
...AKHIR DARI KEMARAHAN...
Emosi yang memicu sebuah kebencian dan amarah besar dari dalam diri Valensia yang sangat kuat dan yang sama kuatnya dengan kasih sayang serta cinta untuk putra nya membuat ia secara sadar mengibarkan bendera yang berlambangkan ketidak sukaan, mendirikan sebuah permusuhan dalam jiwa antipati terhadap Tanaka dan terkhusus kepada Li Qin.
Emosi dari seorang Valensia yang terkenal dengan kebaikan hati dan kelembutan nya tidak bisa di anggap sebagai emosi sesaat karena di balik hati nya yang lembut yang memancarkan aura ketulusan nya, ada sebuah ancaman yang sungguh-sungguh.
Seperti saat ini, dimana ia yang berubah menjadi kejam dan kata-kata yang keluar dari mulut nya penuh bisa. karena sakit hati luar biasa yang di rasakan nya sebagai seorang ibu dan tidak bisa di pungkiri karena terbawa emosi ada sesuatu rasa yang jauh dalam diri Valensia, yang ingin sekali menghancurkan Li Qin hingga berkeping-keling. agar ke dua putra nya tidak lagi memperebutkan Li Qin dan keinginan untuk segera menghancurkan, menghindari dan menghilangkan Li Qin semakin besar saat ini.
"Tenanglah nyonya tidak sepantas nya berkata seberbisa itu" tegur Sofia pada Valensia
Dan mendengar semua ungkapan, umpatan dan kekecewaan dari sang ibu dengan sangat jelas tanpa ada kata yang terlupakan dan terlewatkan di telinga nya. barulah ia menundukkan kepala dan melihat jelas di pinggang nya ada dua tangan gemetaran dari seorang wanita yang sudah lanjut usia tengah berusaha mengumpulkan keberanian memeluk nya dengan erat untuk menahan diri nya menghentikan kebrutalan ini dan ia merasakan basah pada punggung nya akibat air mata, wanita itu tentu saja istri dari prof.
"Sudah nak, hentikan.! ini tidak akan berakhir baik untuk kita semua" kata Nyonya Alex minang istri dari prof Alex yang menyambung ucapan Sofia dan beruntung hal itu di angguki oleh Tanaka hingga semua yang ada disitu sangat lega.
Sementara semua yang mendengar perkataan Valensia hanya bisa diam merasakan sakit yang di alami oleh sang ibu dan tentu nya banyak hati yang hancur termasuk Li Qin, walau bagaimana pun Valensia tidak sepenuh nya salah dan tidak akan ada seorang ibu yang bisa bertahan menerima sebuah kenyataan kalau salah satu kaki anak bungsu nya di tembak oleh suami nya sendiri, lalu di pukuli sampai babak belur hingga tidak sadarkan diri oleh putra sulung nya yang juga adalah darah daging nya dan hal itu terjadi di depan mata nya tanpa ada sensor.
Disisi ranjang Li Qin begitu merasakan sakit juga terluka di dalam hati dan pikiran nya ketika mendengar dengan jelas perkataan Valensia seolah diri nya adalah biang masalah dan penyebab Tanaka menjadi seperti sekarang ini.
"Itu bukan salah ku, aku adalah korban dari anak mu" kata Li Qin yang hanya bisa membantah dalam hati nya dan perkataan nya di setujui oleh air mata nya yang sedang mengalir.
__ADS_1
"Kita bawa dulu Val ke rumah sakit, kondisi nya kritis" kata Prof yang langsung di anggukan oleh Vano.
"itu lebih baik, dari pada terlambat" kata Vano yang berdiri dan mengangkat tubuh Valdis namun, belum sempat ia di bantu menganggkat tubuh Valdis. Valensia sudah lebih dulu melarang "Tidak.! disini ada perawat dan ada dua orang dokter jadi aku mau anak ku di rawat disini, singkirkan perempuan itu.!! anak ku lebih berharga ketimbang nyawa nya" kata Valensia dengan sangat kejam dan hal itu membuat Valr melirik nya dengan tatapan dingin.
