluarga Hul.!" ucap Valr tegas pada sang istri yang sejak tadi terus menangis dan enggan untuk makan dan minum juga keluar dari kamar.


dan sampai saat ini Valen hanya membiarkan air matanya terus dan terus berlinang membasahi pipinya, air mata yang mewakili bibirnya untuk bicara ketika ia tidak mampu lagi menjelaskan semuanya kepada sang suami, air mata yang juga mewakili perasaannya saat ini, betapa ia sakit hati dengan ucapan Valr dan juga bersalah karna gagal sebagai seorang menantu satu - satunya dikeluarga Hul.


"bangun, mandi dan pergilah keluar untuk makan, air matamu tidak akan pernah dapat menjawab pertanyaanku" ucap Valr pada Valen yang terus saja memilih diam dan membelakangi Valr


"aku tidak lapar bang, lagi pula aku menangis tidak untuk menjawab pertanyaanmu" ucap Valen yang membuat emosi Valr memuncak


"mulai sekarang, jika kamu masih mau bertahan dirumah dan keluarga ini belajarlah untuk menghargai dan menyayangi orang tuaku dan orang tua mu. tanpa harus ku ingatkan semuanya padamu terlebih dulu, kamu bukan anak kecil yang baru masuk ke Dunia dan lahir kemarin sore, kamu sudah dewasa dan tau bertindak bijak. mustahil jika hal ini kamu tidak tau. kecuali hatimu itu cuma menginginkan anaknya tidak orang tuanya.!" tegas Valr penuh ancaman pada Valen dan segera keluar dari kamar menuju ruangan keluarga dimana Vano sedang merebahkan tubuhnya disofa panjang sambil menonton kartun.


"kamu anak tahun berapa.?" tanya Valr


"aku anak kemarin sore" ucap Vano


"pantes tom and jerry memang cocok untuk mu, jadi bahan dialogmu dengan Ita" ucap Valr


"apa kamu sudah selesai dengan amarahmu.?" tanya Vano yang memang mengetahui Valr sedang marah dengan istrinya


"aku sangat kecewa padanya bang, benar ia memberiku cinta yang tulus dan aku merasakan hal itu dan perhatiannya membuatku nyaman tapi, aku kecewa karna cinta yang kuharapkan darinya hanya untuk ku saja tidak ia beri pada orang tua ku." ucap Valr pada Vano


"sabar dan cobalah memahami istrimu Valr, jangan terlalu keras padanya dalam hal ini mungkin benar ia salah karna tidak melakukan tugasnya sebagai seorang menantu tapi, apa kamu juga ingat bahwa caramu ini akan memberi jarak dan kebencian diantara kalian" jawab Vano mencoba menenangkan Valr


"dibanding dengan kebencian bagiku, hal yang lebih mengerikan selain kematian adalah ketika orang tuaku tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang seharusnya dari ku dan istriku" ucap Valr lagi dengan emosinya yang sedang ia kendalikan


"Jangan terus larut dalam emosimu boy ganteng, kamu cukup cari sisi posisitif dari semua yang terjadi saat ini dan tetaplah terima segala keadaan sekalipun itu sangatlah rumit untukmu, aku yakin kamu bukanlah tipikal orang yang ceroboh dan senonoh dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada. temukan solusinya jika memang kamu merasa gagal dalam mendidik istri, jangan terus tenggelam dalam emosimu bijaklah bersikap dan dewasalah" nasehat Vano


"baik bang, ini hanya karna rasa syock saja melihat papa dalam keadaan seperti ini dan mendengar kabar dari mama kalau Valen tidak pernah menghubungi mereka dan memberikan kabar bahwa cucunya telah lahir" ucap Valr


"memang benar semenjak kepergianmu selama tujuh bulan. Valen, terkesan menghindari ponselnya bahkan tidak menyentuh sama sekali ia hanya terlihat bersama berdua dengan Ita tertawa dan bernyanyi juga menjadi gila" sambung Vano memberitau kalau Valen tidak menggunakan ponselnya selama ini dan Valr hanya diam saja mendengar penuturan Vano


Sebenarnya cukup jelas dalam hal ini Valenlah yang salah karna kurang peka dan perhatian pada mertua, sebenarnya tidak ada rasa pilih kasih dihati Valen. karna Valen juga sama - sama tidak menghubungi orang tuanya meski begitu, sikap tidak baik yang seperti itu tidak sepatutnya dipelihara dan hadir dalam pribadi Valen. ia seakan melupakan segala hal ditanah kelahirannya.


.

__ADS_1


.


.


Malampun tiba Valen akhirnya keluar kamar setelah merasa lebih baik dan bermain dengan baby gemelinya yang sudah bisa tertawa ditemani dengan tiga babysitter yang cantik dan jomblo


"hallo baby boy nya mama" ucap Valen pada kedua baby boynya dan disambut dengan suara tawa baby boy yang lucu dan menggemaskan


"hayo tuta mama tayang, apa tabal mama tayang" ucap Loren menirukan baby boy bicara


"kabar baik sayaang nya mama, hallo baby girls yang cantik" ucap Valen


"hayo mama tantik, tata tudah hayum dan tantik cepeti mama" ucap Sonya yang ikut menirukan cara bicara bayi.


Valr sempat melihat sang istri keluar dari kamar, berjalan menuju kamar baby gemeli, ia hanya diam saja dan pergi menuju ruang makan menyuruh Ita untuk memanggil Valen makan malam bersama seperti biasa.


"nyonya, tuan sedang menunggu dimeja makan untuk makan makan malam" ucap Ita


"Ita katakan padanya kalau saya sudah makan dan kenyang" ucap Valen menghindar dan keluar dari ruangan kamar baby gemelinya menuju teras rumah


mendengar jawaban Valen Ita dan tiga babysitter saling bertatapan satu sama lain seakan menanyakan ada apa dengan tuan dan nyonya, karna tidak ada yang tau maka, dengan gerakan yang kompak mereka mengangkat kedua tangan dan bahu tanda tidak tau apa - apa. segera Ita berlari kecil dan memberitaukan kalau Valen sudah kenyang


"mana Valen.?" tanya Valr


"baiklah, mana yang lain kenapa mereka tidak makan" tanya Valr dan tidak lama kemudian Vano, mbok Inem dan tiga babysitter datang untuk makan malam sedangkan Ita pergi menyusul Valen diteras depan rumah.


"nyonya.?" sapa Ita


"iya ita ada apa" jawab Valen lesu


"bolehkah saya duduk disebelah nyonya" tanya Ita


"silahkan Ita duduklah" jawab Valen


"terimakasih nyonya" ucap Ita


"kenapa kamu disini, apa kamu tidak mau makan" tanya Valen


"sebenarnya saya sudah makan saat sedang memasak bersama mbok Inem ucap Ita


"ooh begitu, syukurlah perutmu berisi" jawab Valen

__ADS_1


"tapi saya lapar lagi nyonya karna melihat merela makan" ucap Ita jujur


"astaga Ita, pergilah makan lagi biar kamu gendut" ucap Valen terkekeh kecil


"apa nyonya baik - baik saja" tanya Ita


"saya baik - baik saja Ita, terimakasih perhatiannya" ucap Ita


"tapi, hati nyonya sedang berkata kalau nyonya dalam keadaan hati yang tidak baik - baik saja" ucap Ita


"Ita, aku hanya sedang dalam suasana hati yang merasa bersalah dan gagal karna melakukan kesalahan yang fatal sebagai seorang menantu" ucap Valen


"nyonya.? jangan takut untuk melakukan kesalahan baik besar maupun kecil karna kita manusia yang hidup dimuka bumi ini pastilah menikmati sebuah kesalahan yang kita perbuat baik besar dan kecil. tapi pastikan nyonya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi untuk kedua dan kesekian kalinya" ucap Ita pada Valen yang disambut dengan senyuman manis yang sempurna oleh Valen.


"kurasa senyuman nyonya yang tulus seperti ini terlihat sangat teduh" ucap Ita lembut


"terimakasih Ita, ini bukanlah hal yang baru bagiku. dulu juga hal lebih dari ini sering ku alami saat masih sendiri" ucap Valen semakin merekahkan senyumannya pada Ita


"tersenyumlah nyonya, tersenyumlah seolah semua yang kamu lewati setiap waktu baik - baik saja dan tidak ada yang salah dalam harimu. karna kadang kita harus memerankan satu peran seperti drama korea dalam kehidupan sehari - hari, berpura - pura seolah semua hal terjadi begitu saja dengan sangat sempurna sekalipun hati terasa tersiksa dan menyakitkan" ucap Ita seolah sedang memberitaukan pada Valen bahwa iya sedang memerankan drama korea yang ceritanya menyembunyikan luka


"Ita, aku tau rasanya menjadi kamu sangatlah berat, ihklaskan semua hal yang membuatmu terjatuh dan kecewa, jangan memaksakan pikiran untuk mengingat semuanya. aku yakin Tuhanmu pasti akan menggantikan semuanya padamu dengan yang lebih baru dan lebih berkelas" ucap Valen yang kini berganti menenangkan Ita.


"terimakasih nyonya, aku selalu menantikan hari itu terjadi" ucap Ita


"Ita bisakah kamu tidak menyebutku dengan panggilan nyonya.?" tanya Valen merasa sangat risih dengan panggilan itu.


"hehehe, maaf. tapi rasanya menyebut namamu bibirku terasa seperti batu keras dan kaku" ucap Ita


"jika, waktunya tiba panggilan itu akan berubah menjadii adik" ucap Valen keceplosan


"adik.??" tanya Ita


"iya adik, kalau umurmu lebih dari aku maka jadilah aku adik" jawab Valen mengalihkan


HALLO READER


Selamat Pagi🙏 sebelumnya thor minta maaf ya, thor tau kalian bakal kecewa karna tidak ada lanjutan untuk Vano dan Ita disini. itu karena Author mau fokus menyelesaikan cerita antara Valen dan Valr kemudian berlanjut pada ketiga anak kembar Valen dan Valr beserta kisah cinta mereka..


DAN JUGA😁😂


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb😉😉

__ADS_1


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul PENGORBANAN KU.👇👇👇



__ADS_2