"Maaf nyonya, kita ke kurangan alat dan jika semua alat ini di lepas dari tubuh nona Li Qin maka kondisi nya akan semakin buruk" jelas salah satu dokter.
"Karena kota kekurangan alat maka dari itu lepaskan semua alat dari gadis sialan ini, aku tidak ada urusan dengan nyawa nya.! aku hanya peduli pada nyawa anak ku" kata Valensia yang semakin menjadi-jadi, menurut nya tindakan nya sudah sangat benar dan tepat.
"Momy, bagaimana bisa kau setega itu" Tanaka angkat bicara
"Sudalah, biarkan aku saja yang mengobati nya" lata Prof dan di setujui oleh Valr dan Vano
"Baik, kelak ketika kau menyadari kesalahan anak kesayangan mu ini.! ingat bahwa aku bukan lagi anak mu" tegas Tanaka, bersamaan dengan tubuh Valdis di angkat dan di bawa keruang bawah tanah tempat prof tinggal selama berlindung kepada Tanaka, ia di bantu oleh pasukan lain nya dan yang lain juga ikut bubar dan di beriksn tips oleh Vano agar segera memulihkan diri masing-masing.
Sedangkan Ucok dan Bambang mengikuti Laura untuk di obati karena sudah babak belur, sambil bercerita apa yang sebetul nya telah terjadi setelah mereka mendapatkan penjelasan dari Vano dan anak buah Tanaka, mendengar itupun Laura semakin geram di tambah dengan sikap Valensia tadi yang seolah melindungi kesalahan anak nya dan dengan cepat menceritakan kepada ayah nya.
Di kamar ini tinggal ada Sofia, Loren yang masih belum sadarkan diri dan tiga orang tenaga medis beserta Valensia, Valr dan Tanaka serta Li Qin yang masih terbaring lemah dan ia tidak memiliki keberanian untuk membuka mata meskipun sudah sadarkan diri.
Dan saat ini Tanaka yang kecewa kembali mengingatkan sang ibu akan ucapan nya "Ingat ini nyonya Valensia.! Ingat dengan sangat baik, bahwa kelak ketika kau menyadari kesalahan anak kesayangan mu ini.! ingat bahwa kau telah membuang ku demi seonggok sampah seperti Valdis dan saat itu aku bukan lagi anak mu" tegas Tanaka
__ADS_1
DEG..
DEG..
DEG..
Hati Valensia berdesir terluka, sebuah ujung runcing keris menusuk jantung nya ketika mendengar perkataan Tanaka. begitupun dengan Valr, ia tidak menyangka kalau putra sulung nya sudah di ujung kesabaran yang ia bisa tahan.
"Singkirkan perempuan sialan ini" teriak Valensia tanpa merespon Tanaka lagi..
Srakkkk... sraaakk..... Valensia mencabut paksa infus Li Qin hingga tangan Li Qin mengeluarkan darah yang banyak.
"Berhenti nyonya, pasien akan mati" teriak dokter dan perawat serta Sofia yang menahan tangan Valensia.
"Jangan hentikan dia, Sofia rekam perlakuan nya ini dan sebarkan.! berikan caption Valensia asal Nias melakukan percobaan pembunuhan pada seorang wanita yang telah di culik, di sekap, disiksa hingga wanita tersebut berwujud mengerikan oleh putra bungsu nya.! dan tambahkan lagi caption bahwa jiwa psikopat sang anak dalam memperlalukan seorang wanita lemah secara biadab dan tidak manusiawi berasal dari ibu kandung nya" tegas Valr yang sudah geram dan tidak bisa mentolerir perbuatan Valensia sejak tadi.
Valensia, Sofia yang mendengar itu kaget mematung tidak menyangka ternyata kejadian malam ini karena ulah dari anak nya sendiri.! Tanaka yang melihat penyesalan dari wajah Valensia benar-benar tidak bisa bersimpatik lagi dan dokter kini dengan sigap kembali membenarkan selang infus Li Qin.
"Inilah akhir dari kemarahan mu yang harus kau makan dan telah hidup-hidup" kata Valr, lalu ia meninggalkan sang istri dan menarik Tanaka untuk ikut dengan nya.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye